Showing posts with label Diet. Show all posts
Showing posts with label Diet. Show all posts

Thursday, March 21, 2013

Masukkan 4 Hal Ini ke Sarapan Tiap Hari Jika Ingin Turun Berat Badan

imgJakarta - Apa yang dimakan saat sarapan, bisa menentukan seperti apa berat badan Anda nantinya. Sayangnya, banyak orang yang menyambar apa saja yang tersaji di meja makan untuk sarapan dengan alasan diburu waktu. Jika berniat menurunkan berat badan, sebaiknya masukkan empat hal ini ke menu sarapan Anda sehari-hari!

1. Lemak Sehat
Konsumsi lemak sehat saat sarapan akan membuat perut terasa kenyang lebih lama. Sehingga Anda tidak terlalu cepat lapar kembali dan ngemil yang tidak bergizi. Selain itu lemak sehat seperti omega-3 juga membantu tubuh menyerap nutrisi lebih baik saat Anda makan siang. Lemak sehat terdapat dalam beberapa makanan seperti alpukat, ikan salmon, olive oil atau roti gandum dengan olesan selai kacang.

2. Air Dingin
Satu penelitian seperti dikutip dari Womansday, menunjukkan bahwa minum air dingin di pagi hari bisa meningkatkan metabolisme hingga 30 persen. Metabolisme tinggi, artinya tubuh juga lebih cepat membakar kalori. Minumlah segelas air dingin setelah bangun tidur untuk menyegarkan tubuh dan membantu Anda bakar kalori lebih banyak. Jika ingin rasa yang sedikit segar, tambahkan irisan lemon atau ketimun.

3. Gandum Utuh
Tubuh Anda menggunakan lebih banyak kalori ketika mencerna makanan yang masih utuh (belum mengalami proses pengolahan). Oleh karena itu, gandum utuh baik dikonsumsi sebagai sarapan karena selain kaya serat yang mengenyangkan, tubuh juga perlu waktu lama untuk mencernanya sehingga tidak cepat lapar. Buat bubur gandum dengan mencampurkan 1/2 cangkir sereal gandum utuh dan susu hangat atau yoghurt.

4. Rempah-rempah
Rempah-rempah seperti jahe dan kayu manis akan meningkatkan suhu tubuh. Saat temperatur tubuh meningkat, metabolisme akan bekerja lebih cepat untuk mendinginkannya. Taburkan bubuk kayu manis atau cacahan jahe ke atas bubur oatmeal, smoothies atau roti gandum ketika sarapan. Selain rasanya jadi lebih kaya, juga membantu tubuh lebih ramping.
(hst/eny

Pipi Chubby, Penyebab & Cara Membuatnya Lebih Tirus

imgJakarta - Pipi yang tembem atau chubby kadang bisa membuat seseorang tidak percaya diri karena terlihat lebih gemuk. Ada beberapa faktor penyebab pipi chubby; faktor genetik, penuaan, ketidakmampuan kulit melawan gravitasi, hormonal serta penumpukan lemak dan air.

"Bisa karena perempuan menstruasi, itu sebenarnya karena hormonal menyebabkan katan air di tubuhnya banyak. Jadi kelihatan chubby. Ada juga yang memang karena lemak. Biasanya karena banyak makan dan tidak olahraga jadinya kelebihan energi. Bisa juga karena penggunaan obat. Mungkin dia tadinya kurus tapi ingin gemuk dengan minum obat untuk menggemukkan," jelas pakar gizi Prof. Dr. Hardinsyah, MS, saat berbincang dengan wolipop di bilangan Sudirman, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Selain karena faktor genetik, pipi chubby sebenarnya bisa dihilangkan tanpa harus operasi plastik atau penyedotan lemak. Bahkan, sedot lemak di area pipi tidak dianjurkan karena pemulihannya cukup lama.

"Kalau saya tidak menyarankan. Karena itu kan di wajah, jadi bekas-bekas operasi dan bengkaknya kelihatan. Kalau di perut bisa ditutupi baju. Tapi kalau di wajah? Bisa tidak dia off kerja seminggu untuk pemulihan?" ujar Hardinsyah.

