Showing posts with label Otak. Show all posts
Showing posts with label Otak. Show all posts

Friday, January 11, 2013

Lipatan Rumit di Otak, Rahasia Kejeniusan Albert Einstein


Einstein memiliki pola lipatan otak yang luar biasa di beberapa bagian, kondisi ini ditengarai yang membantu kejeniusannya.

Albert Einstein tersohor sebagai fisikawan andal pada abad 20 yang terkenal dengan teori relativitas. Sosoknya selalu menarik perhatian karena kejeniusan yang dimiliki. Hal inilah yang mengulik para peneliti untuk mengungkap bagaimana isi otak Einstein sesungguhnya.
Jurnal Brain yang dipublikasian pada Jumat (16/11) lalu mengungkap foto-foto baru otak Einstein. Pria ini memiliki pola lipatan otak yang luar biasa di beberapa bagian, kondisi ini ditengarai yang membantu kejeniusannya.
Lipatan ekstra ini terdapat pada bagian korteks otak besar (cerebral cortex atau grey matter). Di mana di bagian ini merupakan pusat saraf yang mengatur pikiran dan kesadaran manusia. Tim peneliti menemukan bahwa secara keseluruhan otak Einstein memiliki lipatan yang jauh lebih rumit di seluruh korteks otak besar yang erat kaitannya dengan tingkat Intelligence Quotient (IQ) yang tinggi.
Analisa menunjukkan khususnya pada bagian frontal lobes yang mengatur dengan pemikiran abstrak dan perencanaan, memiliki lipatan yang luar biasa rumit. “Ini adalah bagian yang benar-benar canggih dari otak manusia. Dan (Einstein) sangat luar biasa,” kata Dean Falk, antropolog di Florida State University, Amerika Serikat.


otak,penyakit,manusiaIlmuwan percaya bahwa semakin banyak lipatan dapat menciptakan area permukaan yang lebih luas bagi proses mental. Ini memungkinkan terjadinya koneksi yang lebih banyak antara sel-sel otak. Dengan lebih banyak koneksi antar bagian otak yang saling berjauhan, akan mampu membuat suatu arti, lompatan mental, dan memecahkan beberapa masalah kognitif.
Selain itu bagian occipital lobes yang berfungsi melakukan pemrosesan visual juga menunjukkan adanya lipatan tambahan. Lobus parietal kanan dan kiri juga tampak sangat asimetris. “Memang tidak begitu jelas bagaimana bagian-bagian ini berkontribusi terhadap kejeniusan yang dimiliki oleh Einstein. Namun, wilayah otak adalah kunci bagi tugas-tugas spasial dan matematika,” kata Falk.
Pada tahun 1999, Sandra Witelson, dari G. Michael De Groot of Medicine di Universitas McMasters, melakukan studi masa lalu otak Einstein. Ia mengungkapkan bahwa lobus parietalis kanan Einstein memiliki lipat ekstra. Ini dianggap terjadi ketika Einstein masih dalam kandungan.
“Ini bukan hanya masalah lebih besar atau lebih kecil, tetapi bahwa pola yang sebenarnya berbeda. Anatominya adalah unik dibandingkan dengan setiap foto atau gambar dari otak manusia yang pernah direkam,” kata Witselson.
Penelitian akan otak Einstein sebelumnya juga pernah dilakukan ahli patologi, Thomas Harvey, yang sempat mengambil otak Einstein dan menyimpannya. Harvey mengiris tipis bagian jaringan otak tersebut menaruhnya di bawah mikroskop dan juga mengambil 14 buah foto otak dari berbagai sudut. Namun foto-foto tersebut dirahasiakan, karena Harvey ingin menuangkannya dalam buku mengenai Einstein yang akan ia tulis.
Akan tetapi sebelum menyelesaikan bukunya, Harvey meninggal dunia kemudian pihak keluarga menyumbangkan foto tersebut ke National Museum of Health and Medicine di Washington, D.C. Kemudian pada tahun 2011, Falk beserta timnya mulai menganalisa foto-foto tersebut.

Thursday, January 3, 2013

Mind Mapping : Sebuah Kiat Sukses Belajar


Mengevaluasi kembali cara belajar kita.
Informasi yang diperloleh siswa dalam bentuk materi pelajaran akan diolah dan disimpan menjadi sebuah ingatan. Ingatan jangka pendek yang diubah menjadi sebuah ingatan jangka panjang memerlukan keterlibaan kerja sistim limbic. Siswa menginginkan materi pelajaran yang diterima dalam proses belajar menjadi sebuah ingatan jangka panjang. Siswa melakukan berbagai hal untuk menyimpan ingatan tersebut menjadi ingatan jangka panjang, salah satunya dengan mencatat materi pelajaran yang telah dipelajari,
Mencatat merupakan salah satu usaha untuk meningkatkan daya ingat. Otak manusia dapat menyimpan segala sesuatu yang dilihat, didengar dan dirasakan. Tujuan pencatatan adalah membantu mengingat informasi yang tersimpan dalam memori tanpa mencatat dan mengulangi informasi, siswa hanya mampu mengingat sebagian kecil materi yang diajarkan.
Umumnya siswa membuat catatan tradisional dalam bentuk tulisan linier panjang yang mencakup seluruh isi materi pelajaran, sehingga catatan terlihat sangat monoton dan membosankan. Umumnya catatan monoton akan menghilangkan topik-topik utama yang penting dari materi pelajaran. Otak tidak dapat langsung mengolah informasi menjadi bentuk rapi dan teratur melainkan harus mencari, memilih, merumuskan dan merangkainya dalam gambar-gambar, simbol-simbol, suara, citra, bunyi dan perasaan sehingga informasi yang keluar satu persatu dihubungkan oleh logika, diatur oleh bahasa dan menghasilkan arti yang dipahami.
Pembelajaran konvensional adalah pembelajaran yang memusatkan kegiatan belajar pada guru. Siswa hanya duduk, menengarkan dan menerima informasi. Cara penerimaan informasi akan kurang efektif karena tidak adanya proses penguatan daya ingat, walaupun ada proses penguatan yang berupa pembuatan catatan, siswa membuat catatan dalam bentuk catatan yang monoton dan linear. Siswa cenderung membuat catatan dalam bentuk linier dan panjang sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mencari pokok ataupun point-point materi pelajaran yang telah dipelajari. Dalam metode konvensional siswa tidak banyak terlibat baik dari segi berfikir dan bertindak. Siswa hanya menerima informasi yang telah diberikan oleh guru tanpa adanya keterlibatan kegiatan psikomotoriknya.
Sistem limbic pada otak manusia memiliki peranan penting dalam penyimpanan dan pengaturan informasi (memori) dari memori jangka pendek menjadi memori jangka panjang secara tepat. Dalam proses belajar, siswa menginginkan materi pelajaran yang diterima menjadi memori jangka panjang sehingga ketika materi tersebut diperlukan kembali siswa dapat mengingatnya.
Belahan neocortex juga memiliki peranan penting dalam penguatan memori. Belahan otak kiri yang berkaitan dengan kata-kata, angka, logika, urutan, dan rincian (aktivitas kademik). Belahan otak kanan berkaitan dengan warna, gambar, imajinasi, dan ruang atau disebut sebagai aktivitas kreatif. Jika kedua belahan neocortex ini dipadukan secara bersamaan maka informasi (memori) yang diterima dapat bertahan menjadi memori jangka panjang.
Mind Mapping
Mind mapping merupakan teknik mencatat yang memadukan kedua belahan otak. Sebagai contoh, catatan materi pelajaran yang dimiliki siswa dapat dituangkan melalui gambar, simbol dan warna. Mind Mapping mewujudkan harapan siswa untuk memori jangka panjang. Materi pelajaran yang dibuat dalam bentuk peta pikiran akan mempermudah sistem limbic memproses informasi dan memasukkannya menjadi memori jangka panjang.
Mind Mapping atau Peta Pikiran adalah metode mempelajari konsep yang ditemukan oleh Tony Buzan. Konsep ini didasarkan pada cara kerja otak kita menyimpan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak kita tidak menyimpan informasi dalam kotak-kotak sel saraf yang terjejer rapi melainkan dikumpulkan pada sel-sel saraf yangbercabang-cabang yang apabila dilihat sekilas akan tampak seperti cabang-cabang pohon.
Dari fakta tersebut maka disimpulkan apabila kita juga menyimpan informasi seperti cara kerja otak, maka akan semakin baik informasi tersimpan dalam otak dan hasil akhirnya tentu saja proses belajar kita akan semakin mudah.
Mind mapping atau pemetaan pikiran merupakan salah satu teknik mencatat tinggi. Informasi berupa materi pelajaran yang diterima siswa dapat diingat dengan bantuan catatan. Peta pikiran merupakan bentuk catatan yang tidak monoton karena mind mapping memadukan fungsi kerja otak secara bersamaan dan saling berkaian satu sama lain. Sehngga akan terjadi keseimbangan kerja kedua belahan otak. Otak dapat menerima informasi berupa gambar, simbol, citra, musik dan lain lain yang berhubungan dengan fungsi kerja otak kanan.
Teknik mencatat dengan  pemetaan pikiran (mind mapping), yaitu cara yang paling mudah untuk memasuk informasi ke dalam otak dan untuk kembali mengambil informasi dari dalam otak. Peta pemikiran merupakan teknik yang paling baik dalam membantu proses berfikir otak secara teratur karena menggunakan teknik grafis yang berasal dari pemikiran manusia yang bermanfaat untuk menyediakan kunci-kunci universal sehingga membuka potensi otak (Tonny dan Bary Buzan, 2004: 68).
Mind merupakan gagasan berbagai imajinasi. Mind merupakan suatu keadaan yang timbul bila otak (brain) hidup dan sedang bekerja. Peta pikiran merupakan teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk suatu kesan yang lebih dalam.
Peta pikiran adalah teknik meringkas bahan yang akan dipelajari dan memproyeksikan masalah yang dihadapi ke dalam bentuk peta atau teknik grafik sehingga lebih mudah memahaminya. ( Iwan Sugiarto, 2004:75).
Pemetaan pikiran merupakan teknik visualisasi verbal ke dalam gambar. Peta pikiran sangat bermanfaat untuk memahami materi, terutama materi yang diberikan secara verbal. Peta pikiran bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam, memperkuat, dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari (Eric Jensen, 2002: 95).
Berikut ini disajikan perbedaan antara catatan tradisioanl (catatan biasa) dengan catatan pemetaan pikiran (mind mapping).
Perbedaan Catatan Biasa dan Mind Maping
Catatan Biasa
  1. hanya berupa tulisan-tulisan saja
  2. hanya dalam satu warna
  3. untuk mereview ulang memerlukan waktu yang lama
  4. waktu yang diperlukan untuk belajar lebih lama
  5. statis
Peta Pikiran
  1. berupa tulisan, symbol dan gambar
  2. berwarna-warni
  3. untuk mereview ulang diperlukan waktu yang pendek
  4. waktu yang diperlukan untuk belajar lebih cepat dan efektif
  5. membuat individu menjadi lebih kreatif.
Dari uraian tersebut, peta pikiran (mind mapping) adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Peta pikiran memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi, baik secara tertulis maupun secara verbal. Adanya kombinasi warna, simbol, bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima.
Keuntungan lain penggunaan catatan mind mapping yaitu membiasakan siswa untuk melatih aktivitas kreatifnya sehingga siswa dapat menciptakan suatu produk kreatif yang dapat bermanfaat bagi diri dan lingkungannya.
Membuat Mind Mapping
Cara kerja Peta Pikiran adalah menuliskan tema utama sebagai titik sentral / tengah dan memikirkan cabang-cabang atau tema-tema turunan yang keluar dari titik tengah tersebut dan mencari hubungan antara tema turunan. Itu berarti setiap kali kita mempelajari sesuatu hal maka fokus kita diarahkan pada apakah tema utamanya, poin-poin penting dari tema yang utama yang sedang kita pelajari, pengembangan dari setiap poin penting tersebut dan mencari hubungan antara setiap poin. Dengan cara ini maka kita bisa mendapatkan gambaran hal-hal apa saja yang telah kita ketahui dan area mana saja yang masih belum dikuasai dengan baik.
Beberapa hal penting dalam membuat peta pikiran ada dibawah ini, yaitu:
  1. Pastikan tema utama terletak ditengah-tengah. Contohnya, kita sedang mempelajari hal-hal yang terkait bagaimana menjaga kesehatan tubuh kita,  maka tema utamanya adalah KESEHATAN / HEALTH
  2. Dari tema utama, akan muncul tema-tema turunan yang masih berkaitan dengan tema utama. Dari tema utama “Kesehatan”, maka tema-tema turunan dapat terdiri dari : manajemen stress / STREES, olah raga / EXERCISE, pengaturan diet / DIET, cukup istirahat / SLEEP  ,dll.
  3. Cari hubungan antara setiap tema dan tandai dengan garis, warna atau symbol.
  4. Dari setiap tema turunan tertama akan muncul lagi tema turunan kedua, ketiga dan seterusnya. Maka langkah berikutnya adalah mencari hubungan yang ada antara setiap tema turunan. Gunakan garis, warna, panah atau cabang dan bentuk-bentuk simbol lain untuk menggambarkan hubungan diantara tema-tema turunan tersebut.. Pola-pola hubungan ini akan membantu kita memahami topik yang sedang kita baca. Selain itu Peta Pikiran yang telah dimodifikasi dengan simbol dan lambang yang sesuai dengan selera kita, akan jauh lebih bermakna dan menarik dibandingkan Peta Pikiran yang “miskin warna”.
  5. Gunakan huruf besar. Huruf besar akan mendorong kita untuk hanya menuliskan poin-poin penting saja di Peta Pikiran. Selain itu, membaca suatu kalimat dalam gambar akan jauh lebih mudah apabila dalam huruf besar dibandingkan huruf kecil. Penggunaan huruf kecil bisa diterapkan pada poin-poin yang sifatnya menjelaskan poin kunci.
  6. Buat peta pikiran di kertas polos dan hilangkan proses edit.Ide dari Peta Pikiran adalah agar kita berpikir kreatif. Karenanya gunakan kertas polos dan jangan mudah tergoda untuk memodifikasi Peta Pikiran pada tahap-tahap awal. Karena apabila kita terlalu dini melakukan modifikasi pada Peta Pikiran, maka sering kali fokus kita akan berubah sehingga menghambat penyerapan pemahaman tema yang sedang kita pelajari.
  7. Sisakan ruangan untuk penambahan tema. Peta Pikiran yang bermanfaat biasanya adalah yang telah dilakukan penambahan tema dan modifikasi berulang kali selama beberapa waktu. Setelah menggambar Peta Pikiran versi pertama, biasanya kita akan menambahkan informasi, menulis pertanyaan atau menandai poin-poin penting. Karenanya selalu sisakan ruang di kertas Peta Pikiran untuk penambahan tema.

