Showing posts with label English Corner. Show all posts
Showing posts with label English Corner. Show all posts

Friday, June 15, 2012

Meaningless Goals

 A farmer had a dog who used to sit by the roadside waiting for vehicles to come around. As soon as one came he would run down the road, barking and trying to overtake it. One day a neighbor asked the farmer, "Do you think your dog is ever going to catch a car?" The farmer replied, "That is not what bothers me. What bothers me is what he would do if he ever caught one."
***
Alkisah, ada seorang petani yang mempunyai seekor anjing dengan kebiasaan duduk di pinggir jalan menanti-nanti kendaraan yang akan lewat. Begitu ada kendaraan yang melewatinya, anjing itu akan berlari-lari sambil menggonggong, dan berusaha mengejarnya.

Suatu hari, seorang tetangga bertanya pada si petani, "Apakah menurutmu, anjng itu akan bisa mengejar mobil-mobil itu?" Si petani menjawabnya, "Bukan itu yang membuatku cemas. Yang menggangguku adalah apa yang akan dilakukannya jika dia bisa mengejarnya."

Kebiasaan anjing si petani itu, bisa jadi.. merupakan refleksi dari kebanyakan orang. Mereka seringkali mengejar tujuan-tujuan tidak berarti. Apakah kita di antara banyak orang itu?

Friday, May 18, 2012

Bird Dog

There was a hunter who came into the possession of a special bird dog. The dog was the only one of its kind, because it can walk on water.

One day he invited a friend to go hunting with him so that he could show off his prized possession. After some time, they shot a few birds, which fell into the river. The man ordered his dog to run and fetch the birds. The dog ran on water to fetch the birds.

The man was expecting a compliment about the amazing dog, but did not receive it. Being curious, he asked his friend if the friend had noticed anything unusual about the dog. The friend replied, "Yes, I did see something unusual about your dog. Your dog can't swim!"

_______________



Anjing Ajaib

Alkisah, ada seorang pemburu yang memiliki seekor anjing ajaib. Anjing itu termasuk langka, karena ia bisa berjalan di atas air.

Suatu hari, ia mengajak seorang temannya untuk pergi berburu dengannya, sehingga ia bisa memamerkan harta miliknya yang berharga. Setelah beberapa lama, mereka menembak beberapa burung, yang terjatuh ke dalam sungai. Pemburu itu menyuruh anjingnya untuk berlari dan mengambil burung-burung itu. Si anjing ajaib berlari menuju sungai untuk menangkap buruan.

Si pemburu menunggu-nunggu pujian dari temannya tentang anjingnya yang ajaib, tapi pujian itu tak kunjung terdengar. Karena merasa penasaran, ia pun bertanya pada temannya apakah ia memperhatikan sesuatu yang tak biasa pada anjingnya. Temannya itu menjawab, "Ya, aku memang melihat sesuatu yang tak biasa pada anjingmu. Anjingmu itu tak bisa berenang!"

_______________


Anjing ajaib dalam kisah di atas merupakan kiasan dari impian-impian kita. Dan seperti halnya teman si pemburu, lebih dari 90% orang-orang yang kita jumpai setiap hari bersifat negatif. Mereka lebih memilih melihat segala sesuatu atau menilai seseorang dari sisi negatif. Maka tidaklah heran, mereka juga sering kali meremehkan setiap mimpi kita yang bagi mereka tampak mustahil.

Karena itu, janganlah mengharapkan dukungan dari mereka. Orang-orang ini tidak bisa membantu kita bangkit dari situasi kita sekarang. Mereka hanya bisa membuat kita semakin terpuruk. Jadi, berhati-hatilah dengan mereka, bergaullah dengan mereka seperlunya, dan jangan biarkan mereka mencuri mimpi-mimpi kita.

2 Success Secrets from Brian Tracy


Here are two valuable success secrets from Brian Tracy :


"Successful people are always looking for
opportunities to help others.
Unsuccessful people are always asking,
'What's in it for me?'"

"You can accomplish virtually anything
if you want it badly enough
and if you are willing to work
long enough and hard enough."

_____________


"Orang-orang sukses selalu mencari
kesempatan untuk membantu orang lain.
Orang-orang tak sukses selalu bertanya dulu,
'Untungnya bagiku apa, ya?'"