Lalu, apa cara yang tepat dan aman untuk hilangkan atau 'merampingkan' pipi tembem? Ini dia caranya, seperti dikutip dari Facial Exercises Guide.

1. Latihan Fisik
Kardio merupakan olahraga yang bisa membantu mengurangi lemak pada area pipi. Lihat juga apakah pipi chubby Anda juga disebabkan karena berat tubuh berlebih. Jika itu masalahnya, maka Anda perlu melakukan program penurunan berat badan. Sempatkan untuk berlatih aerobik setiap hari. Bila Anda pemilik tubuh kurus dengan pipi tembem, coba lakukan jogging atau jalan cepat selama 30 menit. Lakukan langkah ini setiap hari untuk melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan metabolisme tubuh.

2. Senam Wajah
Perlu diingat, kombinasi antara latihan fisik dan senam wajah sangat penting untuk membuat pipi chubby lebih tirus. Kombinasikan senam aerobik dengan senam wajah untuk dapatkan hasil maksimal. Untuk yang bertubuh gemuk atau kurus, lakukan senam wajah 15 menit sehari. Tapi tidak hanya itu saja, bila Anda mendambakan pipi yang sedikit tirus, lakukan peregangan dan pergerakan pada otot tulang pipi (otot yang membuat pipi tampak membulat saat tersenyum).

3. Jaga Asupan Makanan
Selain olahraga, Anda juga harus menjaga asupan makanan. Kurangi konsumsi garam, karena kandungan garam yang tinggi pada tubuh akan membuat wajah tampak bengkak. Hindari juga makanan atau minuman mengandung banyak susu, minyak dan lemak. Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3, buah dan sayuran segar. Makanan ini akan membantu memperbaiki kerusakan tubuh akibat stres dan mencukupi kebutuhan nutrisi untuk membangun otot wajah serta meningkatkan produksi kolagen.

Selain itu, enzim yang terdapat pada buah dan sayuran mentah juga akan mendistribusikan lemak, protein dan karbohidrat ke organ-organ tubuh yang tepat dan membutuhkannya. Bukan menyimpan sehingga menjadi tumpukan lemak dan air.

Friday, February 22, 2013

Daftar Kebiasaan yang Berbahaya Bagi Kuli


Photo by: iStock<br />Bubble Gum-<br />Chewing gum is a great way to curb hunger and keep your breath fresh. Opt for the sugar-free kind.


Kesehatan kulit bukan dipengaruhi oleh perawatan semata. Kebiasaan dan gaya hidup Anda punya pengaruh besar dalam kesehatan kulit. Tanpa sadar, beberapa permasalahan kulit Anda berasal dari kebiasaan sehari-hari. Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang memiliki dampak buruk:

Malas ganti seprai
Kesannya seperti masalah sepele, tapi tanpa sadar kulit Anda lekat menempel pada seprai dan sarung bantal setiap malam. Saat tidur atau bersantai di tempat tidur, wajah Anda bersentuhan dengan sarung bantal, yang terpapar berbagai kotoran. Kebiasaan sering bersantai di tempat tidur saat pulang dari luar rumah tanpa mencuci muka dan berganti baju juga bisa membawa banyak kuman serta kotoran. Kulit Anda pun mulai iritasi karena serangan kuman dan kotoran yang menempel lekat di wajah saat tidur. Hasilnya, jerawat pun muncul dengan manis.

Alkohol
Minuman beralkohol cepat membuat kulit dehidrasi dan meningkatkan sel yang bisa menimbulkan iritasi dalam aliran darah. Hasilnya lama-lama kulit Anda lebih cepat kehilangan kekenyalannya. Mengurangi atau bahkan menghindari sama sekali konsumsi alkohol merupakan pilihan yang baik dalam menjaga kesehatan kulit Anda.

