Showing posts with label Andri Wongso. Show all posts
Showing posts with label Andri Wongso. Show all posts

Friday, July 6, 2012

Berharap Pujian Itu Menyiksa


Selama ini saya lebih banyak memberikan training di berbagai perusahaan, khususnya 100 perusahaan terbaik versi Fortune. Baru beberapa bulan ini saya gencar dan intensif memberikan training ke publik yang berbayar. Dua seminar atau training yang ditawarkan intensif ke publik adalah “SuksesMulia Entertrainment” dan “Makelar Rezeki”.

Seminar atau training publik itu ternyata tantangannya lebih berat. Kita harus melakukan promosi dan mencari peserta. Peluang rugi terbuka lebar bila peserta tidak memenuhi target. Hal ini sangat berbeda jauh dengan training atau seminar di perusahaan yang semuanya sudah tersedia.

Sebagai manusia biasa, saya terkadang khawatir dan gelisah sebelum seminar atau training yang ditawarkan ke publik. Bahkan terkadang saya sulit tidur sebelum hari H. Emosipun naik turun, tidak stabil. Tentu saya tidak mau hal ini berlangsung setiap saya hendak mengadakan acara untuk publik. Saya harus segera berbenah, saya harus melakukan evaluasi diri dan introspeksi.

Setelah melakukan perenungan ternyata saya menemukan bahwa sumber kekhawatiran, kegelisahan dan ketakutan adalah “berharap pada pujian manusia”.  Karena sebenarnya tugas manusia hanyalah menyiapkan segala sesuatu dengan cara yang terbaik, hasilnya biarlah yang Maha Tahu yang menentukannya.

Apabila kita sudah menyiapkan segala sesuatu dengan cara terbaik tetapi hasilnya tidak sesuai harapan kita, sadarilah bahwa itu cara Sang Maha Pengasih melindungi kita. Boleh jadi kalau hasilnya sesuai harapan, kita akan menjadi sombong dan angkuh. Atau, mungkin kita menjadi sulit menerima masukan, kritikan dan nasihat dari banyak orang.

Yakinlah bahwa bila kita memberikan yang terbaik pasti kita akan mendapatkan yang terbaik dari Sang Pemilik Semesta. Dan perlu kita sadari bahwa yang terbaik menurut Sang Maha Tahu belum itu terbaik menurut kita. Sebaliknya kita menganggap sesuatu itu baik bagi kita tetapi sesungguhnya tidak baik menurut Dia.  Pasrahkanlah hasil kepada-Nya karena Dialah yang Maha Tahu tentang baik dan buruk di alam semesta.

Berharaplah pada pujian Allah, sang Maha Tahu. Dia yang tahu kapan harapan kita dipenuhi dan kapan harapan kita ditunda realisasinya. Dengan selalu berharap kepada-Nya hidup kita lebih tenang, lebih nikmat dan selalu bersemangat untuk selalu berbuat dengan cara-cara yang lebih hebat. Sementara berharap pada pujian manusia itu akan menyiksa pikiranmu, menyiksa hatimu dan tentunya menyiksa hidupmu.

Terbaik Bukan Berlebih


“Berlebihan itu merugikan. Lakukanlah yang terbaik bukan berlebih.” Kata-kata bijak tersebut mengingatkan saya pada mimpi tadi malam. Ya, semalam saya bermimpi dua anak saya, Nadhira dan Asa, pulang dari Jerman. Kami kemudian pesta durian, salah satu makanan kesukaan kami. Hasilnya? Nadhira sakit karena makan durian berlebih –semoga ini hanya mimpi dan kedua anak saya tetap sehat.

Sesuatu yang berlebihan memang bisa berakibat buruk. Di China, seorang pemuda yang berlebihan menonton pertandingan piala Eropa dikabarkan meninggal karena kelelahan. Bagaimana tidak, pada malam hari pemuda ini menonton pertandingan sepak bola, sementara siang harinya bekerja, terus menerus begitu selama sebelas hari berturut-turut.

Contoh lain, seorang sahabat saya ingin menurunkan berat badan secara instan dan melakukan diet dengan ketat. Hasilnya? Dia masuk rumah sakit dan berbagai penyakit lain bermunculan. Saat kuliah dulu saya pernah belajar habis-habisan pada malam hari dan keesokannya justru tertidur saat ujian.

Bahkan untuk urusan beribadah kepada Allah pun kita dilarang untuk berlebihan. Sebagian besar dari kita pasti ingin bahwa segala yang kita lakukan dianggap ibadah kepada Allah sehingga mendapat balasan di dunia serta balasan setelah kehidupan dunia. Padahal, agar sesuatu bernilai ibadah syaratnya dua: ikhlas dan benar melakukannya. Ingat! Benar, bukan berlebih!

Oleh karena itu, biasakanlah melakukan yang benar dengan cara yang terbaik agar bernilai tinggi. Saat bekerja dan berbisnis lakukanlah dengan cara yang terbaik bukan berlebih. Jangan sampai kita gila kerja tetapi lupa keluarga, abai menghadiri momen-momen penting anak, tidak memiliki waktu berlibur bersama anak dan istri. Jangan sampai saat anak istri bertanya, “Kapan kita punya acara bersama?” Jawabannya selalu, “Bapak lembur… Bapak lembur… Bapak lembur….”

Saat hari libur dan waktunya istirahat, lakukanlah istirahat yang terbaik bukan berlebihan. Saat libur bukan berlebihan untuk tidur, bukan juga berlebihan untuk menonton televisi. Saat libur, bukan juga berlebihan untuk berolahraga atau melakukan aktivitas lain yang tidak bisa dilakukan saat hari kerja.

Sekali lagi, lakukanlah yang terbaik bukan berlebih. Ingatlah, tubuhmu punya hak, keluargamu punya hak, orang-orang di sekitarmu punya hak. Perusahaan atau bisnismu juga punya hak. Dan yang lebih penting, Tuhanmu juga punya hak. Apakah mereka semua sudah memperoleh yang terbaik darimu?

Thursday, June 28, 2012

Tiga Rahasia Sukses Henry Ford

Siapa yang tak kenal dengan Henry Ford. Ia adalah seorang tokoh yang meleganda di abad ke-20. Pengusaha visioner yang memperkenalkan konsep lini perakitan ini menjadi industrialis yang memelopori produksi mobil massal. Ia juga memperkenalkan pertama kali mobil berbiaya murah, karena mimpinya adalah setiap pekerjanya mampu membeli mobil-mobil yang mereka produksi.

Pada ulang tahunnya ke-75, Henry Ford pernah ditanya mengenai rahasia kariernya yang cemerlang. Jawabannya sederhana saja, yaitu:

1)Saya tidak pernah makan berlebihan.

2)Saya tidak pernah cemas secara berlebihan.

3)Apa pun yang saya kerjakan, akan saya lakukan sebaik mungkin. Dan saya tahu apa pun yang terjadi dalam hidup saya, hal itu terjadi demi kebaikan saya sendiri. Saya percaya pada Tuhan.

Rahasia yang simpel tapi terbukti punya pengaruh besar dalam kehidupan seorang manusia. Kisah Henry Ford inilah salah satu buktinya. Luar biasa!

Pertapa Muda dan Kepiting



Suatu ketika di sore hari yang terasa teduh, nampak seorang pertapa muda sedang bermeditasi di bawah pohon, tidak jauh dari tepi sungai. Saat sedang berkonsentrasi memusatkan pikiran, tiba-tiba perhatian pertapa itu terpecah kala mendengarkan gemericik air yang terdengar tidak beraturan.

Perlahan-lahan, ia kemudian membuka matanya. Pertapa itu segera melihat ke arah tepi sungai di mana sumber suara tadi berasal. Ternyata, di sana nampak seekor kepiting yang sedang berusaha keras mengerahkan seluruh kemampuannya untuk meraih tepian sungai sehingga tidak hanyut oleh arus sungai yang deras.