Friday, September 21, 2012

Mukjizat Berdzikir Bagi Otak Manusia

Otak adalah sekumpulan aktifitas bio-elektrik yang melibatkaktifkan an saraf yang di pertanggungjawabkan untuk melakukan tugas-tugas tertentu yang membuat dia berfungsi dengan sempurna.

Setiap hari 14 juta saraf yang membentuk otak ini berinteraksi dengan 16 juta saraf tubuh yang lain. Oleh karena itu, apabila seseorang berdzikir dengan mengulang-ngulang kalimat-kalimat Allah seperti subhanallah, beberapa kawasan otak yang terlibat menjadi aktif. Apabila dzikir tersebut dilakukan berulang kali, aktifitas saraf ini menjadi bartambah aktif dan turut menambah tenaga bio-elektrik. Lama-kelamaan kumpulan saraf yang sangat aktif ini mempengaruhi kumpulan saraf yang lain untuk turut aktif. Dengan begitu otak menjadi aktif secara keseluruhan.

Otak mulai memahami perkara baru, melihat dari sudut perspektif berbeda dan semakin kreatif dan kritis. Sedang sebelum berdzkir otak tidak begini. Otak yang cerdas secara langsung ikut mempengaruhi hati untuk melakukan kebaikan dan menerima kebenaran.

Hasil kajian yang dimuat dalam majalah Amerika, Scientifik American, keluaran Desember 1993 yang dilakukan oleh universitas Whasington dan ujian ini dilakukan melalui PET yang mengukur kadar aktifitas otak manusia secara tidak sadar dalam kajian ini, para sukarelawan diberikan suatu kata benda. Mereka dikehendaki membaca setiap kata benda tersebut satu persatu dan mengaitkan perkataan-perkataan itu dengan kata kerja. Apabila para sukarelawan melakukan tugas mereka, beberapa bagian otak memamerkan peningkatan aktifitas saraf. Termasuk di bagian depan otak dan korteks. Menarinya, apabila para sukarelawan ini mengulangi perkataan yang sama berulang-ulang, aktifitas saraf otak merebak pada kawasan lain dan akhirnya mengaktifkan kawasan otak secara keseluruhan.

Apabila perkataan baru diberikan kepada mereka, aktifitas otak kembali meningkat dikawasan pertama. Hal ini membuktikan decara saintis bahwa perkataan yang dilakukan berulang-ulang seperti berdzikir, terbukti meningkatkan kecerdasan otak dan menambah kemampuannya.

Oleh karena itu, ketika saintis barat baru menemui mukjizat ini, kita umat muslim telah lama mengamalkan dan menerima manfaatnya. Masihkah kita memandang enteng berdzikir dan mengabaikannya?

Dopamin: Menyibak Tabir Cinta dan Perilaku Manusia


Bayangkan, anda memasuki ruangan dokter sambil membawa kartu cerdas berisi seluruh informasi genetik tubuh anda yang telah dikode dan diamankan dengan nomor PIN seperti anda membuka ATM. Dengan melihat data-data informasi genetik anda yang unik, dokter dapat menentukan obat yang tepat dalam dosis yang akurat secara efisien sesuai dengan kondisi anda tanpa khawatir akan terjadinya ADR (Adverse Drug Reaction), efek samping maupun ketidaktepatan pemilihan obat. Keadaan tersebut merupakan impian para ilmuwan yang bergerak di bidang farmakogenetik, suatu ilmu yang menghantarkan manusia pada "pengobatan individual/pengobatan butik" berdasarkan pemetaan lengkap seluruh gen yang dimiliki tubuh manusia. Para ilmuwan di bidang biologi molekuler yang tergabung dalam Human Genome Project (HGP) telah mengumumkan hasil sekuensing sekitar 100.000 gen manusia tertanggal 26 juni 2000. Farmakogenomik mencari korelasi yang belum terungkap antara pola-pola genom dengan manifestasi klinis. Sebuah korelasi yang jika terungkap akan dapat memberikan kemudahan bagi para dokter dan ahli farmasi untuk membuat keputusan yang tepat, rasional serta menurunkan angka probabilitas kesalahan pemberian obat, kesalahan dosis, maupun resiko efek samping karena penggunaan metode trial-and-error. 
Tak ingin jauh berbeda dari impian para pharmacogenomist, para neuroscientist yang meneliti dopamin -zat kimia otak yang secara alami disintesis terutama dalam jaringan saraf dan kelenjar adrenal- semakin gencar menelusuri mekanisme dan jalur-jalur biokimia yang terkait dengan si penghantar signal antar saraf sekaligus neurohormon itu. Sebagai neurotransmitter, dopamin menghantarkan pesan dari satu sel saraf ke sel saraf yang lain sedangkan sebagai neurohormon, dopamin bekerja menghambat pelepasan prolaktin dari lobus interior pituitary.

Para neurophysiologist, computer scientist, psychologist dan economist yang berkolaborasi dalam studi interdisiplin di jurnal Nature vol. 9, Agustus 2006, mengemukakan hipotesa mengenai sel saraf dopamin otak tengah sebagai pengkode dalam menentukan pengambilan keputusan. Menggunakan monyet macaque (Macaca fasicularis) sebagai binatang percobaan, G. Morris et al. melaporkan analisis hasil penelitian mereka yang menunjukkan bahwa sel saraf dopamin dalam perilaku primata membawa sinyal yang berguna untuk mempelajari kemungkinan reward dan probabilitas pengambilan keputusan atas adanya reward tersebut. Lebih lanjut dikatakan bahwa sel saraf dopamin mengkode aksi yang akan dilakukan ketika suatu reward diberikan. Peran utama dopamin sebagai pusat reward reinforcement dan motivasi perilaku adalah daya pikat utama molekul ini sehingga membuat para ilmuwan tertarik untuk bergabung dalam studi interdisiplin untuk mempelajari lebih dalam mengenai jalur-jalur dopamin.

Secara sederhana, reward adalah segala sesuatu dimana makhluk hidup akan berusaha melakukan kerja untuk mendapatkannya. Contohnya: makanan dan seks. Fenomenanya dinamakan brain stimulation reward (BSR). Hal yang menarik dalam eksperimen BSR ialah bahwa reward itu sendiri tidak akan memberikan rasa kepuasan. Penelitian BSR digalakkan untuk menghantarkan pemahaman mengenai bagaimana otak secara keseluruhan mengatur dirinya sendiri untuk membentuk sebuah perilaku. Terkait dengan ini, sel saraf dopamin akan diaktivasi ketika suatu rangsangan reward muncul. Dopamin dipercaya oleh para ilmuwan sebagai zat kimia yang ikut bertanggung jawab menentukan perilaku pengambilan keputusan oleh otak. Ketika suatu rangsangan reward yang sama muncul kembali, ada sebuah keterulangan perilaku untuk merespon. Hal ini menyebabkan penelitian dopamin dianggap sebagai salah satu kunci dalam mengungkapkan proses learning and memory. Dapat anda bayangkan, bahwa sesungguhnya sebuah keinginan, sebuah pemikiran, bahkan sebuah perilaku, dapat ditebak dan dipetakan dengan mempelajari rangkaian molekul-molekul dalam otak.