Telepon seluler
Berbicara terlalu lama di ponsel ternyata juga bisa meningkatkan risiko gangguan kulit. Ponsel yang selalu dibawa kemana-mana mudah terekspos kuman dan bakteri. Selain itu wajah yang terlalu lama menempel pada ponsel bisa menyebabkan gesekan dan panas pada kulit yang berbahaya. Jika Anda memang hobi berbicara lama di telepon sebaiknya gunakan headseat atau perangkat handsfree yang bisa menghindari sentuhan dan gesekan terlalu lama dari ponsel ke kulit.

Begadang
Nongkrong bersama teman hingga larut malam merupakan kegiatan yang menyenangkan. Tapi kalau dibiasakan bisa berisiko menganggu kesehatan kulit Anda. Kurang tidur merupakan sebab berbagai penyakit kulit. Saat kita tidur, kulit melakukan perbaikan sel. Kerusakan kulit akibat aktivitas sehari-hari seperti sinar matahari, polusi, atau lainnya mulai diperbaiki pada malam hari, saat Anda tidur. Menganggu proses ini sama saja menganggu proses perbaikan kulit Anda. Pergantian sel kulit baru pun terganggu, begitu juga aliran darah ke kulit yang bisa membuat kulit bersinar.

Memencet jerawat
Memencet jerawat sering kali dilakukan dengan harapan agar jerawat cepat tuntas. Namun hal ini tentu salah total. Pertama, bakteri di kulit akan masuk ke pori-pori saat Anda memencet jerawat. Hal ini bisa menimbulkan infeksi, dan luka. Kedua, tangan yang tidak bersih dan aktivitas menekan jerawat bisa menimbulkan iritasi dan luka. Akibatnya bekas jerawat sembuh lebih lama 1-2 minggu dari seharusnya. Gunakan obat jerawat yang tepat dan sesuai instruksi. Jika sangat menganggu, konsultasikan ke dokter kulit.

Gerakan mulut
Beberapa gerakan mulut berikut ini dapat memicu keriput dini. Merokok, mengunyah permen karet, dan meminum dengan sedotan. Selain karena gerakan mulut, bukan kabar baru kalau merokok bisa menyebabkan kerusakan kulit. Zat yang ada dalam rokok bisa mempercepat keriput dan merusak kolagen. Terlalu sering minum menggunakan sedotan dan mengunyah permen karet juga kurang baik untuk kulit.

Makanan manis
Manisnya gula tak memiliki efek manis pada kulit. Kadar gula yang tinggi bisa mengganggu jaringan dan kolagen pada kulit sehingga membuatnya lebih rapuh dan mudah berkerut. Kadar gula yang tinggi juga meningkatkan risiko jamur pada kulit yang ditandai dengan kemerahan pada lipatan kulit atau wajah. Hindari atau kurangi sebisa mungkin konsumsi makanan dan minuman dengan gula tinggi seperti minuman soda, permen, es krim, dan lainnya. Beberapa makanan yang juga bisa menghambat penyerapan gula seperti roti putih, nasi putih, dan pasta juga sebaiknya dikurangi.

Melewatkan waktu makan
Melewatkan salah satu waktu makan baik itu sarapan, makan siang, atau makan malam bisa berisiko meningkatkan gangguan kulit. Ketika Anda melewati satu waktu makan maka asupan tubuh berkurang. Akibatnya nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan kulit juga berkurang. Selain itu, risiko kekeringan yang bisa merusak kekenyalan kulit juga meningkat. Jika Anda sedang diet, sebaiknya atur menu Anda bukan melewatkan waktu makan. Konsumsi makanan yang sehat dan hindari makanan yang diproses secara goreng yang tidak sehat dan tinggi kalori.

Tips Diet Sehat dan Efektif



Tips memilih program diet sehat, efektif dan tepat
Diet Sehat adalah cara mengatur dan memilih pola makan yang sehat, tepat sesuai kebutuhan tubuh secara proporsional. Asupan nutrisi harus seimbang untuk memenuhi kebutuhan nilai gizi. Tips diet sehat yang bisa Anda jalankan antara lain : Sarapan pagi untuk menyuplai energi, cukup makan sayuran dan buah-buahan, mengkonsumsi buah-buahan yang cukup.


