Sunday, July 15, 2012

Abu Yazid Dan Anjing Hitam


Syahdan, pada zaman dahulu, ada seorang kiai besar yang sangat dihormati. Orang-orang di sekitarnya memanggi Kiai Yazid –lengkapnya Kiai Abu Yazid al-Bustami. Santrinya banyak. Mereka belajar di bawah bimbingan Sang Guru. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia; ada yang dari Irak, Iran, Arab, Tanah Gujarat, Negeri Pasai dan sebagainya. Mereka setia dan tunduk patuh atas semua naSihat dan bimbingan Sang Mursyid.

Selain Kiai Yazid punya santri di pesantrennya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang Sifatnya pragmatis dan teknis lainnya. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh Sang Kiai.

Meski demikian, kadang-kadang terjadi pula tamu yang datang dengan maksud menguji dan mencobai Sang Kiai: apakah Kiai Yazid itu memang benar-benar waskita (tajam penglihatan mata batinnya)?
Abu Yazid Dan Anjing Hitam

Syahdan, pada zaman dahulu, ada seorang kiai besar yang sangat dihormati. Orang-orang di sekitarnya memanggi Kiai Yazid –lengkapnya Kiai Abu Yazid al-Bustami. Santrinya banyak. Mereka belajar di bawah bimbingan Sang Guru. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia; ada yang dari Irak, Iran, Arab, Tanah Gujarat, Negeri Pasai dan sebagainya. Mereka setia dan tunduk patuh atas semua naSihat dan bimbingan Sang Mursyid.

Selain Kiai Yazid punya santri di pesantrennya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang Sifatnya pragmatis dan teknis lainnya. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh Sang Kiai.

Meski demikian, kadang-kadang terjadi pula tamu yang datang dengan maksud menguji dan mencobai Sang Kiai: apakah Kiai Yazid itu memang benar-benar waskita (tajam penglihatan mata batinnya)?



Para tamu yang datang, bukan hanya didominasi kalangan lelaki saja, tetapi juga ada perempuan sufi yang belajar kepadanya. Mereka ingin ber-taqarrub kepada Allah sebagaimana yang dilalui Sang Kiai. Di antara mereka ada yang berhasil, ada pula yang gagal di tengah jalan. Semua itu, kata Kiai Yazid, memang bergantung pada ketekunannya masing-masing. Beliau hanya mengarahkan dan membimbing; semuanya bergantung dari keputusan-Nya jua.

Karena ke-’alim-annya itu, akhirnya masyarakat memang benar-benar menganggap bahwa Kiai Yazid adalah sosok yang patut dijadikan tauladan atau panutan. Bukan hanya itu. Para kalangan sufi pun menghormati kedalaman rasa Sang Kiai. Para sufi pun banyak yang mengajak diskusi, konsultasi, musyawarah dan membahas soal-soal spiritual yang pelik-pelik. Nglangut. Hadir dan menghadirkan. Berpisah dan bersatu.

Kedalaman rasa Sang Kiai, misalnya, ia bisa saja merasa kesepian atau “menyendiri” ketika berkumpul dengan orang banyak. Di tempat lain, Sang Kiai sangat merasakan ramai, padahal ia sendirian. Begitulah, semua rasa itu tertutup oleh penampilan beliau yang memikat, mengayomi, melindungi, mengajar, dan gaul dengan banyak orang.

***

Pada suatu hari, Kiai Yazid sedang menyusuri sebuah jalan. Ia sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Ia mengalir begitu saja. Maka dengan enjoy-nya ia berjalan di jalan yang lengang nan sepi.

Tiba-tiba dari arah depan ada seekor anjing hitam berlari-lari. Kiai Yazid merasa tenang-tenang saja, tak terpikirkan bahwa anjing itu akan mendekatnya. E?.ternyata tahu-tahu sudah dekat; di sampingnya. Melihat Kiai Yazid –secara reflek dan spontan– segera mengangkat jubah kebesarannya. Tindakan tadi begitu cepatnya dan tidak jelas apakah karena -barangkali– merasa khawatir: jangan-jangan nanti bersentuhan dengan anjing yang liurnya najis itu!

Tapi, betapa kagetnya Sang Kiai begitu ia mendengar Si Anjing Hitam yang di dekatnya tadi memprotes: “Tubuhku kering dan aku tidak melakukan kesalahan apa-apa!”

Mendengar suara Si Anjing Hitam seperti itu, Kiai Yazid masih terbengong: benarkah ia bicara padanya?! Ataukah itu hanya perasaan dan ilusinya semata? Sang Kiai masih terdiam dengan renungan-renungannya.

Belum sempat bicara, Si Anjing Hitam meneruskan celotehnya: “Seandainya tubuhku basah, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan di antara kita. Tetapi apabila engkau menyingsingkan jubah sebagai seorang Parsi (kesombonganmu), dirimu tidak akan menjadi bersih walau engkau membasuhnya dengan tujuh samudera sekalipun!”

Setelah yakin bahwa suara tadi benar-benar suara Si Anjing Hitam di dekatnya, Kiai Yazid baru menyadari kekhilafannya. Secara spontan pula, ia bisa merasakan kekecewaan dan keluh kesah Si Anjing Hitam yang merasa terhina. Ia juga menyadari bahwa telah melakukan kesalahan besar; ia telah menghina sesama makhluk Tuhan tanpa alasan yang jelas.

“Ya, engkau benar Anjing Hitam,” kata Kiai Yazid, “Engkau memang kotor secara lahiriah, tetapi aku kotor secara batiniah. Karena itu, marilah kita berteman dan bersama-sama berusaha agar kita berdua menjadi bersih!”

Ungkapan Kiai Yazid tadi, tentu saja, merupakan ungkapan rayuan agar Si Anjing Hitam mau memaafkan kesalahannya. Jikalau binatang tadi mau berteman dengannya, tentu dengan suka rela ia mau memaafkan kesalahannya itu.

“Engkau tidak pantas untuk berjalan bersama-sama denganku dan menjadi sahabatku! Sebab, semua orang menolak kehadiranku dan menyambut kehadiranmu. Siapa pun yang bertemu denganku akan melempariku dengan batu, tetapi Siapa pun yang bertemu denganmu akan menyambutmu sebagai raja di antara para mistik. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulang pun, tetapi engkau memiliki sekarung gandum untuk makanan esok hari!” kata Si Anjing Hitam dengan tenang.

Kiai Yazid masih termenung dengan kesalahannya pada Si Anjing Hitam. Setelah dilihatnya, ternyata Si Anjing Hitam telah meninggalkannya sendirian di jalanan yang sepi itu. Si Anjing Hitam telah pergi dengan bekas ucapannya yang menyayat hati Sang Kiai.

“Ya Allah, aku tidak pantas bersahabat dan berjalan bersama seekor anjing milik-Mu! Lantas, bagaimana aku dapat berjalan bersama-Mu Yang Abadi dan Kekal? Maha Besar Allah yang telah memberi pengajaran kepada yang termulia di antara makhluk-Mu yang terhina di antara semuanya!” seru Kiai Yazid kepada Tuhannya di tempat yang sepi itu.

Kemudian, Kiai Yazid dengan langkah yang sempoyongan meneruskan perjalanannya. Ia melangkahkan kakinya menuju ke pesantrennya. Ia sudah rindu kepada para santri yang menunggu pengajarannya.

***

Keunikan dan ke-nyleneh-an Kiai Yazid memang sudah terlihat sejak dulu. Kepada para santrinya, beliau tidak selalu mengajarkan di pesantrennya saja, tetapi juga diajak merespon secara langsung untuk membaca ayat-ayat alam yang tergelar di alam semesta ini. Banyak pelajaran yang didapat para santri dari Sang Kiai; baik pembelajaran secara teoritis maupun praktis dalam hubungannya dengan ketuhanan.

Suatu hari, Kiai Yazid sedang mengajak berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. Jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Setelah diamati secara seksama, ternyata ia bukanlah Si Anjing Hitam yang dulu pernah memprotesnya. Ia Si Anjing Kuning yang lebih jelek dari Si Anjing Hitam. Begitu melihat Si Anjing Kuning tadi terlihat tergesa-gesa –barangkali karena ada urusan penting– maka Kiai Yazid segera saja mengomando kepada para muridnya agar memberi jalan kepada Si Anjing Kuning itu.

