Tuesday, July 31, 2012

Beberapa Tips Sehat Ala Rasulullah


Rupanya tanpa kita sadari, dalam makanan yang kita makan sehari-hari, kita tak boleh sembarangan. Hal inilah penyebab terjadinya berbagai penyakit antara lain penyakit kencing manis, lumpuh, sakit jantung, keracunan makanan dan lain2 penyakit. Apabila anda telah mengetahui ilmu ini, tolonglah ajarkan kepada yg lainnya.

Ini pun adalah diet Rasullulah SAW kita juga. Ustaz Abdullah Mahmood mengungkapkan, Rasullulah tak pernah sakit perut sepanjang hayatnya karena pandai menjaga makanannya sehari-hari. Insya Allah kalau anda ikut diet Rasullullah ini, anda takkan menderita sakit perut ataupun keracunan makanan.

Jangan makan SUSU bersama DAGING
Jangan makan DAGING bersama IKAN
Jangan makan IKAN bersama SUSU
Jangan makan AYAM bersama SUSU
Jangan makan IKAN bersama TELUR
Jangan makan IKAN bersama DAUN SALAD
Jangan makan SUSU bersama CUKA
Jangan makan BUAH bersama SUSU CTH :- KOKTEL

CARA MAKAN
1. JANGAN MAKAN BUAH SETELAH MAKAN NASI , SEBALIKNYA MAKANLAH 2. BUAH TERLEBIH DAHULU, BARU MAKAN NASI.
3. TIDUR 1 JAM SETELAH MAKAN TENGAH HARI.
4. JANGAN SESEKALI TINGGAL MAKAN MALAM . BARANG SIAPA YG[list]
TINGGAL MAKAN MALAM DIA AKAN DIMAKAN USIA DAN KOLESTEROL DALAM BADAN AKAN BERGANDA.

Nampak memang sulit.. tapi, kalau tak percaya... cobalah.................................
Pengaruhnya tidak dalam jangka pendek.... Akan berpengaruh bila kita sudah tua nanti.

Dalam kitab juga melarang kita makan makanan darat bercampur dengan makanan laut.

Nabi pernah mencegah kita makan ikan bersama susu. karena akan cepat mendapat penyakit. Ini terbukti oleh ilmuwan yang menemukan bahwa dalam daging ayam mengandung ion+ sedangkan dalam ikan mengandung ion-, jika dalam makanan kita ayam bercampur dengan ikan maka akan terjadi reaksi biokimia yang akan dapat merusak usus kita.

Al-Quran Juga mengajarkan kita menjaga kesehatan spt membuat
amalan antara lain:




Mandi Pagi sebelum subuh, sekurang kurangnya sejam sebelum matahari terbit. Air sejuk yang meresap kedalam badan dapat mengurangi penimbunan lemak. Kita boleh saksikan orang yang mandi pagi kebanyakan badan tak gemuk.



Rasulullah mengamalkan minum segelas air sejuk (bukan air es) setiap pagi. Mujarabnya Insya Allah jauh dari penyakit (susah mendapat sakit).

Waktu sembahyang subuh disunatkan kita bertafakur (yaitu sujud sekurang kurangnya semenit setelah membaca doa). Kita akan terhindar dari sakit kepala atau migrain. Ini terbukti oleh para ilmuwan yang membuat kajian kenapa dalam sehari perlu kita sujud. Ahli-ahli sains telah menemui beberapa milimeter ruang udara dalam saluran darah di kepala yg tidak dipenuhi darah. Dengan bersujud maka darah akan mengalir keruang tersebut.
Nabi juga mengajar kita makan dengan tangan dan bila habis hendaklah menjilat jari. Begitu juga ahli saintis telah menemukan bahwa enzyme banyak terkandung di celah jari jari, yaitu 10 kali ganda terdapat dalam air liur. (enzyme sejenis alat percerna makanan) Wassalam...

Sama-samalah kita mengamalkannya.......
WallahuA'lam
Sabda nabi, Ilmu itu milik Allah, barang siapa menyebarkan ilmu demi kebaikan insya Allah... Allah akan menggandakan 10 kali kepadanya.

http://zonapencarian.blogspot.com/2011/04/tips-beberapa-tips-sehat-ala-rasulullah.html

Resep mesra ala Rasulullah Muhammad SAW


Assalamu’alaikum wr wb, Berikut beberapa tips untuk menjaga kemesraan yang dikompilasi dari hadis-hadis dan riwayat yang menceritakan Rasulullah SAW….

1. suami membukakan pintu utk istrinya (kendaraan/rumah/dll)

istilah yg cukup akrab ditelinga kita yg katanya orang2 modern ini. “Ladies First” .ini sudah dilakukan rasulullah sejak berabad2 yang lalu, disaat kebudayaan lain di dunia menganggap wanita lebih rendah, bahkan diragukan statusnya sebagai “manusia”. Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi saw. menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah. Kemudian beliau duduk di samping untanya sambil menegakkan lutut beliau dan Shafiyyah meletakkan kakinya di atas lutut beliau sehingga dia bisa menaiki unta tersebut.” (HR Bukhari)

2. Mencium istri ketika pergi dan datang

sungguh hal yg romantis dan bisa menimbulkan rasa kasih sayang jika kita bisa membiasakan mencium istri/suami ketika hendak bepergian atau baru pulang. Dari ‘Aisyah ra, bahwa Nabi saw biasa mencium istrinya setelah wudhu’, kemudian beliau shalat dan tidak mengulangi wudhu’nya.”(HR ‘Abdurrazaq)

3. Makan/minum Sepiring/segelas berdua

Dari Aisyah RA, ia berkata : Saya dahulu biasa makan his (sejenis bubur) bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam “ (HR. Bukhori dalam Adabul Mufrod)

Dari Aisyah Ra, ia berkata : Aku biasa minum dari gelas yang sama ketika haidh, lalu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wassalam mengambil gelas tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat aku meletakkan mulut, lalu beliau minum (HR Abdurrozaq dan Said bin Manshur, dan riwayat lain yang senada dari Muslim.)

Nabi saw pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)

bahkan keberkahannya dijamin, diriwayatkan Abu Hurairah : ” Makanan berdua cukup untuk tiga orang, makanan tiga orang cukup untuk empat orang ” ( HR Bukhori (5392) dan Muslim (2058))

4. Suami menyuapi istri

Dari Saad bin Abi Waqosh ra berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “ Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu “ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71)

5. Berlemah lembut, melayani/menemani istri yg sedang sakit (memanjakan istri sakit)

Diriwayatkan oleh Aisyah ra, nabi saw adalah orang yang penyayang lagi lembut. Beliau orang yang paling lembut dan banyak menemani istrinya yang sedang mengadu atau sakit. (HR Bukhari No 4750, HR Muslim No 2770)

6. Bersenda gurau dan membangun kemesraan

Aisyah dan Saudah pernah saling melumuri muka dengan makanan. Nabi saw tertawa melihat mereka. (HR Nasai dengan isnad hasan) Dari Zaid bin Tsabit berkata tentang Rasulullah : suka bercanda dengan istrinya (HR Bukhari)

7. Menyayangi istri dan melayaninya dg baik

Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah bersabda: Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaknya, dan orang yang paling baik diantara kalian ialah yang paling baik terhadap istrinya (HR.Tirmidzi, Ibnu Hibban, hadits hasan shahih).

8. Memberi hadiah

Dari Ummu Kaltsum binti Abu Salamah, ia berkata, “Ketika Nabi saw menikah dengan Ummu Salamah, beliau bersabda kepadanya, Sesungguhnya aku pernah hendak memberi hadiah kepada Raja Najasyi sebuah pakaian berenda dan beberapa botol minyak kasturi, namun aku mengetahui ternyata Raja Najasyi telah meninggal dunia dan aku mengira hadiah itu akan dikembalikan. Jika hadiah itu memang dikembalikan kepadaku, aku akan memberikannya kepadamu.” Ia (Ummu Kultsum) berkata, “Ternyata keadaan Raja Najasyi seperti yang disabdakan Rasulullah saw, dan hadiah tersebut dikembalikan kepada beliau, lalu beliau memberikan kepada masing-masing istrinya satu botol minyak kasturi, sedang sisa minyak kasturi dan pakaian tersebut beliau berikan kepada Ummu Salamah.” (HR Ahmad)

9. Tetap romantis walau istri sedang haid

haid, adalah sesuatu yg alamiah bagi wanita. berbeda dg pandangan kaum yahudi, yg menganggap wanita haid adalah najis besar dan tidak boleh didekati. Ketika Aisyah sedang haid, Nabi saw pernah membangunkannya, beliau lalu tidur dipangkuannya dan membaca quran (HR Bukhari no 7945)

10. Mengajak istri makan di luar

mungkin kebanyakan kita, lebih suka pergi bersama teman2, meninggalkan istri dirumah. nah yg ini mungkin familiar, saya suka bilang ama istri “nge-date” yuk! ini bisa membangkitkan romantisme berdua. menikmati lingkungan disekitar. Anas mengatakan bahwa tetangga Rasulullah saw. –seorang Persia–pintar sekali membuat masakan gulai. Pada suatu hari dia membuatkan masakan gulai yang enak untuk Rasulullah saw. Lalu dia datang menemui Rasululiah saw. untuk mengundang makan beliau. Beliau bertanya: “Bagaimana dengan ini? (maksudnya Aisyah).” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah saw. berkata: “(Kalau begitu) aku juga tidak mau.” Orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. Rasulullah saw. bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Orang itu menjawab: “Tidak.” Rasulullah kembali berkata: “Kalau begitu, aku juga tidak mau.” Kemudian, orang itu kembali mengundang Rasulullah saw. dan Rasulullah saw. kembali bertanya: “Bagaimana dengan ini?” Pada yang ketiga kalinya ini orang Persia itu mengatakan: “Ya.” Akhirnya mereka bangun dan segera berangkat ke rumah laki-laki itu.” (HR Muslim)