"Anda bisa mengerjakan hampir segala hal,
jika Anda benar-benar sangat menginginkannya
dan jika Anda bersedia bekerja cukup keras dan cukup lama."

5 Simple Rules 4 Easy Life

5 Simple Rules 4 Easy Life

Forgive quickly
Believe slowly
Love truly
Laugh loudly
Never miss the chance to make someone happy.



5 Aturan Simpel agar Hidup Tak Jadi Beban

Mudah memaafkan
Tidak cepat percaya
Mencintai dengan tulus
Tertawa
Tak pernah membuang kesempatan untuk membahagiakan orang.

The Donkey and the Well

One day, a donkey fell into a well. The animal cried piteously for hours as the farmer tried to figure out what to do.

Finally, he decided the donkey was old, and the well, needed to be covered up anyway; it just wasn't worth it to retrieve the donkey. He invited all his neighbors to come over and help him. They all grabbed a shovel and began to shovel dirt into the well.

At first, the donkey realized what was happening and cried horribly. Then, to everyone's amazement he quieted down. The animal hit on a plan. As each spadeful of dirt hit his back, the donkey would shake it off and take a step up on the growing mound of earth. Eventually, the mound grow high enough for him to step out the well and happily trotted off!

***

Alkisah, ada seekor keledai terjatuh ke dalam sebuah sumur yang dalam. Binatang itu melenguh meratapi nasibnya selama berjam-jam. Sementara itu sang petani, pemilik keledai itu, berusaha menemukan jalan keluarnya.

Karena usia keledai itu sudah cukup tua dan sumur itu memang perlu ditutup, akhirnya sang petani memutuskan bahwa tidaklah penting untuk mendapatkan kembali keledainya. Setelah itu, sang petani mengajak semua tetangganya untuk pergi ke sumur dan membantnunya. Mereka masing-masing memegang sebuah sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.

Ketika si keledai menyadari apa yang terjadi, ia melenguh tak henti-hentinya. Lalu, tiba-tiba si keledai terdiam. Semua warga heran melihatnya. Binatang itu ternyata punya sebuah rencana.

Begitu satu sekop tanah mengenai badannya, si keledai akan menggoyangkan seluruh badannya untuk menyingkirkan tanah yang mendarat di badannya. Lalu, ia akan naik ke atas gundukan tanah yang semakin tinggi. Akhirnya, gundukan tanah itu sudah cukup tinggi sehingga si keledai mampu ke luar dari sumur dan berderap pergi dengan gembira.


***

Kisah di atas bisa menjadi cerminan dari hidup kita. Tak jarang, kehidupan akan "melemparkan tanah" (baca: masalah, rintangan, cobaan, ujian, dan persoalan lainnya) pada diri kita. Trik untuk keluar dari "sumur" itu (baca: kubangan masalah) adalah menyingkirkan masalah-masalah itu dengan berani menghadapinya dan melangkah maju setahap demi setahap.

Pada akhirnya, kita bisa keluar dari "sumur terdalam" sekalipun, asalkan kita tidak pernah berhenti melangkah dan tidak pernah menyerah. Singkirkan semua persoalan itu dengan menghadapinya dan terus melangkah ke depan.

Salam sukses, luar biasa! 

Wednesday, May 16, 2012

TheWealth of Poor Man

Ramchand and Premchand were neighbours. Ramchand was a poor farmer. Premchand was a landlord.

Ramchand used to be very relaxed and happy. He never bothered to close the doors and windows of his house at night. He had deep sound sleeps. Although he had no money he was peaceful.

Premchand used to be very tense always. He was very keen to close the doors and windows of his house at night. He could not sleep well. He was always bothered that someone might break open his safes and steal away his money. He envied the peaceful Ramchand.

One day, Premchand call Ramchand and gave him a boxful of cash saying, "Look my dear friend. I am blessed with plenty of wealth. I find you in poverty. So, take this cash and live in prosperity."

Ramchand was overwhelmingly happy. He was joyful throughout the day. Night came. Ramchand went to bed as usual. But, today, he could not sleep. He went and closed the doors and windows. He still could not sleep. He began to keep on looking at the box of cash. The whole night he was disturbed.

