Wednesday, June 19, 2013

Kiat Menghafal Al Quran & Doa Hafal Al Quran


Menjadi penghafal Al Qur’an? wow…keren….
Bayangkan kalau kita bisa menjadi pemelihara Al Quran. Menurut beberapa ulama, penghafal Al Quran, berarti termasuk “Kami” yang disebut kedua dalam QS Al-Hijr (15:9)
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”
Bagaimana caranya supaya hafalan nempel terus ya? Jangan sampai hari ini dengan susah payah menghafal eh bulan depan udah lupa…:(
Baru baru ini saya baca buku yang bagus soal kiat menghafal Al Quran. Supaya isi buku tersebut tidak terlupakan, saya tulis di blog ini ringkasannya ya. Mudah mudahan bermanfaat untuk kita semua. Amiin.
Berikut kiatnya:
1. Meluruskan niat, harus ikhlas karena Allah.
2. Baca doa agar hafalan tidak mudah terlupakan:
Diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud apa yang ia dengar dari Rasulullah SAW tentang sabda beliau : “Siapa yang takut lupa Al Quran setelah menghafalnya dan ilmu setelah mempelajarinya hendaklah ia mengucapkan:
Allaahumma nawwir bil kitaabi bashorii
wasyrohbihi shodrii
wasta’mil bihi badanii
wa ath’liq bihi lisaanii
wa qowwii bihi janaanii
wasyrohbihi fahmii
wa qowwii bihi ‘azmii
bihaulika wa quwwatika fa innahu laa haula wa laa quwwata illa bika
Yaa arhamar roohimiin.
Artinya: Ya Allah, sinarilah penglihatanku dengan kitab ini, lapangkanlah dadaku dengannya, pekerjakanlah tubuhku dengannya, lancarkanlah lidahku dengannya,kuatkanlah hatiku dengannya, gamblangkanlah pemahamanku dengannya, kuatkanlah azamku dengannya, dengan daya dan kekuatanMu. Sesungguhnya tak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan)Mu. wahai Dzat yang sangat berbelah kasih. 1)
3. Perbaiki bacaan sebelum menghafal. Bacaan harus benar tajwid mau pun makhrojnya. Untuk hal ini diperlukan guru pembimbing.
4. Memotivasi diri :
a. Sadari bahwa Allah memberikan kemampuan yang luar biasa kepada otak kita. Otak terdiri dari sepuluh ribu juta sel neutron. Manusia mampu memproses hingga 30 milyar informasi setiap detik. ( ket: Kalau manusia bisa menciptakan komputer yang memorinya begitu canggih, tentunya Allah bisa membuat yang lebih canggih lagi, yaitu manusia. Setuju ngga? )
Lihat Al qomar (QS 54:17)”Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”
Anak anak di Palestina bisa menghafal 2 juz Al Quran dalam 2 jam, fakta ini saya baca dari harian Republika. Ada guru ngaji teman saya yang hafal Al Quran dalam 2 bulan.
Jadi otak manusia memang mempunyai potensi yang luar biasa.
b. Mengingat keutamaan menghafal Al Quran, antara lain mengingat hadis berikut:
” Dikatakan pada penghafal Al Quran, ‘Bacalah dan naiklah.’ Bacalah dengan tartil sebagaimana engkau melakukannya di dunia. Sesungguhnya tempatmu terletak di akhir ayat yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud)
Pada waktu perang Uhud. Sahabat Rasulullah banyak yang syahid sehingga satu liang lahat diisi dengan beberapa jenazah. Rasulullah mendahulukan yang lebih banyak hafalannya untuk dimasukkan ke dalam liang.
Untuk menjadi imam atau bahkan duta besar di jaman Rasul SAW diutamakan yang lebih banyak hafalannya. Khusus untuk duta besar dipilih yang hafal surah Al baqoroh.
Jenazah penghafal Al Quran yang diketemukan pada musibah tsunami di Aceh, tercium wangi dan badannya utuh tertutup rapih, sementara kebanyakan jenazah yang lain sudah bau dan terbuka auratnya.
Orang tua dari penghafal Al Quran (yang juga mengamalkan tentunya)akan dianugrahi mahkota sebagai penghargaan dari Allah SWT di hari akhir nanti.
Penghafal surat Al Waqiah akan dimudahkan rezekinya. (lihat posting saya soal Rezeki)
Masih banyak keutamaan lain yang menunjukkan keutamaan itu diberikan di dunia dan akhirat.
c. Menghafalkan Al Quran cukup atau bahkan sangat menyita waktu. Agar tidak merasa rugi ada baiknya mengingat hadis berikut:
” Penghuni surga tidak meratapi sesuatu pun selain waktu mereka yang lewat dan mereka tidak mengingat Allah di waktu itu.” (HR. Thabrani)
Ngomong ngomong soal waktu, saya jadi ingat cerita yang membuat saya terhenyak dan mulai berniat menghafal Al qur’an dengan lebih serius. Begini ceritanya:
Seorang anggota DPR dari Indonesia bertemu dengan seorang anggota DPR dari Palestina.
Ternyata sudah biasa bagi orang Palestina, bila bertemu sesama muslim mereka menanyakan berapa banyak hafalan Al Qur’an mereka. Anggota DPR dari Palestina ini menanyakan berapa banyak hafalan anggota DPR Indonesia tersebut. Subhanallah, ternyata anggota DPR ini sudah hafal 20 juz. Tentunya tidak banyak anggota DPR kita yang sedemikian hebatnya. Lalu apa kira-kira reaksi dari orang Palestina tersebut ? ….ia menanyakan, Berapa umurmu? jawab orang Indonesia itu…40 tahun. Orang Palestina itu berkata Kamu kemana aja ? ……. ???
Jadi di Palestina, dari usia dini sekitar 7 tahun, kebanyakan dari mereka sudah mulai menghafal Al Qur’an. Dengan kecepatan yang paling lambat, mereka menghafal minimal 1 ayat sehari. Walau pun kenyataannya mereka ada yang bisa menghafal 1 juz dalam 1 jam. 6666 ayat berarti bisa dihafal dalam jangka waktu paling lambat sekitar 18 tahun.Jadi di usia 25 tahun mereka sudah hafal seluruh Al Qur’an. Makanya dalam kisah di atas, ia heran orang anggota DPR itu “baru” hafal 20 juz.