Tips Diet Sehat dan Efektif:

Sarapan pagi
Untuk memenuhi kebutuhan energi saat beraktivitas dan menghindari keinginan ngemil (mengonsumsi makanan ringan) yang biasanya banyak mengandung gula atau lemak.

Perbanyak makan sayuran dan buah-buahan
Program diet yang aman dan efektif. Sayuran dan buah segar banyak mengandung fiber atau serat yang merupakan komponen makanan diet yang penting. Mengonsumsi buah dan sayuran juga sangat baik untuk menghindarkan kita dari serangan jantung dan kanker.


Buah-buahan yang baik untuk diet sehat dan efektif.

Apel

Apel mengandung flavonol (disebut quercetin) yang menurut penelitian memiliki bahan antikanker yang efektif. Selain itu Quercetin juga mengandung bahan antiradang yang bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Apel mengandung vitamin C dan mengandung karbohidrat serta kaya pectin (sejenis serat).

Stroberi

Stroberi banyak mengandung vitamin C. Stroberi mengandung antioksidan yang disebut ellagic acid. Penelitian membuktikan bahwa ellagic acid dapat menghalangi / menghambat pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix dan lidah. Stroberi juga memiliki antibakteri sebagai pembersih sistem pencernaan kita, sebagai obat tradisional.

Pisang

Pisang mengandung banyak karbohidrat, sedikit mengandung karotin dan vitamin C namun kaya potasium. Buah Pisang merupakan sumber vitamin B6 yang baik yang diperlukan untuk membuat serotonin dalam otak. Serotonin memiliki fungsi mengurangi rasa sakit, menekan nafsu makan, dan membuat perasaan relaks dan mengurangi ketegangan. Pisang juga bisa digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan bisul perut.

Melon

Melon merupakan sumber carotenoid, mengandung vitamin C dan mengandung zat gula yang baik. Zat antikanker pada Melon lycopene cukup efektif membantu mencegah tumbuhnya sel kanker. Pada Melon merah dan oranye banyak mengandung carotenoid yang dapat diubah menjadi vitamin A serta melindungi sel tubuh kita terhadap kerusakan radikal bebas dalam tubuh.

Jeruk

Jeruk juga bisa sebagai antioksidan, yakni mengandung phytochemical yang disebut hesperidin. Sebagai sumber vitamin C dan folate, mengandung pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah.

Mangga

Mangga adalah buah yang kaya carotenoid, serat, dan vitamin C. Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytoxanthin yakni antioksidan yang dapat melindungi terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk.

Kiwi

Kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa dan memiliki kemampuan mengikat kanker. Dengan mengonsumsi satu buah kiwi sehari, sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan vitamin C orang dewasa.

Anggur

Anggur mengandung serat dan vitamin C yang rendah, namun pada kulit anggur ternyata banyak mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang dapat meningkatkan kesehatan jantung, antibakteri, mengandung antioksidan dan antikanker.

Nanas

Enzim bromelain yang terkandung pada buah Nanas, memiliki kemampuan untuk menguraikan protein. Nanas juga membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis, dan infeksi saluran kencing, sumber vitamin C, serat serta mengandung kadar gula yang tinggi.

Makan dengan menu dan porsi yang cukup secara teratur

Makan sebelum lapar, dan berhenti makan sebelum kenyang. Biasakan makan dengan porsi kecil tetapi sering (tiap 4 jam sekali) untuk bisa mengontrol porsi makan dan menghindari rasa kelaparan.

Banyak minum air putih

Minum air putih minimal 8 gelas per hari. untuk membantu metabolisme tubuh.

Olahraga secara teratur

Dengan olah-raga secara teratur, tentu akan membuat tubuh Anda sehat, bugar dan mampu membakar lemak lebih baik.

Hindari kebiasaan makan berlebih saat kondisi perasaan kurang nyaman. Sering orang menjadikan makan sebagai pelarian misalnya saat lagi sedih sehingga makan tak terkontrol.