11. Mengajak istri jika hendak keluar kota.

biasanya para suami, kalau ada tugas ke luar kota, hal2 kayak gini dijadiin kesempatan. tapi gak ada salahnya kalo rejeki kita cukup, kita ajak istri kita pergi juga, tinggal bilang sama bos (syukur2 kalo bos mau bayarin hehehe), kalo saya biasanya biaya sendiri. Aisyah berkata: “Biasanya Nabi saw. apabila ingin melakukan suatu perjalanan, beliau melakukan undian di antara para istri. Barangsiapa yang keluar nama/nomor undiannya, maka dialah yang ikut pergi bersama Rasulullah saw.’ (HR Bukhari dan Muslim)

12. Menghibur diri bersama istri keluar rumah (Entertainment)

Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi saw. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim)

13. Mencium istri sering2 mencium istri dengan penuh kasih sayang,

sangatlah mulia dan romantis. berbeda dg ciuman yg dilakukan karena nafsu seperti di film2 yg kebanyakan kita lihat. Nabi saw sering mencium Aisyah dan itu tidak membatalkan puasa (HR Nasai dalam Sunan Kubra II/204)

14. Suami mengantar istri kadang banyak dari kita malas mengantar istri kita bepergian.

saya gak kebayang kalo istri saya keluar rumah sendirian, ada masalah di jalan dia kebingungan. Shafiyyah, istri Nabi saw., menceritakan bahwa dia datang mengunjungi Rasulullah saw. ketika beliau sedang melakukan i’tikaf pada hari sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan. Dia berbicara dekat beliau beberapa saat, kemudian berdiri untuk kembali. Nabi saw. juga ikut berdiri untuk mengantarkannya.” (Dalam satu riwayat492 dikatakan: “Nabi saw. berada di masjid. Di samping beliau ada para istri beliau. Kemudian mereka pergi (pulang). Lantas Nabi saw. berkata kepada Shafiyyah binti Huyay: ‘Jangan terburu-buru, agar aku dapat pulang bersamamu’”) (HR Bukhari dan Muslim)

15. Suami istri berjalan dimalam hari

duhhh so sweet …. jalan berdua menikmati keindahan alam. Rasulullah datang pada malam hari, kemudian mengajak aisyah berjalan-jalan dan berbincang-bincang (HR Muslim 2445)

16. Panggilan khusus pada istri

kadang kita memanggil istri kita, honey, yayank, dst dst… seperti itu pun rasulullah. Nabi saw memanggil Aisyah dengan Humairah artinya yang kemerah-merahan pipinya. Rasulullah juga suka memanggil aisyah dg sebutan “aisy/aisyi”, dalam culture arab pemenggalan huruf terakhir menunjukan “panggilan manja/tanda sayang”

17. Memberi sesuatu yg menyenangkan

istri Dari Said bin Yazid, bahwa ada seorang wanita datang menemui Nabi, kemudian Nabi bertanya kepada ‘Aisyah: “Wahai ‘Aisyah, apakah engkau kenal dia?” ‘Aisyah menjawab: “Tidak, wahai Nabi Allah.” Lalu, Nabi bersabda: “Dia itu Qaynah dari Bani Fulan, apakah kamu mau ia bernyanyi untukmu?”, maka bernyanyilah qaynah itu untuk ‘Aisyah. (HR. An Nasa’i, kitab Asyratun Nisa’, no. 74)

18. Memperhatikan perasaan istri

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)

19. Segera menemui istri jika tergoda.

Dari Jabir, sesungguhnya Nabi saw pernah melihat wanita, lalu beliau masuk ke tempat Zainab, lalu beliau tumpahkan keinginan beliau kepadanya, lalu keluar dan bersabda, “Wanita, kalau menghadap, ia menghadap dalam rupa setan. Bila seseorang di antara kamu melihat seorang wanita yang menarik, hendaklah ia datangi istrinya, karena pada diri istrinya ada hal yang sama dengan yang ada pada wanita itu.” (HR Tirmidzi)

20. Berpelukan saat tidur tidak saya deskripsikan, soalnya ada yg belum merid lho? (HR Tirmidzi 132)

21. Membantu pekerjaan rumah tangga

ini nih, kadang2 suka males. tapi kalo ngerjainnya berdua biasanya sih gak berasa, sambil bercanda ataw ngobrol2 Aisyah pernah ditanya: “Apa yang dilakukan Nabi saw. di rumahnya?” Aisyah menjawab: “Beliau ikut membantu melaksanakan pekerjaan keluarganya.” (HR Bukhari)

22. Mengistimewakan istri

Dari Anas, dia berkata: “Kemudian kami pergi menuju Madinah (dari Khaibar). Aku lihat Nabi saw. menyediakan tempat duduk yang empuk dari kain di belakang beliau untuk Shafiyyah.” (HR Bukhari)

23. Mendinginkan kemarahan istri dengan mesra

Nabi saw biasa memijit hidung ‘Aisyah jika ia marah dan beliau berkata, Wahai ‘Aisy, bacalah do’a: ‘Wahai Tuhanku, Tuhan Muhammad, ampunilah dosa-dosaku, hilangkanlah kekerasan hatiku, dan lindungilah diriku dari fitnah yang menyesatkan.” (HR. Ibnu Sunni)

24. Tiduran di Pangkuan Istri

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Nabi saw biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)

25. Mandi bersama.

Aisyah pernah mandi satu bejana bersama Nabi saw (HR Nasai I/202) sorry gak dideskripsikan detail, kan ada yg belum merid?!

26. Disisir istri

Dari ‘Aisyah ra, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah saw,saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)

27. Minum bergantian pada tempat yang sama

Dari ‘Aisyah ra, dia berkata, “Saya biasa minum dari muk yang sama ketika haidh, lalu Nabi mengambil muk tersebut dan meletakkan mulutnya di tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau minum, kemudian saya mengambil muk, lalu saya menghirup isinya, kemudian beliau mengambilnya dari saya, lalu beliau meletakkan mulutnya pada tempat saya meletakkan mulut saya, lalu beliau pun menghirupnya.” (HR ‘Abdurrazaq dan Sa’id bin Manshur)

28. Membelai istri

“Adalah Rasulullah saw tidaklah setiap hari melainkan beliau mesti mengelilingi kami semua (istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampiridan membelai kami dengan tidak mencampuri hingga beliau singgah ke tempat istri yang beliau giliri waktunya, lalu beliau bermalam di tempatnya.” (HR Ahmad)

masih banyak lagi, tapi saya tidak cantumkan disini. soalnya bahasannya kayaknya lebih cocok buat org yg sudah menikah.

Nabi saw bersabda, “Yang terbaik di antana kalian adalah yang terbaik terhadap keluarga/istrinya. Dan saya adalah orang yang paling baik terhadap istri/keluargaku” (HR Tirmidzi).

Semoga bermanfaat. Semoga menjadi keluarga yg sakinah, mawadah, wa rohmah selalu. Amin Wassalamu’alaikum

9 Cara Dorong Semangat Diet


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyhbqVv-Zem04oga5LQdwgBw3TBK379vdSrccZCSq_mtYRsJgRQgLUEIXGzXjLgHMnhWKi22zKzO2ZJAkeJTA2E6YfJRmO6Mkmn7UD95K67jM4HSbSTwTSd5c3LzlJmJICgctGuTNSIqU8/s1600/diet+cepat+dan+sehat.jpg
Butuh disiplin tinggi, stamina, dan motivasi untuk bisa menjalani program diet yang sukses. Jika hasilnya tak terlihat dalam waktu yang Anda harapkan, amat mudah untuk merasa kecil hati. Jangan menyerah, dengan sedikit trik-trik khusus, Anda bisa menikmati program Anda sekaligus menurunkan berat tubuh. Berikut trik-trik yang bisa Anda lakukan:

1. Jangan halangi makanan enak seluruhnya
Jika Anda memiliki kelemahan pada makanan manis, tak masalah untuk sesekali mencicipi makanan manis, dalam jumlah yang masuk akal. Lynn Grieger, ahli diet dan edukator diet mengatakan, boleh sesekali menyerah pada godaan makanan manis dan enak, menikmati 1-2 potong permen atau kue rendah lemak. Mengapa? Saat Anda menolak segala bentuk makanan manis, dan menjadikannya pantangan, justru bisa berakibat Anda makin ingin, bahkan saat Anda melonggarkan diri sekali, langsung makan dalam jumlah sungguh banyak. Ini berbahaya. Mengizinkan diri untuk makan makanan "guilty pleasure" itu adalah cara realistis untuk makan dan menikmati hidup, artinya, kemungkinan Anda untuk sukses menjalankan diet lebih besar.