“Hai murid-muridku, semuanya minggirlah, jangan ada yang mengganggu Si Anjing Kuning yang mau lewat itu! Berilah dia jalan, karena sesungguhnya ia ada suatu keperluan yang penting hingga ia berlari dengan tergesa-gesa,” k ata Kiai Yazid kepada para muridnya.

Para muridnya pun tunduk-patuh kepada perintah Sang Kiai. Setelah itu, Si Anjing Kuning melewati di depan Kiai Yazid dan para santrinya dengan tenang, tidak merasa terganggu. Secara sepintas, Si Anjing Kuning memberikan hormatnya kepada Kiai Yazid dengan menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa terima kasih. Maklum, jalanan yang sedang dilewati itu memang sangat sempit, sehingga harus ada yang mengalah salah satu; rombongan Kiai Yazid ataukah Si Anjing Kuning.

Si Anjing Kuning telah berlalu. Tetapi rupanya ada salah seorang murid Kiai Yazid yang memprotes tindakan gurunya dan berkata: “Allah Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhluk-Nya. Sementara, kiai adalah raja di antara kaum sufi, tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing jelek tadi. Apakah pantas perbuatan seperti itu?!”

Kiai Yazid menjawab: “Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku: “Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian dulu sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja di antara para mistik (kaum sufi)?” Begitulah yang sampai ke dalam pikiranku dan karena itulah aku memberikan jalan kepadanya.”

Mendengar penjelasan Kiai Yazid seperti itu, murid-muridnya manggut-manggut. Itu merupakan pertanda bahwa mereka paham mengapa guru mereka berlaku demikian. Semuanya diam membisu. Mereka tidak ada yang membantah lagi. Mereka pun terus meneruskan perjalanannya.

Kehebatan Lelaki Sejati


“Tuanku, engkau boleh berjalan di atas air!” murid-muridnya berkata dengan penuh kekaguman kepada Bayazid Al-Busthami.

“Itu bukan apa-apa. Sepotong kayu juga boleh,” Bayazid menjawab.

“Tapi engkau juga terbang di angkasa.”

“Demikian juga burung-burung itu,” tunjuk Bayazid ke langit.

“Engkau juga mampu bepergian ke Ka’bah dalam semalam.”

“Setiap pengelana yang kuat pun akan mampu pergi dari India ke Demavand dalam waktu satu malam,” jawab Bayazid.

“Kalau begitu, apa kehebatan seorang lelaki sejati?” murid-muridnya ingin tahu.

“Lelaki sejati,” jawab Bayazid, “adalah mereka yang mampu melekatkan hatinya tidak kepada sesuatu pun selain Tuhan.”

Abu Yazid dan Hati Sufi di Bashrah


Diriwayatkan oleh Syaikh Syamsuddin at-Tabrizi bahwa suatu hari ketika Syaikh Abu Yazid al-Busthami sedang dalam perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji, beliau mengunjungi seorang sufi di Bashrah. Secara langsung dan tanpa basa-basi, sufi itu menyambut kedatangan beliau dengan sebuah pertanyaan: “Apa yang anda inginkan hai Abu Yazid?”.

Syaikh Abu Yazid pun segera menjelaskan: “Aku hanya mampir sejenak, karena aku ingin menunaikan ibadah haji ke Makkah”.
“Cukupkah bekalmu untuk perjalanan ini?” tanya sang sufi.
“Cukup” jawab Syaikh Abu Yazid.
“Ada berapa?” sang sufi bertanya lagi.
“200 dirham” jawab Syaikh Abu Yazid.

Sang sufi itu kemudian dengan serius menyarankan kepada Syaikh Abu Yazid: “Berikan saja uang itu kepadaku, dan bertawaflah di sekeliling hatiku sebanyak tujuh kali”.

Ternyata Syaikh Abu Yazid masih saja tenang, bahkan patuh dan menyerahkan 200 dirham itu kepada sang sufi tanpa ada rasa ragu sedikitpun. Selanjutnya sang sufi itu mengungkapkan: “Wahai Abu Yazid, hatiku adalah rumah Allah, dan ka’bah juga rumah Allah. Hanya saja perbedaan antara ka’bah dan hatiku adalah, bahwasanya Allah tidak pernah memasuki ka’bah semenjak didirikannya, sedangkan Ia tidak pernah keluar dari hatiku sejak dibangun oleh-Nya”.

Syaikh Abu Yazid hanya menundukkan kepala, dan sang sufi itupun mengembalikan uang itu kepada beliau dan berkata: “Sudahlah, lanjutkan saja perjalanan muliamu menuju ka’bah” perintahnya.

Syaikh Abu Yazid al-Busthami adalah seorang wali super agung yang sangat tidak asing lagi di hati para penimba ilmu tasawuf, khususnya tasawuf falsafi. Beliau wafat sekitar tahun 261 H. Sedangkan Syaikh Syamsuddin at-Tabrizi (yang meriwayatkan kisah di atas) adalah juga seorang wali besar (wafat tahun 645 H.) yang telah banyak menganugerahkan inspirasi dan motivasi spiritual kepada seorang wali hebat sekaliber Syaikh Jalaluddin ar-Rumi, penggagas Tarekat Maulawiyah (wafat tahun 672 H.).

Ilmu dan Pengamalannya


Sayyidina Ali K.W:

    Ilmu berhubungan dengan amal. Barangsiapa yang berilmu, niscaya mengamalkan ilmunya. Ilmu memanggil amal; maka jika ia menyambut panggilannya bila tidak menyambutnya, ia akan berpindah darinya.
    Pelajarilah ilmu, niscaya kalian akan dikenal dengannya; dan amalkanlah ilmu (yang kalian pelajari) itu, niscaya kalian akan termasuk ahlinya.
    Wahai para pembawa ilmu, apakah kalian membawanya? Sesungguhnya ilmu hanyalah bagi yang mengetahuinya, kemudian dia mengamalkannya, dan perbuatannya sesuai dengan ilmunya. Akan datang suatu masa, dimana sekelompok orang membawa ilmu, namun ilmunya tidak melampaui tulang selangkanya. Batiniah mereka berlawanan dengan lahiriah mereka. Dan perbuatan mereka berlawanan dengan ilmu mereka.
    Orang yang beramal tanpa ilmu, seperti orang yang berjalan bukan di jalan. Maka, hal itu tidak menambah jaraknya dari jalan yang terang kecuali semakin jauh dari kebutuhannya. Dan orang yang beramal dengan ilmu, seperti orang yang berjalan di atas jalan yang terang. Maka, hendaklah seseorang memperhatikan, apakah dia berjalan, ataukah dia kembali?
    Janganlah sekali-kali engkau tidak mengamalkan apa yang telah engkau ketahui. Sebab, setiap orang yang melihat akan ditanya tentang perbuatannya, ucapannya, dan kehendaknya.
    Orang yang berilmu tanpa amal, seperti pemanah tanpa tali busur.