Melihat hal itu, sang pertapa merasa kasihan. Karena itu, ia segera mengulurkan tangannya ke arah kepiting untuk membantunya. Melihat tangan terjulur, dengan sigap kepiting menjepit jari si pertapa muda. Meskipun jarinya terluka karena jepitan capit kepiting, tetapi hati pertapa itu puas karena bisa menyelamatkan si kepiting.

Kemudian, dia pun melanjutkan kembali pertapaannya. Belum lama bersila dan mulai memejamkan mata, terdengar lagi bunyi suara yang sama dari arah tepi sungai. Ternyata kepiting tadi mengalami kejadian yang sama. Maka, si pertapa muda kembali mengulurkan tangannya dan membiarkan jarinya dicapit oleh kepiting demi membantunya.

Selesai membantu untuk kali kedua, ternyata kepiting terseret arus lagi. Maka, pertapa itu menolongnya kembali sehingga jari tangannya makin membengkak karena jepitan capit kepiting.

Melihat kejadian itu, ada seorang tua yang kemudian datang menghampiri dan menegur si pertapa muda, "Anak muda, perbuatanmu menolong adalah cerminan hatimu yang baik. Tetapi, mengapa demi menolong seekor kepiting engkau membiarkan capit kepiting melukaimu hingga sobek seperti itu?"

"Paman, seekor kepiting memang menggunakan capitnya untuk memegang benda. Dan saya sedang melatih mengembangkan rasa belas kasih. Maka, saya tidak mempermasalahkan jari tangan ini terluka asalkan bisa menolong nyawa makhluk lain, walaupun itu hanya seekor kepiting," jawab si pertapa muda dengan kepuasan hati karena telah melatih sikap belas kasihnya dengan baik.

Mendengar jawaban si pertapa muda, kemudian orang tua itu memungut sebuah ranting. Ia lantas mengulurkan ranting ke arah kepiting yang terlihat kembali melawan arus sungai. Segera, si kepiting menangkap ranting itu dengan capitnya. " Lihat! Melatih mengembangkan sikap belas kasih memang baik, tetapi harus pula disertai dengan kebijaksanaan. Bila tujuan kita baik, yakni untuk menolong makhluk lain, bukankah tidak harus dengan cara mengorbankan diri sendiri. Ranting pun bisa kita manfaatkan, betul kan?"

Seketika itu, si pemuda tersadar. "Terima kasih, Paman.. Hari ini saya belajar sesuatu. Mengembangkan cinta kasih, juga harus disertai dengan kebijaksanaan. Di kemudian hari, saya akan selalu ingat kebijaksanaan yang Paman ajarkan."

Pembaca yang budiman,

Mempunyai sifat belas kasih, mau memerhatikan dan menolong orang lain adalah perbuatan mulia, entah perhatian itu kita berikan kepada anak kita, orang tua, sanak saudara, teman, atau kepada siapa pun. Tetapi, kalau cara kita salah, seringkali perhatian atau bantuan yang kita berikan bukannya memecahkan masalah, namun justru menjadi bumerang. Kita yang tadinya tidak tahu apa-apa dan hanya sekadar berniat membantu, malah harus menanggung beban dan kerugian yang tidak perlu.

Karena itu, adanya niat dan tindakan berbuat baik, seharusnya diberikan dengan cara yang tepat dan bijak. Dengan begitu, bantuan itu nantinya tidak hanya akan berdampak positif bagi yang dibantu, tetapi sekaligus membahagiakan dan membawa kebaikan pula bagi kita yang membantu.

Salam sukses luar biasa!!

Friday, June 15, 2012

Bersantai Sejenak di Setiap Kesibukan Hidup

Dikisahkan, seorang pria paruh baya baru saja pindah ke rumahnya yang baru bersama istri dan kedua orang anaknya. Rumah mereka yang dulu sangat kecil sehingga tidak muat untuk mereka berempat. Setelah pria ini berhasil mengumpulkan uang yang cukup, ia membeli rumah baru yang lebih besar di sebuah kompleks perumahan.
Pria ini adalah seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaannya. Setiap pagi, ia sudah harus berangkat ke kantor untuk bekerja dan pulang saat hari sudah malam. Itulah rutinitas yang dilakukannya setiap hari. Bahkan di hari Minggu atau libur pun, kesibukannya tidak pernah berkurang.

Beberapa bulan telah berlalu sejak ia pertama kali pindah, sampai suatu sore, begitu tiba di depan gerbang kompleks perumahan, ia berpikir untuk berkeliling di sekitar kompleks sejenak mumpung hari itu ia pulang cepat. Saking sibuknya ia bekerja, selama ini ia tak pernah berkeliling kompleks.

Saat ia berkeliling dengan mobilnya melewati sebuah jalan, ia melihat sesuatu yang membuatnya terkesima. Ia melihat sebuah taman luas yang luar biasa indah. Taman tersebut berupa lapangan rumput hijau dengan kolam di tengahnya. Di kolam tersebut terdapat beberapa air mancur dihiasi lampu warna-warni dan bunga teratai. Di taman itu, pohon-pohon dihiasi lampu kelap-kelip yang sangat indah, kursi panjang untuk bersantai dan tempat bermain anak-anak. Taman itu cocok untuk bersantai dan rileks karena suasananya yang begitu tenang.

Sesampainya di rumah, pria ini bertanya pada istrinya, "Ma, apakah mama tahu kalau di kompleks ini ternyata ada taman yang indah?"

Istrinya tanpa pikir langsung membalas, "Wah, papa baru tahu ya? Saya sudah tahu dari dulu, papa saja yang ketinggalan berita. Setiap sore, mama dan anak-anak sering bermain-main di sana. Tempatnya begitu menyenangkan, tenang dan santai."

Kemudian istrinya menyindir, "Makanya sekali-sekali bersantai, pikirannya jangan cuma kerja dan kerja. Kerja keras sih boleh-boleh saja, tapi bersantai dan istirahat sebentar juga tidak kalah pentingnya. Sudah tinggal berbulan-bulan di sini tapi masih tidak tahu keadaan di sekitar sini."

Sejak hari itu, pria tersebut mulai sering bermain di taman tersebut. Meskipun tidak setiap hari, tapi ia selalu ke sana jika tidak ada pekerjaan yang mendesak. Bersantai di taman itu benar-benar membuatnya lebih rileks dan tenang sambil melihat anaknya bermain dengan ceria.



Pesan kepada pembaca:

Dalam kehidupan sekarang ini, kita terlalu sibuk dengan rutinitas pekerjaan kita yang seolah tak ada habisnya. Bahkan ada sebagian orang yang memprioritaskan pekerjaan di atas segala-galanya. Memang tidak bisa dipungkiri semua orang ingin sukses dan hidupnya lebih baik. Karena itulah banyak orang yang berjuang dan bekerja keras untuk mewujudkan itu semua.

Tapi di balik itu semua, kita juga bisa beristirahat sejenak untuk menikmati apa yang ingin kita nikmati. Banyak orang yang terlalu sibuk dengan rutinitasnya sampai-sampai istirahat dan bersantai 10 menit pun tidak sempat. Percayalah, di balik segudang kesibukan, pasti ada sedikit waktu yang bisa kita pakai untuk bersantai. Bahkan tidak jarang, pikiran bisa menjadi lebih jernih dan tubuh lebih segar.

Selagi masih bisa menikmati sesuatu saat ini, mengapa tidak dimanfaatkan sebaiknya-baiknya sebelum semuanya berlalu dan tidak bisa dinikmati lagi? Kita sering istirahat untuk makan dan tidur, tidak ada salahnya kita istirahat sejenak untuk bersantai, menikmati apa yang kita sukai.