2. Bumbu-bumbu
Buat diet Anda lebih menarik dengan tambahan bumbu pada masakan, seperti daun dill, parsli, atau bahkan paprika pada omelet putih telur Anda. Bumbu dan tumbuhan-tumbuhan seperti ini bisa menambah rasa makanan dan warna pada makanan sehat Anda, tanpa tambahan kalori berlebih.

3. Minuman hangat
Begitu banyak orang berdiet hanya berfokus pada makanan seperti salad, buah-buahan, dan sayuran, setelah beberapa saat, Anda hanya akan ingin makan makanan enak yang menenangkan. Redakan rasa lapar pada perut dan jiwa dengan segelas teh herbal atau cokelat rendah lemak panas. Minuman hangat bisa menekan rasa lapar.

4. Tampilan menarik
Kadang, bagian paling menyebalkan dari berdiet adalah makanan yang sama berulang-ulang. Supaya berbeda, cobalah untuk membuat setiap menu makanan lebih spesial, sajikan makanan Anda dalam sajian yang cantik. Misal, sajikan yoghurt rendah lemak Anda pada gelas tinggi cantik berhias buah-buahan. Atau gunakan mangkuk cantik Anda pada menu oatmeal.

5. Senyum saat makan
Riset menunjukkan bahwa tindakan tersenyum bisa membuat seseorang lebih bahagia. Maka, saat Anda menyuapkan wortel rebus itu, tersenyumlah, ingat bahwa Anda sedang mengisi diri dengan makanan sehat, dan bahwa Anda sedang membuat tubuh lebih sehat untuk umur panjang.

6. Karbohidrat
Apakah Anda tahu, diet rendah karbohidrat justru bisa memicu depresi? Mengkonsumsi karbohidrat melepaskan serotonin, hormon yang bertanggung jawab untuk membuat Anda merasa lebih tenang dan sehat. Mengurangi karbohidrat besar-besaran memaksa otak untuk berhenti meregulasi serotonin. Makan makanan tinggi protein dan lemak membuat seseorang mudah merasa kesal dan malas-malasan. Saat merasa cepat lelah, coba konsumsi karbohidrat kompleks, seperti gandum utuh, sayuran, dan buah untuk energi yang lebih lama.

7. Jalan kaki
Setelah makan, kurangi godaan untuk mengunyah makanan penutup yang manis dengan berjalan kaki. Berjalan kaki usai makan bisa bantu pencernaan, sekaligus bakar kalori. Jalan kaki sekitar 10-15 menit bisa memberi Anda perasaan lebih nyaman, tenang, dan segar. Perhatikan kecepatan Anda supaya tak kena kram otot.

8. Catat
Mencatat apa saja yang Anda makan adalah hal penting dari diet Anda. Perhitungan kalori bisa jadi hal yang baik, tetapi sekaligus membosankan. Isi jurnal makanan Anda dengan puisi, gambar, buah pikir, atau potongan foto penambah semangat. Bersentuhan dengan sisi kreatif Anda adalah bentuk terapis untuk menenangkan diri.

9. Yoga
Yoga menyangkut gerakan yang pelan, diselaraskan dengan fokus, napas dalam, dan menghubungkan diri dengan perasaan damai dalam diri. Yoga juga bisa bantu bangun kekuatan sekaligus melatih otot.

7 Keajaiban Dunia Berdasarkan Al Quran

1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman
Maha Suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,
“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami”.
Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]
Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia”. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]
2. Pohon Kurma yang Menangis
Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,
“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]
Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambilmengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]
3. Untaian Salam Batu Aneh
Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,
Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang”.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].
4. Pengaduan Seekor Onta
Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.
Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta.
Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,
“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]
5. Kesaksian Kambing Panggang
Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:
Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,
“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan.
Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun”. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”.
Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]
6. Batu yang Berbicara
Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman.
Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.
Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia”. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]
Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]
7. Semut Memberi Komando
Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,
“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan).
Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. (QS.An-Naml: 16-19).
Nb: Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” Versi Al-Quran dan hadist yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia.
Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu.
Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin
sumber:situslakalaka.blogspot.com

Rahasia Senyum Nabi Muhammad SAW.


Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw.

Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan.

Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam.

Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman!

Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut,

“Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19


فهذا جرير -رضي الله عنه- يقول -كما في الصحيحين-: ما حَجَبني رسولُ الله -صلى الله عليه وسلم- منذُ أسملتُ، ولا رآني إلا تَبَسَّم في وجهي.


Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.”

Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.”

Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka.


يقول كعب -رضي الله عنه- بعد أن ذكر اعتذار المنافقين وحلفهم الكاذب: فَجِئْتُهُ فَلَمَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ تَبَسَّمَ تَبَسُّمَ الْمُغْضَبِ، ثُمَّ قَالَ «تَعَالَ» . فَجِئْتُ أَمْشِي حَتَّى جَلَسْتُ بَيْنَ يَدَيْهِ


Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka:

“Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.”

Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka.

Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau.


- يقول أنس -كما في الصحيحين-: بينما الْمُسْلِمُونَ في صَلاَةِ الْفَجْرِ مِنْ يَوْمِ الإِثْنَيْنِ وَأَبُو بَكْرٍ يُصَلِّي بَهُمْ لَمْ يَفْجَأْهُمْ إِلاَّ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَدْ كَشَفَ سِتْرَ حُجْرَةِ عَائِشَةَ، فَنَظَرَ إِلَيْهِمْ وَهُمْ فِي صُفُوفِ الصَّلاَةِ. ثُمَّ تَبَسَّمَ يَضْحَكُ


Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!”

Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya!

Menyentuh Hati

Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw. bersabda,


فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان


“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya.

Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya.

Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.!

Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah.

Pengaruh Senyum

Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah.

Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya.

Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan:

“Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.”

Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”

Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.”

Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan.

Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar.

Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam

Sunday, July 29, 2012

Sekolah Gratis






Krungu kabar jare saiki akeh kabupaten ing tlatah Indonesia kang wiwit menehi gratis biaya sekolah marang bocah-bocah sekolah wiwit saka SD, SMP, nganti tekan SMA. Antarane kabupaten-kabupaten mau yaiku Jembrana ing Propinsi Bali, Sukoharjo ing Propinsi Jawa Tengah, lan salah sawijining kabupaten ing tlatah pulo Sulawesi. Wis samesthine kabupaten-kabupaten liyane melu nuladha kabupaten-kabupaten mau. Amarga ora mesthi yen menehi biaya gratis marang bocah-bocah sekolah banjur diarani kualitase elek utawa mudhun.
(Terdengar kabar bahwa saat ini banyak kabupaten di wilayah Indonesia yang mulai memberikan biaya sekolah gratis terhadap anak-anak sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Di antara kabupaten-kabupaten tadi seperti Jembrana di Propinsi Bali, Sukoharjo di Propinsi Jawa Tengah, dan salah satu kabupaten di wilayah pulau Sulawesi. Sudah sewajarnya kabupaten-kabupaten lainnya ikut mencontoh kabupaten-kabupaten tadi. Sebab belum tentu jika memberi biaya gratis terhadap anak-anak sekolah akan dikatakan menurunkan kualitas pendidikan.)

Pancen sejatine menehi biaya gratis sekolah marang bocah-bocah sekolah kuwi wis dadi kuwajibane negara. Apa maneh kanggo pendhidhikan dasar. Kamangka pamarintah dhewe wis mbiwarakake yen arep ngentasake kabeh bocah sekolah saka pendhidhikan dhasar. Mung wae mesthine aja nganti menehi biaya sekolah gratis mau dadi komoditi politik. Dadi pancen nduweni greget lan niyat kepengin majokake babagan pendhidhikan dhasar.
(Memang sebenarnya memberi biaya gratis sekolah terhadap anak-anak sekolah itu sudah menjadi kewajiban negara. Apalagi untuk pendidikan dasar. Padahal pemerintah sendiri sudah memrogramkan akan mengentaskan seluruh anak usia pendidikan dasar. Hanya saja jangan sampai pemberian biaya sekolah gratis ini menjadi komoditi politik. Jadi memang benar-benar semangat dan niat ingin memajukan dunia pendidikan dasar.)

Nalika negara lagi morat-marit kaya saiki iki, mesthine pehak pamarintah luwih akeh nggatekake bocah sekolah babagan pendhidhikane. Ora suwalike ndadekake pendhidhikan minangka papan kanggo bisnis. Apa maneh yen pas ngadhepi taun ajaran anyar kang sedhela maneh tumapak. Sekolah-sekolah negeri mesthi kebanjiran siswa. Kamangka mbayare larang banget. Jarene kanggo ngundhakake kualitas. Apa yen kualitase apik iku kudu mbayare larang?
(Ketika negara dalam keadaan kacau seperti sekarang ini, sudah sewajarnya pihak pemerintah lebih banyak memperhatikan anak sekolah terutama di bidang pendidikan. Bukan sebaliknya menjadikan pendidikan sebagai ajang bisnis. Apalagi saat menghadapi tahun ajaran yang sebentar lagi tiba. Sekolah-sekolah negeri pasti kebanjiran siswa. Padahal biaya masuk sangat mahal. Katanya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Apakah jika kualitas bagus itu harus biayanya mahal?.)






