Menelusuri fungsi dopamin selanjutnya, molekul ini berperan dalam banyak perilaku manusia dalam kehidupan. Mulai dari kecanduan, psikosis, kegelisahan, perubahan mood sampai perilaku abnormal akibat ketidakseimbangan kadar dopamin dalam otak. 

Cinta dan Dopamin

Jika anda jatuh cinta, maka rasa `pleasure feelings` yang anda rasakan adalah peran dopamin. Bersama dengan meningkatnya kadar adrenalin yang mempercepat denyut jantung, serta rendahnya kadar serotonin yang menyebabkan rasa obsesif (kepemilikan), dopamin memberikan efek membahagiakan, meningkatan energi, menurunkan nafsu makan, dan mengurangi konsentrasi.

Kolaborasi anthropologist, physiologist dan neuroscientist dalam The Journal of Comparative Neurology vol. 493 Oktober 2005 melaporkan hasil riset mereka menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk memperhatikan otak 17 orang wanita dan pria saat mereka sedang memperhatikan foto lawan jenis yang disukainya. Data hasil scan menunjukkan bahwa adanya peningkatan aliran darah dalam otak serta adanya peningkatan kadar reseptor dopamin dalam area caudate nucleus dan ventral tegmental area (VTA) sebelah kanan. Menurut Dr. Helen Fisher dari Rutgers University dalam jurnal yang sama mengatakan bahwa apa yang nampak dalam alat scan tersebut adalah suatu keinginan biologis untuk fokus terhadap satu objek. Tingginya kadar dopamin diasosiasikan dengan meningkatnya perhatian, hiperaktivitas, keresahan dan perilaku goal-oriented. Dengan kata lain, seseorang yang berada dalam situasi ini akan terfokus kepada pasangannya dan kurang perhatian terhadap hal yang lainnya.

Dalam jangka waktu tertentu setelah hubungan intens/aktivitas seksual, oksitosin dan vasopressin akan mempengaruhi jalur-jalur dopamin dan adrenalin, sehingga menyebabkan kadar kedua molekul ini menurun. Mekanisme ini dipercaya menyebabkan `pleasure feelings` memudar setelah beberapa lama hubungan intens atau terjadinya aktivitas seksual. Sebuah tim kolaborasi ilmuwan dari Universitas Pisa di Italia menyebutkan bahwa, studi menunjukkan `pleasure feelings` dan `passionate` akan memudar dan hampir-hampir hilang setidak-tidaknya 2 tahun setelah hubungan intens antar pasangan terjadi. Perubahan kadar `kimia cinta` berupa dopamin, adrenalin, norepinephrin, dan phenylethylamin adalah penyebabnya sehingga suatu reward akan lebih ditanggapi secara rasional daripada mengandalkan aktifitas hormonal.

Candu dan Dopamin

Love 'as addictive as cocaine` begitu komentar para neuroscientist yang memang bisa dibuktikan oleh mekanisme molekuler. Diatas telah disebutkan bahwa `pleasure feelings` saat jatuh cinta merupakan ulah dopamin. Begitu pula mekanisme kecanduan yang diberitakan oleh Eric J. Nestler dalam Jurnal Nature Neuroscience oktober 2005. Mekanisme kecanduan terkait erat dengan jalur mesolimbic dopamin yang meliputi dopaminergic sel saraf di VTA serta daerah limbic forebrain, terutama nucleus accumbens (NAc). Jalur VTA-NAc ini adalah jalur terpenting dalam efek akut sistem reward dalam semua jenis adiksi obat. Beberapa jenis obat dan senyawa yang menyebabkan adiksi diantaranya ialah amfetamin, kokain, opiat, alkohol dan nikotin. Senyawa seperti kokain misalnya, dapat menyebabkan beberapa ribu kali peningkatan kadar dopamin dalam otak. Hal ini akan menyebabkan kecanduan dan perasaan ingin mendapatkan `pengalaman rasa` yang sama. Gangguan pada ketersediaan dopamin maupun jumlah reseptor dopamin akan dapat menyebabkan abnormalitas perilaku dan aktifitas gerak.

Beberapa area otak yang terkait dengan jalur VTA-NAc juga essensial dalam mekanisme reward dan perubahan reward secara kronik dalam kaitannya dengan adiksi. Area yang dimaksud adalah amygdala, hippocampus, hipotalamus, dan beberapa wilayah di korteks frontal. Beberapa area ini adalah bagian penting dari sistem penyimpanan memori di otak. Hal ini menghantarkan kepada pemahaman bahwa aspek-aspek penting dalam mekanisme adiksi sangat terkait dengan memori.

Selanjutnya ada suatu indikasi bahwa jalur VTA-NAc dan beberapa wilayah sistem limbik tersebut juga memediasi efek `natural addiction` terhadap `natural rewards` seperti makanan, seks dan interaksi sosial. Dalam jurnal Molecular Psychiatry, Volkow, N. D et al. melaporkan bahwa ditemukannya abnormalitas yang serupa dari hasil scan penampakan otak untuk kecanduan obat dan kecanduan alamiah (natural addiction). Meskipun demikian, penelitian lebih lanjut untuk mekanisme kecanduan alamiah ini masih perlu dilakukan, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi dan heterogennya sindrom klinik yang muncul.

Eisch, A.J. dalam Progress in Brain Research melaporkan bahwa setelah pemakaian secara kronik, beberapa obat yang memiliki efek candu berkecenderungan untuk mengurangi neurogenesis (pembentukan sel saraf baru) di otak daerah dentate gyrus hippocampus orang dewasa. Sampai saat ini fungsi neurogenesis hippocampal orang dewasa merupakan subjek yang masih sangat kontroversial. Pembentukan sebuah sel saraf baru dipercaya merupakan hal yang esensial dalam pembentukan sebuah memori baru. Penemuan selanjutnya untuk memperkuat bukti bahwa penggunaan obat-obat tertentu secara kronik dapat mereduksi neurogenesis masih dinantikan. Penemuan tersebut akan berguna untuk menjawab pertanyaan mengenai mekanisme abnormalitas perilaku yang menyimpang dan ingatan yang berkurang dari banyak kasus kecanduan.

Candy dan dopamin

Jika anda menginginkan sebuah permen yang pernah anda rasakan sebelumnya, reward yang ditimbulkan ketika anda ingin merasakan nikmatnya pengalaman mengunyah permen tersebut juga adalah peran dopamin. Ketika manusia lapar dan melihat makanan, sel-sel dopamin akan teraktivasi. Kalau anda memakan makanan yang sangat lezat dan pada waktu yang lain anda melihatnya kembali, sel-sel dopamin anda akan teraktivasi hingga mengumpul dan menjenuh. Riset selanjutnya dalam kaitan antara dopamin dan makanan dilaporkan oleh Volkow.N et al. dari Brookhaven National Laboratory yang membawa kemungkinan baru dalam strategi pengobatan obesitas/ kegemukan. Ditemukan adanya abnormalitas kadar reseptor dopamin dalam otak orang-orang yang kegemukan. Dengan menggunakan PET (Positron Emission Topography) dan senyawa radioaktif, dilakukan pengukuran kadar reseptor dopamin dalam otak 10 orang pasien obesitas dan 10 orang dengan berat normal. Hasilnya menunjukkan kadar reseptor dopamin yang lebih rendah pada pasien obesitas dibandingkan dengan orang normal. Gene-Jack Wang dari laboratorium yang sama mengemukakan bahwa cara memperbaiki kembali fungsi dopamin dimungkinkan sebagai salah satu strategi dalam pengobatan pasien obesitas. 

Crazy dan Dopamin

Ingatkah anda pada kegilaan nobelis DR. John Nash dengan tokoh halusinasinya yang di abadikan dalam film `Beautiful mind`? Pada pasien schizophrenia, kadar dopamin meningkat berlebihan, sehingga menyebabkan otak berhalusinasi. Schizophrenia adalah gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hubungan antarpribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Psikiater asal Scandinavia, Dr. John Carlson, menyebutkan bahwa banyak ilmuwan top dunia dalam sejarah ternyata mengidap Schizophrenia. Riset di laboratorium dengan menggunakan aneka macam tehnik kedokteran nuklir diantaranya pemakaian radioisotop untuk menentukan bagian-bagian pada otak yang berkaitan dengan schizophrenia semakin digalakkan. Riset dipusatkan pada penelusuran mekanisme dan daya kemampuan otak untuk menimbulkan dopamin. Menurut dugaan, abnormalitas pada schizophrenia terjadi dalam bentuk rantai panjang serta komplek yang dimulai dengan perubahan pirosin menjadi dopa, dopa menjadi dopamin, dan dopamin menjadi noradrenalin. Masing-masing mata rantai ini terjalin menggunakan enzim yang spesifik. Ketika adanya gangguan saat proses konversi kritis ini berlangsung, maka memungkinkan terbentuknya ketidakseimbangan kadar dopamine sehingga menimbulkan gangguan perilaku dan mental.

Lain halnya dengan Parkinson, kadar dopamin pada pasien yang menderita penyakit ini menurun berlebihan, sehingga menyebabkan otot motorik kehilangan fungsi normalnya. Gejala yang ditimbulkan akan berupa tremor/dyskinesia (distorsi dalam menjalankan otot volunter). Arvid Carlsson, ilmuwan asal Swedia, adalah orang yang mengarahkan pemahaman mengenai dopamin dan penyakit parkinson. Ia membuktikan bahwa di dalam daerah ganglia basalis otak manusia terdapat kadar yang tinggi dopamin. Sebelumnya, para ilmuwan masih meyakini bahwa dopamin hanyalah suatu prekursor bagi neurotransmitter noradrenalin. Carlsson berhasil mematahkan anggapan ini, karena ia menemukan bahwa dopamin terkonsentrasi di daerah otak yang lain dari tempat noradrenalin, sehingga ia berkesimpulan, dopamin adalah neurotransmitter tersendiri yang terpisah dari noradrenalin. Atas penemuannya ini, ia dianugrahi nobel di bidang kedokteran tahun 2000. 

Riset Carlsson mengenai dopamin meningkatkan pemahaman mengenai obat-obat Parkinson dan beberapa obat lain. Ia berhasil menunjukkan obat-obat antipsikotik yang banyak dipakai untuk mengobati pasien skizofrenia, mempengaruhi transmisi sinaptik dengan memblok reseptor-reseptor dopamin. Temuan Carlsson juga memiliki makna penting bagi pengobatan depresi, salah satu penyakit kejiwaan yang paling banyak dialami manusia. Ia berkontribusi bagi pengembangan obat-obat antidepresi generasi baru, yaitu kelompok SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor) seperti Prozac (flouxetine) yang sempat terlaris di Amerika (pada awal tahun 1990-an mencapai omzet 1 milyar dollar AS, walaupun kemudian popularitasnya mulai menurun karena diperdebatkan sebagai "kapsul kepribadian", yang membuat pasien yang meminumnya seolah-olah mengalami perubahan kepribadian).