Kita diberikan waktu 24 jam sehari bukan hanya dihabiskan untuk kesibukan rutinitas saja, tetapi juga digunakan untuk berhenti sejenak dari rutinitas tersebut.

Ibarat kita membawa mobil dengan kecepatan tinggi, kita tidak akan bisa memperhatikan keadaan di sekeliling karena terlalu sibuk melihat ke depan. Jika kita memperlambat mobil atau berhenti sejenak, kita pasti bisa melihat-lihat sekeliling kita.

Sesibuk apa pun diri kita dalam hidup ini, kita tetap bisa menikmati apa yang ada di depan kita saat ini jika kita mau meluangkan sedikit waktu untuk itu.

Lupakan!

 Mari bicara lagi tentang jejak Dahlan Iskan di PLN. Setelah memimpin BUMN terbesar itu selama satu tahun, namanya langsung harum. Ia sukses memimpin 50.000-an karyawan PLN mengatasi krisis listrik yang akut, yang selama lebih dari 60 tahun tak teratasi, hanya dalam setahun saja. Ia berhasil memberikan stimulus ekonomi kepada pengusaha dan kalangan industri 1.600 MW sekali beri, setara Rp25 triliun. Ia bisa membuat anak buahnya berhemat sampai Rp2 triliun, membuat transparan cara membeli barang dan jasa yang sebelumnya tertutup, dan dengan berani mengundang KPK dan BPK untuk mengawasi semua itu. Singkatnya, di pengujung tahun 2010 silam, pamornya sedang naik.

Lalu, awal 2011, pria yang sejak Agustus 2007 hidup dengan lever baru dari China itu membuat puisi lewat CEO Noted#22. Puisi bertajuk LUPAKAN...! itu bahkan dibacakan karyawan PLN dari berbagai daerah, sebagaimana bisa diakses publik di YouTube dengan kata kunci: "Dahlan Iskan Lupakan". Itulah pesan unik sang CEO di awal tahun.

Sesuai judulnya, puisi itu mengajak "rakyat PLN" untuk melupakan prestasi mereka di tahun sebelumnya. Mengapa harus dilupakan? Karena masih banyak yang harus diperbuat. Masih banyak gangguan penyulang. Masih banyak gangguan trafo. Masih jutaan rumah yang harus terang. Masih banyak bocor yang harus ditambal. Dominasi BBM masih seperti begundal memboroskan uang rakyat. Mengapa harus dilupakan? Karena jasa dekat dengan ke-riaan, dan pujian bisa jadi racun mematikan. Lupakan semua prestasi dan pujian itu. Karena TUHAN MAHA INGAT!

Hemat saya, inilah kiat sukses yang dahsyat. Melupakan prestasi yang telah diraih dengan susah payah dan pujian dari handai tolan adalah cara meraih kesuksesan yang berkelanjutan.



Mengapa penting "melupakan" prestasi dan pujian yang belum lama kita peroleh? Untuk para karyawan PLN, Dahlan Iskan menyodorkan sedikitnya empat alasan kuat. Pertama, karena prestasi dan perasaan berjasa besar sangat dekat dengan keriaan, membuat orang jumawa, menjadi arogan, merasa diri hebat, lalu memandang rendah orang lain serta memuja diri. Karyawan PLN, pegawai yang mencatatkan namanya sebagai abdi negeri ini, harus dijauhkan dari sikap sombong dan merendahkan pihak lain.

Kedua, karena pujian bisa jadi racun mematikan, membuat orang terlena dan lupa diri, lupa tugas, lupa tujuan sesungguhnya, dan menjadi lengah. Dalam sejarah Indonesia, puja-puji Harmoko dan kawan-kawannya dulu pernah membius Presiden Soeharto untuk terus mencalonkan diri jadi presiden, padahal rakyat sudah tak menghendakinya. Lalu dalam hitungan bulan, Harmoko berbalik mengatakan bahwa rakyat menghendaki Pak Harto turun. Sebuah drama politik yang memberikan banyak pelajaran. Karyawan PLN harus diingatkan akan bahaya maut macam itu.

Ketiga, karena TUHAN MAHA INGAT! Inilah tujuan yang sesungguhnya bagi semua perbuatan baik. Inilah hasrat terbesar bagi mereka yang menjadikan kerjanya sebagai ibadah. Tujuannya adalah untuk mendapatkan ridho ilahi, diperkenan oleh Tuhan Sang Pencipta. Tidak penting diingat manusia, tetapi amat penting diingat Tuhan. Itulah yang ingin ditanamkan Dahlan Iskan kepada pegawai PLN.

Keempat, karena tugas dan tantangan berat berikutnya sudah di depan mata. Penting mensyukuri rahmat dan nikmat yang ada. Menerima pengakuan dan pujian dari berbagai pihak. Namun segera ingat bahwa masih banyak yang perlu dikerjakan, masih panjang jalan yang harus ditempuh. Jangan berlama-lama berpesta syukur. Secukupnya. Sewajarnya. Sepantasnya. Lalu bersiaplah untuk mengalahkan tantangan berikutnya. Dalam kasus PLN, sejuta tantangan besar memang masih menghadang di jalan.

Meski Dahlan Iskan memberikan alasan yang kuat untuk belajar "melupakan" prestasi dan pujian, secara teknis masih ada persoalan yang mengganjal. Bagaimana mungkin hal itu dilakukan? Bukankah para ahli neurosains menjelaskan bahwa otak manusia (yang sehat, tentu) tidak bisa melupakan fakta masa lalu?

Bisakah Anda melupakan hari perkawinan yang membahagiakan Anda? Bisakah Anda melupakan hari ketika Presiden Republik Indonesia mengundang Anda minum teh bersamanya di Istana Negara? Bisakah Anda melupakan momen ketika Anda diminta naik ke panggung yang megah, menerima penghargaan sebagai Marketer of The Year, disaksikan khalayak ramai, dipotret dan direkam awak media cetak dan elektronik?

Bukankah yang suka dengan tiba-tiba terserang "sakit lupa" itu adalah pesakitan, penjahat-maling-rampok-penjarah terpelajar, yang sedang digiring Komisi Pemberantasan Korupsi ke meja hijau? Bukankah mengingat-ingat prestasi dan keberhasilan masa silam akan memompa kepercayaan diri yang lebih besar? Dan bukankah yang seharusnya dilupakan itu adalah kepedihan dan duka lara masa lalu, trauma-trauma kehidupan, agar tak menjadi benalu di pikiran?

Seorang kawan mengingatkan saya bahwa kita memang tidak bisa melupakanfakta masa lalu, tetapi kita bisa mengubah maknadari kejadian masa lalu itu. Dan agaknya itulah yang dianjurkan komandan Jawa Pos Group tersebut. Melupakan itu artinya pada satu sisi "menetapkan hati untuk tidak lagi dipengaruhi oleh apa yang sudah lewat ", dan pada saat yang bersamaan "mengarahkan diri kepada apa yang di depan, kepada tujuan yang lebih besar yang belum tercapai".

Jadi, anjuran untuk melupakan prestasi dan pujian masa lalu itu terkait ilmu memaknai peristiwa. Jangan biarkan prestasi menyuburkan bibit-bibit kesombongan. Jangan izinkan pujian memberikan pengaruh yang membuai, yang meninabobokan dan menganiaya kewaspadaan. Bersyukur dan berterima kasihlah atas segala nikmat kehidupan kemarin. Lalu lanjutkan langkahmu. Hidup belum berakhir dan sukses itu pendek umurnya. Arahkan hati dan pikiran untuk menyongsong tugas baru, menghadapi tantangan baru, menapaki hari baru.

Belajar melupakan, itu salah satu cara Dahlan Iskan menjadi orang besar!