Wawan Rembug
Krungu ana kabar kabupaten sing nggratisake biaya sekolahan, Pak Marna (jeneng sesinglon) kepengin banget anake bisa sekolah gratis. Mulane dheweke rembugan karo kanca nyambutgawene sing jeneng Pak Kina (uga jeneng sesinglon). Pacelathon kaya ing ngisor iki nggunakake basa ngoko lan krama.
  Pak Marna Kepriye Dhi, sok ngrungokake pawarta saka radhio ora?
  Pak Kina Nggih kadhangkala mirengaken, kadhangkal boten.
  Pak Marna Aku krungu kabar, jare ana kabupaten sing nggratisake biaya sekolah marang bocah SD lho Dhi?
  Pak Kina Kula inggih mireng kok Kang, criyosipun malah dumugi SMP.
  Pak Marna Wah apik kuwi. Aku uga sarujuk. Kapan ya kabupatene dhewe iki nggratisake biaya sekolah marang bocah SD? Aku kepengin banget anakku entuk biaya gratis nalika sekolah ing SD. Rak ya ngono ta Dhi?
  Pak Kina Kula inggih sarujuk. Pancen program sekolah gratis menika sae. Namung menapa saged kaleksanan wonten kabupaten riki.
  Pak Marna Ya muga-muga bisa kelakon. Yen ora, apa awake dhewe iki kuwat nyekolahake bocah. Golek dhuwit angele kaya ngene. Kamangka mlebu sekolah SD wae atusan ewon.
  Pak Kina Leres Kang. Kados kula panjenengan menika mesthi kemawon boten kiyat nyekolahaken lare. Lha pamedal kula panjenengan menika sepinten ta?
  Pak Marna Mulane kuwi ta, sejatine sekolah gratis iku bisa dadi kasunyatan yen padha niyat. Ora mung ngomong thok. Apa maneh yen lagi kampanye kae, wah omongane dha kaya umpluk.
  Pak Kina Estunipun mekaten Kang. Boten namung ngandika kemawon nggih. Mila kula panjenengan samenika kathah ndedonga mugi-mugi kabupaten ing riki menika nggratisaken biaya sekolah.
  Pak Marna Ya wong bisane kaya awake dhewe iki mung ndonga. Perkara gratis ora kuwi gumantung pamarentah. Rak ngono ta.
  Pak Kina Sarujuk kula.
Kekarone banjur nerusake anggone nyambutgawe. Kaya ing pasinaon sadurunge, para netter utawa para maos disuwun kersa ngisi ukara sing durung rampung. Tembung-tembung sing kacithak kandel minangka pancingan kanggo ngisi. Sugeng ngisi!
Undha-usuking tembung ngoko - krama kaya sing digunakake ing dhuwur
Tembung Ngoko
Krama
Krama Inggil
ngrungokake mirengaken -
jare criyosipun ngandikanipun
apik sae -
kuwat kiyat -
ngomong criyos ngandika


Dialog
Terdengar kabar bahwa ada kabupaten yang menggratiskan biaya sekolahan, Pak Marna (nama samaran) ingin sekali anaknya bisa masuk sekolah dengan gratis. Makanya ia berbincang-bincang dengan teman sekerja bernama Pak Kina (juga nama samaran). Dialog di bawah ini menggunakan ragam ngoko dan krama.
  Pak Marna Bagaimana Dik, kadang mendengarkan berita lewat radio tidak?
  Pak Kina Ya terkadang mendengarkan, terkadang tidak.
  Pak Marna Saya mendengar kabar, katanya ada kabupaten yang menggratiskan biaya sekolah untuk siswa SD lho Dik?
  Pak Kina Saya juga mendengar kok Mas, katanya bahkan hingga SMP.
  Pak Marna Wah bagus itu. Aku juga setuju. Kapan ya kabupaten kita ini menggratiskan biaya sekolah untuk siswa SD? Aku ingin sekali anakku dapat biaya gratis ketika sekolah di SDKan begitu to Dik?
  Pak Kina Saya juga setuju. Memang program sekolah gratis itu bagus Hanya saja apakah bisa terlaksana di kabupaten kita ini.
  Pak Marna Ya mudah-mudahan saja terlaksana. Jika tidak, apakah kita ini kuat menyekolahkan anak. Cari uang sulitnya bukan main. Padahal masuk sekolah SD saja biayanya ratusan ribu.
  Pak Kina Benar Pak. Seperti kita ini pasti saja tidak kuat menyekolahkan anak. Lha gaji kita ini berapa to?
  Pak Marna Makanya itu, sebenarnya sekolah gratis itu bisa menjadi kenyataan jika ada niat. Tidak hanya bicara saja. Apalagi jika sedang saat berkampanye, wah bicaranya seperti busa.
  Pak Kina Seharusnya bergitu Mas. Tidak hanya bicara saja ya. Maka kita ini harus banyak berdoa semoga kabupaten di sini menggratiskan biaya sekolah.
  Pak Marna Ya seperti kita ini bisanya hanya berdoa. Perkara gratis atau tidak itu tergantung pemerintah. Kan begitu to.
  Pak Kina Saya setuju.
Keduanya lalu meneruskan bekerja. Seperti pada pembelajaran sebelumnya, para netter atau para pembaca dimohon untuk bersedia mengisi kalimat yang belum selesai. Kata-kata tercetak tebal sebagai pancingan untuk mengisi. Selamat mengisi!
Tingkatan kata ngoko – krama seperti yang digunakan di atas.
Tembung Ngoko
Krama
Krama Inggil
Indonesia
ngrungokake mirengaken - mendengarkan
jare criyosipun ngandikanipun katanya
apik sae - baik, bagus
kuwat kiyat - kuat
ngomong criyos ngandika berbicara

Saturday, July 28, 2012

Islam, Iman dan Ihsan


Pembaca yang budiman, di kalangan tarekat sufi sangat terkenal adanya pembagian agama menjadi 3 tingkatan yaitu: Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat. Orang/wali yang sudah mencapai tingkatan ma’rifat sudah tidak lagi terbebani aturan syari’at; sehingga dia tidak lagi wajib untuk sholat dan bebas melakukan apapun yang dia inginkan… demikianlah sebagian keanehan yang ada di seputar pembagian ini. Apakah pembagian semacam ini dikenal di dalam Islam?

Islam Mencakup 3 Tingkatan

Rosululloh shollallahu ‘alaihi wa sallam suatu hari pernah didatangi malaikat Jibril dalam wujud seorang lelaki yang tidak dikenali jatidirinya oleh para sahabat yang ada pada saat itu, dia menanyakan kepada beliau tentang Islam, Iman dan Ihsan. Setelah beliau menjawab berbagai pertanyaan Jibril dan dia pun telah meninggalkan mereka, maka pada suatu kesempatan Rosululloh bertanya kepada sahabat Umar bin Khoththob, “Wahai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu ?” Maka Umar menjawab, “Alloh dan Rosul-Nya lah yang lebih tahu”. Nabi pun bersabda, “Sesungguhnya dia itu adalah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajarkan agama kalian.” (HR. Muslim). Syaikh Ibnu Utsaimin rohimahulloh mengatakan: Di dalam (penggalan) hadits ini terdapat dalil bahwasanya Iman, Islam dan Ihsan semuanya diberi nama ad din/agama (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 23). Jadi agama Islam yang kita anut ini mencakup 3 tingkatan; Islam, Iman dan Ihsan.

Tingkatan Islam

Di dalam hadits tersebut, ketika Rosululloh ditanya tentang Islam beliau menjawab, “Islam itu engkau bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) selain Alloh dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Alloh, engkau dirikan sholat, tunaikan zakat, berpuasa romadhon dan berhaji ke Baitulloh jika engkau mampu untuk menempuh perjalanan ke sana”. Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini ialah bahwa Islam itu terdiri dari 5 rukun (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 14). Jadi Islam yang dimaksud disini adalah amalan-amalan lahiriyah yang meliputi syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji.

Tingkatan Iman

Selanjutnya Nabi ditanya mengenai iman. Beliau bersabda, “Iman itu ialah engkau beriman kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rosul-Nya, hari akhir dan engkau beriman terhadap qodho’ dan qodar; yang baik maupun yang buruk”. Jadi Iman yang dimaksud disini mencakup perkara-perkara batiniyah yang ada di dalam hati. Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini adalah pembedaan antara islam dan iman, ini terjadi apabila kedua-duanya disebutkan secara bersama-sama, maka ketika itu islam ditafsirkan dengan amalan-amalan anggota badan sedangkan iman ditafsirkan dengan amalan-amalan hati, akan tetapi bila sebutkan secara mutlak salah satunya (islam saja atau iman saja) maka sudah mencakup yang lainnya. Seperti dalam firman Alloh Ta’ala, “Dan Aku telah ridho Islam menjadi agama kalian.” (Al Ma’idah : 3) maka kata Islam di sini sudah mencakup islam dan iman… (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 17).

Tingkatan Ihsan

Nabi juga ditanya oleh Jibril tentang ihsan. Nabi bersabda, “Yaitu engkau beribadah kepada Alloh seolah-olah engkau melihat-Nya, maka apabila kamu tidak bisa (beribadah seolah-olah) melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu”. Syaikh Ibnu Utsaimin menjelaskan: Diantara faedah yang bisa dipetik dari hadits ini adalah penjelasan tentang ihsan yaitu seorang manusia menyembah Robbnya dengan ibadah yang dipenuhi rasa harap dan keinginan, seolah-olah dia melihat-Nya sehingga diapun sangat ingin sampai kepada-Nya, dan ini adalah derajat ihsan yang paling sempurna. Tapi bila dia tidak bisa mencapai kondisi semacam ini maka hendaknya dia berada di derajat kedua yaitu: menyembah kepada Alloh dengan ibadah yang dipenuhi rasa takut dan cemas dari tertimpa siksa-Nya, oleh karena itulah Nabi bersabda, “Jika kamu tidak bisa melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu” artinya jika kamu tidak mampu menyembah-Nya seolah-olah kamu melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (Ta’liq Syarah Arba’in hlm. 21). Jadi tingkatan ihsan ini mencakup perkara lahir maupun batin.