Waktu mendengar cerita yang disampaikan oleh kakak saya itu, saya sedang kuliah di Al Hikmah. Ustadz menjelaskan bahwa hafalan seseorang menentukan posisinya di surga. Kira-kira begini penjelasan beliau. Kalau ditest oleh malaikat ternyata bacaan nya hanya disitu-situ aja nanti malaikat bilang Ya udah kamu di sini aja, ngga usah naik ke tempat yang lebih tinggi. Rasanya saya mau menangis, bagaimana dengan saya yang usianya sudah lebih dari 40 tahun dan hafalan saya baru sedikit sekali?…Semoga Allah memberi waktu dan kesempatan bagi kita yang belum hafal Al Qur’an, untuk mengejar ketertinggalan ini. Amiin.
d. Menyadari dan meyakini bahwa dunia dibandingkan akhirat bagaikan setetes air di lautan luas. Tujuan hidupnya adalah akhirat:
“Siapa yang akhirat adalah tujuannya, Allah akan mengumpulkan perkara-perkaranya , menjadikan kecukupan dalam hatinya, dan dunia mendatanginya dalam keadaan tunduk.
Sedangkan siapa yang dunia adalah tujuannya, niscaya Allah akan mencerai beraikan urusannya, menjadikan kefakirannya (terpampang)di antara kedua matanya dan dunia tidak mendatanginya selain yang telah ditetapkan untuknya.” (HR/ Ahmad))
5. Meninggalkan kemaksiatan.
6. Bersungguh sungguh dalam mencari metode yang paling tepat dan mengamalkannya dengan konsisten. Beberapa hal yang perlu dilakukan:
a. Tentukan target.
b. Konsentrasi.
c. Menghafal saat kondisi hati dalam keadaan nyaman.
d. Manajemen waktu.Sisihkan waktu khusus setiap hari, untuk menghafal dan untuk mengulang.
e. Mencari tempat yang kondusif untuk menghafal.
f. Perhatikan ayat ayat yang mirip dan memperhatikan perbedaannya, agar tidak tertukar.
g. Mengulang ulang.
- Salah satu cara supaya hafalan menempel adalah dengan mengulang bacaan suatu ayat sampai 20 kali, kemudian ke ayat berikutnya juga 20 kali. Setelah ayat ke 4, dibaca ayat 1 sampai 4 sebanyak 20 kali. Demikian seterusnya.
- Membacanya di dalam sholat. Dibaca dalam sholat wajib untuk yang sudah dihafal dan sholat sunnah untuk yang dalam proses penghafalan.
h. Jangan menghafal ke halaman berikutnya sebelum halaman tertentu lancar.
i. Minta disimak orang lain yang kompeten.
7. Mencari lingkungan yang mendukung, berkawan dengan orang-orang sholeh.
Kiat tambahan yang penting:
a. Hanya menggunakan satu model cetakan mushaf, sehingga memudahkan mengingat posisi ayat dan lebih baik lagi kalau bisa mengbayangkan tulisannya.
b. Mendengarkan bacaan syaikh yang memperaktekkan tajwid dengan baik
c. Membaca dan menghafal dengan suara indah.
d. Membaca, menghafal dan sekaligus mentaddaburi ayat.
e. Mengasosiasikan dengan sesuatu.
Poin terakhir ini saya cetak tebal, karena saya pribadi merasa cocok dengan metode ini. Ada yang memberi istilah “Jembatan Keledai” untuk metode ini, kalau ngga salah seperti yang dituliskan di novel “Hafalan Sholat Delisa”.
Salah satu pelatihan yang memakai metode ini adalah Kaunyquantum Memory. Untuk mempermudah mengingat hafalan, rangkaian beberapa ayat dibuat cerita bergambar.
Pada umumnya orang menyukai cerita, sehingga dengan mengingat alur cerita, maka lebih mudah mengingat bunyi ayat dan urutannya. Walau pun untuk mencari padanan kata yang “pas” itu tidak terlalu mudah, tapi bisa dibuat “pelesetan” nya.
Contohnya: waktu menghafal Asmaul Husna “Syakur” maka yang diingat adalah gambar bunga sakura.
Namun tetap saja seluruh metode memerlukan pengulangan, perlu pemeliharaan. Hafalan Al Quran akan cepat sekali hilang bila tidak dipelihara, bagaikan unta yang tidak diikat.
“Dari Abu Musa r.a. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Berhati-hatilah kamu sekalian terhadap Al Qur’an ini. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggamnNya sungguh Al Qur’an itu lebih cepat terlepasnya daripada onta dari tali ikatnya”.
(Riwayat Buhari dan Muslim)
Buat yang sudah berusaha, namun belum lancar menghafal maupun membacanya, jangan khawatir Allah Maha Penyayang. Yang penting kita harus berusaha seoptimal mungkin.
Dari Aisyah R.A berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang membaca Al Qur’an dan ia mahir maka nanti akan bersama-sama dengan para malaikat yang mulia lagi taat. Sedangkan orang yang membaca Al Qur’an dan ia merasa susah di dalam membacanya tetapi ia selalu berusaha maka ia mendapat dua pahala”. (HR Bukhari dan Muslim).
Perlu diingat bahwa di jaman Rasulullah belum ada mushaf. Jadi ada sebagian ulama yang memaknai “membaca Al Qur’an” di sini dengan “membaca tanpa teks” atau dengan kata lain menghafal. Jadi memang kita harus berusaha untuk menghafal untuk bisa mencapai tingkatan yang begitu tinggi bersama malaikat di surga. Walau pun tentu saja amalan lain juga ikut menentukan derajat kita di surga. Wallahu a’lam.
Semoga tulisan yang saya rangkum dari berbagai sumber ini bisa memotivasi kita semua. Kita saling mendoakan ya. Semoga kita bersama sama bisa menambah hafalan dan membuatnya nempel terus di hati, di fikiran dan di amalan kita. Amin.
ket: 1) Hadits Maudhu’, lihat dha’iful Jami’, Al- Albani, hadits no 2172.
Disadur dari buku :
“Sebulan Hafal Al Quran,” Ir. Amjad Qasim. Penerbit Zam zam.
Sumber refensi lain:
“Terjemah Riyadlus Shalihin”. Penerbit PT Karya Toha Putra.
Harian “Republika” dll.