___________________

Superman VS Superteam


Dalam sebuah kunjungan kerja, saya membaca sebuah semboyan yang menarik perhatian saya yang tertempel di dinding ruang tunggu seorang klien yang tertulis demikian: "Kami adalah SUPERTEAM, SUPERMAN tidak mendapat tempat di sini."

Maksudnya cukup jelas, bahwa perusahaan tersebut mengedepankan kemampuan kerja sama yang solid dan apik dalam mendukung setiap kegiatan di organisasinya, di atas kemampuan individu.

Namun dalam leadership, sebuah organisasi yang solid justru akan membutuhkan banyak sekali SUPERMAN - yang "kuat" sejak masih "bayi" (masih seorang kader/trainee) dan bahkan akan semakin bertambah kuat hingga usia "tua" nantinya--seperti pak William Suryadjaja, Pak Eka Tjipta, Pak Sofjan Wanandi, Pak Hari Darmawan, Mr. Carlos Slim Helu, dan lainnya.

SUPERMAN di sini bukan hanya soal kebugaran fisik yang prima semata, melainkan juga soal pikirannya yang tetap jernih, intuisinya yang tetap tajam, dreams-nya yang tetap saja besar, semangat juangnya yang masih menggebu dan kharismanya yang terus bersinar hingga usia lanjut.

Jadi ...

Jangan menyisihkan seorang SUPERMAN dari organisasi yang Anda bangun kalau tujuannya adalah untuk membangun sebuah SUPERTEAM.

Business Warriors yang perkasa ...

Kami adalah SUPERTEAM yang setiap anggotanya adalah SUPERMAN!

Semoga bermanfaat. Salam Sukses Selalu!

I CAN is 100 Times More Important Than IQ

Saya sangat tertarik dengan sebuah tulisan dari David Vogelsang yang mengutip kembali sebuah semboyan:

"I CAN is 100 times more important than IQ!"

WOW!!

Saya sangat menikmati kutipan tersebut dan sama sekali tidak sedang berusaha untuk mengembangkan pemaknaan dari semboyan itu untuk menjadi sebuah euforia. Cukup kalau saya artikan secara sederhana saja menjadi:
"SANGGUP itu lebih penting dari CERDAS".

Apa benar seperti itu?

Pemaknaan kebenarannya jangan diartikan secara biasa-biasa saja, tetapi harus menjadi bahan renungan yang sanggup mengusik dan menggelitik rasa "heroik namun tulus hati" dalam mengemban sebuah tanggung jawab.

Banyak sekali perusahaan pada masa ini mulai mengembangkan cara-cara perekrutan karyawan dari melalui TES IQ saja menjadi lebih luas lagi lingkupnya dengan melakukan juga tes EQ, tes SQ, dan tes HRQ. Mungkin dasar pemikiran terdalam dari semboyan di atas berasal dari HRQ (Human Relationship Quotient = kecerdasan untuk memahami orang lain / Skill with People).

Walaupun David Vogelsang ini berasal dari "Barat" di mana manajemen dengan kultur barat ini lebih terfokus pada prestasi dan kecakapan individu, lebih menjadikan kaum profesional di belahan dunia Barat menjadi seorang spesialis yang opportunis (selalu sigap pada keahlian yang terspesialisasi pada satu bidang dan lebih tertarik pada kesempatan pengembangan karir yang lebih baik), toh beliau tertarik juga dengan pemikiran di atas yang kalau kita gali lebih dalam maknanya sangat kental manajemen dengan kultur ketimuran.

Dalam manajemen dengan kultur Timur, memang benar, bahwa sebuah organisasi tidak terlalu mempertimbangkan kecakapan individu... selama orang itu bisa memainkan peranannya dengan baik dalam team-worknya di segala lini (bukan terpusat pada sebuah lini seperti yang dianut manajemen budaya Barat) - maka dari itu jangan heran kalau seorang Senior Director di perusahaan Jepang bisa tidak memerlukan sekretaris pribadi, melakukan penjualan dan kunjungan ke pelanggan sendiri, melakukan pengiriman sample produk sendiri, mengetik surat penawaran harga bahkan sesekali ikut-ikutan sibuk di bagian lini produksi dengan senang hati juga dilakukannya.

Budaya I CAN, seharusnya lebih dihargai oleh penganut manajemen Timur. Tetapi karena orang Timur tidak terfokus pada spesialisasi, maka kalau ada seorang eksekutif mau "turun" bersama dengan salesmannya berkeliling kesana kemari atau sesekali ikut-ikutan mengemudikan "forklift" di lini produksi.. semuanya dianggap biasa saja.

Sebaliknya budaya I CAN pada saat ini sedang mendapat perhatian besar para penganut manajemen Barat yang tadinya serba spesialis, mereka mulai menghargai para CEO dan level managernya yang mau terjun langsung ke lapangan .. ini bisa Anda lihat dari gaya kepemimpinan CEO Barat yang sudah mempelajari banyak manajemen Timur seperti Steve Jobs, Bill Gates atau Warren Buffet yang kemana-mana masih sering mengemudikan mobilnya sendiri tanpa sopir.

Itulah menariknya mempelajari "manajemen multi kultural": memperkaya wahana kreativitas kita dalam mengembangkan diri serta membebaskan pikiran dari belenggu dikotomi Barat dan Timur yang rasanya jadi tampak kurang relevan lagi pada era globalisasi ini.

Business Warriors yang perkasa ...

Yes! See that I CAN before seeing my IQ!!

Semoga bermanfaat. Salam Sukses Selalu!

Jangan Bagikan Ini di Facebook

 Narsis di Facebook boleh-boleh saja namun jangan sampai itu mengundang kejadian yang merugikan. Ternyata banyak hal sepele yang biasa dilakukan di Facebook dan jejaring sosial lainnya yang bisa mengundang masalah.
Sehari tanpa Facebook atau Twitter untuk banyak orang sekarang seperti kehilangan sesuatu yang berarti dalam hidupnya. Website jejaring sosial ini sudah menjadi bagian sehari-hari.Apalagi untuk mengaksesnya tak selalu harus berkutat di depan komputer, melalui handphone pun akses keduanya bisa dilakukan. Setelah itu, ribuan teman ada di depan mata.

Ke mana pun kita melangkah, update status bisa dilakukan. Jadi keluarga atau teman akan tahu kita sedang berada di mana dan sedang apa dari website-website ini. Begitu pun kalau kita ingin menengok kabar kerabat lain, tinggal buka saja account Facebook-nya, kabar segera terjawab.

Di rumah mungkin semua anggota keluarga yang sudah cukup umur sudah punya account Facebook atau Twitter. Kita tahu siapa teman-teman anggota keluarga kita. Jika kita penasaran terhadap seorang teman, yang katakanlah terlihat agak mencurigakan, kita bisa melihat profilnya. Hidup ini begitu transparan!

Tetapi keterbukaan semacam ini tak selamanya menyenangkan. Niat kita mungkin baik, tetapi selalu saja ada pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkannya. Banyak cerita, penggunajejaring sosial yang ditipu teman yang baru dikenalnya lewat internet. Tak hanya korban harta, ada juga yang korban nyawa.

Nah, hal apa saja yang harus dihindari dalam hal ber-Facebook, Twitter, dan sejenisnya, yang kira-kira akan merugikan kita dan keluarga? Seperti dilansir Yahoo Finance baru-baru ini, ada enam hal yang tak boleh dilakukan dalam ber-Facebook (juga Twitter dan sejenisnya) agar terhindar dari berbagai tindakan yang merugikan.

- Mengisi tempat dan tanggal lahir

Kedengarannya ini mungkin sepele. Tapi dari hasil penelitian Carnegie Mellon, suatu lembaga penelitian, tanggal dan tempat lahir merupakan sesuatu yang paling banyak digunakan untuk password yang berhubungan dengan, misalnya, bank. Ini bisa dipahami karena tanggal dan tempat lahir paling mudah diingat.