As soon as day broke, Ramchand took the box of cash to Premchand. He gave away the box to Premchand saying, "Dear Friend, I am poor. But, your money took away peace from me. Please bear with me and take back your money."
ce


Kekayaan Orang Miskin

Harun dan Basuki adalah tetangga dekat. Namun, kondisi mereka berbanding terbalik. Harun petani yang miskin, sedangkan Basuki seorang tuan tanah.

Meski miskin, hidup Harun terasa sangat tenang dan dia merasa bahagia. Dia tak pernah perlu repot-repot menutup pintu dan jendela rumahnya di malam hari. Setiap malam pula dia tertidur dengan nyenyaknya. Tanpa uang, Harun merasa damai.

Sementara itu, Basuki selalu saja merasa gusar. Setiap malam dia selalu menutup pintu dan jendela rumahnya. Dia tak bisa tidur dengan tenang. Dia selalu gelisah dan khawatir kalau-kalau ada orang yang menjebol peti besinya dan mencuri semua uang simpanannya. Dia merasa iri akan hidup Harun yang damai.

Suatu hari, Basuki memanggil Harun dan memberikannya sekotak uang tunai sembari berkata. "Dengarlah temanku yang terhormat. Aku sudah diberkahi begitu banyak harta, dan aku melihat keadaanmu yang miskin. Karena itu, ambillah uang ini dan semoga hidupmu membaik."

Harun begitu bahagia. Sepanjang hari itu, hatinya gembira. Malam pun tiba. Harun pergi tidur seperti biasanya. Tetapi hari ini, dia tidak bisa tidur. Dia bangkit dari tempat tidurnya dan menutup pintu serta jendela. Meski begitu, dia tetap tidak bisa tertidur dengan lelap. Dia mulai mengawasi kotak uangnya. Sepanjang malam itu, dia merasa gelisah.

Begitu fajar menyingsing, Harun mengembalikan kotak uang itu kepada Basuki. Saat menyerahkan kotak itu, Harun berkata, "Temanku yang terhormat, aku memang miskin. Tapi, uangmu ini membawa pergi kedamaian dari hidupku. Tolong mengertilah aku dan terimalah kembali uangmu ini."

Pesan dalam cerita ini:

Sungguh kasihan manusia yang sifatnya seperti tuan tanah dan petani dalam cerita ilustrasi di atas. Keterikatan dengan harta membuat mereka setiap hari menderita, tidak bisa tidur pulas, dan selalu cemas karena takut kehilangan harta. Bukannya bahagia dengan harta, tapi mereka justru menderita karena sibuk menjaganya!

Namun, apakah kebahagiaan hanya bisa didapat dengan cara hidup seperti si petani tersebut, yakni dengan cara apa adanya dan tanpa harus berusaha dan bekerja keras? Sudah pasti tidak! Kita berhak menjadi sukses. Maka, untuk itu, kita pun dituntut untuk bekerja keras guna mewujudkan kehidupan sukses yang kita inginkan.

Dan alangkah baiknya jika kita memiliki cara pandang yang benar pada harta dan materi. Salah satu caranya yaitu dengan mau menyisihkan sebagian harta untuk membantu orang lain. Sebab, dengan mau berbagi, kita sebenarnya sudah menjadi "tuan" bagi harta kita sendiri. Selain itu, menikmati kesuksesan dengan cara berbagi pada sesama pasti akan membuat hidup kita akan jauh lebih berarti.

 

The Recipe for Success



What is the recipe for successful achievement? To my mind there are just four essential ingredients.

Choose a career you love.
Give it the best there is in you.
Seize your opportunities.
Be a member of the team.

(Benjamin F. Fairless)


***

Apa resep meraih sukses? Bagi saya, ada empat ramuan penting:

Pilih karier yang Anda cintai.
Lakukan dengan kemampuan terbaik Anda.
Manfaatkan peluang Anda.
Jadilah anggota tim.

(Benjamin F. Fairless-industrialis Amerika)

Tuesday, May 15, 2012

Being Proactive Like The Ant

There was once a grasshopper who loved life. He spent his time lazing in the sun, eating when he wanted to, sleeping when he wanted to, generally enjoying himself all the time. He lived like he did not have a care in the world.