Wednesday, May 22, 2013

Wudhu dan Sholatnya Sufi



Tersebutlah seorang ahli ibadah bernama Isam bin Yusuf. Ia terkenal wara', tangguh dalam ibadah dan sangat khusyuk shalatnya. Namun dia selalu khawatir kalau ibadahnya tidak diterima Allah

Suatu hari Isam menghadiri pengajian seorang sufi terkenal bernama Hatim Al Asham.

Isam bertanya, Wahai Aba Abdurrahman (panggilan Hatim)," Bagaimanakah cara Anda shalat?"

"Apabila masuk waktu shalat, saya berwudhu secara lahir dan batin," jawab Hatim.

"Bagaimana wudhu batin itu ?" tanya Isam kembali

"Wudhu lahir adalah membasuh semua anggota wudhu dengan air. Sedangkan wudhu batin adalah membasuh anggota badan dengan tujuh perkara. Yaitu, dengan tobat,menyesali dosa, membersihkan diri dari cinta dunia,tidak mencari dan mengharapkan pujian manusia, meninggalkan sifat bermegah-megahan, menjauhi khianat dan menipu, serta meninggalkan dengki", papar Hatim.

Ia melanjutkan," Setelah itu aku pergi ke masjid kuhadapkan muka dan hatiku kearah kiblat, aku berdiri dengan penuh rasa malu. Aku bayangkan Allah ada dihadapanku, surga disebelah kananku, neraka disebelah kiriku, malaikat maut berada dibelakangku. Aku bayangkan pula seolah-olah aku berdiri diatas titian Shiratal Mustaqim dan aku menganggap shalatku ini adalah shalat terkahir bagiku. Kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik. Setiap bacaan dan doa dalam sholat berusah aku pahami maknanya. Akupun rukuk dan sujud dengan mengecilkan diri sekecil-kecilnya di hadapan Allah. Aku bertasyahud (tahiyyat) dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Seperti itulah shalat yang aku lakukan dalam 30 tahun terakhir"

Mendengar paparan tersebut, Isam bin Yusuf tertunduk lesu dan menangis tersedu-sedu membayangkan ibadahnya yang tak seberapa bila dibandingkan Hatim Al Asham

Wara para sufi


Wara para sufi

Yang dimaksud wara’ menurut Sahal bin AbduLlah adalah meninggalkan hal-hal yang tidak pasti (Syubhat), yaitu hal-hal yang tidak berfaedah. Sedangkan menurut As-Syibli, wara’ merupakan upaya untuk menghindarkan diri dari berbagai hal yang tidak berkaitan dengan Allah SWT.