- Rencana liburan

Ini hal yang membahayakan. Apalagi jika kita mencantumkan alamat rumah kita dengan jelas dan merinci jadwal keberangkatan kita. Tentu, ini merupakan undangan yang menggiurkan bagi penjahat. Intinya, jangan mengumbar rencana liburan atau bepergian dengan rinci di account jejaring sosial.

- Alamat rumah

Suatu riset yang diselenggarakan oleh Ponemon Institute menunjukkan bahwa 40% dari pengguna jejaring sosial mencantumkan alamat rumahnya dengan jelas. Namun bayangkan jika tiba-tiba saja ada orang yang datang ke rumah karena ia tahu alamat itu setelah melihat accountkita di Facebook. Bagaimana jika itu penjahat, tukang hipnotis atau lainnya yang bermaksud jahat?Karena itu mencantumkan alamat rumah dengan jelas di Facebook disebut berisiko.

- Membuat pengakuan

Apakah kita tidak menyukai pekerjaan kita, membenci sesuatu yang dilakukan istri atau suami, membenci tetangga atau siapapun? Facebook bukanlah tempat untuk menumpahkan unek-unek. Jangan buat pengakuan di sini. Sudah banyak cerita, seseorang dipecat dari pekerjaannya atau bercerai dari pasangannya karena pengakuan yang menyakitkan di Facebook. Intinya, mengaku di Facebook tak dianjurkan karena seperti "berteriak" di depan orang banyak. Semua orang akan mendengarnya.

- Password gampang ditebak



Apa password yang Anda pilih adalah password yang mudah diingat (seperti "12345" / "password") atau mudah ditebak (karena informasinya bisa didapatkan di profil kita)? Bisa dibayangkan jika ada penjahat yang mengintip dan intens mengincar kita, misalnya karena mau menggasak uang kita di bank. Ia akan mendapatkan password dengan mudah, untuk menjalankan aksinya. Karena itu, jangan buat password yang bisa ditebak dari profil kita atau mudah diingat.

- Tingkah laku

Mungkin sekarang belum begitu populer. Tetapi tingkah laku kita yang berisiko bisa-bisa fatal. Hal yang sekarang sedang meningkat perhatiannya adalah berhubungan dengan asuransi. Bagi mereka yang suka mengelabui asuransi dengan menyertakan data yang bukan sebenarnya, hati-hati ...kebohongan bisa terbongkar! Dulu asuransi sulit melacak kondisi profil klien atau calon klien mereka yang sebenarnya sehingga kerap calon nasabah yang seharusnya ditolak karena memiliki risiko di luar lingkup yang dipertanggungkan bisa lolos. Sekarang dengan melacak update-an status-nya, atau menelusuri foto-fotonya kebohongan itu akan terungkap.

Nah, apakah Anda dan keluarga sudah cukup hati-hati saat ber-Facebook atau nge-tweet? Sebaiknya pertimbangkan kiat-kiat di atas!

_______________

Pemimpin Ikhlas

Sebaik-baiknya pemimpin adalah jika iaikhlas dan tidak mementingkan diri sendiri. Pemimpin hebat pasti tidak egois (selfless) dantidak mengarahkan tindak-tanduknya melulu untuk kepentingan pribadi (self-centered). Misiterpenting seorang pemimpin bukanlah untuk menuai pujian pribadi, memperoleh promosipribadi, mendapatkan kekayaan pribadi, meraih kehormatan pribadi, memuluskan kesuksesan karier pribadi.

Semuanya itu mungkin penting, namun di atas itu semua misi hakiki seorang pemimpin adalah melayani orang-orang yang dipimpinnya dan menjadikan mereka lebih baik. Great leader are servants who facilitate the success of others. Fokus perhatian utama seorang pemimpin adalah mencapai kebaikan bagi organisasi dan orang-orang yang dipimpinnya.

Mahatma Gandhi, Nelson Mandela, Abraham Lincoln, atau Martin Luther King adalah selflessleaders yang tanpa pamrih mengabdi dan melayani konstituennya. Nelson Mandela dipenjara selama 27 tahun demi mempertahankan prinsip-prinsip kepemimpinan yang ia pegang teguh. Martin Luther King bahkan terenggut nyawanya dalam memperjuangkan prinsip kebenaran yang ia yakini.

Sukses seorang pemimpin ditentukan oleh kemampuannya dalam menarik followers dan mendapatkan kepercayaan dari mereka. Untuk mendapatkan kepercayaan itu si pemimpin harus mampu membawa perubahan dan kemanfaatan bagi followers: kehidupan yang lebih baik, kemampuan dan keterampilan yang meningkat, atau mungkin jiwa yang lebih bermakna.

Ini semua diperoleh jika si pemimpin memiliki ketulusan dan keikhlasan untuk mengontribusikan kepemimpinannya murni untuk kepentingan para followersdan organisasi yang dipimpinnya. Pemimpin yang tulus-ikhlas akan menghasilkan pemimpin lain yang tulus-ikhlas pula. Kalau pemimpin tulus-ikhlas ini tereplikasi ke para pemimpin di seluruh level organisasi maka organisasi tersebut akan dipenuhi orang-orang yang rahmat dan berhati ikhlas.



Spirit of Giving

Dengan mindset seperti ini maka motivasi paling dasar seorang pemimpin adalah spirit of giving; spirit untuk selalu memberi kepada orang-orang yang dipimpinnya tanpa pernah memikirkan imbal-balik. Setiap pemimpin harus selalu berkorban tanpa pernah berharap mendapat imbalan dari pengorbanan itu. Inilah substansi keikhlasan seorang pemimpin.

Spirit of givingmengandung keyakinan bahwa "giving is receiving".Maksudnya, semakin banyak memberi padafollowers-nya, maka semakin banyak pula ia mendapat (kepercayaan, kesetiaan, kecintaan, dedikasi, dan sebagainya) dari mereka. Itulah indahnya memberi.

Itu sebabnya, untuk bisa memiliki spiritof giving, seorang pemimpin harus memiliki mental kelimpahan, bukan mental kikir. "Every Leader should hold an abundant mind, act abundantly, andthink abundantly. He will feel rich... and will start to give to others." Ketika seorang pemimpin selalu merasa berkekurangan, mana mau ia memberikepada followers-nya?

Awal Kehancuran

Pemimpin yang selfishdan sarat diwarnai agenda dan pamrih pribadi akan membawa dampak destruktif bagi organisasi. Ketika seorang pemimpin sudah punya pamrih pribadi atau kelompok, maka kepemimpinan yang dijalankannya terkotori oleh ego dan kepentingan-kepentingan si pemimpin. Karena digayuti kepentingan pribadi, maka kepemimpinan itu tidak lagi murni dikontribusikan untuk kemanfaatan dan kebaikan organisasi.

Begitu kepemimpinan sudah beraroma kepentingan pribadi dan kelompok maka biasanya akan muncul kecurigaan, ketidakpercayaan, tantangan, bahkan perlawanan. Itu semua akan memicu terjadinya politik-politik yang kontraproduktif di dalam organisasi. Di dalam organisasi akan muncul kelompok-kelompok kepentingan dan antarkelompok itu terjadi friksi dan perebutan kepentingan. Celakanya, si pemimpin sendiri ikut bermain di arena perebutan kepentingan tersebut mewakili diri dan kelompoknya. Kalau ini terjadi, maka inilah awal dari kehancuran organisasi.

Menjadi selfless leaderitu tidak gampang. Dibutuhkan keikhlasan, kebesaran hati, kerelaan berkorban, sikap keberlimpahan, dan yang terpenting, kecintaan yang tuluskepada followers. Karena itu tak bisa disangkal ungkapan bahwa: "Being selfless is one of the hardest things you'll ever do as a leader."