Bagaimana Mengkompromikan Ketiga Istilah Ini?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan yang maknanya, Bila dibandingkan dengan iman maka Ihsan itu lebih luas cakupannya bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada iman bila ditinjau dari orang yang sampai pada derajat ihsan. Sedangkan iman itu lebih luas daripada islam bila ditinjau dari substansinya dan lebih khusus daripada islam bila ditinjau dari orang yang mencapai derajat iman. Maka di dalam sikap ihsan sudah terkumpul di dalamnya iman dan islam. Sehingga orang yang bersikap ihsan itu lebih istimewa dibandingkan orang-orang mu’min yang lain, dan orang yang mu’min itu juga lebih istimewa dibandingkan orang-orang muslim yang lain… (At Tauhid li shoffil awwal al ‘aali, Syaikh Sholih Fauzan, hlm. 63)

Muslim, Mu’min dan Muhsin

Oleh karena itulah para ulama’ muhaqqiq/peneliti menyatakan bahwa setiap mu’min pasti muslim, karena orang yang telah merealisasikan iman sehingga iman itu tertanam kuat di dalam hatinya pasti akan melaksanakan amal-amal islam/amalan lahir. Dan belum tentu setiap muslim itu pasti mu’min, karena bisa jadi imannya sangat lemah sehingga hatinya tidak meyakini keimanannya dengan sempurna walaupun dia melakukan amalan-amalan lahir dengan anggota badannya, sehingga statusnya hanya muslim saja dan tidak tergolong mu’min dengan iman yang sempurna. Sebagaimana Alloh Ta’ala telah berfirman, “Orang-orang Arab Badui itu mengatakan ‘Kami telah beriman’. Katakanlah ‘Kalian belumlah beriman tapi hendaklah kalian mengatakan: ‘Kami telah berislam’.” (Al Hujuroot: 14). Dengan demikian jelaslah sudah bahwasanya agama ini memang memiliki tingkatan-tingkatan, dimana satu tingkatan lebih tinggi daripada yang lainnya. Tingkatan pertama yaitu islam, kemudian tingkatan yang lebih tinggi dari itu adalah iman, kemudian yang lebih tinggi dari tingkatan iman adalah ihsan (At Tauhid li shoffil awwal al ‘aali, Syaikh Sholih Fauzan, hlm. 64)

Kesimpulan

Dari hadits serta penjelasan di atas maka teranglah bagi kita bahwasanya pembagian agama ini menjadi tingkatan Syari’at, Ma’rifat dan Hakikat tidaklah dikenal oleh para ulama baik di kalangan sahabat, tabi’in maupun tabi’ut tabi’in; generasi terbaik ummat ini. Pembagian yang syar’i adalah sebagaimana disampaikan oleh Nabi yaitu islam, iman dan ihsan dengan penjelasan sebagaimana di atas. Maka ini menunjukkan pula kepada kita alangkah berbahayanya pemahaman sufi semacam itu. Lalu bagaimana mungkin mereka bisa mencapai keridhoan Alloh Ta’ala kalau cara beribadah yang mereka tempuh justeru menyimpang dari petunjuk Rosululloh ? Alangkah benar Nabi yang telah bersabda, “Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada dasarnya dari kami maka amalan itu tertolak.” (HR. Muslim). Barangsiapa yang ingin mencapai derajat muhsin maka dia pun harus muslim dan mu’min. Tidak sebagaimana anggapan tarekat sufiyah yang membolehkan orang yang telah mencapai Ma’rifat untuk meninggalkan syari’at. Wallohu a’lam.