Diceritakan oleh Ishaq bin Khalaf, wara’ dalam ilmu logika lebih hebat daripada emas dan perak. Sedangkan zuhud dalam ilmu kepemimpinan lebih hebat daripada keduanya. Oleh karena itu engkau dapat mengumpulkan keduanya dalam meraih kepemimpinan.

Menurut Abu Sulaiman Ad-Daraani, wara’ merupakan permulaan zuhud sedangkan qana’ah merupakan akhir keridhaan. Sedangkan menurut Abu Utsman, pahala wara’ adalah takut kepada hisab (perhitungan amal).

Dikisahkan suatu hari AbduLlah bin Marwan mengalami kebangkrutan. Dia berada di dalam sebuah sumur yang kotor. Setelah menyebut nama Allah, dia dapat keluar dari sumur tersebut. “Menyebut nama Allah dengan harap dan cemas adalah bagian dari wara’”.

Yahya bin Mu’adz berkata, “Wara’ terbagi menjadi dua, pertama wara’ lahir yakni semua gerak aktivitas yang hanya tertuju kepada Allah SWT. Kedua, wara’ bathin, yakni hati yang tidak dimasuki sesuatu kecuali hanya mengingat Allah. Barang siapa yang belum merasakan lezatnya wara’ dia belum pernah menikmati pemberian Allah SWT. Mereka yang pandangan keagamaannya bagus, kelak ditinggikan derajatnya oleh Allah di hari kiyamat”.

Ma’ruf Al-Kharqi berucap, sikap wara’ termasuk menjaga diri dari perbuatan tercela, juga menjaga diri dari pujian.

Harits Al-Muhasibi pernah mengulurkan tangannya untuk mengambil makanan syubhat. Tiba-tiba ujung jarinya berkeringat sehingga ia tahu bahwa makanan tersebut tidak halal. Sedangkan sahabat Bishri Al-Maafi pernah diundang dalam suatu acara. Makanan tersebut diletakkan di dhadapannya. Namun ketika ia mengulurkan tangannya ternyata tangannya tidak bisa digerakkan. Itu diulanginya sampai tiga kali, tetapi tidak bisa juga. Sesungguhnya tangannya tidak bisa diulurkan pada makanan yang syubhat.

Pada kisah yang lain diceritakan bahwa Hasan Al-Bashri bertanya kepada putera ‘Ali RA, “Apakah kebesaran agama ?” Dia menjawab sikap ‘Wara’’. Kemudian ditanyakan lagi, “Apa penyakit agama ?” Dia menjawab ‘Tamak’.

Hasan bin Sinan belum pernah tidur terlentang, belum pernah makan samin, belum pernah minum air dingin. Suatu saat ia bermimpi meninggal dunia. Dalam kondisi demikian ia ditanya oleh seseorang, “Apa yang telah Allah berikan kepadamu”. Dia menjawab, “Kebaikan, hanya saja saya terhalang masuk surga karena sebatang jarum yang pernah saya pinjam tapi belum saya kembalikan.”

Begitulah sikap wara’ para sufi zaman dahulu. Menurut Imam Al-Ghazali wara’ adalah menahan diri dari larangan Allah SWT. Ada tiga macam wara’. Pertama wara’ shidiqqin yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak ada dalil atau bukti kehalalannya. Kedua wara’ Muttaqiin yaitu meninggalkan sesuatu yang tidak mengandung syubhat tetapi dikhawatirkan membawa kepada yang haram. Dan yang ketiga adalah wara’ shalihin yaitu meninggalkan hal-hal yang –boleh jadi- halal atau haram, tetapi belum tentu menyehatkan / baik untuk badan (thayib).

Salah satu sikap mulia yang dimiliki Sahal bin AbduLlah disamping wara’ adalah zuhud terhadap dunia. Dalam arti umum adalah tidak mencintai sesuatu, tidak tertarik atau terpikat olehnya. Dalam kajian tasawuf, kata zuhud biasanya dikaitkan dengan kesenangan duniawi. Zuhud terhadap dunia berarti tidak tertarik, tidak tergiur dan tidak terlena oleh kesenangan duniawi.

Sikap zuhud terhadap dunia itu berakar dari penilaian bahwa dunia dengan segala kesenangannya adalah lebih rendah nilainya daripada akhirat. Jadi pada sikap zuhud itu tersirat sikap lebih mencintai atau tertarik kepada akhirat atau kepada Tuhan Yang Maha Baik.

Maka zuhud sebenarnya tidak pernah muncul di dalam Al-Qur’an kecuali hanya sekali saja dalam bentuj zahidiin (QS 12, : 20). Akhirat jauh lebih baik bagi para pelaku zuhud karena kenikmatan yang jauh lebih kekal jika dibandingkan dunia.

Esensi zuhud itu juga dapat dilihat dari perikehidupan RasuluLlah SAW dan para sahabat yang hidup dengan penuh kesederhanaan baik dalam hal makanan, pakaian, maupun tempat tinggal. RasuluLlah SAW sering melakukan puasa, sering mengalami lapar, menghentikann makan sebelum kenyang, setiap malam bangun untuk beribadah, melakukan munajat dan tafakur. RasuluLlah SAW tidak pernah menyimpan harta apaalgi sampai menumpuknya, dan tidak ada harta yang dapat beliau wariskan. Para sahabatpun mengikuti pola sederhana yang dicontohkan RasuluLlah SAW. Mereka meskipun sebagian tergolong berharta, tetap zuhud terhadap harta yang mereka miliki. Mereka siap menyarahkan hartanya sewaktu-waktu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atau untuk jihad di jalan Allah. Hati mereka tidak tergiur oleh harta yang mereka miliki.

Zuhud dalam kajian tasawuf dipandang sebagai salah satu maqam bagi calon sufi dalam perjalanan ruhaniah mencapai tujuan menjadi sufi. Kedudukan seorang zahid setingkat di bawah sufi, dan seorang sufi pasti seorang zahid. Zahid yang berhasil menjadi sufi adalah yang telah berhasil mencapai makrifat.