5 Pearls of Wisdom from Warren Buffett

 Warren Buffett adalah investor dan pengusaha Amerika yang masuk dalam daftar orang terkaya sedunia. Berikut ini Warren membagikan kiat-kiatnya dalam menjalani hidupnya yang sukses:
Pearls of Wisdom 1: Percaya pada Diri Sendiri

"Saya selalu yakin suatu saat nanti saya akan kaya. Saya tidak pernah meragukan keyakinan itu." Dari kecil, Warren adalah pribadi yang pemalu tapi dia selalu mempercayai dirinya. Ia tahu betul kemampuannya dan punya keyakinan dan keberanian untuk mengikuti kata hatinya ketika memang diperlukan. Hal ini sudah tertanam dalam dirinya sejak kecil. Ayahnya mengajarinya bahwa penting untuk mendengarkan dirinya sendiri dibanding meminta pendapat orang lain.

Pearls of Wisdom 2: Terus Belajar

Warren Buffett adalah penggemar berat Benjamin Graham, Bapak Investasi Nilai. Warren selalu belajar hal-hal baru dari tokoh-tokoh panutannya di bidang investasi sepanjang hidupnya. Ia juga menghabiskan masa kecilnya dengan membaca semua bacaan tentang investasi dan kerja kerasnya ini terbayarkan dengan kesuksesan besarnya. Maka itu, jangan takut untuk belajar hal-hal baru. Warren terus belajar dari orang-orang di sekitarnya selama hidupnya dan tidak pernah sekali pun berpikir dirinya sudah tahu semua hal.

Pearls of Wisdom 3: Jalani Hidup Sederhana

Meski punya kekayaan miliaran dolar, Warren hanya memakai uangnya sebesar $100.000 (sekitar Rp946.800.000) per tahun untuk kebutuhan hidupnya. Warren akan mengawasi pengeluarannya seperti seekor elang dan selalu tahu betul uangnya dipakai untuk keperluan apa saja. Sepanjang hidupnya, ia tak pernah menuruti kata hatinya untuk membeli barang-barang mewah meski dia menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

Pearls of Wisdom 4: Berhati-hati dalam Berteman

"Lebih baik bergaul dengan orang-orang yang lebih baik dari kita. Pilihlah teman dan rekan yang perilakunya lebih baik dari perilaku kita dan kita pun akan terpengaruh karenanya." Warren Buffett selalu berkumpul dengan orang-orang sukses lainnya dan akan meminta nasihat dari mereka yang lebih cerdas darinya. Ia tahu betul jika dirinya bergaul dengan orang-orang sukses, sikap mereka, energi positif dan kesuksesan mereka akan memberikan pengaruh padanya.

Pearls of Wisdom 5: Ada yang Lebih Berharga dari Uang

Warren tidak memandang uang sebagai satu-satunya penentu kesuksesan seseorang. "Saat Anda sudah mencapai usia setua saya, Anda akan menilai kesuksesan Anda dalam hidup dari berapa banyak orang yang menyayangi Anda. Itulah penguji utama seberapa kualitasnya hidup Anda."

Pemimpin Berkarakter

Sukses seorang pemimpin ditentukan oleh pilihan-pilihan dan tindakan-tindakan yang ia ambil dalam menyikapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi organisasi. Pilihan dan tindakan itu diambil berdasarkan nilai-nilai moral dan etis yang ia yakini. Sukses seorang pemimpin sangat diwarnai oleh karakter dari si pemimpin. Bahkan saya berani mengatakan esensi dasar sukses kepemimpinan adalah karakter-karakter utama yang dimiliki si pemimpin. Character is the foundation for leader's all true success.
Apa itu karakter kepemimpinan? Saya mendefinisikannya sebagai "kualitas personal dari seorang pemimpin yang terbentuk melalui akumulasi tindakan-tindakan yang mengacu kepada nilai-nilai moralitas dan etik" yang diyakini oleh seorang pemimpin. Karakter tak cukup dibentuk melalui ucapan-ucapan. Karakter terbentuk melalui ucapan, pikiran, dan tindakan riil yang akhirnya menentukan siapa si pemimpin itu sesungguhnya ("who he is").

Pemimpin hebat selalu memiliki kualitas karater yang baik dan kuat. Apa itu pemimpin yang memiliki kualitas karakter baik dan kuat? Yaitu pemimpin yang berpikir, bersikap, dan bertindak mengikuti nilai-nilai inti universal yang baik seperti seperti kejujuran, keterpercayaan, tanggung-jawab, kepedulian kepada negara, dan lain-lain.

Mother Teresa misalnya memiliki karakter yang kuat sebagai pemimpin yang peduli, empati, dan kasih pada orang lain . Martin Luther King dikenal memiliki karakter kuat sebagai pemimpin yang memiliki keteguhan dalam memegang prinsip. Tokoh kulit hitam ini juga memiliki keberanian luar biasa dalam menghadapi tantangan berat yang harus dihadapi. Jack Welch adalah pemimpin berkarakter karena memiliki kemampuan dalam mengambil keputusan-keputusan berat dan pelik. Sementara Steve Jobs memiliki kepemimpinan yang unik karena ide-idenya yang inovatif dan kemampuannya melihat tren masa depan.
Sebaliknya Richard Nixon gagal menjadi pemimpin yang baik karena tidak memiliki kejujuran pada rakyatnya yang berakibat dia dilengserkan dari kursi kepresidenan. Para pemimpin lembaga-lembaga keuangan bergengsi seperti AIG, Lehman Brothers, juga Enron, Worldcom gagal mengemban tanggung-jawab kepemimpinan karena tamak dan hanya mementingkan diri sendiri tanpa peduli kepentingan lingkungan di sekitarnya.

Seorang pakar yang menyebutkan "character is values in action". Artinya, karakter adalah nilai-nilai yang mewujud dalam bentuk tindakan-tindakan riil sehari-hari. Intinya, ungkapan ini ingin menegaskan bahwa karakter terbentuk hanya jika nilai-nilai yang diyakini si pemimpin "bermuara" pada tindakan-tindakan, tak cukup hanya sampai di pola pikir atau ucapan-ucapan. Dalam kurun waktu yang panjang tindakan-tindakan itu membentuk kebiasaan yang kemudian menjadi ciri khas dan keunikan seorang pemimpin.

Pemimpin berkarakter selalu punya identitas kuat dan mulia. Bahkan kata "character" berasal dari bahasa Yunani yang makna lugas "enduring, lasting, atau indelible mark."Kata kuncinya adalah "mark" atau ciri. Karena itu karakter bisa juga diartikan sebagai ciri-ciri khusus yang membedakan seseorang dengan orang lain. Nilai-nilai, pikiran, ucapan, dan tindakan seorang pemimpin akhirnya akan membentuk ciri dan identitasnya di mata para followers.

Dimensi penting lain dari karakter kepemimpinan adalah konsistensi. Lawrence Pervin, seorang psikolog mendefinisikan karakter sebagai: "a disposition to express behavior in consistent patterns of functions across a range of situations." Karakter dicerminkan oleh perilaku dan tindakan konsisten yang dilakukan seseorang tak peduli situasi seperti apa yang ia hadapi. Dalam situasi apapun, baik maupun buruk, pemimpin berkarakter akan selalu mempraktekkan nilai-nilai yang ia yakini.

Pemimpin berkarakter tak mengenal yang namanya aji mumpung. Ketika ia menempati posisi jabatan yang basah bukan berarti kemudian ia bisa melakukan korupsi seenaknya. Ketika nilai-nilai kejujuran dan etika ia pegang, maka tak peduli bagaimana posisinya, basah maupun kering, ia tak akan melakukan korupsi. William Penn, filsuf dan pendiri Negara Bagian Pennsylvania, menggambarkan dengan sangat pas konsistensi ini dengan ungkapan: "What is wrong is wrong, even if everyone is doing it. Right is still right, even if no one else is doing it."