Selain Schizophrenia dan Parkinson, ketidakseimbangan kadar dopamin dalam otak juga diduga mempunyai korelasi dengan penyakit Attention-Deficit/Hyperactivity Disorders (ADHD) dan autisme, dimana keduanya memberikan gejala abnormalitas pada perilaku pasien.

Memoriku Dopaminku

Bagaimana seorang pelukis handal dapat melukis wajah seorang gadis memikat hati yang lama tak ditemuinya atau bagaimana seorang penulis merincikan kembali pemandangan gunung Fuji dengan sentuhan emosi dan cuaca saat itu. Kedua kejadian tersebut berkaitan erat dengan sistem reward dan memori.

Menulis seperti halnya melukis, dimana keduanya menaburkan ingatan-ingatan akan kata maupun bentuk rupa. Ketika anda melukis, anda menggunakan banyak area di otak bagian belakang tempat korteks visual dimana suatu gambar dibentuk. Baik dengan kuas maupun pena, imagi-imagi akan keluar dari lokus-lokus memori.

Suatu memori mengkorelasikan anda tidak hanya kepada bentuk gambar masa lalu, namun juga bentuk emosi masa lalu. Riset-riset untuk mengungkap misteri penyimpanan memori menjadi topik bahasan yang menarik untuk para ilmuwan. Perlombaan mengkorelasikan kimia otak seperti dopamin, noradrenalin, ratusan enzim dan ribuan gen-gen pengkode menjadi tema-tema di laboratorium neuroscience tersebar di berbagai negara. 

Pengungkapan tabir mekanisme dopamin bermanfaat untuk strategi penanggulangan penyakit yang disebabkan oleh abnormalitas dopamin. Disamping berperan penting untuk mengenali wilayah abu-abu misteri proses daya ingat, penyimpanan memori, penentuan sebuah keputusan hingga membentuk suatu kebiasaan perilaku. 

Andaikata mekanisme jalur-jalur dopamin dalam otak manusia terungkap transparan, bukan tidak mungkin suatu saat nanti akan ada pasien meminta dokter untuk memberikan resep meningkatkan `pleasure feelings` setelah 3-4 tahun usia pernikahan, dimana kadar `love chemistry` saat itu telah menurun. Di lain sisi, bisa jadi masyarakat membutuhkan parameter tambahan berupa pengukuran kadar dopamin sebagai salah satu syarat kandidat presiden. Para pengusaha mempunyai cara yang lebih mudah untuk meningkatkan kinerja para anak buahnya dalam mengambil keputusan, para psikolog harus berfikir lebih keras untuk menjadi lebih cerdas menanggulangi berbagai masalah baru dalam perilaku manusia, dan para sastrawan akan sibuk merekonstruksi kembali definisi dan makna cinta.

Daftar bacaan:
1. Keeping the memories flowing. Nature neuroscience 9, 1199-1200 (2006)
2. Midbrain dopamine neurons encode decisions for future action. Nature Neuroscience 9, 1057-1063 (2006)
3. Choice values. Nature neuroscience 9, 987-988 (2006)
4. Prefrontal cortex and decision making in a mixed-strategy game. Nature neuroscience 7, 404 - 410 (2004)
5. Lust und Liebe (Lust and love): is it more than chemistry? G Frobe and R Frobe, translated by M Gross, Cambridge UK, RSC (2006)
6. Is there a common molecular pathway for addiction? Nature Neuroscience 8, 1445 - 1449 (2005). 
7. (Romantic love: An fMRI study of a neural mechanism for mate choice). The journal of Comparative Neurology vol. 493, issue 1. 58-62 (2005)
8. Dopamine in drug abuse and addiction: results from imaging studies and treatment implications. Mol. Psychiatry 9, 557-569 (2004)
9. Love, Actually. Nature 427, 396-397 (29 January 2004)
10. Physiology Nobel: Celebrating the Synapse. Science Magazine vol. 290. no. 5491, p. 424. (20 October 2000)

Thursday, September 20, 2012

Dopamin

Dopamin (bahasa Inggris: dopamine, prolactin-inhibiting factor, prolactin-inhibiting hormone, prolactostatin, PIF, PIH) adalah salah satu sel kimia dalam otak berbagai jenis hewan vertebrata dan invertebrata, sejenis neurotransmiter (zat yang menyampaikan pesan dari satu syaraf ke syaraf yang lain) dan merupakan perantara bagi biosintesis hormon adrenalin dan noradrenalin. Dopamin juga merupakan suatu hormon yang dihasilkan oleh hipotalamus. Fungsi utamanya sebagai hormon ialah menghambat pelepasan prolaktin dari kelenjar hipofisis (lobus anterior hipofisis).

Fungsi dopamin sebagai neurotransmitter ditemukan pada tahun 1958 oleh Arvid Carlsson dan Nils-Ake Hillarp di Laboratorium Farmakologi Kimia dari Institut Jantung Nasional Swedia. Hal itu bernama dopamin karena monoamina, dan prekursor sintetis yang adalah 3,4 -”d”ihydr”o”xy”p”henyl”a”lanine (L-dopa). Arvid Carlsson dianugerahi Hadiah Nobel 2000 dalam Fisiologi atau Kedokteran untuk menunjukkan dopamin yang tidak hanya prekursor norepinefrin (noradrenalin) dan epinefrin (adrenalin) tetapi neurotransmitter juga. Dopamin disintesis pertama kali pada tahun 1910 oleh George Barger dan James Ewens di Laboratorium Wellcome di London, Inggris. Dopamin memiliki rumus kimia C6H3 (OH) 2-CH2-CH2-NH2. Nama kimianya adalah”4 - (2-aminoethyl) benzena-1,2-diol” dan singkatan adalah ”DA.”

Dopamine ini dilemahkan oleh reupatake melalui transporter, kemudian enzimatik oleh katekol-O-metil transferase (COMT) dan monoamine oxidase (MAO). Dopamine yang tidak dipecah oleh enzim yang dikemas ke dalam vesikel untuk digunakan kembali.

Organ Penghasil

Hormon ini diproduksi di ginjal dan hipotalamus. Dopamin diproduksi di beberapa daerah otak, termasuk nigra substantia dan daerah tegmental ventral. Dopamin juga merupakan neurohormon yang dilepaskan oleh hipotalamus.


Neurotransmiter dengan lokalisasi diskrit dalam otak. (A) Struktur kimia dari dopamin neurotransmitter monoamina dan gambar skematik lokalisasi dopamine mengandung neuron dalam otak manusia dan tikus dan situs mana yang mengandung dopamin akson ditemukan. (B) Struktur kimia serotonin neurotransmitter monoamina dan peta yang menunjukkan lokasi otak serupa sel serotonin yang mengandung dan akson mereka.

Dopamine merupakan  hasil dari biosintesis dalam tubuh (terutama oleh jaringan saraf dan medulla kelenjar adrenal), perata oleh hidroksilasi dari asam L-amino tirosin L-dopa melalui enzi tirosin 3-monooxygenase yang juga dikenal sebagai hidroksilase tirosin, dan kemudian oleh dekarboksilasi L-dopa oleh L-aromatik asam amino dekarboksilase (yang seringa disebut sebagai dekarboksilase dopa). Dalam beberapa neuron, dopamine diproses lebih lanjut menjadi norepinefrin oleh dopamine beta hidroksilase. Dalam neuron dopamine dikemas setelah disintesis menjadi vesikula yang kemusian dilepaskan ke sinaps dalam menanggapi suatu potensial aksi presynaptic.

Fungsi

Dopamin memiliki banyak fungsi di otak, termasuk peran penting dalam perilaku dan kognisi, gerakan sukarela, motivasi dan penghargaan, penghambatan produksi prolaktin (yang terlibat dalam laktasi), tidur, mood, perhatian, dan belajar. Neuron dopaminergik (yaitu, neuron yang utama adalah dopamin neurotransmitter) yang hadir terutama di daerah tegmental ventral (VTA) dari otak tengah, substantia nigra pars compacta, dan inti arkuata dari hipotalamus.

Fungsi utamanya sebagai hormon ialah menghambat pelepasan prolaktin dari kelenjar hipofisis (lobus anterior hipofisis). Dopamin adalah inhibitor neuroendokrin utama dari sekresi prolaktin dari kelenjar hipofisis anterior. Dopamine dihasilkan oleh neuron dalam nukleus arkuata hipotalamus adalah dikeluarkan ke dalam pembuluh darah hypothalamo-hypophysial dari median eminence, yang memasok kelenjar pituitary. Sel-sel lactotrope yang menghasilkan prolaktin, dalam ketiadaan dopamin, prolaktin mensekresi terus menerus; dopamin menghambat sekresi ini. Dengan demikian, dalam konteks mengatur sekresi prolaktin, dopamine kadang-kadang disebut prolaktin-faktor penghambat (PIF), menghambat hormon prolaktin (PIH), atau prolactostatin. Di otak, fungsi phenethylamine sebagai neurotransmitter, mengaktifkan lima jenis reseptor dopamin-D 1, D 2, D 3, D 4, dan D 5-dan varian mereka. Dopamin yang tidak hanya prekursor norepinefrin (noradrenalin) dan epinefrin (adrenalin) tetapi neurotransmitter, juga.

Dopamine sangat berperan dalam proses berpikir (cognitive). Proses berpikir ini sering disebut dengan kemampuan otak untuk memproses informasi. Artinya dopamine ini dapat membuat otak jadi “encer”. Dopamine juga berfungsi dalam memotivasi manusia. Motivasi ini bias berguna untuk hal-hal biolois, seperti makan, hobi, dan untuk motivasi mengejar suatu tujuan tertentu. Baukan itu saja, motivasi ini juga mempengaruhi keinginan anak untuk menjadi ideak atau sempurna. Keinginan untuk member juga merupakan salah satu akibat dari dopamine.

Zat ini juga berperan besar dalam sistem penghargaan (reward system) manusia. Banyak hal yang ada pada kita dipengaruhi oleh dopamine, seperti daya ingat, tidur, perasaan (mood), dan perhatian. Ada dugaan (masih dalam taraf pembuktian) bahwa dapamin berperan dalam reward prediction error (disingkat RPE). Dengan kemampuan RPE ini dopamine dipercaya berperan dalam menentukan kebiasaan baru. Jadi, dengan kadar dopamine yang cukup, anak akan lebih baik dalam mengembangkan suatu kebiasaan baru. Anak menjadi lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan atau pengetahuan baru.