10 Wasiat Rasulullah SAW untuk Mengusir Bisikan Setan, Jin dan Manusia


    Jika dia membisikkan: “Anakmu akan”. Jawablah: “Semua akan mati, dan anakku akan ke surga, aku malah senang.”
    Jika membisikkan: “Hartamu akan musnah.” Jawablah: “Tak apalah, pertanggung-jawabanku menjadi ringan.”
    Jika dia membisikkan: “Orang-orang menzalimi dirimu, sedangkan kamu tidak zalim.” Jawablah: “Siksa Allah akan menimpa orang-orang zalim dan tidak mengenai orang-orang yang baik.” (Aku serahkan kepada Allah SWT)
    Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kebaikanmu.” Jawablah: “Kejelekanku lebih banyak.” (Astaghfirullah).
    Jika dia membisikkan: “Alangkah banyak shalatmu.” Jawablah: “Kelalaianku lebih banyak dari pada shalatku.” (Lalai: tidak mengingat bahwa Allah mengawasi dirinya)
    Jika dia membisikkan: “Betapa banyak kamu bersedekah kepada orang-orang.” Jawablah: “Apa yang aku terima Allah jauh lebih banyak dari yang aku sedekahkan.”
    Jika dia membisikkan: “Betapa banyak orang yang menzalimu.” Jawablah: “Orang-orang yang aku zalimi lebih banyak.” (Astaghfirullah).
    Jika dia membisikkan: “Betapa banyak amalmu.” Jawablah: “Betapa sering aku bermaksiat.” (A’udzubillah)
    Jika dia membisikkan: “Minumlah minuman-minuman keras.” Jawablah: “Aku tidak akan mengerjakan maksiat.” (Aku minum sari ttauhid saja).
    Jika dia membisikkan: “Mengapa kamu tidak mencintai dunia?” Jawablah: “Aku tidak mencintainya karena telah banyak orang lain yang tertipu olehnya.” (dan mereka sengsara batin, kini sebagian di penjara dan sebagian lagi telah wafat berada di neraka Barzakh. Akan aku kuatkan ekonomiku, tetapi aku tidak akan mencintai harta, karena harta hanyalah alat untuk hidupku, tetapi aku bukan untuk harta).

Menentang Ego


Kisah ini tentang salah satu Mursid dalam Tarekat Naqshbandi Rantai Emas, yang dilapori salah seorang muridnya tentang adanya pendeta Hindu yang mempunyai kemampuan lebih : bisa terbang, berjalan di atas air dan mengetahui hal hal yang akan datang. Maka Mursid inipun dengan mengucapkan basmalah, dalam sesaat sudah berada di hadapan pendeta Hindu tersebut, yang segera menyambutnya dengan hangat :”Selamat datang Shaykh, saya tahu anda akan hadir, maka saya sengaja menyediakan hidangan yang halal, hewan ternaknya disembelih oleh pembantu yang seorang Islam juga. Mari silahkan dinikmati hidangan yang sudah saya sediakan ini.” Mursid Naqshbandi itu menjawab :”Terima kasih. Tetapi saya tidak mau menyantap hidangan ini sebelum anda mengucapkan dua Kalimat Shahadat.”

Maka sang pendeta Hindu menundukkan kepalanya, lama. Lama sekali. Sejam lebih baru akhirnya dia mengangkat kepalanya dan mengucapkan kalimat Shahadat dihadapan Mursid itu. Sang Murshid bertanya :”Mengapa anda tadi memerlukan waktu yang lama sekali baru bersedia mengucapkan dua Kalimat Shahadat?”

Sang pendeta menjawab :”Kebiasaan lama saya adalah selalu menentang apa yang dikatakan ego saya, maka saya bisa mencapai kedudukan saya yang sekarang. Kalau ego saya suruh saya ke kanan, saya ke kiri Kalau ego menyuruh saya maju, saya mundur. Tadi ketika anda minta saya mengucapkan dua kalimat shahadat, ego saya membujuk panjang lebar agar saya tidak melakukan itu, karena kata ego, saya akan kehilangan semua yang telah saya capai dengan memeluk Islam. Kata ego, saya akan kehilangan semua kepandaian saya. Saya akan kehilangan status sosial saya. Saya akan ditinggal kan para pengikut saya. Saya pikir itu semua adalah yang saya sukai, saya senangi. Maka lama sekali saya harus bergulat dengan ego. Meskipun sudah menjadi tradisi saya untuk menentang ego, tetapi kalau saya kehilangan itu semua, saya juga tidak mau. Setelah melalui pergulatan batin yang panjang, akhirnya saya mantap meneruskan tradisi saya : menentang ego. Maka saya pun mengucapkan dua kalimat shahadat itu.”

Diceritakan bahwa pendeta Hindu itu setelah masuk Islam, karena dia selalu menen tang egonya, maka seluruh ilmu hitamnya telah dirubah Allah menjadi ilmu putih, sehing ga kepandaiannya bukannya berkurang malah bertambah.

4 Nasihat Rasulullah SAW kepada Siti Ai’syah RA


Ada 4 (empat) buah Nasihat Rasulullah SAW kepada Istrinya tercinta Siti Ai’syah Rodliyallohu Anha… :

    Ya Ai’syah…. Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENGHATAMKAN AL-QUR’AN….
    Ya Ai’syah…. Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENDAPATKAN SYAFAAT DARI PARA RASUL dan NABI….
    Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENDAPATKAN RIDHO’ dari SELURUH KAUM MUSLIMIN….
    Dan Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENDAPATKAN PAHALA UMROH DAN HAJJI …..

Siti Ai’syah lalu bertanya Kepada Rasulullah SAW,

Ya Rasulullah… Bagaimana caranya agar saya bisa mendapatkan empat fadhilah tersebut dalam satu malam ?

bisa MENGHATAMKAN AL-QUR’AN- bisa MENDAPATKAN SYAFAAT DARI PARA RASUL dan NABI-

bisa MENDAPATKAN RIDHO’ dari SELURUH KAUM MUSLIMIN- dan bisa MENDAPATKAN PAHALA UMROH DAN HAJJI ?

Rasulullah SAW tersenyum lalu menjawab….

Ya Ai’syah…. yang kumaksud dengan : Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENGHATAMKAN AL-QUR’AN adalah : Janganlah Engkau tidur di malam hari SEBELUM MEMBACA SURAH AL-IKHLAS TIGA KALI….

Karena bila engkau membaca Surah Al-Ikhlas 3X sebelum tidur, itu sama halnya engkau membaca seluruh Al-Qur’an.

Ya Ai’syah…. yang kumaksud dengan : Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENDAPATKAN SYAFAAT DARI PARA RASUL dan NABI adalah ; Janganlah Engkau tidur di malam hari SEBELUM MEMBACA SHALAWAT bukan hanya kepadaku tapi juga kepada para Nabi dan Rasul… “Allohumma sholli ‘ala Saydina Muhammadin… wa’ala Sya-iril Ambiyaa wal Mursaliin, wa ‘ala alihim wa shohbihim ajma’in” (artinya Ya Allah Sholawat dan Salam kepada Nabi Muhammad, dan kepada seluruh para Nabi dan Rasul, serta kepada keluarga-keluarga mereka dan sahabat-sahabat mereka).

Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENDAPATKAN RIDHO’ dari SELURUH KAUM MUSLIMIN, adalah dengan cara memohon AMPUN kepada ALLAH atas segala dosa-dosamu dan dosa-dosa seluruh Kaum Muslimin. yaitu dengan senantiasa membaca ” Robbighfirli…wali walidayya…waliman haqqun alayya.. wali jami’il muslimin wal muslimat… wal mu’miniin wal mu’minat… al ahya’i wal amwaat…” (artinya Ya Tuhan kami ampuni aku, ampuni kedua orangtuaku dan siapa2 yang memiliki nasab keturunannya, dan kepada seluruh muslimin dan muslimat, dan mu’minin dan mu’minat… baik yang masih hidup maupun yang sudah mati)

Yang ke empat, Janganlah Engkau tidur di malam hari sebelum engkau MENDAPATKAN PAHALA UMROH DAN HAJJI, yaitu dengan senantiasa membaca Tashbih, Tahmid, Tahlil, dan Takbir… ” Subhanallah.. wal hamdulillah, Wala ilaha illallah Huwallohu Akbar” (artinya Maha Suci Allah… Segala Puji bagi Allah, Tiada sesembahan kecuali Allah, Allah yang Maha Besar).

Tetaplah Lapar Tetaplah Bodoh!

“Tetaplah Lapar. Tetaplah Bodoh”.

Kutipan di atas diucapkan oleh Steve Jobs, CEO Apple Computer dan Pixar Animation Studios dalam sebuah acara wisuda pada tanggal 12 Juni 2005. Sepintas lalu kutipan di atas tampaknya biasa saja, namun jika direnungkan lebih dalam ada sesuatu yang istimewa. Keistimewaannya terletak pada kata “lapar” dan kata “bodoh”. Mengapa demikian? Mari kita renungkan! Orang lapar adalah orang yang begitu mensyukuri arti sesuap nasi. Demikian juga orang bodoh adalah orang yang menghargai makna sebuah pengetahuan. Orang lapar berjuang mendapatkan makanan yang akan mengenyangkan perutnya. Sementara orang bodoh takkan berhenti untuk selalu belajar. Orang lapar selalu berusaha menjadikan keadaan hidupnya lebih baik. Orang bodoh tak mengenal kata lelah untuk terus menimba ilmu. Orang lapar senantiasa memutar otak untuk tetap survive agar tak digilas zaman. Dan orang bodoh selalu open mind akan hal-hal baru agar tidak ketinggalan zaman.