Seperti yang lain, zahid juga memiliki tingkatan-tingkatan. Ada tingkatan zuhud terhadap segala yang haram menurut norma syari’at, ada tingkatan zuhud yang lebih tinggi, yaitu zuhud terhadap hal yang diragukan kehalalannya. Zuhud yang diusahakan calon sufi adalah zuhud tingkat tertinggi yaitu zuhud terhadap dunia materi dan apa yang dibutuhkan oleh jasmani meskipun halal menurut norma syari’at. Hanya saja tingkat tersebut dapat dicapai dengan usaha yang sungguh-sungguh dan tulus serta kecintaan yang tinggi kepada Allah SWT

Wednesday, March 27, 2013

Sukses dan Mensukseskan Orang Lain


Bismillahirahmaanirahiimm.
Mengapa harus kaya,,,,, harus gak ya.... hehehehe..... mari kita temukan jawabannya sekarang.
Okay mari kita renungkan bersama ya....
1.     Orang miskin yang bersabar dan orang kaya yang bersyuskur sama-sama memperoleh kemuliaan disisi Allah, betul apa betul. Nah kalau boleh milih, kamu pilih mana...... Kaya..... yups.
2.     Islam menyuruh kita berjuang bukan....... yups, berjuang dengan harta dan jiwa... ya kan.... bukan salah satunya saja. Jadi pilihannya Cuma ada 2,,,, kaya atau kaya raya.
3.     Bukankah kendaraan Nabi Muhammad adalah Al-Qashwa,,,, what is that???..... itu adalah unta terbaik. Trus apa salahnya kalausekarang kendaraan kita X-trail, Fortuner, Atau Pajero??????? Hehehe
4.     Bukan kah Nabi menasihati “ajari anak mu berkuda. Itu kendaraan berkaki 4, lalu apa salahnya kalau kita ajari anak kita untuk mengendaraai mobil...... (mobil pribadi tentunya) hehehe
5.     Nabi juga menyuruh kita mengajari anak kita berenang. Jadi apa salahnya kalau kita punya kolam renang dirumah. Tentunya dengan demikian anak dan istri kita kan bisa belajar berenang dengan nyaman dan syar’i. Betullll.....
6.     Harta itu tidak dibawa mati, betul sekali..... tapi BMW maupun Merchedes bisa di bawa mati kalau digunakan di jalan-Nya... hmmmm bener juga kan. Hehe
7.     Anda yang menganggap orang kaya identik dengan firaun dan qarun. Seharusnya orang kaya identik dengan Umar dan Usman.
Jadi kesimpulannya  adalah...................... ya silahkan simpulkan sendiri. Hehehe...... Pasti kalian sudah punya kesimpulan masing-masing.
Ngiler ya pengen jadi orang kaya....... trus,,,, bagiamana cara untuk menajadi orang kaya......->->->->->->->->-> ya kerja lah.......  hehehehehe
Bener kan, ya iyalah pastinya kita harus kerja. Cukup dengan kerja saja?????? Tidak.............. seperti postingan saya sebelumnya, kali ini saya akan mulai membahasnya.

1.     Sedekah
Yups sedekah,,, kenapa harus sedekah, di postingan sebelumnya saya jelaskan bahwa sedekah merupakan jamu serba guna....
Apa saja sih keuntungan sedekah...... okay, mari kita kupas.
a.     Jamu 4 in 1........ yups ini sudah saya tulis di postingan sebelumnya.
b.     Pasti dibalas....... Hahhh? Pasti? Yups? Bukan hanya di balas, tapi dilipat gandakan..... haahhhh????? Kok bisa ya....... ya bisa lah.... kan Allah berulang kali berjanji akan membalas sedekah kita. Janji itu hutang, dan Dia tidak mungkin berhutang. Allah maha menepati janji. Boleh dibilang bahwa hukum sedekah ini lebih pasti dari hukum gravitasi, karen hukum gravitasi tidak pernah dijanjikan didalam kitab suci.
Jadi berapapun yang anda sedekahkan pasti akan di lipat gandakan oleh-Nya,,,,, ingat berapapun................
“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah (bersedekah)adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisi seratus biji, dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehedaki_Nya (QS 2:261)”
c.      Bukan hanya menjaga harta, tapi meningkatkan harta.
Kitab suci menyuruh kita untuk menyedekahkan sebagian dari harta kita. Nah....... mari kita fikirkan
Kira-kira begini
-         Sebagian kecil (5-10%)
-         Sebagian (20-40%)
-         Setengah (50%)
-         Sebagian besar (60-90%)
Anak kecil juga taukan dengan istilah SEBAGIAN. Masak kita yang udah gede gak tau maksud dari kata SEBAGIAN... huh kebangetan. Oooooo jadi yang namanya sebagian itu 20%-40% ya........  terus perintah untuk mengeluarkan harta sebesar 2,5% itu???????????Yups,,, itu zakat namanya......  lantas????  y jelas beda donk...... zakat itu untuk menjaga dan membersihkan harta bukan untuk meningkatkan harta... jadi zakat itu proteksi, dan sedekah itu investasi.
Okay saran saya mulai dengan 10% saja dulu, terus tingkatkan sedikit demi sedikit. Wong dalam kehidupan bernegara saja kita mengeluarkan 10% untuk pajak,,,,,, seharusnya kita berani bersedekah lebih dari itu. Betul apa betul.......
Bukankah berapapun yang kita sedekahkan aka dilipat gandakan oleh-Nya jadi ya mari kita sedekahkan sebanyak-banyaknya.
20% itu sedang, 10% itu kecil, 2% itu KEBANGETAN.

Mari kita rubah pola fikir purba kita
“dulu        = kaya dulu biar bisa sedekah”
“Sekarang = Sedekah biar kaya”  
ini lah keunggulan otak kanan,,,,,,, sedekah itu gak usah pake otak.

 Selamat bersedekah......................................
Indahnya berbagi.
2.     Shalat Dhuha
Pertama kita bahas dari pengertiaannya dulu ya..... shalat duha adalah shalat sunnah yang dikerjakan setelah matahari terbit hingga terasa panas sebelum dhuhur. Yah kira-kira antara jam 7 sampai jam 11 n lah.....

Eits jangan salah y,,,,, ada hubungan antara sedekah dan juga shalat dhuha....... inget gak bahwa setiap ruas tulang kita itu harus disedekahi setiap harinya, dan dua rokaat shalat dhuha cukup untuk itu......

Shalat dhuha itu mengajari kita tentang etika kita kepada tuhan, waktunya kerja masih harus shalat, dan mengingat Allah. Yah keuntungan di dunia untuk membuka pintu rezeki nah keuntungan di akhirat pasti lebih wawww cetar membahana lagi........ hehehehe

3.     Keyakinan
Setalah kerja, sedekah, shalat dhuha, yang terakhir untuk jadi orang kaya itu adalah keyakinan, yups keyakinan, kalo dalam islam kita kenal dengan IMAN, betul,,,,,,,,,,,,

Dalam buku percepatan rezki karya bang ippho santosa ada yang menarik dan ingin saya sampaikan disini. Berikut:

Ingat kah kita denga surat Al-Ashr di bawah ini bukan lah tafsir, yup sama seklai bukan tafsir.