di copy dari
http://muslim.or.id/aqidah/islam-iman-ihsan.html

Jawaban ustadz abu sangkan terhadap abu umamah


Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Asyhadu an laa ilaha illa Allah wa asy hadu anna Muhammadarrasulullah
Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad
Dewasa ini saya sering tidak menangapi ulasan-ulasan saudara sesama muslim mengenai mengenai ajaran shalat khusyu’ dan karya-karya saya berupa buku-buku yang saya tulis. Terkadang terasa tidak adil dan tidak bijak, karena didalam mengulas karya-karya buku saya dibutuhkan pemikir an yang baik.
Namun saya berbesar hati didalam menanggapi hal ini, asalkan tidak menjadi sebuah permusuhan yang mengarah kepada perpecahan. Persoalan ini karena perbedaan persepsi dan pemahaman saja. Saya dapat memakluminya, karena ini terjadi akibat latar belakang ilmu dan pengalaman, serta kedewasan sebagai orang Islam. Saya sangat senang dan terbuka dengan adanya bantahan dan tanggapan, terlebih kalau dilakukan dalam forum diskusi yang diselengarakan didepan publik. Melalui cara itu, mereka akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan jelas dari sebuah pemaparan, karena bahasa tulisan terkadang kurang mewakili dari maksud yang dikandung.
Namun demikian saya tetap akan memberikan tanggapan ringan saja, buat pembaca buku-buku saya, terutama kepada saudara Abu Umamah yang dengan semangat mengecam dan menganggap sesat karya-karya saya. Saya hanya mengharap kepada Abu Umamah, tetap teguh berjuang menegakkan keadilan. Saya salut terhadap beliau, karena semangatnya dalam memurnikan ajaran Islam dengan gigih, meskipun terkadang kurang pandai mengemas dengan akhlak yang baik.
Saya sangat faham mazhab yang dianut Abu Umamah yang menyebutnya dirinya sebagai Ahli Sunnah Waljama’ah atau seorang salafi. Karena saya juga pernah belajar hal serupa sehingga saya bisa mengerti kemana arah pemikiran dan manhaj-nya. Pertentangan ini bukan hal yang baru bagi saya dan umat Islam telah mengalaminya selama berabad-abad. Ini hanya berganti generasi saja. Misinya cukup simple, yaitu memberantas TBC, yaitu tahayyul, bid’ah dan churafat (baca: khurafat).
Pertentangan ini bukan hal yang baru terjadi didunia Islam. Sejarah telah mencatat munculnya pertentangan yang terjadi di Indonesia seperti kaum Nahdhiyyin (KH Hasyim Asy ‘ari) dan kelompok Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan) maupun dari Persis (A. Hasan). Persoalan yang dianggap bid’ah seperti qunnut, yasinan, tahlilan, baca barzanji, baca shalawat nabi dan lain sebagainya, adalah topik utama mereka. Namun perkembangan sekarang ketiga kelompok tersebut sudah terlihat saling menghormati setelah informasi semakin canggih.
Saya masih ingat pada waktu kecil, kaum Muhammadiyyah membid’ahkan kaum Nahdhiyyin (NU) shalat tarawih 23 rakaat, sedangkan kaum Muhammadiyyah 11 rakaat. Namun sekarang sudah tidak menjadi masalah, karena di Saudi Arabiyyah melakukan 23 rakaat. Demikian juga persoalan adzan Jum’at yang dilakukan oleh Nahdhiyyin dua kali adzan sedangkan kaum Muhammadiyyah satu kali adzan. Ternyata di Saudi Arabiyyah melakukan dua kali adzan. Padahal Nabi melakukan shalat tarawih dimasjid hanya 3 hari, selebihnya dilakukan dirumah.
Dan yang uniknya lagi, imam Masjidil Haram membaca qunnut didalam akhir Ramadhan namun diselipkan doa-doa yang tidak berasal dari Nabi, terbukti ia menyebutkan kata-kata Allahumma dammir Amerika, Israil. Padahal didalam ibadah tidak boleh menambah-nambah ibadah yang tidak diajarkan oleh Nabi. Demikian juga doa-doa dalam tawaf, tenyata banyak yang dibuat oleh para ulama’, padahal tawaf adalah peribadatan yang ditetapkan sunnahnya. Dan orang-orang Saudi menggunakan alat dzikirnya meniru orang-orang Budha dan Katolik (rosario), yaitu biji tasbih made in China.
Dan mengenai penyusunan mushaf Al qur’an, awalnya para sahabat mengalami perdebatan keras, terutama Zaid sekretaris Nabi. Karena Nabi tidak memerintahkan membukukan Al qur’an yang berserakan dan tertulis di pelepah korma, kulit kambing dan lain sebagainya.
Tuduhan-Tuduhan Abu Umamah
Saya sangat mengenal konsep pemikiran Abu Umamah dalam melancarkan setiap tuduhan-tuduhan yang berbeda pandangan dengan dia. Saya kira dia hanya kurang faham mengenai pemaparan buku-buku saya, karena memang harus memilki ilmu pendukung untuk mampu memahami karya saya.
Didalam memahami tanggapan tulisan-tulisan saya, harus siap membuka hati dan pikiran. Dibutuhkan kejujuran dan kebersihan hati, bukan dilandasi karena emosi dan kebencian. Watawa saubil haq watawa saubish shabri …
Walaupun saya belajar ilmu tasawuf, tapi saya bukanlah orang tasawuf. Walaupun saya belajar ilmu salafi, tetapi saya bukanlah orang salafi. Walaupun saya belajar ilmu filsafat, tetapi saya juga bukan orang filsafat. Walaupun saya belajar ilmu meditasi tetapi saya menolak meditasi. Saya hanyalah orang biasa yang menjalankan shalat lima waktu, bersyahadat, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah Haji ke Baitullah. Bagi saya ini sudah cukup dan tidak keluar dari ajaran Islam. Adapun kekurangan didalam menjalankan syariat, saya berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya sehingga tidak ada kata berhenti untuk belajar. Termasuk saya pun mempelajari cara berfikir Abu Umamah, tapi saya tidak akan seperti Abu Umamah.
Abu Umamah menuduh Saya sebagai Pencipta Ajaran Shalat.
Hal ini jauh dari kenyataan. Seharusnya saya sudah diusir dari masjid-masjid besar kalau benar-benar saya menyimpang. Padahal saya mengadakan pelatihan shalat di adakakan di halayak ramai, bukan ditempat yang tersembunyi. Bahkan saya sudah memberikan pemaparan shalat khusyu’ dihadapan MUI Banjarmasin, Singapura, Hongkong, Jepang, Malaysia, Australia, dan seluruh Indonesia. Dan alhamdulillah mereka setuju dengan konsep pengajaran yang dilandasi syariat yang kuat. Karena Abu Sangkan tidak merubah shalat yang sudah menjadi hukum mahdhah. Justru saya mengajak untuk mengahayati setiap gerakan dan bacaan dalam shalat, seperti meluruskan punggung ketika ruku’, berdiri tuma’ninah, sujud sempurna. Seluruh metode, saya ambil dari cara Rasulullah mengajarkan shalat kepada para sahabat . Pada waktu itu, Nabi selalu menegur langsung ketika sujudnya terlalu cepat seperti burung mematuk makanan. Semuanya saya latih diluar shalat, sebagaimana umumnya orang memiliki metode membaca Al qur’an.
Mungkin, Abu Umamah terganggu dengan istilah “meditasi”, sehingga ia mengira saya memasukkan unsur meditasi dalam shalat. Padahal istilah meditasi itu bukan ajaran agama Hindu. Kata meditasi itu sendiri berasal dari bahasa Inggris, bukan bahasa India, yang berarti berdoa (praying), atau menenangkan pikiran. Sedangkan kata atau istilah berdo’a, beribadah, beriman dan lain sebagainya, telah menjadi dan digunakan oleh agama-agama lain di Indonesia. Hal ini tidak bisa dipungkiri kenyataannya.
Dari sisi marketing, buku shalat khusyu diminati orang-orang yang belum shalat, karena ada kata meditasi. Hal ini terinspirasi oleh ulama di Jawa masa Wali Songo yang mengganti kata “shalat” dengan “sembahyang”, untuk menarik minat agar orang-orang Hindu ikut sembahyang (shalat) di masjid. Dan dihalaman masjd, dibuat pintu masuk berupa gapura yang berasal dari kata “pura” (tempat sembahyang orang Hindu). Namun maknanya diganti menjadi ghafura dari bahasa Arab, yang berarti pengampunan (jawa: ngapura). Dan lihatlah bangunan masjid di Demak dan masjid-masid di Jawa terlihat kental dengan unsur arsitektur Hindunya.
Kata “meditasi” sama dengan kata “spiritual” yang sering dugunakan orang-orang Islam. Karena bahasa tidak bisa diklaim oleh salah satu agama saja. Sama halnya ketika anda melihat bangunan gedung pemerintahan di Kremlin yang menggunakan kubah dan menara masjid. Kalau orang tidak tahu, pasti terkecoh dikira masjid. Atau malah sebenarnya terbalik, kubah dan menara bukanlah hasil karya arsitek muslim. Karena gereja-gereja pada masa Konstantinopel sudah menggunakan kubah. Yang paling unik adalah kata “menara” ternyata berasal dari kata “naarun”, yang berarti api. Sedangkan menara dulunya adalah tempat api persembahyangan kaum Majusi.
Apakah seseorang dilarang, jika sebelum shalat melatih diri untuk belajar berdiri dengan tenang ketika shalat? Menenangkan pikiran agar tidak ngelantur kemana-mana. Padahal saat shalat, kita sedang berhadapan dengan sang Khalik. Berarti kesadaran jiwa dan pikiran harus terfokus kepada yang disembah, yaitu Allah. Sedangkan orang Budha terfokus kepada sang Bodha Gautama, orang Kristiani terfokus kepada Yesus Kristus.
Perhatian saya dalam pelatihan shalat khusyu adalah agar bagaimana hati dan pikiran selalu berhubungan dengan Allah, bukan kepada selain Allah. Termasuk melatih agar tidak mudah melamun. Kenyataan ini telah menjadi keluhan hampir seluruh masyarakat Islam. Mengapa Abu Umamah hanya mementingkan segi fisik saja, sementara ruhiyah diabaikan. Padahal Allah hanya menerima shalat seseorang dilandasi keikhlasan (mukhlishina lahu addien). Sebagaimana kisah orang Arab Badui yang mengaku beriman, ternyata baru sampai kulit luarnya saja, sehingga Allah menurunkan ayat berikut ini :
Dan orang-orang Arab Badui berkata: Kami telah beriman, katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, tetapi katakanlah kami tunduk, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu (QS. Al Hujuraat,49:14)
Dan sebuah hadist menegaskan :
Anta’buda ka annaka tarahu fainlam takun tarahu fa innahu yaraka
Beribadahlah seolah engkau melihat Allah, kalau engkau tidak mampu melihat Nya, sesungguhnya Dia melihat engkau ( Al hadist shahih ).
Dan Allah melarang shalat seperti shalatnya orang-orang munafik, karena dilakukan dengan perasaan malas dan pikirannya tidak terfokus kepada Allah kecuali hanya sedikit. Mereka shalat karena dilandasi ingin dilihat orang lain (riya’).
Perbuatan riya’ dan munafik itu adanya dihati, karena ternyata orang munafik juga shalat
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah,dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali hanya sedikit (QS. An Nisa,4:142)
Abu Umamah hanya kurang peka terhadap tulisan-tulisan saya dalam menyampaikan hadist-hadist yang saya uraikan dalam bentuk praktek. Dikira saya mengarang shalat kreasi baru. Terbukti jamaah saya shalat dimana-mana tidak ada yang aneh. Dan saya pun telah menjadi imam shalat dihadapan ribuan jamaah, namun mereka tidak ada yang protes. Seandainya Abu Umamah bisa menyempatkan shalat berjamaah dengan saya, pasti tidak akan terjadi perdebatan seperti ini. Tetapi tidak apa-apa, insya Allah suatu waktu akan berjumpa dalam shalat bersama.
Kesimpulan dari persoalan pelatihan shalat khusyu’.  Selama tidak ada larangan dari Nabi, berarti kebolehan. Yang dilarang adalah merubah syariat shalat. Termasuk bacaan shalat dirubah menjadi bahasa Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Yusman Roy dari Malang (Perdebatan via Teleconference  antara Abu Sangkan dengan Yusman Roy di Metro TV).
Ditegaskan disini, shalat diawali dengan niat lalu takbir sampai salam. Diluar itu bukanlah shalat. Maka kegiatan pelatihan shalat bukanlah shalat, tetapi hanya latihan. Bagaimana menurut Anda, sebelum memasuki  takbir, bolehkan kita melakukan kegiatan oleh raga, tertawa, atau baca buku? Atau setelah menyelesaikan salam, bolehkan kita melakukan kegiatan gerakan-gerakan bebas seperti melompat dan berlari. Selama itu tidak dilakukan didalam shalat, maka itu bebas (boleh) bukan mengada-mengada soal agama. Tetapi kalau kegiatan itu dilakukan didalam shalat, maka itu bid’ah. Semoga Abu Umamah memahami arti bid’ah dalam beribadah.
Tuduhan bahwa Abu Sangkan Penganut Wihdatul Wujud
Didalam buku saya “Berguru Kepada Allah”. Pada bab misteri Al hallaj,  saya justru  meluruskan ajaran Al hallaj yang kurang sempurna. Karena Al Hallaj tidak mampu melepaskan kesadarannya, sehingga tidak bisa membedakan mana Allah dan mana dirinya. Inilah yang dinamakan ittihad (penyatuan).