One day as he was sun-bathing, he saw six ants pushing together a bread crumb across the ground. The grasshopper asked, "Hey brothers! What are you doing?" The ant replied, "We are gathering food for the winter while the weather is still warm. Once winter sets in, we are going to stay home and just eat from my stock of food."

The grasshopper made fun of the ants' dull life and went on sun bathing saying, "There's enough time for such boring work. You should take time to have fun like me." Soon the summer passed and the winter started to set in.

As the weather became colder, it became harder for the grasshopper to get out. However, he soon started to feel hungry. He decided to brave the weather and find himself some food.

When he stepped out, everything was covered with snow and he could not find anything to eat. He continued to search for food everyday. He did not find anything. Finally, he grew weak and died of hunger.
belalang

belalang


_____________________

Alkisah, ada seorang belalang yang sangat menikmati hidupnya. Dia menghabiskan waktu bermalas-malasan di bawah terik matahari, sambil makan atau tiduran. Hidup dijalaninya seperti tiada hal yang dia cemaskan.

Suatu hari selagi berjemur, si belalang melihat sekelompok semut sedang bersusah payah menggotong remahan roti di tanah. Si belalang bertanya, "Hai saudaraku! Kalian sedang apa sih?" Salah satu semut menjawab, "Kami mengumpulkan makanan untuk musim dingin nanti. Mumpung cuacanya masih hangat. Begitu musim dingin tiba, kami akan tinggal di rumah dan tinggal makan dari persediaan makanan kami."

Si belalang menertawakan hidup kaum semut yang menyedihkan, dan berkata, "Masih banyak waktu untuk melakukan pekerjaan membosankan itu. Kalian harusnya bersenang-senang seperti aku ini."

Musim panas pun cepat berlalu dan berganti dengan musim dingin. Ketika cuacanya terasa lebih dingin, si belalang semakin sulit untuk keluar dari sarangnya. Tapi, dia mulai kelaparan. Akhirnya, dia memberanikan diri menghadang udara dingin untuk mencari makanan.

Ketika keluar dari sarangnya, si belalang melihat seluruh permukaan tanah sudah tertutup salju dan dia tidak bisa menemukan apa pun untuk dimakan. Setiap hari, dia terus mencari makanan, tapi sia-sia. Akhirnya, dia menjadi semakin lemah dan mati kelaparan.

Sekelompok semut dalam kisah di atas mengajarkan kita bagaimana bersikap proaktif, sedangkan apa yang dilakukan si belalang justru sebaliknya. Bersikap proaktif berarti mengenal baik diri kita sendiri, potensi dan kekuatan yang kita miliki. Demikian pula semut-semut tersebut.

Karena mereka menyadari tubuh mereka yang kecil, mereka saling bergotong-royong membawa makanan yang mereka perlukan. Lalu, karena mereka tahu betul apa yang akan terjadi di waktu mendatang, yaitu musim dingin dan itu berarti sulit mencari makanan, jadilah mereka aktif mencari dan mengumpulkan makanan di saat cuaca masih cerah.

Lao Tzu – Rejoice in the Way Things are



Fame or integrity: which is more important?
Money or happiness: which is more valuable?
Success or failure: which is more destructive?
If you look to others for fulfillment, you will never truly be fulfilled.
If your happiness depends on money, you will never be happy with yourself.
Be content with what you have.
Rejoice in the way things are.
When you realize there is nothing lacking, the whole world belongs to you.
(Lao-Tzu)

______________________

Popularitas atau integritas: manakah yang lebih penting?
Uang atau kebahagiaan: manakah yang lebih berharga?
Kesuksesan atau kegagalan: manakah yang lebih merusak?
Jika kau melihat orang lain demi prestasi, kau tak kan pernah benar-benar merasa puas.
Jika kebahagiaanmu bergantung pada uang, kau tak kan pernah merasa bahagia pada dirimu sendiri.
Cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu.
Bergembiralah dengan apa yang kau miliki.
Ketika kau menyadari dirimu tidak berkekurangan, seluruh dunia menjadi milikmu.
(Lao-Tzu)

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...