Namanya konsistensi, maka kita tak akan bisa mengidentifikasi karakter seorang pemimpin dengan hanya sekali saja mendengar ucapannya, sekali saja memahami pikiran, atau sekali saja melihat tindakannya. Karakter pemimpin baru bisa dikenali setelah kita merasakan kepemimpinannya ratusan bahkan ribuan kali dalam kurun waktu yang panjang. Mungkin seseorang pemimpin bisa menyembunyikan karakternya dalam waktu seminggu atau sebulan di awal kepemimpinannya, namun pada akhirnya karakter itu akan gamblang di mata anak buahnya setelah ia memimpin setahun, tiga tahun, atau lima tahun.

Karakter pemimpin tercermin dari akumulasi ucapan, pikiran, dan tindakan yang akan konsisten polanya dalam kurun waktu panjang. Di awal kepemimpinan Anda bisa mengatakan bahwa Anda adalah pemimpin yang egaliter, demokratis, dan selalu mendengar aspirasi dari anak buah. Namun dari interaksi dengan anak buah (di rapat-rapat, dalam pidato-pidato, dari praktek kepemimpinan yang dijalankan) ujung-ujungnya akan ketahuan "potret" Anda yang sesungguhnya, apakah betul demokratis atau justru sebaliknya.

Potret itu adalah karakter Anda sebagai pemimpin. Potret itu jujur, tidak bisa bohong, tidak bisa mengelabuhi, tak bisa dipalsukan.

Sunday, May 27, 2012

7 alasan mengapa Anda layak untuk sukses

Sukses adalah hak semua orang. Semua orang punya kesempatan dan peluang yang sama untuk meraih kesuksesan. Tapi ada kalanya kita tidak yakin dengan kemampuan diri kita untuk meraihnya. Bahkan tidak sedikit orang yang merendahkan dirinya, merasa dirinya tidak pantas dan tidak layak, merasa tidak percaya diri dan lain sebagainya. Padahal sukses bisa menjadi milik siapa pun asalkan mereka mau berusaha dan berani bermimpi untuk itu.

Ada 7 alasan mengapa Anda layak untuk sukses:

1. Keajaiban terus terjadi

Pernahkah Anda melihat rekor dunia? Mengapa itu bisa terjadi? Tidak lain adalah karena peristiwa tersebut sangat fantastis dan bisa dibilang sangat tidak masuk akal. Tapi kenyataannya itu benar-benar terjadi di dunia ini. Dan hebatnya rekor-rekor lama terus bertumbangan oleh rekor-rekor baru. Hal ini membuktikan betapa dahsyatnya potensi manusia dalam menciptakan keajaiban. Kita sendiri tidak tahu sampai mana batas kemampuan diri kita yang sebenarnya karena keajaiban terus saja terjadi.

2. Sukses bukan barang mewah

Apakah sukses hanya akan menjadi milik orang kaya, yang punya segunung uang, yang punya modal besar dan harta melimpah? Pikirkan sekali lagi. Sudah banyak contoh dan bukti di mana orang-orang yang dulunya biasa-biasa, bahkan hidup susah tapi akhirnya bisa menjadi sukses. Di Amerika sendiri, survei menunjukkan lebih dari 80% orang-orang kaya adalah self-made millionaire alias kaya dari nol atau usaha sendiri, bukan dari warisan orang tua.

3. Tuhan tidak pernah menstempel Anda sukses atau gagal

Begitu kita dilahirkan, Tuhan tidak pernah memberi stempel di kepala Anda apakah Anda akan menjadi orang sukses atau pecundang. Tapi kita diberi kemampuan untuk memilih. Dan pilihan yang kita ambil itulah yang akan menentukan siapa diri kita di masa mendatang. Sukses atau gagal bukan ditentukan orang lain atau apa pun, melainkan diri Anda sendiri. Anda sukses karena itu pilihan Anda. Anda gagal juga karena pilihan yang Anda ambil. Jadi, apa pilihan Anda?

4. Sudah banyak yang membuktikannya

Siapa pun berhak untuk hidup sukses. Hal ini sudah dibuktikan semua orang dari berbagai kalangan, profesi dan latar belakang, miskin kaya, tua muda, wanita pria dan semua orang lainnya sudah pernah meraih sukses. Baca saja kisah orang-orang yang telah sukses. Anda akan tahu bahwa mereka datang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Jadi, bisa dikatakan bahwa sukses bukanlah untuk orang-orang tertentu saja. Semua orang diberi kesempatan yang sama untuk sukses.


 

5. Manusia diberi potensi yang tak terbatas

Pada zaman dulu, hidup manusia serba terbatas. Tapi, perlahan hidup manusia mengalami kemajuan. Bahkan dulunya kita tak pernah menyangka kita bisa hidup di zaman yang serba canggih seperti sekarang ini. Mengapa bisa begitu? Tidak lain adalah karena hasil pikiran manusia. Potensi manusia sangatlah besar hampir tak terbatas sehingga manusia bisa menciptakan perubahan yang jauh lebih baik dari waktu ke waktu.

Siapa yang dulu pernah menyangka ada benda yang bisa terbang? Siapa yang pernah menyangka pergi ke luar angkasa itu mungkin? Siapa yang pernah menyangka berbicara dengan orang lain dari jarak yang cukup jauh adalah mungkin? Dulunya tidak mungkin. Tapi sekarang, itu semua sudah biasa. Dengan potensi manusia yang tak terbatas, kita tak tahu apa lagi yang akan terjadi di masa mendatang.

6. Banyak sumber pembelajaran

Di zaman dulu, kalau ingin sukses, kita harus mencoba sendiri melalui proses trial dan error. Dulu, tidak ada seminar dan pelatihan motivasi, buku-buku pengembangan diri, audio motivasi, mentoring dan sumber-sumber lainnya. Dulu, itu semua susah didapat. Tapi sekarang kita bisa mendapatkan dan mengaksesnya semudah makan dan minum. Seminar, pelatihan, buku dan alat pengembangan diri lainnya bisa mempercepat kesuksesan kita karena hasil pengalaman mereka semuanya selama bertahun-tahun dituangkan dalam bentuk buku, seminar dan pelatihan. Jadi, kita tidak perlu meraba-raba dan terperangkap proses yang memakan waktu. Semua ilmu mereka bisa kita serap dan lahap, dan bisa kita manfaatkan untuk meraih kesuksesan kita. Luar biasa, kan?

7. Anda sangat berharga

Diri kita sungguh berharga. Sudah selayaknya Anda meraih sesuatu yang berharga dalam hidup ini. Sudah sepantasnya Anda meraih apa yang pantas Anda dapatkan. Anda adalah unik, tidak ada orang yang sama persis seperti Anda di masa lalu dan tidak akan ada orang yang sama persis seperti Anda di masa depan. Itu sudah pasti.

Tahukah Anda mengapa barang antik dan limited edition itu sangat mahal? Karena jumlahnya terbatas. Anda malah paling berharga karena Anda hanya satu-satunya di dunia ini. jadi, jangan merendahkan diri dan jangan buat diri Anda minder. Anda layak sukses. Jangan katakan Anda tidak layak. Karena kita diciptakan sama. Anda sendirilah yang selalu menilai apa yang pantas dan tidak pantas Anda dapatkan.

Dengan adanya 7 alasan di atas, alasan apalagi yang akan menghalangi Anda meraih sukses? Seharusnya tidak ada! Mari perjuangkan mimpi Anda dan terbanglah setinggi angkasa dan selamlah sedalam samudera untuk meraih apa pun yang selama ini tidak berani Anda impikan.