Kesimpulan saya pada bab ini, adalah manusia pada awalnya tidak ada dan akan kembali tidak ada. Yang kekal hanyalah Allah semata. Kullu man ‘alaiha faan …. wa yabqa dzul jalali wal ikram … Apakah ayat ini ada yang salah?. Siapakah sebenarnya yang kekal abadi ?. Namun kalau difahami dengan benar, saya sependapat dengan pejelasan Imam Al ghazaly, bahwa Al hallaj tidak mengaku Allah. Dia hanya membaca ayat yang berbunyi :
innani Ana Allah laa ilha illa ana fa’budnii ….
Sungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang Haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS. Thaha 20:14)
Saya hanya menganggap Abu Umamah khilaf dan kurang teliti membaca bab ini. Pikirannya terlalu dipenuhi kecurigaan dan hatinya bergejolak kurang tenang. Dan ilmu tidak akan bisa masuk kepada orang yang hatinya tidak dipenuhi cahaya Ilahy.
Pada bab-bab sebelumnya, banyak ayat-ayat mutasyabihat yang saya kutip. Dan saya tidak berani menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan pikiran saya. Saya hanya membiarkan ayat-ayat mutasyabihat tersebut apa adanya, seperti kalimat yadullah (kedua tangan-Ku). Melihat uraian ini, Abu Umamah tidak faham. Dikira saya membuat pernyataan “mentashbihkan” (menyerupakan) Allah dengan tangan manusia. Sama sekali tidak !! Ayat-ayat mutasyabihat hanya bisa difahami oleh hati orang yang bertakwa. Alif laam mim … dzalikal kitabu laa raiba fiihi hudan lil muttaqien …. Tidak ada satu dalilpun yang mengatakan, bahwa para sahabat menanyakan arti ayat-ayat mutasyabihat kepada Rasulullah dan Beliau tidak memberikan tafsir ayat-ayat mutasyabihat.
Didalam surat Al anfal ayat 17, Allah berfirman :
Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.
Pada ayat ini, apakah Rasulullah dianggap seperti Al Hallaj atau wihdatul wujud?. Jika ditanya: “Wahai Rasulullah, siapakah yang membunuh dan melempar panah ketika engkau membidik panah?”. Kira-kira apa jawaban Beliau ….?? Kalau Beliau menjawab sesuai dengan ayat diatas, pastilah Beliau akan mengatakan, “Allahlah yang melempat panahku …..”
Masihkah Anda menuduh saya wihdatul wujud, yang Anda sendiri tidak paham persoalan ini?.
Tuduhan bahwa Abu Sangkan Menganut Sinkretisme
Mungkin Abu Umamah kurang paham arti sinkretisme, sehingga saya dianggap menganut faham ini. Tidak ada satupun ajaran tersebut dalam buku saya. Justru saya hanya prihatin melihat kemunduran umat islam selama berabad-abad.
Mengapa orang-orang Eropa mampu menemukan sains modern dan mampu menciptakan teknologi canggih?. Ternyata mereka perduli terhadap fenomena alam yang luar biasa, yang memberikan pelajaran bagi manusia. Padahal mereka tidak mengenal Al qur’an.  Namun mereka telah memanfaatkan kemampuan berfikirnya dan akal sehatnya untuk meneliti gejala alam yang terhampar luas. Mulai dari energy listrik, nuklir, mineral, bahan kimia, ilmu aerodinamika, biologi, psikologi, neurologi, astronomi, mesin diesel, kapal selam dll. Hampir semuanya dikuasai oleh mereka. Sementara umat Islam hanya diam tidak turut terlibat mengamati sumber alam yang penuh manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa disadari hasil penemuan mereka dimanfaatkan oleh umat Islam seluruh dunia, termasuk negara-negara Arab, meminta bantuan Amerika untuk pengeboran minyak, mengolahnya, bahkan menjualkannya.
Padahal Al qur’an telah memberikan wacana berfikir kepada kita, agar tidak ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Sebagaimana disebutkan ayat-ayat berikut ini :
Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu terdapat pelajaran bagimu, Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perut (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah,yang mudah ditelan bagi orang yang hendak meminumnya (QS.An Nahl,16:66)
Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (QS. Qaaf,50:7-8)
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang beriman. Dari pada penciptaan Kamu dan binatang-binatang yang melata yang bersebar (dimuka bumi) terdapat ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi kaum yang yakin. Dn pada pergantian malam dan siang serta hujan yang diturunkan Allah dari langit sebagai rezeki lalu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya dengan air hujan itu,dan pda perkisaran angin terdapat pula ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi mereka yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah, Kami memebacakannya kepadamu sebenarnya,maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan ayat-ayat-Nya. (QS. Al Jastsiyah,45:3-6)
Dalam ayat-ayat diatas terdapat kandungan peringatan untuk umat Islam. Disamping mereka diharuskan membaca Al qur’an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, namun diperintahkan pula untuk memikirkan ciptaan Allah sebagai pelajaran. Namun fakta yang terjadi sangat ironis, justru orang-orang kafirlah yang menguasai ilmu pengetahuan, seperti peternakan, geologi, geofisika vulkanologi  dan lain sebagainya. Apakah saya disebut sebagai penganut sikretisme kalau saya memahami ilmu-ilmu tersebut? Bukankah saudara Umamah tidak sadar, bahwa ilmu-ilmu tersebut adalah ciptaan Allah dan kita diperintahkan untuk mengambil sebagai pelajaran?
Ulasan-ulasan yang tidak difahami oleh Abu Umamah dalam bukunya Mengenal Lebih Dekat dengan Abu Sangkan halaman 84.
Sangat kelihatan Abu Umamah tidak membaca dengan baik tulisan-tulisan saya;
Padahal uraian saya adalah sebuah kesimpulan dari hadist-hadist nabi yang menyuruh kita shalat dengan serius dan thumaninah dan tidak terburu-buru. Selanjutnya dipraktekkan sebagaimana saya tulis dalam buku saya halaman 58-59.
Padahal semua yang dipraktekkan adalah tuntunan Nabi yang saya jadikan metodologi. Seperti berdiri thumaninah, rukuk, sujud dan tahiyyat. Semuanya dilakukan dengan tenang dan rendah hati. Pertanyaanya adalah :
Apakah dilarang berdiri sehingga tulang-tulang dan sendi-sendi dalam tubuh kita rileks dan tidak tegang ketika shalat ?
Apakah dilarang pikiran hening didalam shalat? Mengapa tidak tidak menyalahkan orang yang pikirannya melamun dan ngelatur kemana-mana ketika shalat? Bukankah itu lebih bid’ah,  karena pikiran Rasulullah tidak pernah melamun dalam shalat.
Apakah dilarang ketika hati kita hadir dalam shalat, sementara banyak orang shalat tetapi hatinya tidak hadir?
Apakah dilarang memperbagus shalat dan wudhu’ seseorang dengan dibarengi hatinya ingat kepada Allah, sementara banyak orang berwudhu yang tidak menghayati wudhu’nya sehingga tidak ubahnya mencuci muka biasa?.
Apakah salah orang shalat harus dilakukan dengan kesadaran ?
Sementara Abu Umamah menyalahkan persoalan-persoalan ini.
Kesimpulan dari uraian Umamah, bisa diketahui bahwa dia shalat namun pikirannya tidak tenang, karena ia melarang orang shalat pikirannya hening. Dan shalatnya tidak dilakukan dengan tenang dan tumakninah, karena ia melarang melatih tulang-tulang kembali pada tempatnya. Justru dialah yang yang tidak menjalankan sunnah Nabi, karena yang saya tulis adalah sunnah Nabi dalam mengajarkan shalat kepada para sahabat.
Tolong pelajari lagi hadist-hadist yang memerintahkan untuk sadar dalam shalat, membetulkan tulang-tulangnya sehingga lurus dan tenang didalam setiap gerakan rakaat maupun bacaannya.
Semua hadist yang menyangkut shalat khusyu’ sudah saya himpun dan saya susun menjadi pelajaran bagi yang shalatnya terburu-buru dan pikirannya melayang-layang, dan ini perlu dilatih. Bagi yang tidak mau latihan jangan mengusik orang yang sedang belajar. Melarang orang belajar shalat sama halnya orang-orang Yahudi yang menghalang-halangi shalat, hanya saja dikemas dengan perkataan “bid’ah”, agar tidak terlihat menghalangi orang-orang yang sedang belajar shalat. Kalau memang Abu Umamah orang Islam yang benar, pasti dia akan mendatangi rumah saya dan berdiskusi dengan baik dan penuh akrab dan shilaturrami. Dengan diawali dengan  shalat berjamaah tentunya. Inilah akhlak Islam yang sebenarnya yang banyak dilakukan kaum sufi yang bersih hatinya.
Abu Umamah mengaku Ahli Sunnah Waljama’ah ?
Saya belum percaya seratus persen kalau Abu Umamah adalah ahli sunnah wal jamaah. Mengapa demikian? Karena yang saya tahu jumlah hadist Rasulullah dikeluarkan dan diriwayatkan berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan jumlahnya. Itupun masih tergantung kedudukan keshahihannya. Dan berapa jumlah hadist yang shahih, hasan, mutawatir, masyhur, muan’an, mudhayyaq, musalsal, ahad, gharib, munqati’? Sudahkan Anda mampu menjalankan seluruh sunnah Nabi? Belum lagi jumlah ayat-ayat dalam Al qur’an, sudahkan Anda mampu menjalankan semuanya?. Apa hukumnya yang tidak menjalankan Islam secara kaafah?. Masihkan Anda berani mengatakan ahli sunnah wal jamaah? Anda tidak ada bedanya dengan saya yang hanya menjalankan sebagian sunnah nabi saja. Anda masih menggunakan uang yang ada gambar orangnya, yang menurut hadist hukumnya haram. Sementara,  Anda sering melarang orang melukis makhluk hidup. Hal ini sama halnya orang-orang Saudi yang tidak konsisten, mereka menempelkan lukisan-lukisan Raja Fahd, Raja Abdullah, Raja Suud di setiap hotel di Saudi Arabiayah.
Apa hukumnya orang yang menyesatkan orang lain, sementara saya telah bersyahadat setiap shalat, menjalankan shalat lima waktu, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah ?
Saya memaafkan Abu Umamah karena dia belum kenal dengan saya, walaupun dia mengaku dalam tema bukunya “Mengenal lebih dekat dengan Abu Sangkan”. Namun dia tidak kenal dengan saya, apalagi berdiskusi dengan baik dan terhomat.
Saya khawatir terhadap Abu Umamah, dia tidak bisa membedakan Islam dan kultur Arab yang keras. Islam adalah akhlak dan lemah lembut, apalagi dalam berdakwah. Al qur’an menyuruh berdakwah dengan cara yang sangat lembut dan mauidhatil hasanah … cara ini dilakukan oleh ulama’ Jawa (Wali Songo) sehingga ummat Hindu tertarik mempelajari Islam, walaupun masih belum sempurna. Mungkin kalau Anda ingin merasakan bagaimana sulitnya berdakwah, cobalah berdakwah di wilayah Hindu, seperti di Bali. Kalau Anda jujur, pasti Anda akan mengatakan Wali Songo itu hebat dan cerdas.
Ulama Jawa, ketika melihat umat Hindu menjalankan ritual kematian mengadakan upacara selama tujuh hari, mereka tidak langsung merubah kultur dan kebiasaan agama sebelumnya. Apalagi langsung menhardik dengan kata-kata kafir sesat dan bid’ah. Mereka mengisi hari-hari tersebut dengan bertahlil dan bertahmid. Maksudnya mengarahkan tauhid mereka agar tidak menyekutukan Tuhan. Lihatlah situs-situs masjid Menara Kudus yang berbentuk seperti candi, pintu gerbang masjid seperti seperti pura Hindu, atap mesjid dibuat seperti pagoda. Mereka tidak merubah pakaian menjadi pakaian Saudi Arabiayah atau Pakistan, india, tetapi tetap menggunakan sarung seperti yang dipakai orang Hindu pergi sembahyang ke pura.
Hal ini terjadi terhadap fiqhuddakwah Partai Keadilan Sejahtera. Mereka melakukan dakwah melalui dan mengisi peluang  dunia politik sebagai kendaraan dakwah mereka di DPR. Mereka bertujuan menegakkan syariah, namun dinilai salah oleh beberapa kelompok Islam, karena melalui cara sekuler, yaitu Trias Polica.
Kesimpulan dari penjelasan saya diatas, bukanlah akhir jawaban saya. Karena masih banyak lagi yang bisa saya sampaikan jika diperlukan. Dan saya sangat senang jika bisa berjumpa langsung dengan Abu Umamah demi keadilan dan menjalankan sunnah Al qur’an, yaitu bermusyawarah dengan baik. Dan sekali lagi Abu Umamah bukanlah Ahli Sunnah Waljamaah yang murni, tapi hanya sekedarnya saja. Kalau berjumpa dia, saya bisa tunjukkan hadist mana yang tidak dijalankan oleh dia,  dan hadist mana yang telah dilanggar oleh dia.
Hayya ‘alash shalah hayya ‘alal falah …..
Wassalam
ABU SANGKAN
Jl. Kemangsari IV/5, Jatibening
Bekasi.