Setiap manusia pada awalnya tidak tahu apa-apa. Saat jabang bayi lahir ke dunia tak satu pun tiba-tiba bicara fasih meski orang tuanya ahli bahasa. Tidak ada bayi yang sekonyong-konyong piawai berpidato walau ayah-ibunya orator ulung. Dan belum pernah pula kita dengar ada bayi yang mahir menulis novel meskipun ia terlahir dari rahim seorang novelist best seller. Ketidaktahuan kita akan segala sesuatu kala lahir benar-benar sempurna sebagaimana pengetahuan kita yang tidak pernah sempurna pula. Jika dulu kita adalah makhluk-makhluk mungil yang begitu awam, lugu, dan tak mengerti apapun, pantaskah kita jumawa dengan apa yang kita ketahui hari ini? Dan layak pulakah kita merasa cukup kaya dengan segudang ilmu yang telah diraih bila dibandingkan dengan pengetahuan Tuhan yang tanpa batas?

Saya teringat ucapan Imam Syafi’i, “Setiap kali bertambah pengetahuanku, semakin aku sadar akan kebodohanku.” Ungkapan beliau ini kurang lebih senada dengan apa yang dikatakan Steve Jobs di atas. Keduanya sama-sama menekankan pentingnya belajar terus dan terus belajar. Semangat untuk menimba ilmu tidak boleh padam. Bahkan bagi kita umat Islam, Nabi Muhammad telah mengajarkan prinsip belajar dari sejak buaian sampai liang lahad. Itulah yang oleh kalangan pendidik di Barat sekarang disebut Long Life Education (pendidikan sepanjang hayat). Rosulullah sendiri adalah model manusia paripurna yang haus akan ilmu. Coba kita renungkan kembali kalimat “Robbii zidnii ilman” yang termaktub dalam al-qur’an. Bukankah seruan itu adalah lantunan do’a yang disampaikan Sang Nabi kepada Robb-nya agar beliau senatiasa ditambahi ilmu. Jika Rosul yang dikaruniai kecerdasan (fathonah) luar biasa saja masih minta ditransfer ilmu melalui wahyu-Nya, apalagi kita yang bukan nabi pilihan-Nya. Jauh lebih pantas, bukan? So, apakah Anda sudah merasa kenyang dan merasa pandai? Atau Anda masih tetap lapar dan tetap bodoh?

Abu Hurairah Sang Ahlus Shuffah

Di antara ratusan ribu hadits Nabi Muhammad saw, terdapat banyak hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. Meski hanya empat tahun hidup bersama Rasul saw. sebelum wafat beliau, namun Abu Hurairah telah menghafal dan meriwayatkan 5.374 hadits dari Nabi saw.

Nama aslinya Abdurrahman bin Shakhr Ad Dausi. Ia masuk Islam pada 7 H. Asalnya dari Yaman dan diperkirakan lahir tahun 21 sebelum hijrah. Setelah masuk Islam, ia tinggal di halaman masjid Nabawi dan menemani Nabi saw dalam berbagai kesempatan. Ia termasuk sahabat yang hidup sebatang kara dan tidak punya rumah yang oleh kalangan kaum muslimin disebut Ahlus Shuffah (ahli Shuffah).

Orang-orang Ahli Shuffah adalah orang Islam dan dianggap tamu-tamu Islam oleh Nabi saw. Mereka tidak punya tempat tinggal dan tidak punya kerabat di Madinah. Mereka tinggal di halaman masjid Nabi. Jika Nabi saw. mendapatkan shadaqah, beliau segera mengirimkan kepada mereka dan beliau tidak mengambil sedikit pun. Kalau mendapat hadiah, maka Nabi saw. mengirimkannya kepada Ahli Shuffah dan beliau mengambil sedikit atau beliau memakannya bersama mereka.

Setelah masuk Islam, Abu Hurairah selalu menemani dan melayani Rasulullah saw kapan pun dan dimana pun beliau berada. Sehingga ia mendapat banyak ilmu dari Nabi saw. Meski bertemu Nabi selama kurang lebih empat tahun saja, namun sahabat yang gemar memelihara kucing ini menghafal lebih banyak hadits daripada sahabat lain yang lebih senior.

Setia Menemani & Melayani

Abu Hurairah ra pernah bercerita. Suatu hari Rasulullah Muhammad saw. duduk bersama para sahabat beliau, termasuk Abu Bakar ra dan Umar bin Khaththab ra (dalam Ringkasan Shahih Muslim, Mizan, hadits no. 12, hlm. 11-13).

Tak lama kemudian, Rasulullah saw. meninggalkan majelis sahabat itu. Karena beliau pergi sangat lama, para sahabat mengkuatirkan keadaan beliau. Lalu para sahabat mencari keberadaan Nabi saw. Ternyata, Abu Hurairah lebih dulu menjumpai Nabi yang sedang berada di sebuah kebun milik orang Anshar dari Bani Najjar.

Abu Hurairah bermaksud masuk ke kebun itu. Tapi ia tak menemukan pintu masuknya. Akhirnya ia melompati parit yang terhubung dengan sebuah sumur yang berada di tengah kebun itu.

Mendengar suara kehadiran orang, Nabi saw. bertanya, �Apakah itu Abu Hurairah?�

�Benar,� jawabnya.

�Ada apa?�

�Engkau tadi berada ditengah-tengah kami lalu engkau meninggalkan kami sangat lama. Kami kuatir terjadi sesuatu pada engkau. Karena itu, saya masuk kebun ini dan melompat seperti serigala. Orang-orang yang lain menyusul di blakang saya.�

Kemudian Nabi saw. bersabda, �Wahai Abu Huirairah, bawalah sepasang sandalku ini dan siapa saja yang engkau temui di balik kebun ini sedangkan dia bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dengan yakin sepenuh hati, berilah kabar gembira dengan (masuk) surga.� Lalu Abu Hurairah beranjak pergi. Orang pertama yang ditemuinya di balik kebun adalah Umar bin Khaththab ra.

Umar bertanya, �Apa yang hendak kau lakukan dengan sepasang sandal itu wahai Abu Hurairah?� Ia menjawab, �Sepasang sandal ini adalah milik Rasulullah saw. Beliau mengutus dengannya bahwa siapa saja yang bersaksi tiada tuhan selain Allah dengan sepenuh hati, maka saya beri kabar gembira dengan (masuk) surga.� Mendengar itu, lantas Umar memukul dada Abu Hurairah dengan tangannya hingga Abu Hurairah jatuh terjengkang. Setelah memukul, Umar dengan tegas berkata kepadanya, �Kembalilah kau (kepada Rasulullah saw.)!�

Abu Hurairah sama sekali tidak punya keinginan untuk membalas. Sambil meringis kesakitan, Abu Hurairah menuruti perintah Umar untuk menemui Nabi saw. Umar menyusul di belakangnya. Ia hanya heran dengan sikap Umar itu.

Sambil menahan sakit, ia berjalan menemui Nabi saw. Melihat Abu Hurairah menangis, Nabi saw. bertanya, �Apa yang terjadi pada dirimu wahai Abu Hurairah?�

Ia menjawab, �Saya bertemu dengan Umar. Lalu saya memberitahukan kepadanya hal yang telah engkau utus. Namun Umar malah memukul dada saya dengan tangannya sampai saya jatuh. Umar malah menyuruh saya kembali.�

Lalu Nabi saw. bertanya kepada Umar yang berada di samping Abu Hurairah. Nabi saw. pun bertanya, �Wahai Umar, apa yang membuat engkau berbuat demikian?�

Umar menjawab, �Wahai Rasulullah, semoga ayah dan ibuku sebagai tebusanmu. Apakah engkau mengutus Abu Hurairah dengan membawa sepasang sandalmu dan siapa saja yang dia temui sedang dia bersaksi tiada tuhan selain Allah dengan yakin sepenuh hatinya, dia memberinya kabar gembira dengan (masuk) surga?�

�Ya.�

�Janganlah engkau melakukan itu. Karena saya kuatir orang-orang akan bersandar pada ucapan itu saja. Tetapi biarlah mereka mengerjakan amal-amal kebaikan.�

�(Kalau begitu) biarkanlah mereka mengerjakan amal-amal kebaikan,� jawab Nabi saw.