Kolom A
Kolom B
Demi masa, manusia akan merugi
Demi kecepatan
Jika tidak beriman
Jika tidak memiliki impian dan keyakinan
Jika tidak berbuat baik
Jika tidak bertindak
Jika tidak saling menasihati
Jika tidak belajar dan mengajar
Jika tidak dalam kebenaran
Jika tidak menjaga kepercayaan dan keikhlasan 
Jika tidak dalam kesabaran
Jiga tidak menjag kegigihan

Ingat ini bukan tafsir ya.... tapi kalau kita mau memikirkan bahwa begitu megah dan gagah surat ini.
Semoga bermanfaat........ Aamiinn
Indahnya berbagi

Tafsir Surat Al ‘Ashr: Membebaskan Diri Dari Kerugian Dari artikel 'Tafsir Surat Al ‘Ashr: Membebaskan Diri Dari Kerugian — Muslim.Or.Id'


Allah ta’ala berfirman,
وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).
Surat Al ‘Ashr merupakan sebuah surat dalam Al Qur’an yang banyak dihafal oleh kaum muslimin karena pendek dan mudah dihafal. Namun sayangnya, sangat sedikit di antara kaum muslimin yang dapat memahaminya. Padahal, meskipun surat ini pendek, akan tetapi memiliki kandungan makna yang sangat dalam. Sampai-sampai Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata,
لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ
”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].
Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ”Maksud perkataan Imam Syafi’i adalah surat ini telah cukup bagi manusia untuk mendorong mereka agar memegang teguh agama Allah dengan beriman, beramal sholih, berdakwah kepada Allah, dan bersabar atas semua itu. Beliau tidak bermaksud bahwa manusia cukup merenungkan surat ini tanpa mengamalkan seluruh syari’at. Karena seorang yang berakal apabila mendengar atau membaca surat ini, maka ia pasti akan berusaha untuk membebaskan dirinya dari kerugian dengan cara menghiasi diri dengan empat kriteria yang tersebut dalam surat ini, yaitu beriman, beramal shalih, saling menasehati agar menegakkan kebenaran (berdakwah) dan saling menasehati agar bersabar” [Syarh Tsalatsatul Ushul].
Iman yang Dilandasi dengan Ilmu
Dalam surat ini Allah ta’ala  menjelaskan bahwa seluruh manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kerugian yang dimaksud dalam ayat ini bisa bersifat mutlak, artinya seorang merugi di dunia dan di akhirat, tidak mendapatkan kenikmatan dan berhak untuk dimasukkan ke dalam neraka. Bisa jadi ia hanya mengalami kerugian dari satu sisi saja. Oleh karena itu, dalam surat ini Allah mengeneralisir bahwa kerugian pasti akan dialami oleh manusia kecuali mereka yang memiliki empat kriteria dalam surat tersebut [Taisiir Karimir Rohmaan hal. 934].
Kriteria pertama, yaitu beriman kepada Allah. Dan keimanan ini tidak akan terwujud tanpa ilmu, karena keimanan merupakan cabang dari ilmu dan keimanan tersebut tidak akan sempurna jika tanpa ilmu.  Ilmu yang dimaksud adalah ilmu syar’i (ilmu agama). Seorang muslim wajib (fardhu ‘ain) untuk mempelajari setiap ilmu yang dibutuhkan oleh seorang mukallaf dalam berbagai permasalahan agamanya, seperti prinsip keimanan dan syari’at-syari’at Islam, ilmu tentang hal-hal yang wajib dia jauhi berupa hal-hal yang diharamkan, apa yang dia butuhkan dalam mu’amalah, dan lain sebagainya. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلىَ كُلِّ مَسْلَمٍ
”Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah nomor 224 dengan sanad shahih).
Imam Ahmad rahimahullah berkata,
يَجِبُ أَنْ يَطْلَبَ مِنَ الْعِلْمِ مَا يَقُوْمُ بِهِ دِيْنَهُ
”Seorang wajib menuntut ilmu yang bisa  membuat dirinya mampu menegakkan agama.”  [Al Furu’ 1/525].
Maka merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim untuk mempelajari berbagai hal keagamaan yang wajib dia lakukan, misalnya yang berkaitan dengan akidah, ibadah, dan muamalah. Semua itu tidak lain dikarenakan seorang pada dasarnya tidak mengetahui hakikat keimanan sehingga ia perlu meniti tangga ilmu untuk mengetahuinya. Allah ta’ala  berfirman,
مَا كُنْتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلا الإيمَانُ وَلَكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ  نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا
”Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Quran itu dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya siapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami.” (Asy Syuura: 52).
Mengamalkan Ilmu
Seorang tidaklah dikatakan menuntut ilmu kecuali jika dia berniat bersungguh-sungguh untuk mengamalkan ilmu tersebut. Maksudnya,  seseorang dapat mengubah ilmu yang telah dipelajarinya tersebut menjadi suatu perilaku yang nyata dan tercermin dalam pemikiran dan amalnya.
Oleh karena itu, betapa indahnya perkataan Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah
لاَ يَزَالُ الْعَالِمُ جَاهِلاً حَتىَّ يَعْمَلَ بِعِلْمِهِ فَإِذَا عَمِلَ بِهِ صَارَ عَالِمًا
”Seorang yang berilmu akan tetap menjadi orang bodoh sampai dia dapat mengamalkan ilmunya. Apabila dia mengamalkannya, barulah dia menjadi seorang alim” (Dikutip dari Hushul al-Ma’mul).
Perkataan ini mengandung makna yang dalam, karena apabila seorang memiliki ilmu akan tetapi tidak mau mengamalkannya, maka (pada hakikatnya) dia adalah orang yang bodoh, karena tidak ada perbedaan antara dia dan orang yang bodoh, sebab ia tidak mengamalkan ilmunya.
Oleh karena itu, seorang yang berilmu tapi tidak beramal tergolong dalam kategori yang berada dalam kerugian, karena bisa jadi ilmu itu malah akan berbalik menggugatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتىَّ يَسْأَلَ عَنْ عِلْمِهِ مَا فَعَلَ بِهِ
,”Seorang hamba tidak akan beranjak dari tempatnya pada hari kiamat nanti hingga dia ditanya tentang ilmunya, apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu tersebut.” (HR. Ad Darimi nomor 537 dengan sanad shahih).
Berdakwah kepada Allah
Berdakwah, mengajak manusia kepada Allah ta’ala, adalah tugas para Rasul dan merupakan jalan orang- orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik. Allah ta’ala berfirman,
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (١٠٨)
“Katakanlah, “inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108).
Jangan anda tanya mengenai keutamaan berdakwah ke jalan Allah. Simak firman Allah ta’ala berikut,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?” (QS. Fushshilat : 33).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
فَوَاللَّهِ لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
Demi Allah, sungguh jika Allah memberikan petunjuk kepada seseorang dengan perantara dirimu, itu lebih baik bagimu daripada unta merah” (HR. Bukhari nomor 2783).
Oleh karena itu, dengan merenungi firman Allah dan sabda nabi di atas, seyogyanya seorang ketika telah mengetahui kebenaran, hendaklah dia berusaha menyelamatkan para saudaranya dengan mengajak mereka untuk memahami dan melaksanakan agama Allah dengan benar.
Sangat aneh, jika disana terdapat sekelompok orang yang telah mengetahui Islam yang benar, namun mereka hanya sibuk dengan urusan pribadi masing-masing dan “duduk manis” tanpa sedikit pun memikirkan kewajiban dakwah yang besar ini.
Pada hakekatnya orang yang lalai akan kewajiban berdakwah masih berada dalam kerugian meskipun ia termasuk orang yang berilmu dan mengamalkannya. Ia masih berada dalam kerugian dikarenakan ia hanya mementingkan kebaikan diri sendiri (egois) dan tidak mau memikirkan bagaimana cara untuk mengentaskan umat dari jurang kebodohan terhadap agamanya. Ia tidak mau memikirkan bagaimana cara agar orang lain bisa memahami dan melaksanakan ajaran Islam yang benar seperti dirinya. Sehingga orang yang tidak peduli akan dakwah adalah orang yang tidak mampu mengambil pelajaran dari sabda rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
”Tidak sempurna keimanan salah seorang diantara kalian, hingga ia senang apabila saudaranya memperoleh sesuatu yang juga ia senangi.” (HR. Bukhari nomor 13).
Jika anda merasa senang dengan hidayah yang Allah berikan berupa kenikmatan mengenal Islam yang benar, maka salah satu ciri kesempurnaan Islam yang anda miliki adalah anda berpartisipasi aktif dalam kegiatan dakwah seberapapun kecilnya sumbangsih yang anda berikan.
Bersabar dalam Dakwah
Kriteria keempat adalah bersabar atas gangguan yang dihadapi ketika menyeru ke jalan Allah ta’ala. Seorang da’i (penyeru) ke jalan Allah mesti menemui rintangan dalam perjalanan dakwah yang ia lakoni. Hal ini dikarenakan para dai’ menyeru manusia untuk mengekang diri dari hawa nafsu (syahwat), kesenangan dan adat istiadat masyarakat yang menyelisihi syari’at [Hushulul ma’mul hal. 20].
Hendaklah seorang da’i mengingat firman Allah ta’ala berikut sebagai pelipur lara ketika berjumpa dengan rintangan. Allah ta’ala berfirman,
وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ (٣٤)
”Dan sesungguhnya telah didustakan (pula) para rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami terhadap mereka” (QS. Al-An’am : 34).
Seorang da’i wajib bersabar dalam berdakwah dan tidak menghentikan dakwahnya. Dia harus bersabar atas segala penghalang dakwahnya dan bersabar terhadap gangguan yang ia temui. Allah ta’ala menyebutkan wasiat Luqman Al-Hakim kepada anaknya (yang artinya),
”Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)” (QS. Luqman :17).
Pada akhir tafsir surat Al ‘Ashr ini, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata,
فَبِالِأَمْرَيْنِ اْلأَوَّلِيْنَ، يُكَمِّلُ اْلإِنْسَانُ نَفْسَهُ، وَبِالْأَمْرَيْنِ اْلأَخِيْرِيْنَ يُكَمِّلُ غَيْرَهُ، وَبِتَكْمِيْلِ اْلأُمُوْرِ اْلأَرْبَعَةِ، يَكُوْنُ اْلإِنْسَانُ قَدْ سَلِمَ تعل مِنَ الْخُسَارِ، وَفَازَ بِالْرِبْحِ [الْعَظِيْمِ]
”Maka dengan dua hal yang pertama (ilmu dan amal), manusia dapat menyempurnakan dirinya sendiri. Sedangkan dengan dua hal yang terakhir (berdakwah dan bersabar), manusia dapat menyempurnakan orang lain. Dan dengan menyempurnakan keempat kriteria tersebut, manusia dapat selamat dari kerugian dan mendapatkan keuntungan yang besar” [Taisiir Karimir Rohmaan hal. 934].
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk menyempurnakan keempat hal ini, sehingga kita dapat memperoleh keuntungan yang besar di dunia ini, dan lebih-lebih di akhirat kelak. Amiin