Hal utama dalam diet sehat adalah tetap menjaga kebugaran fisik dan stamina dengan olahraga teratur, makan teratur, dan istirahat teratur. Yang perlu diperhatikan dalam diet adalah menjaga keseimbangan antara berat badan dan stamina yang tetap terjaga. Untuk menjaga berat badan ideal dengan berolahraga tentu sangat membantu. Untuk Massa otot dapat dilatih dengan melakukan olahraga yang bersifat anaerob (olahraga yang tidak terlalu memerlukan oksigen, bersifat sedang) misalnya push-up, sit-up, squat/bending, angkat beban, dumbell, barbell dll.

Lakukan pula olahraga aerobik/kardio seperti: jogging, lari, jalan cepat, bersepeda, senam dan lainnya dengan intensitas rendah-sedang, antara 3-4 kali perpekan, masing-masing 30-40 menit atau 5-6 kali masing-masing 10-15 menit. Jika anda melakukan olahraga kardio, maka sebaiknya dilaksanakan pada saat sebelum sarapan pagi (tanpa sarapan), cukup minum air bening, bisa juga pada saat 4 jam setelah makan dan setelah anaerobik, latihan beban atau fitness.

Untuk diet, kurangi makanan berlemak seperti daging yang berwarna putih (gajih, tetelan, sumsum), minyak (gorengan), susu full cream (bisa diganti dengan susu skim), dan lemak lainnya. Kurangi dan hindari mengolah makanan dengan cara digoreng yang mengandung minyak, mentega, atau margarin dan bisa diolah dengan cara lain seperti dikukus, direbus, atau di panggang/bakar.

Makan dengan frekuensi lebih sering misalnya dari 3 kali per hari menjadi 4 atau 5 kali per hari dalam porsi yang lebih kecil dan seimbang. Cara ini lebih baik untuk lambung kita agar tidak kekurangan nutrisi yang diserap, dan mencegah rasa lapar yang timbul.

Jumlah kalori yang masuk harus diimbangi dengan proses pembakaran lemak agar tetap terkontrol dan seimbang. Bila kira-kira sehari kalori. Untuk diet ini anda dapat mengurangi sedikit jumlah kalori yang masuk, jika kita membutuhkan 2500 kalori, maka dapat di kurangi menjadi sekitar 2200 kalori secara efisien.

Dalam asupan nutrisi, perlu kombinasi yang sesuai agar berat tubuh tetap ideal, dengan perbandingan  40% karbohidrat, 40% protein, 20% lemak. Suplemen dan vitamin dengan porsi yang pas juga bisa membantu untuk stamina kita. bila perlu dan ada kesanggupan dan makanan yang mengandung serat tentunya

Perlu kita pahami bahwa Karbohidrat tidak boleh berlebih kita konsumsi, seperti nasi, umbi-umbian, sayuran, dan roti setiap gramnya akan memberikan 4 kalori. Karbohidrat tidak bertahan lama dalam mempertahankan rasa lapar, karena lambung lebih cepat dalam memproses makanan ini dan karbohidrat akan membuat kadar gula darah cepat naik serta akan disimpan sebagai cadangan tubuh sebagai lemak tubuh. Kita juga tidak boleh terlalu banyak makan sayuran dan buah, makanlah sewajarnya, buah mengandung fruktosa (gula buah) yang akan bisa diubah menjadi lemak tubuh. Semoga tips ini bermanfaat untuk anda.

Trik Mengurangi Berat Badan Tanpa Harus Kurangi Makan

Ingin Diet Anda Berhasil? Ikuti Cara Ini!


Oleh Korin Miller

Kita semua membenci diet. Itulah sebabnya mengapa kami memberikan trik diet terbaik yang tidak membuat Anda repot. Berikut adalah ide mengurangi berat badan dari kami:

1.    Makan lebih banyak
Yup, Anda tidak salah baca. Menerut penelitian dari Penn State, makan dengan porsi lebih banyak  akan membuat Anda kenyang lebih lama. Yang terpenting, Anda harus mengonsumsi banyak makanan sehat, seperti buah-buahan dan sayuran. Jadi, makan banyak salad itu baik, tapi mengonsumsi banyak steak? Sangat tidak baik.