Dikira Orang Gila

Salah satu kelebihan Abu Hurairah adalah rasa hausnya akan ilmu mengalahkan rasa laparnya terhadap makanan. Imam Bukhari menarasikan penggalan perjalanan hidup Abu Hurairah bersama Rasul saw. (diolah dari Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi, hadits no. 502).

Suatu hari, Abu Hurairah menceritakan keadaannya. Ia berkata, �Demi Allah, yang tiada tuhan selain Dia. Aku pernah merapatkan perutku ke tanah karena lapar. Aku mengikat batu di perutku juga karena lapar. Aku juga pernah terduduk di tempat di sebuah jalan yang biasa dilalui orang. Dari kejauhan, Nabi saw. tersenyum saat melihatku. Sepertinya beliau mengerti keadaanku setelah memperhatikan ekspresi wajahku dan posisi tubuhku.�

Kemudian Nabi saw. memanggil Abu Hurairah, �Wahai, Abu Hirr (panggilan akrab Abu Hurairah, artinya bapak atau pemilik kucing kecil, Red.).

�Labbaik ya Rasulullah.�

�Ikutlah denganku,� ucap Nabi saw.

Lalu Abu Hurairah menemani Nabi saw. menuju salah satu rumah keluarga beliau. Nabi saw. pun masuk. Abu Hurairah minta izin masuk dan beliau mengizinkannya. Di sana ada segelas susu. Nabi saw. bertanya kepada penghuni rumah, �Darimana asal susu ini?�

�Seorang perempuan menghadiahkan untuk engkau, wahai Rasulullah,� jawab penghuni rumah.

�Wahai Abu Hirr.�

�Labbaik ya Rasulullah,� jawab Abu Hurairah.

�Temuilah orang-orang Ahli Shuffah itu. Ajaklah kemari.�

Saat memanggil Ahli Shuffah, Abu Hurairah berkata sendiri, �Mengapa susu ini diberikan kepada Ahli Shuffah? Padahal aku paling pantas untuk minum susu itu agar kekuatan saya pulih (dari rasa lapar yang sangat, Red.). Apabila Ahli Shuffah kemari, beliau pasti menyuruh saya memberikan susu itu kepada mereka dan kemungkinan saya tidak mendapat bagian dari susu itu (karena terbatasnya susu, Red.). Maka, perasaanku jadi tidak enak karena ini. Tapi taat kepada Allah dan Rasul harus diutamakan.� Abu Hurairah lebih mengutamakan ketaatan kepada Allah dan Rasul daripada perasaannya sendiri. Ia tetap melaksanakan perintah Nabi saw.

Kenangan Indah

Inilah salah satu kelebihan akhlak Abu Hurairah. Ia termasuk sahabat Nabi saw. yang sangat menjaga harga dirinya meski hidup kekurangan. Ia tidak meminta-minta meski sangat membutuhkan. Berdasar riwayat Muhammad bin Sirin, ia pernah tergeletak di antara mimbar Nabi saw. dan kamar Aisyah (di sekitar Masjid Nabawi, Red.). Tiba-tiba ada seseorang yang melewatinya dan meletakkan kakinya di lehernya. Ia mengira Abu Hurairah orang gila yang tidur sembarangan. Padahal ia tergeletak karena lapar (HR. Bukhari).

Setelah Ahli Shuffah tiba dan duduk mengelilingi Nabi saw, kemudian Nabi saw. berkata, �Wahai Abu Hirr.�

�Labbaik ya Rasulullah.�

�Ambil susu itu dan bagikan kepada mereka.�

Abu Hurairah berkata sendiri, �Aku sangat berharap aku mendapat bagian dari susu ini. Dan ini bukan berarti aku tidak taat kepad Allah dan Rasul sama sekali.�

Namun Abu Hurairah tetap melaksanakan perintah Nabi saw. Ia memberikan susu itu secera bergiliran kepada orang-orang Ahli Shuffah. Satu persatu minum sampai puas, baru kemudian mengembalikan gelasnya kepada Abu Hurairah. Begitu seterusnya hingga orang terakhir. Dengan izin Allah, meski diminum banyak orang ternyata susunya tidak habis-habis.

Setelah semua minum, kemudian Nabi saw. mengambil gelas itu. Lalu Nabi saw. melihat ke arah Abu Hurairah sambil tersenyum.

�Wahai Abu Hirr.�

�Labbaik ya Rasulullah.�

�Sekarang tinggal aku dan kamu.�

�Engkau benar wahai Rasulullah.�

�Duduklah dan minumlah.�

Maka Abu Hurairah duduk dan meminumnya.

�Minumlah,� ucap Nabi saw. lagi. Abu Hurairah pun meminumnya lagi. Dan Nabi saw. berkali-kali menyuruh Abu Hurairah minum. Abu Hurairah terus minum hingga akhirnya ia berkata, �Tidak, demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran! Perut saya tidak muat lagi.�

Lantas Nabi saw. bersabda, �Bawa kemari gelas itu.� Kemudian, Nabi saw. memuji Allah, menyebut Asma-Nya dan kemudian meminumnya.{}

Minta Pelajaran Dari Pembantu Guru


Imam Hambali dengan segera menemui Imam Syafei begitu beliau mendengar Gurunya tsb berkunjung ke Bagdad kota tempat beliau tinggal. Lalu beliau mohon kepada Imam Syafei agar sudi memberikan waktu untuk beliau bisa menambah ilmu dari Sang Guru (Hal ini merupakan tradisi jaman dulu yg sangat elegan, meskipun sdh begitu tingginya ilmu Sang Murid, tetapi masih selalu menghormati gurunya dan tetap minta diberi pelajaran).

Imam Syafei berkata: “Hai Hambali, sebaiknya kamu minta pelajaran dulu dari pembantuku ini (seorang penggembala kambing) sebelum minta pelajaran kepadaku”. Beliau mencoba menawar agar dapat belajar langsung dari Sang Guru, namun Sang Guru mengulangi perkataannya. Sebagai seorang murid yg taat pada gurunya dia menuruti perintah Sang Guru meskipun ada yg mengganjal dihatinya. Apa sih hebatnya pembantu yg tukang angon ini, shg aku disuruh belajar dari dia??

Untuk mengetahui kedalaman ilmu Pembantu ini, Imam Hambalipun bertanya: “Wahai sdr, apa pendapatmu tentang seseorang yg lupa pada saat shalat sehingga meninggalkan satu rakaat dan terus salam?” Sang Pembantu menjawab: “Apakah aku akan menjawab menurut pendapatmu atau pendapatku?”

Imam Hambali terkejut mendengar jawaban ini, bagamana mungkin seorang Pembantu bisa menawarkan pilihan jawaban, yg biasanya hanya dimiliki oleh org yg berilmu tinggi.. Lalu beliau berkata: “Jawablah menurut pendapatku dan pendapatmu”.

Sang Pembantupun menjawab: “Baiklah, kalau menurut pendapatmu (maksudnya Imam Hambali), apabila lupanya belum lama (kira-kira selama 2 rakaat), maka org itu hanya perlu menambahkan satu rakaat yg ketinggalan tsb lalu sujud syahwi, tetapi kalau sdh cukup lama baru teringat, maka org tsb wajib mengulang shalatnya lalu sujut syahwi”

Imam Hambali terkejut koq orang ini tahu pendapatku..yang ternyata betul sekali karena tuntunannya memang demikian kata beliau dalam hati….