Hormon ini berfungsi untuk meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah Dopamine bekerja dengan cara meningkatkan kekuatan memompa pada jantung dan suplai darah ke ginjal dan digunakan untuk meningkatkan fungsi jantung ketika jantung tak mampu memompa cukup darah.
Yang Mengatur Pengeluarannya

Ada suatu kelenjar di otak yang menghasilkan serotonin. Dalam gambar diatas terlihat jalur dopamine dan serotonin. Fungsi serotonin ini antara lain untuk pengaturan perasaan (mood), permrosesan daya ingat, tidur, dan proses berpikir. Kelenjar yang memproduksi zat ini terletak di otak tengah.

Akibat Kelebihan Dan Kekurangan

Kelebihan

Dopamin berperan memberikan stimulus kewaspadaan. Bagaimanapun, konsentrasi dopamin yang terlalu tinggi dapat meningkatkan denyut jantung (detak jantung tidak teratur), tensi otot, dan mengganggu pola tidur sebagai dampak dari meningkatnya kepercayaan diri dan perhatian yang berlebihan. Kelebihan dopamin berhubungan dengan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan perilaku pengambilan risiko. Selain itu juga dapat menyebabkan mual, muntah, sakit kepala, sakit dada, kesulitan bernapas, perubahan jumlah urin, perubahan warna kulit, sakit di kaki dan lengan.

Dopamin yang berlebihan juga dapat menyebabkan skizofrenia. Skizofrenia merupakan penyakit otak yang timbul akibat ketidakseimbangan pada dopamine, yaitu salah satu sel kimia dalam otak. Ini merupakan gangguan jiwa psikotik paling lazim dengan ciri hilangnya perasaan afektif atau respons emosional dan menarik diri dari hbungan antar pribadi normal. Sering kali diikuti dengan delusi (keyakinan yang salah) dan halusinasi (persepsi tanpa ada rangsang pancaindra). Pada pasien penderita, ditemukan penurunan kadar transtiretin atau pre-albumin yang merupakan pengusung hormone tiroksin, yang menyebabkan permasalahan pada zalir serebrospinal. Skizofrenia bisa mengenai siapa saja. Data American Psychietric Association (APA) tahun 1995 menyebutkan 1% populasi penduduk dunia menderita skizofrenia. 75% penderita skizofrenia mulai mengidapnya pada usia 16-25 tahun. Usia remaja dan dewasa muda memang beresiko tinggi karena tahap kehidupan ini penuh stressor. Kondisi penderita sering terlambat disadari keluarga dan lingkungannya karena dianggap sebagai bagian dari tahap penyesuaian diri. Pengenalan dan intervensi dini berupa obat dan psikososial sangat penting karena semakin lama ia tidak diobati, kemungkinan kambuh semakin sering resistensi terhadap upaya semakin kuat. Seseorang yang mengalami gejala skizofrenia sebaiknya segera dibawa ke psikiater dan psikolog.

Indikator premorbid (pra-sakit) pre- skizofrenia antara lain ketidakmampuan seseorang mengekspresikan emosi: wajah dingin, jarang tersenyum, acuh tak acuh. Penyimpangan komunikasi: pasien sulit melakukan pembicaraan terarah, kadang menyimpang (tanjential) atau berputar-putar (sirkumstantial). Gangguan atensi: penderita tidak mampu memfokuskan, mempertahankan, atau memindahkan atensi. Gangguan perilaku: menjadi malu, tertutup, manarik diri secara social, tidak bias menikmati rasa senang, menantang tanpa alas an jelas, mengganggu dan tak disiplin. Gejala-gejala skizofrenia pada umumnya bias dibagi menjadi 2 kelas :

Gejala-gejala positif
Termasuk halusinasi, delusi, gangguan pemikiran (koggnitif). Gejala-gejala ini disebut positif karena merupakan manifestasi jelas yang dapat diamati oleh orang lain.

Gejala-gejala negative
Gejala-gejala yang dimaksud disebut negatif karena merupakan kehilangan dari cirri khas atau fungsi normal seseorang. Termasuk kurang atau tidak mampu menampakkan/ mengekspresikan emosi pada wajah dan perilaku, kurangnya dorongan untuk berkativitas, tidak dapat menikmati kegiatan-kegiatan yang disenangi dan kurangnya kemampuan bicara (alogia).

Meski bayi dan anak-anak kecil dapat menderita skizofrenia atau penyakit psikotik yang lainnya, keberadaan skizofrenia pada grub ini sangat sulit dibedakan dengan gangguan kejiwaan seperti autism, sindrom asperger atau ADHD atau gangguan perilaku dan gangguan Post Stress Disorder. Oleh sebab itu diagnose penyakit psikotik atau skizofrenia pada anak-anak kecil harus dilakukan dengan sangat berhati-hati oleh psokiater atau psikolog yang bersangkutan. Pada remaja perlu diperhatikan kepribadian pra-sakit yang merupakan factor predisposisi skizofrenia, yaitu gangguan kepribadian paranoid atau kecurigaan berlebihan, menganggap semua orang sebagai musuh. Gangguan kepribadian schizoid yaitu emosi dingin, kurang mampu bersikap hangat dan ramah pada orang lain serta selalu menyendiri. Pada gangguan skizotipal orang memiliki perilaku atau tampilan diri aneh dan ganjil, afek sempit, percaya hal-hal aneh, pikiran magis yang berpengaruh pada perilakunya, persepsi panca indra yang tidak biasa, pikiran obsesif tak terkendali, pikiran yang samar-samar, penuh kiasan, sangat rinci da ruwet atau stereotipik yang termanifestasi dalam pembicaraan yang aneh dan inkoheren.

Tidak semua orang yang memiliki indicator premorn=bid pasti berkembang menjadi skizofrenia. Banyak factor lain yang berperan untuk munculnya gejala skizofrenia, misalnya stressor lingkungan dan factor genetik. Sebaliknya mereka yang normal bias saja menderita skizofrenia jika stressor psikososial terlalu berat sehingga tak mampu mengatasi. Beberapa obat terlarang seprti ganja, halusinogen atau amfetamin (ekstasi) juga dapat menimbulkan gejala-gejala psikosis. Penderita skizofrenia memerlukan perhatian dan empati, namun keluarga perlu menghindari reaksi yang berlebuhan seperti sikap terlelu mengkritik, terlalu memanjakan dan terlalu mengontrol yang justru bias menyulitkan penyembuhan. Perawatan terpenting dalam menyembuhkan penderita skizofrenia adalah perawatan obat-obatan antipsikotik yang dikombinasikan dengan perawatan terapi psikologis.

Kekurangan

Kekurangan dopamin dapat menyebabkan penyakit parkinson. Pada penyakit ini terjadi kehilangan neuron-neuron yang mengandung dopamine (DA) dalam substantia nigra.

Neuron-neuron tersebut secara normal berproyeksi ke putamen kaudat (satu bagian dari ganglia basal ) tempat DA menghambat inisiasi impuls saraf (firing) neuron-neuron kolinergik. Neuron-neuron kolinergik ini membentuk sinaps eksitatori pada neuron-neuron yang lain yang berproyeksi ke luar ganglia basal. Karena kehilangan neuron yang mengandung DA, neuron-neuron kolinergil tedak memiliki sifat inhibisi normal.

Parkinson adalah penyakit berkurangnya kemampuan untuk menggerakkan  otot secara benar. Penyakit ini menyerang dua persen orang berusia 65 tahun ke atas dan 4-5 persen orang berusia 85 tahun ke atas. Pergerakan otot yang tak terkendali itu akibat hilangnya dopamine neurons. Ciri-ciri seseorang terkena penyakit Parkinson adalah ketika sedang diam ada sebagian otot yang terus bergetar. Dopamine, zat kimia yang mengkoordinasikan fungsi neurons untuk mengkontrol pergerakan otot tubuh, diproduksi oleh sel urat sayraf di substantia nigra. Ketika 80 persen dari sel tersebut mati atau rusak, gejala penyakit parkinson mulai muncul, termasuk tubuh yang bergetar, pergerakan yang melamban, kaku, dan kseulitan untuk menjaga keseimbangan tubuh.

Dalam kasus penyakit parkinson, kita tahu bahwa matinya sel dopamine menjadi penyebab tibulnya gejala tersebut. Tapi tak ada yang mengetahui mengapa sel-sel itu bisa mati. Jika dilihat dari sisi sel, tak banyak yang mengetahui penyebabnya. Pasien parkinson kehilangan dopamine neurons pada sebagian otaknya di dalam substantia nigra. Stadium lanjutan kehilangan lebih banyak dopamine di dalam otak disebut striatum. Dan jumlah keseluruhan protein yang hilang disebut alpha-synuclein.

Para ilmuwan menemukan bukti baru bahwa zat racun yang diproduksi oleh otak menjadi pemicu kerusakan sel penyebab terjadinya penyakit Parkinson. Bahwa racun otak yang disebut DOPAL membunuh dopamine neurons dan memicu terjadinya penyakit tersebut. Untuk sebgaian orang, protein tersebut saling berhimpitan. Para peneliti menemukan bahwa DOPAL yang menyebabkan protein alpha-synuclein di otak hilang. Akibatnya jumlah DOPAL semakin banyak yang menyebabkan matinya dopamine sel, yang selanjutnya akan menyebabkan orang mengalami Parkinson.

Kekurangan hormon dopamin dapat menyebabkan tertekan, motivasi rendah, kesulitan memberikan perhatian dan berkonsentrasi, berpikir lambat, rendah libido dan impotensi, mudah lelah, berat badan cepat naik, dan mengalami gangguan tidur. Kekurangan dopamine di bagian otak ini dianggap mempunyai pengaruh terhadap terjadinya ADD (attension deficit disorder, anak menjadi kurang perhatian atau tidak bias berkonsentrasi). Selain itu kekurangan dopamine bias menyebabkan autis, ADHD (attention deficit hyperactivity disorser, kelaian anak karena tidak dapat memerhatikan sekelilingnya dan mempunyai aktivitas yang berlebihan), bahkan juga penyalagunaan obat-obatan.