Monday, March 25, 2013

Prosedur Coronary Artery Bypass Graft (CABG)


Berdasarkan American Heart Association, 427.000 bedah coronary artery bypass graft (CABG) dilakukan di Amerika Serikat pada tahun 2004. Angka tersebut membuat bedah CABG menjadi operasi yang paling banyak dilakukan. Bedah CABG direkomendasikan pada kelompok pasien tertentu dengan penyempitan dan oklusi arteri jantung (penyakit arteri koroner). Operasi CABG membuat rute baru di sekitar arteri yang menyempit dan teroklusi sehingga melancarkan aliran darah untuk mengantar oksigen dan nutrisi ke otot jantung.
Mekanisme Penyakit Arteri Koroner
Penyakit arteri koroner terbentuk saat plak aterosklerotik (pengerasan dinding arteri) terbentuk di dinding arteri yang menperdarahi jantung. Plak ini tersusun dari kolesterol. Akumulasi plak dapat dipercepat oleh rokok, tekanan darah tinggi, kolesterol yang meningkat, dan diabetes. Pasien juga berisiko tinggi terbentuk plak jika mereka berusia lanjut (lebih dari 45 tahun untuk laki-laki dan 55 tahun untuk perempuan) atau jika mereka memiliki riwayat keluarga positif untuk penyakit arteri koroner.
Proses aterosklerotik menyebabkan penyempitan pada satu atau lebih arteri koroner. Saat arteri koroner menyempit lebih dari 50-70%, suplai darah plak menjadi tidak adekuat untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang meningkat selama beraktivitas.
Otot jantung di daerah sekitar arteri ini menjadi kekurangan oksigen (iskemik). Pasien sering mengalami nyeri dada (angina) saat suplai oksigen darah tidak dapat memenuhi kebutuhan. Lebih dari 25% pasien tidak mengalami nyeri dada meskipun suplai oksigen dan darah tidak cukup. Pasien-pasien ini mengalami angina “silent”, dan memiliki risiko yang sama mengalami serangan jantung sama seperti pada angina. Saat bekuan darah (trombus) terbentuk diatas plak, arteri menjadi oklusi sempurna menyebabkan serangan jantung.
Saat arteri menyempit lebih dari 90-99%, pasien sering mengalami angina akselerasi atau angina saat berisitirahat (angina tidak stabil). Angina tidak stabil dapat terjadi juga karena penutupan intermiten arteri oleh trombus yang akhirnya terlarut oleh sistem pertahanan tubuh yang melarutkan bekuan.
Metode Diagnosis Penyakit Arteri Koroner
Pemeriksaan EKG saat beristirahat adalah rekaman aktivitas elektrik jantung dan dapat memperlihatkan tanda kekurangan oksigen jantung (iskemia) atau serangan jantung. Sering, EKG saat istirahat pada pasien terlihat normal pada pasien dengan penyakit arteri koroner dan angina. Tes latihan treadmill merupakan skrining untuk pasien dengan penyakit arteri koroner signifikan yang moderat dan hasil pemeriksaan EKG yang normal. Tes latihan treadmill ini 60-70% akurat dalam mendiagnosis penyakit arteri koroner.
Jika tes treadmill tidak mampu menegakkan diagnosis, akurasi yang lebih baik dapat diperoleh dengan menambahkan agen nuklir (Thallium atau Cardiolite) intravena selama tes treadmill. Penambahan thalium membuat pemeriksa dapat memonitor aliran darah ke daerah yang berbeda dari jantung, menggunakan kamera eksternal. Area jantung dengan aliran darah yang berkurang selama latihan, tetapi normal saat istirahat menandakan penyempitan arteri yang signifikan pada area tersebut.
Saat pasien tidak dapat melakukan tes treadmill karena masalah saraf atau sendi. Agen dapat diinjeksikan intravena untuk menstimulasi stress pada jantung karena latihan dan pencitraan dapat dilakukan dengan kamera nuklir atau USG.
Kateterisasi jantung dengan angiografi (arteriografi koroner) adalah tes paling akurat untuk mendeteksi penyempitan arteri koroner. Selang plastik kecil (kateter) dimasukkan dengan panduan sinar X untuk membuka dua arteri utama jantung (kanan dan kiri). Kontras iodium, “dye”, kemudian diinjeksikan ke arteri saat video X-ray direkam. Kadang-kadang, penelitian saat latihan dilakukan untuk menentukan apakah penyempitan moderat (40-60%) menyebabkan iskemia dan oleh karena itu membutuhkan pengobatan.
Modalitas terbaru, angiografi CT scan kecepatan tinggi sudah tersedia saat ini. Prosedur ini menggunakan metode X-ray sangat kuat untuk memvisualisasikan arteri ke jantung. Peran pemeriksaan ini pada evaluasi penyakit arteri koroner sedang dievaluasi.
Pengobatan Penyakit Arteri Koroner
Pengobatan angina mengurangi kebutuhan otot jantung terhadap oksigen agar dapat mengkompensasi kurangnya suplai darah. Tiga kelompok obat yang biasanya digunakan adalah nitrat, penghambat beta dan penghambat kalsium. Nitrogliserin adalah contoh nitrat. Contoh beta bloker adalah propanolol dan atenolol. Contoh penghambat kalsium adalah meliputi nikardipin dan nifedipin. Angina tidak stabil juga diobati dengan aspirin dan heparin intravena. Aspirin mencegah penumpukan bekuan sementara heparin mencegah pembekuan darah di permukaan plak pada penyempitan arteri yang kritis. Saat pasien masih mengalami angina meskipun pengobatan maksimum, atau saat iskemia signifikan masih terjadi dengan tes treadmill, arteriografi biasanya diindikasikan. Data yang dikumpulkan selama arteriografi koroner membantu dokter menentukan apakah pasien sebaiknya dipertimbangkan untuk percutaneous coronary intervention (PCI) atau percutaneous transluminal angioplasty(PTCA), dimana balon kecil digunakan untuk membuka oklusi. Angioplasti biasanya diikuti dengan penempatan sten atau CABG untuk meningkatkan aliran darah arteri.
Angioplasti dapat memberikan hasil yang optimal pada pasien yang dipilih dengan hati-hati. Dengan panduan X-ray, sebuah kawat dimasukkan dari paha ke arteri koroner. Kateter kecil dengan balon di ujungnya dimasukan menyusuri kawat untuk mencapai segmen yang menyempit. Balon kemudian di kembangkan untuk menekan arteri agar terbuka dan sebuah sten penahan besi kemudian disisipkan.
Bedah CABG kemudian dilakukan untuk mengurangi angina pada pasien yang telah gagal dengan terapi obat-obatan dan bukan kandidat yang baik untuk angioplasti. Bedah CABG ideal untuk pasien-pasien dengan penyempitan multipel pada cabang arteri koroner yang berbeda seperti sering terlihat pada pasien dengan diabetes. Bedah CABG telah memperlihatkan peningkatan harapan hidup jangka panjang pada pasien-pasien dengan penyempitan signifikan arteri koroner utama kiri dan pada pasien-pasien dengan penyempitan signifikan arteri multipel khususnya pada pasien-pasien dengan penurunan fungsi pompa otot jantung.
Prosedur Bedah CABG
Ahli bedah jantung membuat insisi di tengah dada dan kemudian melihat melalui sternum. Prosedur ini disebut sternotomi median (memotong sternum). Jantung didinginkan dengan air garam dingin, sementara larutan preservatif diinjeksikan ke arteri-arteri jantung. Proses ini meminimalkan kerusakan disebabkan penurunan aliran darah selama bedah dan mengarah pada kardioplegia. Sebelum bedah bypass dilakukan, bypass jantung paru harus dilakukan. Tabung plastik ditempatkan di atrium kanan ke pembuluh darah vena keluar tubuh untuk pada mesin paru jantung. Darah teroksigenasi kemudian dikembalikan ke tubuh. Aorta utama ditempelkan selama bedah CABG untuk memelihara daerah yang tidak mendapatkan darah dan untuk memudahkan bypass terhubung dengan aorta.
Pembuluh darah yang paling banyak digunakan adalah vena saphena dari kaki. Pada operasi dilakukan penjahitan pembuluh darah ke arteri koroner pada tempat penyempitan atau penutupan. Ujung lain dari vena ini ditempelkan ke aorta. Arteri dinding dada terutama arteri mamaria interna kiri semakin sering digunakan sebagai graft. Arteri ini dipisahkan dari dinding dada dan biasanya dihubungkan ke arteri descending anterior kiri dan atau cabang utamanya. Graft arteri cenderung untuk tetap terbuka lebih lama daripada graft vena. Sepuluh tahun setelah CABG hanya 66% graft vena terbuka dibandingkan 90% pada arteri mamaria interna. Namun graft arteri panjangnya terbatas, dan hanya dapat digunakan untuk bypass penyakit yang dekat dengan pangkal (proksimal) arteri koroner. Menggunakan arteri mamaria interna dapat memperpanjang bedah CABG karena waktu tambahan diperlukan untuk memisahkannya dari dinding dada. Oleh karena itu, arteri mamaria interna tidak digunakan untuk bedah CABG darurat saat waktu adalah kritis untuk mengembalikan aliran darah arteri koroner.