2.    Baca label kemasan makanan
Sebuah survei Centers for Disease Control and Prevention mengungkapkan, wanita yang membaca label makanan (untuk mengetahui kandungan gizinya) memiliki tingkat indeks massa tubuh yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak. Perbedaan tersebut bisa mencapai 3,6 kg.

3.    Iris makanan Anda
Sebuah penelitian di Arizona State University menemukan bahwa orang-orang yang memotong makanan mereka, akan makan lebih sedikit dibanding mereka yang tidak. Padahal kepuasannya sama. Jadi cobalah untuk mengiris daging sebelum Anda memakannya, atau potong roti Anda menjadi empat bagian dibanding harus menggigitnya sekaligus.

4.    Nikmati makanan Anda
Sebuah rangkaian penelitian di University of Minnesota dan Texas A&M University menemukan bahwa dengan berkonsentrasi terhadap apa yang Anda kerjakan saat mengonsumsi makanan yang tidak sehat akan membuat Anda sedikit makan. Dibanding menikmati makan malam Anda sambil menyaksikan TV, luangkan waktu untuk memikirkan apa yang sedang Anda makan. Anda akan merasa cepat kenyang dan tentu saja, Anda akan menikmati makanan itu.

5.    Dengarkan musik jazz
Penelitian terbaru Cornell University menemukan bahwa mendengarkan musik yang lembut, seperti jazz atau yang enak di telinga akan membuat Anda mengonsumsi sedikit makanan, sekitar 175 kalori lebih rendah dalam setiap sajiannya. Dan jumlah itu bisa terus meningkat.

6.    Jangan lewatkan makan
Anda mungkin pernah mendengar bahwa melewatkan makan adalah hal yang tidak baik, namun penelitian terbaru menemukan seberapa buruknya hal itu. Menurut sebuah penelitian terbaru dari Cornell University, orang-orang cenderung mengonsumsi banyak makanan berkalori tinggi dan merasa kelaparan saat melewatkan makan, mereka malah melewatkan makan sehat yang mengandung protein dan sayuran. Akibatnya, orang yang sering melewatkan makan akan mengonsumsi makanan yang mengandung 20 persen kalori lebih banyak.

7.    Minum air dingin
J.Lo dikabarkan hanya minum air dingin, dan ahli kesehatan wanita Cosmo Radio, Jennifer Wider, MD, mengatakan ada tujuan khusus di balik itu. Beberapa ahli kebugaran menyatakan bahwa air dingin dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda. Mengapa? Karena tubuh Anda membakar kalori lebih banyak untuk menghangatkannya sebelum memrosesnya. Proses itu memang tidak akan membakar banyak kalori Anda, tapi setidaknya air bisa meningkatkan metabolisme.

8.    Jangan berpaling ke makanan cepat saji
Menurut sebuah penelitian terbaru dari University of Southern California, foto-foto makanan berkalori tinggi seperti cupcakes, minuman bersoda, dan pizza bisa menggoda Anda. Jadi jangan terpancing untuk melihat pajangan sajian makan saat memesan minuman di tempat makan. Tubuh Anda akan merasakan dampat positifnya.

Bila Ingin Sehat, Konsumsilah Buah Sebelum Makan


Buah sering dianggap sebagai pencuci mulut sehingga lebih umum dikonsumsi setelah makan besar. Namun bila Anda ingin tubuh yang lebih sehat, sebaiknya konsumsi buah sebelum makan besar. Mengapa?

Memang benar buah-buahan adalah makanan yang sehat karena kaya serat, vitamin dan mineral. Tapi sayang, banyak orang yang salah memahami dan lebih sering mengonsumsi buah setelah makan besar. Padahal hal tersebut dapat menyebabkan masalah pencernaan.

Buah-buahan lebih disarankan untuk dikonsumsi 20-30 menit sebelum makan besar. Alasan utamanya karena buah mengandung gula. Bila Anda mengonsumsi buah segera sebelum dan setelah makan besar, maka butuh waktu yang lebih lama bagi sistem pencernaan untuk mencerna.