Otak Besar Bagian Korteks Prefrontal Diceritakan Qur’an



Allah berfirman di dalam Al-Quran tentang salah satu kejahatan orang kafir yang melarang Nabi Muhammad SAW untuk shalat di Ka’bah:
“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti (berbuat demikian) niscaya Kami tarik ubun-ubun (nashiyah)-nya, (yaitu) ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka” (Quran Surat Al-Alaq ayat 15-16)
Apa maksud ayat Qur’an diatas? Kenapa ubun-ubun yang ditarik sebagai balasan orang kafir tersebut? Apa pentingnya ubun-ubun? Kenapa ubun-ubun orang kafir tersebut dikatakan sebagai ubun-ubun orang yang mendustakan lagi durhaka? Apakah ada hubungan ubun-ubun dengan sifat kafir, dusta atau durhaka?
Kata ubun-ubun dalam ayat diatas merupakan terjemahan teks asli Qur’annya dari kata nashiyah. Muhammad Abduh menafsirkan kata “nashiyah” itu sendiri sebagai rambut yang tumbuh di atas dahi (jidat) atau jidat itu sendiri. Ini adalah simbol kesombongan, keangkuhan, dan kehormatan. Sehingga orang yang menarik rambut di atas jidat orang lain menunjukkan penghinaan yang sangat besar terhadap orang itu. Karena orang yang ditarik rambut jidatnya itu menjadi tidak berdaya sama sekali. Persis seperti seekor kuda yang dipegang jambulnya.(1)
Di dalam ilmu kedokteran, deerah ubun-ubun (nashiyah) ini memiliki makna tersendiri. Bagian otak yang ditutupi oleh jidat atau ubun-ubun itu dikenal sebagai lobus frontalis. Dan daerah lobus frontal yang tepat berada dibelakang dahi ini disebut korteks prefrontal. Sangat menarik sekali untuk dibahas bahwasanya daerah korteks prefrontal ini  memiliki fungsi yang berkaitan dengan sikap dan perilaku.
Korteks Prefrontal
Terdapat suatu cerita nyata mengenai hal ini. Phineas Gage (1823-1860), seorang pekerja konstruksi Rutland and Burlington Railroad, ketika sedang bekerja tertimpa sebatang besi tak terduga yang menembus tengkorak kepalanya (mengenai korteks prefrontal) sampai menembus mata kanannya. Untungnya, Gage tidak meninggal karena kejadian ini. Sebelum kecelakaan itu, Gage adalah orang yang mudah bersosialiasi, baik hati dan rajin bekerja. Namun, sejak kecelakaan itu perilaku Gage berubah. Kecelakaan itu tidak menyebabkannya mengalami gangguan bicara atau bergerak dan kemampuan belajar, mengingat, serta kepandaian lainnya tampaknya hanya sedikit terganggu. Namun, ada hal yang sangat berubah dari dirinya sampai-sampai teman-teman kerjanya mengatakan Gage bukanlah Gage yang dulu lagi. Gage menjadi seseorang yang tidak menghormati orang lain, tidak sabaran, tidak bertanggung jawab, tidak sensitif, dan tidak menepati janji.(2,3)
Phineas GageSketsa Luka Otak Phineas Gage
Sebuah pengamatan yang serupa dilakukan oleh Damasio dan rekannya. Damasio dkk mempelajari dua orang yang dewasa yang ketika masa bayinya menderita kerusakan korteks prefrontal (satu karena kecelakaan dan satunya lagi karena tumor otak meningioma). Pada kasus tersebut, subjek penelitian telah sembuh sempurna dari kerusakan (lesi) pada otaknya, tetapi terdapat perilaku yang antisosial dan amoral pada kedua subjek tersebut. Wanita, 20 tahun, subjek pengamatan Damasio dkk, adalah orang yang pintar dan secara akademis sangat kompeten, tetapi ia mencuri barang dari keluarganya dan anak-anak lain, serta sering menganggu orang lain baik secara perkataan (verbal) maupun secara fisik. Ia juga sering berbohong dan gonta ganti pasangan. Subjek yang kedua, laki-laki 23 tahun, dalam pengamatan Damasio dkk adalah orang yang tidak memilki motivasi hidup, jorok, sering bohong, senang mengganggu orang dan sering gonta ganti pacar. Damasio dkk menyatakan bahwa masalah perilaku mereka tidak disebabkan oleh keadaan lingkungan mereka sebab kedua subjek penelitian tersebut berasal dari keluarga yang penyayang, stabil, ekonomi menengah dan orang tua yang berdedikasi. Malahan, dari kedua keluarga tersebut tidak memiliki anak-anak lain yang memiliki masalah perilaku sebagaimana kedua subjek penelitian tadi.(4)
Adrian Rane, guru besar psikologi dari Universitas Southern California, ketika mengadakan penelitian pada para pelaku-pelaku kejahatan bahwa terdapat hubungan erat antara korteks prefrontal dengan perilaku agresif yang ditunjukkan oleh para pelaku kejahatan. Penelitiannya pada 38 otak pria dan wanita, dengan alat PET (Positron Emission Tomography) menunjukkan betapa berpengaruhnya daerah prefrontal ini dalam tingkah laku manusia. Ia menemukan bahwa kerusakan pada daerah ini karena cedera, trauma lahir atau luka-luka di kepala, akan membuat seorang anak dari keluarga baik-baik dapat melakukan perbuatan kriminal yang tercela.(5)
Penelitian serupa juga dilakukan pada monyet yang dilakukan ablasi total atau hampir total pada korteks prefrontalnya. Monyet-monyet tersebut menjadi apatis, cuek, suka menyendiri, kurang agesif, serta tidak memiliki sikap bersaing dalam hal makanan, seks dan tempat tinggal.(6)
Berbagai macam penelitian mengenai hal ini terus berkembang sampai sekarang. Setidaknya sudah diketahui fungsi-fungsi dari korteks prefrontal ini. Korteks prefrontal ini memiliki fungsi untuk membedakan baik dan buruk, baik dan lebih baik, sama dan berbeda, mengatur emosi dan perilaku dengan mempertimbangkan konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan, bekerja dengan tujuan yang telah ditetapkan, ekspresi personal, membuat keputusan, memprediksi hasil atau perbuatan, serta kemampuan kontrol perilaku sosial dan seksual. Banyak juga kelainan-kelainan neurologis yang diduga terjadi karenadisfungsi dari korteks prefrontal ini yaitu skizofrenia, kelainan bipolar dan ADHD.(7,8,9)
Ahli saraf Joseph deLoux menemukan bahwa daerah prefrontal ini berperanan dalam menata emosi manusia. Reaksi yang tidak terkontrol yang dipicu oleh hubungan thalamus dan amigdala dapat diredam oleh prefrontal. Masuk akal, jika prefrontal rusak, emosi akan menjadi “liar”. Rusaknya prefrontal kiri membuat pemiliknya mudah cemas dan memiliki rasa takut yang hebat. Sedangkan, rusaknya prefrontal kanan membuat pemiliknya “kelewat ceria”. Ini dapat terjadi karena prefrontal kanan merupakan gudang marah, cemas, dan takut. Emosi-emosi ini dihambat oleh prefrontal kiri. Jadi, prefrontal kiri berfungsi seperti “bumper” bagi prefrontal kanan. Sirkuit prefrontal-limbik itu sangat penting dalam kehidupan mental. Menurut Josep deLoux, sambungan itu dapat menjadi pemandu manusia untuk membuat keputusan-keputusan penting dalam kehidupan. Sirkuit ini juga berkaitan erat dengan apa yang disebut suara hati dan intuisi.(10)
Oleh karena itu, sangat tepat bila bagian depan kepala (nashiyah) orang kafir tersebut  dikatakan melambangkan sikap dusta dan durhaka sebagaimana yang ada di dalam al-Quran surat al-Alaq : 15-16. Inilah suatu bukti bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Tuhan, bukan buatan manusia. Sebenarnya masih banyak lagi kenyataan-kenyataan Qur’an yang baru dapat dibuktikan maknanya oleh sains pada abad 20 ini.
Bagian depan kepala (nashiyah) dalam Qur’an nampaknya melambangkan sifat-sifat atau akhlakcara berpikir dan bertindak. Mungkin ini juga yang menyebabkan kenapa di dalam sholat ada ritual sujud (menempelkan jidat) pada semen atau alas. Hal ini mungkin saja melambangkan agar kita memiliki ketudukan pada Allah dan agar memiliki pikiran dan perbuatan yang mulia.
Allah berfirman :
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah  keras  terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan  sujud  mencari  karunia  Allah  dan keridhaan-Nya, tanda-tanda  mereka  tampak  pada muka mereka dari bekas sujud…(Qur’an Surat Al-Fath ayat 29)
Apa tanda bekas sujud? Apakah maksudnya bulatan hitam pada jidat karena sering sujud atau alas sujudnya keras? Saya rasa maksudnya bukan bekas hitam pada jidat karena fisik bukanlah patokan seseorang tersebut sholeh. Arti tanda bekas sujud menurut saya adalah akhlak, berpikir dan bertindak yang baik.
Dari Manshur, Aku bertanya kepada Mujahid tentang maksud dari firman Allah, ‘tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud’ apakah yang dimaksudkan adalah bekas di wajah? Jawaban beliau, “Bukan, bahkan ada orang yang ‘kapal’ yang ada di antara kedua matanya itu bagaikan ‘kapal’ yang ada pada lutut onta namun dia adalah orang bejat. Tanda yang dimaksudkan adalah kekhusyu’an” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan Kubro no 3702).

Subhanallah…
Wallahu ‘alam bishowab.
Sumber:
1. Muhammad Abduh, Tafsir Juz ‘Amma, Bandung: Penerbit Mizan, 1998, h.256
5. Lihat harian Republika, 6 April 1998.
6. Joaquin M. Fuster. The Prefrontal Cortex, Fourth Edition, 2008, hal 131.
10. Taufik Pasiak. Revolusi IQ, EQ, SQ.  Mizan, 2002.

Thursday, July 5, 2012

Cinta Bisa Bikin Orang Jadi Bodoh

'Cinta membuat orang buta'. Pepatah itu sudah sering terdengar untuk menggambarkan perilaku orang jatuh cinta yang tak bisa melihat kekurangan pasangannya. Tapi tahukah Anda selain membuat buta, cinta juga membuat orang menjadi bodoh.
img
Prof. Robin Dunbar, evolutionary psychologist dari University of Oxford berpendapat bahwa bagian-bagian rasional dari otak manusia tertutup saat ia sedang jatuh cinta.

Prof Dunbar mengembangkan teorinya setelah menganalisa temuan-temuan dari percobaan otak yang dilakukan di Inggris lebih dari satu dekade lalu di University College of London.

Dalam penelitiannya, Prof Dunbar melakukan pengujian dengan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mengamati aktivitas otak dari 17 relawan yang sedang melihat foto pasangan yang benar-benar ia cintai.

"Ketika orang-orang melihat foto orang yang mereka cintai, bagian rasional dari otak mereka terpengaruh oleh 'sindrom merah jambu' dan jantung memerintahkan kepala, hingga menumpulkan kemampuan kritis mereka," jelas Prof Dunbar, seperti dilansir news.com.au, Kamis (5/7/2012).

Yang tampaknya terjadi, lanjut Prof Dunbar, orang sadar membuat keputusan untuk tertarik pada seseorang dan pada saat tersebut bagian rasional otaknya seakan-akan mati.

"Jika korteks prefrontal 'dimatikan', elemen perlindungan dan perasaan hati-hati pun tidak ada," tutup Prof Dunbar.

Orang-orang Jenius dengan IQ Lebih dari 200

Beberapa orang di dunia terlahir dengan kecerdasan otak yang luar biasa. Kebanyakan ilmuwan pada jaman Albert Einstein memiliki skor intelektual (IQ/Inteligence Quotient) antara 160 sampai 200, tetapi ada beberapa orang yang memiliki IQ lebih dari 200.