“Nah kalau menurut pendapatku… apabila aku yg melakukan kesalahan tadi, aku juga akan melakukan hal yang sama seperti pendapatmu itu, tapi aku juga akan melakukan puasa satu tahun lamanya sebagai tebusan atas kesalahanku pada Tuhanku, karena aku merasa sangat takut dan malu telah lupa pada Nya  dan memikirkan hal lain di dalam shalatku”

Imam Hambali terperanjat dan terpana mendengar jawaban Sang Pembantu tadi.. Sekarang aku baru tahu betapa tingginya derajat orang ini, betapa luar biasa kuatnya rasa takut dan rasa malu orang ini kepada Tuhannya…meskipun dia hanya seorang pembantu dan penggembala kambing, yang dimata orang lain mungkin dianggap rendah..pantas Sang Guru menyuruh aku untuk menimba ilmu darinya…kata Imam Hambali dalam hati…

Ilmu dan Kebodohan


Sayyidina Ali K.W berkata:

1. Orang yang bodoh adalah yang menganggap dirinya tahu tentang makrifat ilmu yang sebenarnya tidak diketahuinya, dan dia merasa cukup dengan pendapatnya saja.

2. Orang yang alim mengetahui orang yang bodoh karena dia dahulunya adalah orang yang bodoh, sedangkan orang yang bodoh tidak mengetahui orang yang alim karena dia tidak pernah menjadi orang alim.

3. Orang bodoh adalah kecil meskipun dia orang tua, sedangkan orang alim besar meskipun dia masih remaja.

4. Allah tidak memerintahkan kepada orang bodoh untuk belajar sebelum Dia memerintahkan terlebih dahulu kepada orang alim untuk mengajar.

5. Sesuatu menjadi mudah bagi dua macam orang: orang alim yang mengetahui segala akibat dan orang bodoh yang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi padanya.

6. Ada dua orang yang membinasakanku: orang bodoh yang ahli ibadah dan orang alim yang mengumbar nafsunya.

7. Imam `Ali a.s. menjawab pertanyaan seorang yang bertanya kepadanya tentang kesulitan, dia berkata, �Bertanyalah engkau untuk dapat memahami,
dan janganlah engkau bertanya dengan keras kepala. Sebab, sesungguhnya orang bodoh yang terpelajar serupa dengan orang alim, dan orang alim yang sewenang-wenang serupa dengan orang bodoh yang keras kepala.�

8. Engkau tidaklah aman dari kejahatan orang bodoh yang dekat denganmu dalam kekerabatan dan ketetanggaan. Sebab, yang paling dikhawatirkan terbakar nyala api adalah yang paling dekat dengan api itu.

9. Alangkah buruknya orang yang berwajah tampan, namun dia bodoh. la seperti rumah yang bagus bangunannya, tetapi penghuninya orang yang jahat,
atau seperti taman yang penghuninya adalah burung hantu, atau kebun kurma yang penjaganya adalah serigala.

10. Janganlah engkau berselisih dengan orang bodoh, janganlah engkau mengikuti orang pandir, dan janganlah engkau memusuhi penguasa.

11. Yang engkau lihat dari orang yang bodoh hanyalah dua hal: melampaui batas atau boros.

12. Sebodoh-bodoh orang adalah orang yang tersandung batu dua kali.

13. Menetapkan hujah terhadap orang bodoh adalah mudah, tetapi mengukuhkannya yang sulit.

14. Tidak ada kebaikan dalam hal diam tentang suatu hukum, sebagaimana tidak ada kebaikan dalam hal berkata dengan kebodohan.

15. Tidak ada penyakit yang lebih parah daripada kebodohan.

16. Dan tidak ada kefakiran yang sebanding dengan kebodohan.

Thursday, July 12, 2012

10 Tanda Hidup Anda Harus Didetoks


Terkadang Anda mengeluhkan beberapa kebiasaan yang justru terasa menyakitkan untuk diri Anda sendiri. Oleh karena itu sama halnya dengan proses detoksifikasi (pembersihan) pada tubuh maka seorang pakar bernama Tina B. Tessina, Ph.D. merekomendasikan sejumlah cara untuk mendetoks hidup Anda lewat bukunya It Ends With You: Grow Up and Out of Dysfunction.
img
Untuk itu, cek 10 tanda hidup Anda harus didetoksifikasi dan bagaimana cara mendetoksnya seperti dikutip dari care2, Jumat (13/7/2012) berikut ini.

1. Sering Terlambat
Sering terlambat itu obatnya ada dua: belajar memperkirakan waktu lebih baik dan jadilah orang yang lebih terorganisir. Mungkin salah satu alasan terpenting untuk mengobati keterlambatan Anda adalah karena hal ini dianggap menyakiti orang lain maka Anda bisa mendapatkan opini bagus darinya.

Jika rekan Anda terlambat, berhentilah menunggu! Aturlah masa tenggang (misalnya 15 menit) dan jika dia melampaui waktu itu maka tinggalkan dia. Jangan lupa tinggalkan pesan bagaimana si dia bisa menemui Anda kembali. Selain Anda tak memaksakan jadwal orang lain, Anda akan terkejut betapa cepatnya dia akan belajar tepat waktu.

2. Sering Marah atau Tersinggung
Mudah marah atau tersinggung merupakan cara yang baik untuk menghukum diri Anda sendiri. Kondisi ini menaikkan tekanan darah dan cenderung menciptakan masalah sepele bagi orang lain. Kemarahan juga membuat Anda tak bisa berpikir jernih dan menyebabkan ketidaknyamanan serta membuat orang lain sulit untuk bekerja dan bersosialisasi dengan Anda.

Untuk mengubah kebiasaan ini, Anda harus mengembangkan kedewasaan emosional. Pahami jika kemarahan Anda itu akan dilihat orang lain bukan sebagai kekuatan akan tetapi sikap kekanak-kanakan. Bahkan hal ini akan membuat Anda merugi lebih banyak dari yang seharusnya Anda dapatkan.

Oleh karena itu belajarlah untuk mengendurkannya dan mengurangi ekspektasi Anda yang terlalu tinggi. Perbolehkan orang lain untuk menjadi dirinya sendiri dan jika Anda marah, cobalah hitung angka 1-10 dan ambil napas dalam-dalam sebanyak tiga kali. Bisa juga dengan mengikuti latihan yoga, meditasi atau tai chi. Aktivitas fisik yang berat juga bisa jadi cara yang luar biasa untuk membakar kemarahan yang berlebihan. Jika tak ada yang mempan, datangi terapis.

3. Tak Percaya Diri dengan Kemampuan
Merasa tak aman dan tak percaya diri dengan kemampuan diri sendiri tentu membuat Anda sangat tertekan, namun sebenarnya hal itu ada gunanya juga. Jika Anda benar-benar tidak memiliki kesiapan untuk menjalankan pekerjaan yang diamanahkan, jangan takut bertanya atau meminta bantuan. Tak masalah jika Anda harus jadi pemula di satu bidang meski Anda merupakan pakar di bidang lainnya.

Jika Anda tidak mencoba berpura-pura lebih baik dari kondisi sebenarnya maka Anda akan mendapatkan lebih banyak bantuan. Terimalah hal ini secara perlahan-lahan dan izinkan diri Anda untuk belajar sembari berjalan. Terlepas dari itu, dukunglah diri Anda dan jangan mengkritik diri Anda sendiri terlalu keras.

4. Bersikap Berlebihan
Sering bersikap berlebihan itu bisa jadi tanda Anda terlalu berharap pada kemampuan diri sendiri dan mencoba mengendalikan segalanya.

Oleh karena itu kurangi ekspektasi pencapaian Anda dan izinkan orang lain untuk membantu Anda dengan caranya sendiri. Untuk jangka panjang, berada dalam sebuah tim akan terasa lebih efisien daripada mencoba untuk mengatasi segalanya sendirian dan kewalahan.

5. Tak Punya Banyak Waktu untuk Meredakan Stres
Kondisi ini merupakan perpanjangan tangan dari sikap berlebihan. Oleh karena itu belajarlah untuk menjadwalkan waktu relaks Anda sendiri. Jika waktu pribadi Anda dijadwalkan layaknya pekerjaan atau kegiatan Anda lainnya maka Anda akan cenderung untuk melakukannya.

Bisa juga dengan bergabung dalam sebuah komunitas tertentu yang bertemu secara rutin untuk melakukan aktivitas santai seperti menari, olahraga atau meditasi, bisa juga dengan menjadwalkan pijat, manicure atau facial rutin.