Selain alasan tersebut, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan mengenai cara konsumsi buah-buahan, seperti dilansir Boldsky, Kamis (21/2/2013):

1. Mengonsumsi buah-buahan sebelum makan bisa membantu menurunkan berat badan. Bila Anda mengonsumsinya setelah makan, maka butuh waktu sekitar 3 jam untuk mencernanya. Oleh karena itu, konsumsilah buah 20-30 menit sebelum makan.

2. Karena tubuh tidak mendapat makanan apapun selama 8-9 jam saat tidur, maka dianjurkan mengonsumsi buah setiap pagi sebelum sarapan. Cara ini akan membantu meningkatkan kadar gula darah dalam tubuh. Makan buah adalah cara lembut untuk memulai hari Anda.

3. Hindari mengonsumsi buah sebagai lauk makanan. Demikian juga, makan buah sebagai dessert atau pencuci mulut tidak akan memberikan hasil terbaik bagi tubuh, apalagi bila dicampur dengan salad tinggi gula atau es krim.

4. Hindari mengonsumsi buah kaleng, buah beku atau buah-buahan yang diproses seperti jus. Buah-buahan seperti ini biasanya lebih banyak mengandung gula, pengawet atau bahan kimia tambahan lainnya yang berbahaya bagi tubuh.

5. Makan buah-buahan yang sehat setiap pagi pada kondisi perut kosong (sebelum sarapan), membantu tubuh untuk menyerap semua nutrisi penting yang diperlukan dan ditemukan dalam buah-buahan.

Agar Sehat, Duduklah Hanya 4 Jam Sehari


Untuk mendapatkan hidup sehat, banyak pakar yang merekomendasikan peningkatan aktivitas fisik dan pengurangan gaya hidup sedenter (menetap). Hal ini juga diamini sebuah studi baru yang menekankan pentingnya mengurangi waktu yang dihabiskan untuk duduk dalam sehari.

Lagipula studi itu juga menunjukkan duduk terlalu lama dapat meningkatkan peluang seseorang untuk terserang penyakit kronis, tak peduli apapun gaya hidupnya dan berapapun indeks massa tubuhnya.

Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti dari Kansas State University, Richard Rosenkranz mengamati 63.048 pria berusia 45-65 tahun dari New South Wales, Australia. Secara khusus peneliti membandingkan partisipan yang diketahui duduk kurang dari empat jam sehari dengan partisipan yang dilaporkan duduk selama lebih dari empat jam dalam satu hari.

Hasilnya, penyakit kronis lebih banyak ditemukan pada partisipan yang sering duduk. Beberapa penyakit yang dikaitkan dengan aktivitas ini diantaranya kanker, penyakit jantung, hipertensi atau tekanan darah tinggi dan diabetes.

"Kami melihat peningkatan risiko penyakit kronis secara terus-menerus pada partisipan yang lebih banyak duduk. Bahkan partisipan yang duduk lebih dari 8 jam sehari jelas-jelas memiliki risiko tertinggi," tandas Rosenkranz seperti dilansir dari emaxhealth, Rabu (20/2/2013).

Menurut Rosenkranz, meskipun orang yang fisiknya aktif dikatakan lebih sehat namun orang-orang juga harus lebih fokus untuk mengurangi waktu duduknya. "Secara khusus temuan ini paling tepat ditujukan untuk pekerja kantoran, kendati indeks massa tubuhnya normal dan rutin melakukan aktivitas fisik," lanjutnya.

Temuan ini juga dirasa perlu diperhatikan oleh para manajer atau atasan di kantor agar dapat berkontribusi terhadap kesehatan bawahannya. Misalnya, mendorong karyawan agar banyak-banyak berdiri meskipun hanya di meja masing-masing atau jalan-jalan mengelilingi kantor, menempatkan tempat sampah atau mesin fotokopi agak jauh dari meja karyawan dan cara lain yang bisa mengurangi duduk berlebihan di tempat kerja.

Namun jika Anda tak punya atasan yang memiliki inisiatif seperti itu, tak masalah. Lakukan dengan cara Anda sendiri, misalnya menjawab telepon sambil berdiri atau memanfaatkan jam istirahat untuk ngobrol dengan teman sambil berdiri.