Berikut 8 orang yang memiliki IQ lebih dari 200, seperti dilansir eoht, Kamis (5/7/2012) yaitu:
img
1. Joseph N. Hall

Joseph N. Hall dilahirkan pada tahun 1996 di San Fransisco. Pada saat usianya 9 tahun, IQ Hall bahkan tidak dapat diukur dengan tes kecerdasan yang sederhana. Hall masuk ke perguruan tinggi pada usia 11 tahun.

2. Christopher Otway

Otway lahir pada tahun 1977 dan telah menunjukkan bakat yang luar biasa sejak masih balita. Dirinya mulai belajar sendiri membaca sebelum usia 2 tahun. Ketika usianya 4 tahun, Otway telah gemar membaca buku-buku ensiklopedi. Di usia 11 tahun, Otway memiliki mental yang sama dengan orang dengan usia 22 tahun.

3. Marta Eugenia Rodiguez

Marta lahir pada tahun 1969 dengan IQ 218. Ketika usianya 12 tahun, Institut de Investigaciones Científicas memberikan beasiswa kepada Marta untuk melakukan penelitian terhadap lebih dari 20 disiplin ilmu yang berbeda. Padahal kala itu dirinya sedang menempuh pendidikan di SMA.

Selama 20 tahun Marta telah meneliti kecerdasan manusia dan menciptakan dua program studi di Spanyol dan mengajar anak-anak dan orang dewasa untuk mengembangkan kapasitas intelektual.

4. Ian Baker

Baker lahir pada tahun 1980 dan dapat berbicara kata-kata pertamanya pada usia 12 bulan. Sebelum genap berusia 2 tahun, Baker telah dapat membaca dan berhitung. Pada usia 9 tahun, Baker diketahui memiliki usia mental yang sama seperti orang yang berusia 18 tahun.

5. Gena Leung

Leung lahir pada tahun 1983 dengan IQ 210. Kecerdasan otaknya tampak ketika dirinya mengajarkan cara membaca pada teman-teman sebayanya ketika berusia 5 sampai 7 tahun. Ketika Leung berusia 10 tahun, dirinya mulai mempelajari bahasa Perancis, Latin, dan Jepang.

Leung memperoleh gelar sarjana sains bidang Matematika pada usia 13 tahun. Ternyata kecerdasan otak Leung tidak hanya menyangkut akademik saja, tetapi dirinya juga memiliki bakat bermain biola hingga mendapatkan sertifikasi atas keahliannya pada usia 16 tahun.

Sayangnya pada usia 18 tahun, Leung didiagnosa menderita depresi dan harus menjalani pengobatan yang mengharuskan cuti dari universitas selama satu tahun. Tetapi kemudian di usia 20 tahun, Leung berhasil mendapatkan gelar sarjana di bidang ilmu kedokteran.

6. Gregory Smith

Gregory Smith lahir pada tahun 1989 di Pennsylvania. Smith lulus SMA pada usia 10 tahun dan mampu menyelesaikan kuliahnya dengan predikat cumlaude pada usia 13 tahun dengan gelar sarjana sains bidang Matematika, Sejarah dan Biologi dari Randolph-Macon College.

Smith berencana untuk memperoleh empat gelar profesor di bidang matematika, ilmu antariksa, hubungan internasional, dan penelitian biomedis pada tahun 2016 nanti, ketika usianya 27 tahun.

7. Ivan Cherevko

Ivan Cherevko lahir pada tahun 1991 dengan IQ lebih dari 200. Kejeniusannya telah tampak sejak usia 3 tahun melalui kemampuannya membaca di usia balita.

Ketika berusia 8 tahun, Cherevko bahkan mulai mempelajari ilmu pengetahuan alam, hukum dan bahasa asing. Pada usia 10 tahun, Cherevko berhasil menerbitkan buku hasil karyanya sendiri yang berisikan puisi dengan tema mikrobiologi.

Karena kemampuan otaknya yang lebih dibanding teman-teman sebayanya, Cherevko langsung menempuh pendidikan di Kyiv-Mohyla Academy dan Ukrainian university pada usia 12 tahun.

Cherevko yang kala itu mulai menginjak usia remaja, berhasil mengembangkan teori analitis dari manajemen penyimpanan limbah padat perkotaan dan daur ulang. Suatu teori yang mungkin hanya dapat dipahami oleh orang yang telah menempuh pendidikan pasca sarjana.

8. Adrian Seng

Adrian Seng terlahir dengan IQ 233 pada tahun 1993. Adrian mulai berbicara di usia 13 bulan dan mulai belajar membaca sebelum usianya genap 2 tahun.

Sehingga ketika menginjak usia 3 tahu, dirinya telah dapat membaca, menulis dan menyelesaikan perhitungan matematika untuk anak kelas 1 SD. Bahkan pada usia 3,5 tahun, Adrian telah mampu mengalikan dua digit angka di luar kepala.

Ketika usianya 6 tahun, para ilmuwan menyatakan bahwa Adrian memiliki mental yang sama dengan orang dengan usia 14 tahun. Pada usia 17 tahun, ia memenangkan beasiswa untuk belajar matematika di sebuah universitas bergengsi Amerika.

Thursday, April 19, 2012

Ini Alasan Kenapa Kegemukan Bisa Merusak Otak

Peningkatan berat badan tidak hanya mengubah lingkar perut, tetapi juga dapat mengubah fungsi otak. Obesitas telah diketahui dapat meningkatkan risiko banyak penyakit termasuk kerusakan otak.

Hal tersebut diungkapkan oleh para peneliti berdasarkan hasil sejumlah studi. Kira-kira bagaimana proses obesitas dapat mempengaruhi fungsi otak?

Berikut 5 cara obesitas dapat mengubah fungsi otak seperti dikutip dari MyHealthNewsDaily, Kamis (8/3/2012) antara lain:

1. Obesitas merusak memori
Kegemukan mungkin dapat merusak memori, setidaknya untuk wanita setelah menopause. Sebuah studi telah mengamati nilai tes memori untuk 8.745 wanita dengan usia 65-79 tahun. Hasil studi tersebut telah diterbitkan dalam Journal of the American Geriatric Society edisi 14 Juli 2011.

Para peneliti menemukan peningkatan 1 angka dalam indeks massa tubuh (BMI) peserta wanita yang dikaitkan dengan penurunan 1 angka pada tes memori. Hormon yang dilepaskan oleh lemak dapat mengganggu memori. Hormon-hormon ini dapat menyebabkan peradangan, yang dapat mempengaruhi kognisi.

2. Perubahan perilaku makan saat stres
Ketika memiliki kelebihan lemak dan menjalani diet untuk menurunkan berat badan, seseorang dapat mengalami stres. Ketika merasa stres maka keinginan makan seseorang akan semakin bertambah. Sehingga keesokan harinya akan semakin banyak makan.

Diet dapat mengubah bagaimana respons otak terhadap stres. Hal tersebut berdasarkan sebuah hasil penelitian yang telah diterbitkan dalam Journal of Neuroscience edisi 1 Desember 2011.

3. Obesitas meningkatkan risiko demensia
Memiliki timbunan lemak perut lebih dikaitkan dengan penurunan volume otak total dalam orang dewasa setengah baya. Hal tersebut disampaikan oleh para peneliti berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Annals of Neurology.

Ada kemungkinan bahwa lemak dapat memicu peradangan, yang memberi tekanan pada tubuh dan mungkin mempengaruhi otak. Penemuan ini menunjukkan sesuatu yang khusus tentang lemak perut, juga yang dikenal sebagai lemak visceral.

Lemak visceral adalah lemak yang terletak di antara organ dalam rongga perut. Lemak visceral mungkin memainkan peran dalam mengurangi ukuran otak. Lemak visceral melepaskan profil unik dari hormon, yang dapat mempengaruhi tubuh dalam cara yang berbeda dari hormon-hormon yang dikeluarkan oleh lemak subkutan, atau lemak di bawah kulit.

Studi sebelumnya telah menemukan bahwa, orang dengan volume otak yang lebih kecil berada pada risiko tinggi untuk demensia, dan cenderung untuk melakukan hal yang lebih buruk pada tes kognitif.

4. Obesitas dapat membuat lebih impulsif
Pada anak obesitas, sebuah wilayah otak yang bertugas mengontrol impulsif, yang disebut korteks orbitofrontal, tampaknya menyusut dibandingkan dengan anak tanpa lemak.

Hal tersebut berdasarkan hasil dari sebuah penelitian yang telah dipresentasikan dalam pertemuan American Academy of Child and Adolescent Psychiatry di New York.

"Selain itu pada remaja dengan korteks orbitofrontal yang lebih kecil akan semakin besar kemungkinan untuk semakin impulsif. Namun hasil studi tersebut tidak membuktikan hubungan sebab akibat," kata para peneliti.

Obesitas diketahui menyebabkan perubahan pada sistem kekebalan, dan meningkatkan peradangan dalam tubuh. Peningkatan peradangan dapat mempengaruhi otak dan menyebabkan obesitas mengarah pada peradangan, yang merusak bagian-bagian tertentu dari otak. Pada gilirannya dapat menyebabkan makan lebih banyak dan semakin obesitas," kata peneliti Dr Antonio Convit , dari New York University School of Medicine.

5. Obesitas menyebabkan kecanduan makanan
Kenaikan berat badan dapat mempengaruhi otak untuk kesenangan yang didapatkan dari makanan manis dan berlemak. Sehingga obesitas dapat mendorong untuk makan kue lebih banyak. Efek yang sama terlihat pada pengguna narkoba, yang akhirnya membutuhkan lebih banyak kokain atau heroin dalam penggunaan jangka panjang.

Dalam studi yang telah dipublikasikan dalam Journal of Neuroscience, peneliti memindai otak wanita setelah minum milkshake. Para peneliti melihat minuman manis mengaktifkan daerah yang dikenal sebagai striatum.

Setengah tahun kemudian, para peneliti mengulangi percobaan pada wanita yang sama, beberapa di antaranya telah mengalami peningkatan berat badan.

Kebiasaan Buruk yang Membuat Otak Mengecil

Proses penuaan bisa membuat volume otak mengecil karena sebagian selnya akan mati atau mulai mengalami kerusakan. Beberapa kebiasaan buruk bisa membuat proses tersebut terjadi lebih cepat, sehingga volume otak menyusut sejak masih muda.

Hal-hal sepele yang sering diabaikan seperti misalnya tidak sarapan, rupanya sangat berpengaruh terhadap fungsi otak. Begitu juga dengan kebiasaan-kebiasaan yang kadang tidak terlalu diperhatikan, mulai dari kurang tidur hingga jarang bicara.

Selengkapnya, kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat volume otak menyusut adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari Healthmad, Rabu (14/3/2012).

1. Tidak sarapan
Sarapan di pagi hari penting untuk menjaga kadar gula darah, yang dibutuhkan agar otak bisa bekerja dengan baik. Kadar gula yang terlalu rendah bisa membuat otak kurang nutrisi lalu lama-kelamaan volumenya akan menyusut.