Thursday, July 26, 2012

Kimberly Ryder


Nama lahir     Kimberly Alvionnella Ryder
Lahir             6 Agustus 1993 (umur 18)
Bendera        Indonesia Indonesia
Pekerjaan      aktris,model
Tahun aktif    2008 - sekarang
Kimberly Alvionnella Ryder atau yang lebih dikenal sebagai Kimberly Ryder (lahir di Jakarta, 6 Agustus 1993; umur 18 tahun) adalah seorang pemeran Indonesia. Gadis yang akrab disapa Kimi ini mulai dikenal semenjak kemunculannya sebagai pemeran antagonis, Eva dalam sinetron Cahaya. Kemudian pihak Soraya Intercine Films pun mengajaknya bergabung dalam film layar lebar Chika. Dalam film ini Kimi mendapat peran sebagai Ayunda. Gadis yang pada tahun 2008 menjadi siswi SMU Mentari Jakarta ini mendapat bakat akting dari sang ayah, Nigel Ryder, yang berkewarganegaraan Inggris, dan urusan modeling dari sang bunda, Irvina Ryder, yang juga seorang model senior. Pada saat ini, Ia sedang menjalani online schooling.

Film

    Chika (2008)
    Get Married 2 (2009)
    Get Married 3 (2011)
    The Witness (2012)
    18++ Forever Love (2012)
    Perahu Kertas (2012)

Sinetron

    Cahaya (2008)
    Kawin Masal (2008)
    Dia Jantung Hatiku (2010)
    Mimo Ketemu Poscha (2012)
    Aku Suka Dia (2012)

FTV

    Pasangan Ajaib (2008)
    Bule vs Jawa (2008)
    Cewek Penakluk (2009)
    Getar 2 Cinta (2011)
    Kalau Tom and Jerry Jatuh Cinta (2012)
    No Woman, No Cry (2012)
    Pembantu Supermodel (2012)
    Dorks Can Love (2012)
    Cinta Lompat Tembok (2012)
    Biarkan Kami Jatuh Cinta (2012)
    Jangan Lari Kusir Dikejar (2012)
    Tunanganku Anak SMU (2012)


Tirus

5. Lakukan yoga wajah
Facial yoga atau yoga wajah melibatkan berbagai ekspresi untuk mengubah penampilan Anda. Bentuk yoga wajah dapat mengencangkan otot-otot di wajah.

Salah satu gerakan yoga wajah adalah smiling fish frenzy, yaitu melakukan pose tersenyum dengan senyum dan mengepalkan gigi secara bersama-sama. Tahan gerakan tersebut selama 5 detik kemudian lepaskan. Ulangi hingga 10 kali.

Gerakan lain dikenal dengan lion face atau wajah singa, yang membuat tegang semua otot di wajah dengan mengerakkan wajah hingga terasa kencang. Tahan selama lima detik lalu kendurkan setiap otot.

Yang lain cheek puff, yaitu menghirup udara melalui mulut dan membusungkan pipi. Tutup rapat bibir untuk menahan udara di pipi dan tahan udara di pipi selama 5 detik, lalu buang napas. Tarik napas dalam-dalam sekali lagi dan lakukan di pipi kiri saja kemudian beralih ke pipi kanan. Ulangi latihan ini hingga 10 kali.

Gerakan mengkerutkan bibir seperti pose akan mencium seseorang juga bisa mengecilkan pipi. Tahan gerakan tersebut selama 5 detik dan ulangi hingga 10 kali.

Selain itu, bisa juga dengan mendorong lidah pada bagian pipi dalam kemudian bergerak ke atas dan ke bawah. Lakukan pada masing-masing pipi dan ulangi hingga 10 kali.

wah... ada temennya juga ya? coz pipiku juga tembem.. n waktu sma aku paling phobia waktu datang ke sekolah coz pasti temen2ku dah siap untuk nyubitin pipiku..
nasib...:(

tapi untungnya sekarang dah kul gak lagi..

kalau aku sih katanya emang dari tulang pipinya dah besar jadi bukan karena lemak yg tertimbun disitu jadi percuma aja diet mati2an juga gak bakal ilang kecuali dengan bedah plastik mungkin bisa...

kalau diet bagian2 yg bakal mengecil (urut ya...) :
1. perut
2. paha
3. lengan
4. nah yg terakhir baru pipi
jadi kalau emang niat banget pengen ngecilin ya harus diet yg disiplin tapi masalhnya ntar jadi kecil semua dunk alias Kuruzzz banget....

jadi ya mending di nikmatin aja kan kata orang tembem tuh imut he..he... :p


    Makanan diet sehat: Hindarilah mengkonsumsi makanan junk food, makanan siap saji/instant, atau yang bersodium tinggi, dan makanan berkadar gula tinggi. Akan lebih bagus jika Anda melakukan diet kalori secara sehat, dimana efeknya akan terasa pada seluruh anggota tubuh Anda.
    Berolahraga: Selain diet, maka Anda juga perlu untu melakukan olah raga, khususnya untuk melatih kerja jantung Anda. Lakukan olah raga setidaknya 30 menit, 4 hari dalam satu minggu.
    Minum air 2 liter per hari: Pipi yang tembem biasanya diperburuk oleh retensi sodium, sehingga dengan mengkonsumsi air dalam jumlah yang relatif banyak akan mecairkan retensi sodium tersebut, sehingga pipi anda tidak hanya kurus tapi juga lebih segar dan fresh.
    Pemijatan Pipi. Pijatlah pipi Anda 2-3 menit per hari secara pelan-pelan, hal ini agar sirkulasi aliran darah di daerah pipi menjadi lancar, teratur dan baik.
    Isap pipi anda sambil menghadap ke atas langit. Tutup mulut Anda sambil menghisap pipi dengan posisi menghadap keatas (langit), Ini adalah bagian dari senam muka yang akan membantu otot pipi anda agar lebih lentur
    Perbanyak senyum. Senyum tidak hanya membuat kita tampak lebih muda dari usia kita sebenarnya, dengan banyak tersenyum maka otot-otot didaerah pipi akan lebih elastis dan flexibel. Maka perbanyaklah senyum agar otot-otot dimuka rileks sehingga syaraf Anda tiak tegang, (senyum juga kan bagian dari shodaqoh).

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...