6. Sering Merasa Tegang dan Cemas
Jika tingkat kecemasan Anda tinggi, mungkin Anda butuh terapi. Hal ini karena kecemasan dan serangan panik merupakan salah satu hal termudah untuk diperbaiki dalam sebuah sesi konseling.

Mungkin sebelumnya Anda telah terjebak dalam self-talk negatif yang berkepanjangan sehingga membuat Anda terus merasa gelisah terhadap segala hal. Atasi hal itu dengan afirmasi atau doa untuk melawan komentar-komentar negatif yang ada dalam pikiran Anda. Kemudian belajarlah untuk menarik nafas dalam-dalam ketika merasa cemas karena ini akan memperlambat detak jantung dan membuat Anda tenang.

7. Sering Pesimis
Sikap negatif semacam ini merupakan hasil dari self-talk negatif yang mungkin sudah dipelajari sejak kecil.

Ada banyak buku motivasi diri yang akan menuntun Anda untuk mempelajari perubahan alami terhadap kehidupan. Gunakan teknik seperti berdoa dan afirmasi, menghitung berkah Tuhan yang Anda dapatkan dan menyiapkan target-target kecil setiap harinya agar Anda tak lagi pesimis.

8. Terganggu akibat Konflik dengan Orang Lain
Segala jenis konflik pasti membuat Anda marah. Oleh karena itu, kurangi jumlah konflik dalam hidup Anda seperti dengan pengurangan kemarahan dan self-talk positif yang akan berkontribusi untuk meningkatkan hubungan Anda dengan orang lain.

Disamping itu, Anda dapat mempelajari teknik sosial yang lebih baik misalnya aktif mendengarkan, memandang hal-hal secara positif, negosiasi untuk mencapai win-win solution dan komunikasi yang jelas untuk akan melenyapkan sumber konflik.

Belajarlah untuk mendengarkan orang lain (bahkan jika Anda tak sepakat dengannya) dan sebelum berbicara, pertimbangkan bagaimana perasaan orang lain ketika Anda melontarkan kata-kata itu. Perlakukan orang lain seperti Anda ingin diperlakukan olehnya dan lebih penting lagi berpikirlah sebelum bereaksi terhadap orang lain.

9. Merasa Usang
Usang adalah hasil dari perasaan berlebihan dan tidak efektif untuk jangka waktu yang lama. Meski sebagian besar dari Anda bisa menghadapi sejumlah kecil frustasi atau perasaan kewalahan namun jika hal ini berlangsung terlalu lama maka kita akan kehilangan seluruh motivasi dan menjadi usang.

Motivasi datang dari selebrasi atau perayaan dan apresiasi jadi belajarlah untuk merayakan setiap pencapaian Anda sekecil apapun dan carilah apresiasi ketika Anda membutuhkannya. Jika Anda bermasalah melakukannya, mungkin ini waktunya untuk membuat perubahan pada karir atau aspek hidup Anda lainnya.

10. Kesepian
Kesepian mungkin bukanlah hasil dari kondisi yang benar-benar sendirian namun lebih karena kesalahpahaman atau tidak dihargai. Orang-orang seringkali mengisolasi dirinya sendiri karena merasa tidak mampu berada dalam sebuah situasi sosial.

Hargai teman-teman yang Anda miliki dan buatlah pertemanan baru dengan menghadiri kelas-kelas atau komunitas lain dimana Anda bisa fokus untuk itu. Hal ini akan menambah kontak Anda dengan orang lain serta memberi Anda suatu kesamaan dengannya. Waspadalah jika Anda terlalu banyak menghabiskan waktu di depan komputer atau ngobrol online karena aktivitas semacam ini justru akan menyerap waktu Anda namun memberi manfaat lebih sedikit untuk menghilangkan kesepian.

Pastikan Anda menjadwalkan sejumlah waktu tertentu untuk bertemu dengan seorang teman sedikitnya sekali seminggu dan jika Anda tidak memiliki teman lalu gunakan waktu itu untuk mengambil sebuah kelas atau bergabung dengan sebuah komunitas (misalnya klub buku atau komunitas olahraga) yang akan memberi Anda kesempatan untuk bertemu teman-teman baru.

5 Organ Tubuh yang Fungsinya Masih Misterius

Semua organ tubuh memiliki fungsinya sendiri-sendiri. Namun ada 5 organ tubuh yang saat ini fungsinya masih misterius dan masih terus dikuak peneliti.

Pada waktu tertentu, manusia tak lagi mengandalkan organ atau struktur organ ini untuk fungsi yang serius. Bisa juga organ ini telah berhenti berkembang atau sampai pada titik dimana organ ini tidak dapat berfungsi seperti sedia kala.

Ilmuwan terkemuka bernama Charles Darwin pun menunjukkan bahwa organ-organ ini merupakan sisa-sisa anatomi pada manusia atau hewan lainnya sebagai bukti adanya evolusi.
img
Kelima organ tubuh manusia yang fungsinya masih misterius itu seperti dilansir dari Livescience, Kamis (12/7/2012) adalah:

1. Usus Buntu

Kantung kecil yang melekat pada usus besar Anda itu berada di persimpangan usus kecil dan tidak lagi membantu proses pencernaan. Bahkan hanya 1 dari 20 orang yang menjalani operasi usus buntu yang tampaknya tak melakukannya. Namun pada hewan bertulang belakang dan pemakan tumbuhan, usus buntu tetap menjadi bagian dari sistem pencernaannya.

Sebuah studi pada tahun 2009 menemukan bahwa usus buntu manusia bisa saja bermanfaat sebagai tempat penyimpanan bakteri-bakteri yang menguntungkan sehingga Anda takkan mengalami diare karena bakteri-bakteri yang tersimpan ini bisa bergegas ke usus dan menyelamatkan Anda.

2. Tulang Ekor

Kakek nenek Anda memang tak punya ekor tetapi jika Anda melongok ke pohon keluarga lebih jauh maka Anda akan tahu bahwa nenek moyang manusia atau manusia purba memilikinya.

Mamalia lain menggunakan ekornya sebagai alat keseimbangan, namun ketika manusia belajar berjalan, ekor ini menjadi tak berguna dan proses evolusi mengubahnya menjadi beberapa tulang yang menyatu dan menyebutnya sebagai tulang ekor.

3. Puting pada Pria

Selain wanita, pria juga memiliki puting karena sejak dalam kandungan, jenis kelamin gender bisa berubah-ubah. Lagipula pada dasarnya semua janin awalnya berkelamin perempuan kemudian hormon testosteron menyebabkan si janin berbelok menjadi laki-laki atau perempuan. Jangan heran jika sebagian pria diketahui bisa menghasilkan asam laktat atau asam susu dan menderita kanker payudara.

4. Erector Pili dan Rambut Penutup Tubuh

Kedinginan dan rasa takut dapat menyebabkan serat-serat otot yang disebut erector pili untuk hidup dan memaksa rambut-rambut di tubuh Anda agar berdiri dan membuat hewan atau sesuatu yang Anda takuti terlihat semakin besar dan mengancam jiwa Anda.

5. Gigi Bungsu (Gigi Molar)

Tak lebih dari memberi rasa nyeri pada banyak orang, gigi bungsu yang juga bagian dari gigi geraham ini mungkin hanya berfungsi satu kali dalam seumur hidup manusia, kata ilmuwan.

Untuk setiap sisi rahang, ada geraham depan (pre-molar) berjumlah 2 buah dan geraham belakang (molar) berjumlah 3 buah. Namun dari waktu ke waktu rahang manusia semakin mengecil dan gigi molar ke-3 ini tak punya ruang untuk tumbuh, bahkan sering terjadi penumpukan sisa makanan dan menyebabkan gigi berlubang.



Cara Lelaki Obati Kesedihan Adalah dengan Sering Berjemur

img
Kesedihan yang berlarut-larut bisa memicu stres dan depresi, tak terkecuali pada kaum laki-laki. Untungnya pada laki-laki, ada cara mudah untuk mengatasinya yakni dengan sering-sering berjemur atau langsung minum suplemen vitamin D.