2. Galak
Emosi yang meledak-ledak karena terlalu mudah bereaksi bisa membuat pembuluh darah mengalami pengerasan. Jika pengerasan itu terjadi di pembuluh darah otak, maka kemampuannya akan menurun dan lama-kelamaan ukuran otak juga mengecil.

3. Merokok
Beberapa jenis penyakit degeneratif atau penyakit yang disebabkan oleh proses penuaan bisa dipercepat oleh racun-racun di dalam asap rokok. Alzheimer atau salah satu jenis kepikunan merupakan satu di antaranya.

4. Terlalu banyak gula
Otak bisa menyusut karena kekurangan gula saat tidak sarapan. Sebaliknya, terlalu banyak gula di dalam darah juga mempengaruhi penyerapan protein sehingga pertumbuhan otak terhambat.

5. Polusi udara
Untuk bisa bekerja dengan optimal, otak butuh suplai oksigen yang cukup dari udara pernapasan. Polusi udara terutama gas karbon monoksida bisa membajak fungsi sel-sel darah merah dalam mendistribusikan oksigen, sehingga fungsi otak mengalami gangguan.

6. Kurang tidur
Otak juga butuh istirahat, karena itu kualitas tidur benar-benar sangat mempengaruhi fungsi otak. Kurang tidur bisa membuat sel-sel otak lebih cepat mengalami kerusakan.

7. Tidur dengan kepala ditutup bantal
Menutupi kepala dengan bantal saat tidur berarti menghalangi pertukaran udara, sehingga gas buang karbon dioksida terhirup kembali ke paru-paru. Ruangan untuk menampung oksigen akhirnya berkurang, sehingga tidak bisa didistribusikan dengan maksimal ke otak.

8. Berpikir keras saat sedang tidak sehat
Selain saat tidur, otak juga perlu diistirahatkan saat tubuh sedang sakit. Memaksakan diri untuk berpikir keras saat sakit akan membuat otak bekerja makin tidak efisien dan akhirnya cepat rusak.

9. Jarang bicara
Percakapan yang cerdas dan berbobot sangat membantu perkembangan otak. Jika jarang digunakan untuk berdiskusi dan saling bertukar pikiran, maka otak akan tumpul dan sel-sel di dalamnya tidak berkembang.

10. Kurang dirangsang
Seperti kata pepatah, otak ibarat pisau yang harus diasah terus menerus agar tidak tumpul. Membaca buku dan mempelajari hal baru merupakan beberapa contoh rangsangan untuk menjaga otak tetap tajam, sehingga lebih awet sampai lanjut usia

Tips Jitu Membuat Otak Menjadi Jenius

Dunia harus berterima kasih kepada para genius yang telah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga kemajuannya dapat kita rasakan dengan sangat pesat seperti sekarang ini. jumlah mereka kurang dari 2 % populasi manusia, meski jumlah mereka yang sangat sedikit itu, namun mereka bisa merubah dunia dengan tangan mereka.

Kalau anda mengira genius merupakan bawaan yang memiliki IQ jauh di atas rata-rata, anda salah . mereka hanya berhasil menggunakan kemampuan otaknya lebih dari orang-orang biasa. Sebenarnya semua orang pun bisa mengembangkan kemampuan berpikir seperti otak mereka, hanya dibutuhkan KEMAUAN dan KERJA KERAS. Bill Gates, si pemilik perusahaan Microsoft yang juga merupakan 1 di antara para genius mengatakan bahwa 99% yang menciptakan kegeniusan adalah KERJA KERAS. Genius di sini bukanlah seseorang yang memiliki IQ jauh di atas rata-rata, tetapi genius di sini adalah Expert atau para ahli di bidangnya, Bagi mereka para genius, hanya ada 3 kunci untuk kegeniusan mereka, kita pun bisa menjadi bagian dari mereka, dengan kunci KEMAUAN dan KERJA KERAS.

Rahasia 1
Si genius bisa mencari cara sendiri untuk menguasai hal-hal yang belum di kuasainya. Para genius menciptakan metode belajar sendiri yang paling cocok dengan diri mereka. Jika tidak menguasai suatu subjek, mereka akan cari tahu cara paling efisien untuk mempelajarinya. Mereka terus mencoba (mereka tidak pernah berhenti mencoba jika belum berhasil) sampai mereka bisa menguasai yang ingin dikuasainya. Kalau gagal dengan satu metode, mereka akan mencoba metode lainnya.

Rahasia 2
Para genius memiliki motivasi yang “sangat, sangat, sangat besar!” untuk menguasai apa yang menjadi minatnya. Kadangkala mereka rela mengorbankan berbagai hal demi minatnya itu. Inilah kisah Bill Gates si orang terkaya di muka bumi: “Bill Gates orang yang cerdas. Itu sudah pasti. Jika tidak cerdas, dia tidak akan bisa masuk Universitas Harvard, yang merupakan universitas terbaik di dunia. Tapi dia keluar. Alasannya: “Aku ingin berbuat lebih.” Rupanya, dia tidak ingin hanya menjadi cerdas. Dia ingin menjadi seorang genius. Dia sadar, terus kuliah akan mengurangi waktunya dalam mendalami software computer yang sangat diminatinya. Dalam pengakuannya, dia pernah tidak tidur selama berhari-hari ketika menyelesaikan software pertamanya.

Rahasia 3
Mereka yang genius memiliki visi masa depan yang jelas, konkret dan terukur. Apabila ditanya apa yang diinginkannya di masa depan, mereka akan menjawab tuntas hingga ke detailnya. “10 tahun dari sekarang, saya akan menjadi seorang pengusaha mebel kayu jati yang produknya merambah seluruh Eropa. Karyawannya lebih dari 500 orang. Omsetnya lebih dari 50 miliar.” Itulah visi seorang pengusaha besar.
So, apa yang Anda pikirkan?
Anda bisa menjadi genius di bidang apapun yang Anda minati, jika Anda berpikir dan memiliki karakter seorang genius. Dan, tiga itulah rahasianya. Hanya tiga. Cara sederhana menjadi genius. Jika 3 rahasia itu sudah Anda pegang dan Anda jadikan sebagai rahasia Anda juga. Maka inilah cara sederhana membangkitkan sosok genius dalam diri Anda:
Saat Anda ingin mengetahui sesuatu, katakan pada diri Anda sendiri: “Sisi lain dari ini apa, ada apa dibaliknya?”
Saat satu jawaban datang, terus tanyakan pertanyaan-pertanyaan itu kembali.
Hal-Hal Yang Bisa Membantumu Mencapai “Inner Genius” Mu Setelah Anda tahu berbagai hal tentang genius dan tahu cara membangkitkannya, kini saatnya untuk tahu hal-hal apa saja yang bisa membantumu untuk membangkitkan “si genius” dalam dirimu.

Tidurlah cukup
Lho kok malah tidur, bukannya untuk melatih pikiran harusnya terus bangun? Ternyata tidak. Tidur setelah belajar justru meningkatkan kemampuan otak mengingat. Saat terlelap tidur, otak kita justru bekerja keras memilah-milah informasi penting untuk kita, sehingga kemampuan memori kita menguat. Namun itu hanya berlaku bagi tidur yang lebih dari 6 jam. Itu kenapa sistem belajar SKS (sistem kebut semalam) tidak direkomendasikan karena justru hanya melemahkan kemampuan berpikir dan kemampuan memori kita. So, langsunglah tidur sekurang-kurangnya 6 jam usai belajar di malam hari. Dengan begitu, belajarmu akan memberikan hasil lebih maksimal. Untuk menjadi expert, begadang merupakan pantangan.

Latihan fisik
Banyak-banyaklah melakukan aktivitas fisik: jalan-jalan, berolahraga permainan, senam, atau apapun. Melakukan banyak aktivitas fisik terbukti meningkatkan kemampuan berpikir otak.

Makan cukup
Kurang makan akan membuatmu tidak memiliki energi untuk berpikir cerdas, tapi terlampau banyak makan juga akan membuat otakmu menjadi kurang cerdas. Makan secukupnya dan selektif. Hindari terlalu banyak makan-makanan dari lemak hewani. Banyak-banyaklah makan sejenis lemak yang bernama omega 3, yang terkandung dalam ikan, kacang-kacangan, atau biji-bijian. Banyak-banyaklah juga makan buah dan sayuran. Para expert selalu tidak pernah berkekurangan atau berlebihan dalam soal makan.

Musik
Mendengarkan musik disinyalir bisa meningkatkan kemampuan otak dalam berpikir, namun tidak secara langsung. Diketahui mendengarkan musik bisa membuat tubuh merasa rileks, perasaan negatif berkurang, dan menurunkan rasa takut. Nah, hal-hal itu otomatis membuat kita bisa lebih fokus dalam berpikir. Namun diketahui tidak semua orang berhasil dengan bantuan musik. Sebagian orang justru tidak bisa berpikir sambil mendengarkan musik. So, cari cara Anda sendiri!

Jangan lupa bermain
Belajar terus menerus secara intensif tanpa istirahat dan tanpa jeda bukanlah perilaku yang bijak. Bermain itu menyenangkan. Selain bisa menghilangkan stress, bermain juga membuat kemampuan otak kita berpikir menjadi lebih cemerlang. So, sempatkan bermain. Asal Anda tahu, seorang Albert Einstein dan Bill Gates saja selalu mencadangkan waktu setiap hari untuk bermain. Sebaliknya, jangan pula hanya bermain-main melulu. Hanya bermain tidak akan menjadikan Anda seorang expert.

Meditasi
Meditasi rutin sangat membantu kerja otak. Cara yang paling sederhana adalah latihan nafas sederhan. Pertama, buat posisi tubuh dalam keadaan senyaman mungkin. Lalu tarik nafas lewat lubang hidung dan hirup dalam-dalam, lalu lepaskan perlahan-lahan dari lubang mulut. Lakukan itu berulang-ulang, sampai badan terasa segar. Ingin bantuan cara sederhana berelaksasi?

Percaya kalau Anda bisa!
“Meskipun berusaha sangat keras tapi Anda gagal juga. Lantas Anda berkesimpulan kalau Anda memang tidak cukup mampu.” Nah, meskipun Anda berpikir demikian, para ahli psikologi menyatakan sebaliknya. Kegagalan semacam itu seringkali bukan karena kurangnya kemampuan, tetapi karena kepercayaan terhadap diri sendiri yang kurang. Kebanyakan dari kita sudah terjebak dalam stereotip bahwa hanya orang-orang tertentu saja yang bisa berhasil. Alhasil, otak kita pun bereaksi menyesuaikan diri dengan kepercayaan itu. Jadinya, kita pun tidak mencapai performa terbaik kita karena pada dasarnya kita memang tidak terlalu percaya akan berhasil. So, percaya 100% Anda bisa, maka otak Anda akan membantu Anda.

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...