Bedah CABG menghabiskan waktu sekitar 4 jam sampai selesai. Aorta diklem tertutup selama sekitar 60 menit dan tubuh didukung oleh bypass kardiopulmoner selama sekitar 90 menit. Penggunaan 3 (triple), 4 (quadruple), atau 5 (quintuplebypasssekarang rutin digunakan. Di akhir bedah, sternum disambungkan dengan stainless steel dan insisi dada dijahit tertutup. Tabung plastik (tabung dada) ditinggalkan di tempat untuk memudahkan drainase darah yang tersisa dari tempat sekitar jantung (mediastinum). Sekitar 5% pasien membutuhkan eksplorasi dalam 24 jam pertama karena perdarahan yang terus berjalan setelah bedah. Tabung dada biasanya diambil beberapa hari setelah bedah. Tabung pernapasan diambil segera setelah bedah. Pasien biasanya bangun dari tempat tidur dan dipindahkan keluar dari ruang intensif beberapa hari setelah bedah. Lebih dari 25 % pasien membentuk gangguan ritme dalam tiga atau empat hari pertama setelah bedah CABG. Gangguan ritme ini biasanya atrial fibrilasi dan dihubungkan dengan trauma bedah pada jantung. Banyak dari aritmia ini berrespon terhadap terapi medis standar yang dapat diminum selama satu bulan setelah bedah. Lama rata-rata dirawat di rumah sakit untuk bedah CABG telah berkurang dari sama dengan satu minggu sampai hanya tiga sampai empat hari pada sebagian besar pasien. Banyak pasien muda dapat bahkan kembali ke rumah setelah 2 hari.
Perkembangan baru pada banyak pasien adalah kemampuan untuk melakukan CABG tanpa melakukan bypass jantung paru dengan jantung yang masih berdenyut. Hal ini mengurangi secara signifikan defek memori dan komplikasi lain yang mungkin terjadi setelah CABG dan merupakan perkembangan yang signifikan.
Perawatan PascaCABG
Jahitan diambil dari dada sebelum pulang dan dari kaki (jika menggunakan vena saphena) setelah 7-10 hari. Meskipun vena kaki yang lebih kecil dapat mengambil alih peran vena saphena , pembengkakan (edema) derajat tertentu pada mata kaki yang terkena sering terjadi. Pasien diberi nasihat untuk menggunakan stoking elastis setiap hari selama enam minggu dan untuk menjaga kaki pasien diangkat saat duduk. Pembengkakan biasanya pulih setelah enam sampai delapan minggu. Penyembuhan sternum sekitar enam minggu dan merupakan penyulit utama pemulihan pascaCABG. Pasien diberi nasihat tidak mengangkat benda apapun lebih dari 10 pons atau melakukan aktivitas berat selama periode penyembuhan. Mereka juga duberi nasihat tidak mengemudi empat minggu pertama untuk mencegah cedera pada dada. Pasien dapat kembali melakukan aktivitas seksual sepanjang mereka meminimalkan posisi yang memberikan beban tambahan pada dada atau lengan atas. Kembali bekerja biasanya setelah enam minggu penyembuhan tetapi dapat lebih awal pada pekerjaan yang tidak berat.
Tes treadmill rutin dilakukan empat sampai enam minggu setelah bedah CABG dan menandakan awal program rehabilitasi jantung. Rehabilitasi terdiri dari 12 minggu program latihan yang ditingkatkan bertahap selama satu jam tiga kali seminggu. Pasien juga diberikan konseling untuk mengubah gaya hidup untuk menurunkan peluang pembentukan CAD. Hal ini termasuk berhenti merokok, mengurangi berat dan lemak, mengontrol tekanan darah dan diabetes, dan menurunkan kadar kolesterol darah.
Komplikasi Bedah CABG
Tingkat kematian secara umum setelah prosedur CABG 3-4%. Selama dan segera setelah bedah CABG, serangan jantung terjadi pada 5-10% pasien dan merupakan penyebab utama kematian. Sekitar 5% pasien membutuhkan eksplorasi karena perdarahan. Bedah kedua meningkatkan risiko infeksi dada dan komplikasi paru. Stroke terjadi 1-2% terutama pada pasien lanjut usia. Kematian dan komplikasi meningkat sejalan dengan umur (lebih dari 70 tahun), fungsi otot jantung yang buruk, obstruksi arteri koroner kiri utama, diabetes, penyakit paru kronik, gagal ginjal kronik.
Tingkat kematian lebih tinggi pada perempuan, utamanya karena meningkatnya umur mereka saat bedah CABG dan arteri koroner yang lebih kecil. Perempuan mengalami penyakit arteri koroner sekitar 10 tahun kemudian daripada laki-laki karena perlindungan hormonal, sementara mereka masih mesntruasi teratur (meskipun pada perempuan dengan faktor risiko penyakit arteri koroner khususnya merokok, meningkat lemak, dan diabetes, kemungkinan pembentukan penyakit arteri koroner pada usia muda sangat nyata). Perempuan umumnya lebih pendek dari laki-laki dengan arteri koroner lebih kecil . Arteri kecil ini membuat bedah CABG secara teknik lebih sulit dan lama. Pembuluh darah yang lebih kecil juga menurunkan fungsi graft baik jangka panjang maupun jangka pendek.
Apa hasil jangka panjang setelah bedah CABG?
Persentase sangat kecil graft vena menjadi tertutup dalam dua minggu pertama setelah bedah CABG karena pembekuan darah. Bekuan darah terbentuk pada graft karena arteri-arteri kecil di tempat insersi dari graft menyebabkan darah yang melambat terhenti. Sepuluh persen lain graft vena menutup antara dua minggu sampai satu tahun setelah bedah CABG. Penggunaan aspirin untuk mengencerkan darah telah memperlihatkan dapat mengurangi penutupan 50%. Graft menjadi menyempit setelah lima tahun pertama karena sel menempel pada permukaan dalam dan berreplikasi, menyebabkan formasi jaringan skar (fibrosis intimal) dan aterosklerosis. Setelah 10 tahun, hanya 2/3 graft vena terbuka dan separuh vena ini mengalami penyempitan moderat. Graft arteri mamaria interna memiliki tingkat lebih tinggi (90%) tetap terbuka setelah 10 tahun. Perbedaan lama waktu ini menyebabkan pergeseran pada praktik bedah CABG, penggunaan arteri mamaria interna dan arteri lain lebih besar dibandingkan vena untuk bypass.
Data terbaru memperlihatkan pada pasien CABG dengan peningkatan kadar LDL, (kolesterol buruk), penggunaan obat untuk menurunkan kolesterol (terutama obat statin) untuk menurunkan kadar LDL di bawah 80 akan meningkatkan secara signifikan patensi graft jangka panjang sama dengan meningkatkan survival, manfaat dan risiko serangan jantung. Pasien juga dinasihati perubahan gaya hidup untuk menurunkan kesempatan mereka terbentuk aterosklerosis pada arteri koroner. Hal ini meliputi berhenti merokok, latihan, menurunkan berat badan dan lemak, mengendalikan tekanan darah dan diabetes. Monitoring yang sering pada pasien CABG dengan tes fisiologis dapat mengidentifikasi masalah awal dengan graft. PTCA (angioplasti) dengan stent, sebagai tambahan pada modifikasi faktor risiko agresif akan membatasi secara signifikan kebutuhan pengulangan bedah CABG beberapa tahun kemudian. CABG ulangan kadang-kadang dibutuhkan, tetapi memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.
Perbandingan PTCA dan CABG
Studi yang sedang berlangsung membandingkan hasil terapi angioplasti (PTCA) versus bypass (CABG) pada pasien yang merupakan calon prosedur keduanya. Kedua prosedur sangat efektif mengurangi gejala angina, mencegah serangan jantung dan mengurangi kematian. Banyak penelitian memperlihatkan manfaat yang sama atau sedikit menguntungkan CABG (terutama pada diabetes berat) meskipun data penelitian terbaru mengevaluasi dua prosedur menggunakan teknik terbaru (sebagai contoh sten terbaru dan CABG tanpa pompa) masih sedang dikumpulkan. Pilihan terbaik untuk pasien individu dibuat oleh kardiolog, ahli bedah dan dokter layanan primer.
Ringkasan
Penyakit arteri koroner terbentuk karena pengerasan dinding arteri (arteriosklerosis) yang mensuplai darah ke otot jantung. Pada diagnosis penyakit arteri koroner membutuhkan tes meliputi EKG, tes treadmill, ekokardiografi, dan angiografi koroner. CABG mengembalikan aliran darah yang cukup untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi ke otot jantung. Graft bypass untuk CABG dapat vena di kaki atau arteri di dalam dinding dada.
Sumber: 
1. Kulick DL. Coronary artery bypass graft surgery
(CABG) [citated July 10, 2012]. Available from: http://www.medicinenet.com/coronary_artery_bypass_graft/article.htm
2. Gambar diambil dari: http://www.medicinenet.com

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...