Monday, April 30, 2012

Hebat Luar Biasa...dari Diremehkan Menjadi Fenomena Dunia

Luar Biasa! Mungkin itulah kata-kata yang bisa diucapkan oleh semua orang yang pernah melihatnya. Seorang wanita yang sedang menjadi pembicaraan dunia. Ia adalah Susan Boyle. Kisahnya sungguh menyentuh hati. Bahkan Demi Moore menangis terharu ketika menyaksikan videonya. Sebelum mengetahui lebih jauh apa yang telah dilakukannya, marilah kita mengetahui siapa dia sebelumnya.

Susan Boyle adalah wanita asal Skotlandia berusia 47 tahun yang memiliki tubuh yang tidak ideal alias gemuk, wajah dan tampang biasa-biasa, penampilan pun tak ada yang istimewa, pengangguran, tak pernah menikah, belum pernah pacaran bahkan tak pernah ciuman, tinggal dikampung bersama dengan seekor kucing dirumahnya dan bersikap lugu. Bisa anda bayangkan bagaimana kehidupan yang dijalaninya? Kenyataannya ia berhasil mengguncang dunia hanya dalam waktu semalam.

Kisah hidupnya berubah ketika ia mengikuti audisi reality show Britains Got Talent 2009, sebuah ajang kontes menyanyi seperti halnya Indonesian Idol di Indonesia. Pertama kali muncul untuk audisi, semua penonton dan bahkan juri meremehkan penampilannya. Ketika ia mengatakan ia berumur 47 tahun, semua orang tertawa karena acara seperti itu biasanya diikuti oleh anak-anak muda berpenampilan keren seperti potongan artis. Ketika ia ditanya oleh Simon Cowell (juga juri American Idol) apa impiannya dan ia menjawab ingin menjadi seorang penyanyi profesional, lagi-lagi penonton mencemooh. Juga ketika ditanya ia ingin sukses seperti siapa dan ia menjawab ingin menjadi seperti Elaine Paige, semua orang memandang sebelah mata. Hal ini wajar melihat penampilan Susan Boyle yang sangat tidak meyakinkan untuk menjadi seorang bintang.

Tetapi begitu Susan menyanyikan lagu "I Dreamed A Dream" dari Les Miserables, semua orang terperangah dan takjub. Simon cowell dan dua juri lainnya (Piers Morgan dan Amanda Holden) terpesona dengan suara emasnya yang sangat tidak masuk akal. Penonton tanpa ragu berdiri, bersorak dan bertepuk tangan.

Piers Morgan berkomentar bahwa Susan adalah sebuah kejutan terbesar selama tiga tahun dirinya berkecimpung di acara ini. Amanda Holden berkomentar bahwa dirinya amat terpukau dan merasa terhormat mendengarnya bernyanyi. Bahkan Simon Cowell yang terkenal dengan komentar pedasnya sungguh mengaguminya dengan pujian luar biasa.

Begitulah, orang-orang yang dulunya sinis malah berbalik memujinya. Dalam sekejap, ia langsung mengguncang dunia. Videonya di youtube menjadi video yang paling dicari orang. Bahkan ia sudah diundang untuk menghadiri acara spektakuler Oprah Winfrey Show.

Kehidupannya pada masa kecil tidak begitu baik, karena perkembangan otaknya sedikit abnormal dikarenakan sempat mengalami kekurangan oksigen. Saat sekolah, ia dianggap sedikit terbelakang dan selalu menjadi bahan ejekan dan olokan teman-temannya. Sebelum ibunya meninggal, ibunya selalu mendorongnya untuk ikut kompetisi seperti ini, tetapi ia tidak percaya diri. Pernah ia ikut acara kontes menyanyi puluhan tahun silam, tetapi ia gagal total karena gugup.

Sekarang ketika ia ikut kontes Britains Got Talent ini, ia berhasil memukau dunia. Kejadian ini membuat kita semua sadar bahwa kita jangan meremehkan siapa pun karena setiap orang memiliki kelebihan yang mungkin bisa mengubah dunia seperti Susan Boyle. Ketika ia menunjukkan suara emasnya yang sangat merdu, ketika orang lain kagum dengan suaranya, maka kekurangannya pun tidak akan dipedulikan lagi oleh orang lain.

Begitu juga dengan Anda, jika Anda merasa memiliki banyak kekurangan, janganlah berkecil hati. Jika orang lain meremehkan Anda, janganlah berkecil hati. Anda harus tahu Anda juga memiliki kelebihan yang mungkin tidak dimiliki orang lain. Yang perlu Anda lakukan adalah mengasah kelebihan Anda menjadi setajam pisau, sehingga suatu saat nanti kelebihan itu akan membuat  Anda menjadi seorang yang luar biasa.

Ingin melihat videonya, klik di http://www.youtube.com/watch?v=5AJtwl-YRlM

Semoga Anda terinspirasi olehnya. Salam Sukses Luar Biasa.

Menangani Amarah dan Hinaan

Pada suatu hari yang cerah, seorang guru muda berjalan melintasi sebuah desa. Walaupun usianya baru menginjak dasawarsa ketiga, namun kepandaian dan kebijaksanaannya terkenal di seluruh penjuru negeri.

Tiba-tiba saja, langkahnya dihentikan oleh seorang pemuda yang bertubuh tinggi besar, beraut wajah merah tampak marah dan tidak senang.

"Hei," katanya kasar. "Anda itu tidak berhak mengajari orang lain..!"

Kemudian pemuda ini mulai berteriak menantang dan menghina guru muda ini. "Tahu tidak?Anda ini sama saja bodohnya dengan orang lain. Punya kepandaian sedikit saja, sok tahu! Badan begitu kecil nyalimu cukup besar ya. Ayoo...kalau berani kita berkelahi!"

Dengan wajah tenang, sambil tersenyum sang Guru muda malahan balik bertanya: "Teman. Jika kamu memberi hadiah untuk seseorang, tapi seseorang itu tidak mengambilnya, siapakah pemilik hadiah itu?"



Si pemuda terkejut, karena tiba-tiba diberi pertanyaan yang aneh. Spontan, ia menjawab lantang, "Pertanyaan bodoh! Tentu saja! Hadiah itu tetap menjadi milikku karena akulah yang memberikan hadiah itu."

Guru muda ini tersenyum, lalu berkata, "Kamu benar. Kamu baru saja memberikan marah dan hinaan kepada saya dan saya tidak menerimanya, apalagi merasa terhina sama sekali. Maka kemarahan dan hinaan itu pun kembali kepadamu. Benar kan? Dan kamu menjadi satu-satunya orang yang tidak bahagia. Bukan saya. Karena sesungguhnya, melampiaskan emosi kemarahan adalah sebuah proses menyakiti diri sendiri. Membangkitkan sel-sel negatif di dalam diri "

Pemuda itu terdiam, mencoba mencerna kata demi kata sang guru. Kepala dan hatinya seperti tersiram air dingin, ketika mendapat sebuah kesadaran baru.

Sang guru muda melanjutkan. "Jika kamu ingin berhenti menyakiti diri sendiri singkirkan kemarahan dan ubahlah menjadi cinta kasih. Ketika kamu membenci orang lain, dirimu sendiri tidak bahagia bahkan tersakiti secara alami. Tetapi ketika kamu mencintai orang lain, semua orang menjadi bahagia."

Netter yang bijaksana,

Saat kemarahan sedang menghampiri kita, tunda sejenak! Jangan biarkan dia lepas tanpa kendali. Mengumbar kemarahan adalah pantulan ketidakbahagiaan.

Karenanya, mari kita belajar mengembangkan kebahagiaan setiap saat. Dengan berbahagia, maka tidak akan muncul kemarahan dan kebencian. Tanpa kemarahan dan kebencian, tidak ada proses menyakiti diri sendiri dan sesama.

Salam sukses luar biasa!

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...