Patuhi Jam Biologis Tubuh agar Anda Terhindar dari Diabetes


Tubuh memiliki jam biologis alami yang tahu kapan dirinya harus aktif atau beristirahat. Seseorang perlu mengikuti ritme biologis tersebut agar tetap sehat, karena gangguan pada jam biologis ini dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Para peneliti dari Vanderbilt University di Nashville mencoba mempelajari apakah gangguan jam biologis seseorang berpengaruh besar terhadap kesehatannya. Penelitian tersebut melibatkan dua kelompok tikus, dimana kelompok pertama memiliki jam biologis yang normal sedangkan kelompok kedua dibiakkan secara cacat genetik dengan menonaktifkan jam biologisnya.

Peneliti mengukur perbedaan antara aktivitas insulin dan berat badan pada masing-masing kelompok tikus tersebut. Pada tikus yang jam biologisnya terganggu, peneliti menemukan bahwa ada perubahan siklus aktivitas insulin sepanjang hari.

Tikus mampu mengontrol insulin dengan baik ketika dirinya aktif, tetapi jika jam aktif tikus terlalu banyak dalam sehari dan menyebabkan kurangnya waktu istirahat, dapat menyebabkan resistensi insulin. Hal ini menunjukkan bahwa ritme biologis seseorang sangat berperan dalam regulasi insulin.

Tikus yang telah mengalami kerusakan akibat gangguan jam biologis bahkan dapat terjebak dalam modus resistensi insulin selama periode waktu 24 jam. Insulin adalah hormon yang mengatur gula darah, dan resistensi insulin terjadi ketika tubuh tidak lagi efektif dalam menurunkan gula darah sebagai respon terhadap insulin.

Resistensi terhadap insulin merupakan penanda utama diabetes tipe 2. Temuan ini semakin menambah bukti bahwa hewan dan manusia yang mengalami gangguan jam biologis, misalnya karena perubahan siklus tidur dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2.

"Kebanyakan penelitian mengamati aktivitas insulin pada tikus di siang hari saja, sedangkan penelitian ini memantau aktivitas insulin selama sehari penuh untuk mengetahui kaitannya dengan gangguan jam biologis," kata Carl Johnson, PhD, penulis studi tersebut.

Peneliti juga mempelajari efek jangka panjang dari gangguan jam biologis tersebut. Kedua kelompok tikus tersebut diberi makan makanan berlemak selama dua bulan lamanya.

Setelah dua bulan, peneliti menimbang berat badan tikus pada masing-masing kelompok dan diketahui bahwa keduanya memiliki berat badan yang hampir sama. Akan tetapi, tikus yang jam biologisnya telah rusak lebih banyak memiliki tumpukan lemak pada tubuhnya dibanding kelompok tikus kontrol.

Temuan ini berlaku juga untuk manusia yang tidak mampu menjaga jam biologisnya, lebih berisiko terhadap diabetes tipe 2 dan kegemukan. Gangguan jam biologis sering terjadi pada orang yang bekerja dengan sistem kerja shift atau wisatawan yang sering mengalami jet lag secara teratur karena sering bepergian.

Penelitian menunjukkan bahwa pergeseran waktu tidur pada pekerja shift malam, membuatnya lebih rentan terhadap beberapa penyakit yang berkaitan dengan obesitas, seperti sindrom metabolik dan diabetes tipe 2. Hubungan ini mungkin disebabkan karena gangguan jam bilogis tersebut mempengaruhi irama sirkardian tubuh, regulasi gula darah dan metabolisme.

Yang perlu Anda lakukan untuk mencegah risiko tersebut adalah dengan memperbaiki jam biologis tubuh. Pastikan bahwa Anda mendapatkan jam tidur yang cukup dan berkualitas. Matikan semua peralatan elektronik dan redupkan lampu kamar ketika Anda akan pergi tidur.

Penelitian tersebut diterbitkan secara online hari Kamis (21/2) kemarin dalam jurnal Current Biology, seperti dilansir Everydayhealth, Jumat (22/2/2013).

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...