Seorang ahli endokrinologi dari Delaware, Sonal Pathak, MD baru-baru ini melakukan eksperimen terhadap sejumlah lelaki yang memiliki gangguan depresi. Dalam eskperimen tersebut, pemberian vitamin D dosis besar bisa mengatasi depresi dalam jangka pendek.

Ide awalnya bermula dari hasil penelitian terdahulu, yang membuktikan bahwa kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko depresi. Saat diperiksa, banyak pasien depresi juga mengalami kekurangan vitamin D sehingga diyakini keduanya saling berkaitan.

"Ketika saya memperbaiki kekurangan tersebut, mereka mengalami perbaikan mood dan energi. Saya lalu memutuskan untuk mencari dosis yang tepat untuk vitamin D pada 3 pasien," kata Dr Pathak seperti dikutip dari MensHealth.com, Kamis (12/7/2012).

Dr Pathak memulai eksperimennya pada 3 pasien laki-laki menggunakan vitamin D2 dengan dosis 50.000 IU (International Unit) sebanyak sekali sepekan selama 8 pekan. Selanjutnya, Dr Pathak memberikan vitamin D3 dengan dosis 1.000 IU setiap hari selama 4 pekan berikutnya.

Setelah 12 pekan menjalani eksperimen, para pasien mengalami perbaikan suasana hati. Dari yang semula selalu sedih karena mengalami depresi, lambat laun para pasien mulai menemukan kebahagiaan dan wajahnya tidak lagi tampak murung.

Dikatakan oleh Dr Pathak, vitamin D mempengaruhi kerja otak khususnya di bagian amygdala dan hippocampus yang berhubungan dengan suasana hati. Selain itu, vitamin D juga mempengaruhi pelepasan neurotransmiter rasa senang seperti dopamin, serotonin dan epinephrine.

Selain dari suplemen, vitamin D juga bisa diperoleh dari makanan dan minuman sehari-hari seperti susu, telur dan kacang-kacangan. Vitamin D yang berasal dari makanan biasanya baru berbentuk calon vitamin, sehingga harus diubah dulu menjadi vitamin dengan bantuan sinar matahari pagi.

Wednesday, July 11, 2012

Rokok Sering Dipakai Sebagai Cara untuk Langsing

img 
Banyak orang yang merokok hanya karena ingin tubuhya lebih kurus. Namun ingin kurus dengan cara merokok sama artinya memperbesar risiko kesehatan.

Orang bisa kurus dengan merokok karena nikotin menyebabkan lever melepaskan zat glikogen yang bisa menaikkan kadar gula darah dan akhirnya menutupi rasa lapar.

Merokok juga membuat perasaan menjadi enak dan lebih baik karena nikotin meningkatkan level hormon dopamin (hormon pemicu rasa senang) dalam otak.

Tapi benarkah jika berhenti merokok badan jadi gemuk?

Sebuah studi menemukan empat dari lima orang yang berhenti merokok akan mengalami kenaikan berat badan rata-rata 2 hingga 5 kilogram.

Tapi kabar baiknya, mantan perokok bisa memiliki berat badan yang normal lagi setelahnya. Syaratnya, tetap fokus untuk berhenti merokok dan beri kesempatan tubuh untuk menyesuaikan diri.

Sebuah studi baru menemukan setahun setelah berhenti, berat badan mantan perokok akan naik rata-rata 8-10 pon. Jumlah ini lebih tinggi daripada angka yang ditunjukkan pamflet kampanye stop merokok yang biasanya mencantumkan angka sekitar 3 kilogram dan lebih tinggi daripada penambahan berat badan yang dilaporkan bisa ditoleransi sebagian besar wanita (sekitar 2,27 kilogram).

Namun peneliti menekankan konsekuensi kesehatan dari penambahan berat badan itu takkan merusak manfaat kesehatan akibat menghentikan kebiasaan merokok.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Henri-Jean Aubin dari University of Paris-South mendapatkan kesimpulan semacam itu setelah me-review 62 studi yang mempelajari orang-orang yang mencoba untuk berhenti merokok. Termasuk orang-orang yang berhenti dengan menggunakan alat bantu seperti koyo nikotin maupun orang-orang yang berhenti tanpa memakai bantuan apapun.

Bagi sebagian besar partisipan, penambahan berat badan itu hanya terjadi selama tiga bulan pertama. Misalnya, partisipan yang tidak menggunakan alat bantu apapun untuk berhenti merokok mengalami kenaikan berat badan rata-rata 3 kilogram pada bulan-bulan pertama.

Menurut peneliti, temuan ini bisa membantu para dokter memberikan gambaran yang lebih realistis kepada pasien-pasiennya tentang seberapa banyak berat badan yang akan didapatkan ketika pasien bersedia untuk menghentikan kebiasaan merokoknya.

"Penambahan berat badan ini sepadan dengan manfaat kesehatan yang didapatkan setelah berhenti merokok. Penambahannya pun biasanya tak terlalu banyak, lagipula beberapa tahun kemudian kondisi ini akan menurun dan berat badan mantan perokok kembali normal," ungkap peneliti Dr. Esteve Fernandez dari University of Barcelona dan Simon Chapman dari University of Sydney.

"Studi-studi yang di-review tersebut mengindikasikan bahwa penambahan berat badan yang tidak terlalu banyak takkan mampu meningkatkan risiko kematian; justru merokok-lah yang bisa," lanjut kedua peneliti seperti dilansir dari MSNBC, Rabu (11/7/2012).

Studi ini baru saja dipublikasikan secara online dalam British Medical Journal.

Monday, July 9, 2012

Cabai Bikin Anda Langsing dalam 3 Cara

 Siapa sangka bumbu dapur berwarna merah dan pedas bernama cabai itu bisa bikin Anda langsing. Menurut sebuah penelitian dari Inggris, cabai bisa menurunkan berat badan Anda dalam 3 cara yaitu membakar lemak, menekan rasa lapar dan menaikkan tingkat pembakaran kalori.

Hal ini didasarkan pada studi yang dilakukan oleh pakar makanan Stephen Whiting yang berbasis di Manchester Metropolitan University, Inggris. Studi ini membuktikan bahwa cabai merupakan komponen kunci untuk menurunkan berat badan, terutama berkat kandungan capsaicin-nya yang mampu memberi panas dan memicu adrenalin.

Senyawa ini memberi perintah spesifik pada otak untuk membakar sel-sel lemak dan studi ini pun menemukan bahwa lemak di seputar pinggang merupakan lemak yang paling cepat terbakar. Namun lemak ulu hati adalah yang paling berbahaya karena kemampuannya untuk meningkatkan risiko penyakit jantung.

Disamping itu, Whiting menemukan bahwa cabai juga membantu menekan selera makan, bahkan mempercepat proses metabolisme tubuh atau pembakaran kalori secara keseluruhan.

"Jika Anda makan cabai secara konsisten untuk jangka waktu yang cukup lama, bahan makanan ini akan membantu Anda menurunkan berat badan," ujar Whiting seperti dilansir dari newkerala, Senin (9/7/2012).

Saturday, July 7, 2012

Kidung Rumeksa Ing Wengi

Siapa yang tidak ingin selamat dalam hidupnya ? Semua manusia ingin selamat. Tidak ada yang ingin celaka. Ucapan "selamat " diucapkan dalam berbagai bahasa di dunia. Assalamu 'alaikum, selamat pagi, selamat siang, selamat sore, selamat malam; good morning, good night dan sebagainya. Manusia bila bertemu saling mendoakan agar masing-masing selamat (assalamu 'alaikum). Selamat dirinya, keluarganya, harta bendanya. Uangnya ditaruh di lemari besi, didepositokan di bank biar selamat. Pakai helm standar dan sabuk pengaman bila berkendaraan motor atau mobil. Pakai rompi anti peluru, CCTV, alat detektor logam dan bahan peledak, payung cadangan, tangga darurat, alat peringatan dini gelombang tsunami, kamuflase, jasa pengawalan, pengawal pribadi atau bodyguard yang kesemuanya itu dengan tujuan ingin aman atau selamat.

Ada berbagai upaya yang dilakukan oleh manusia agar selamat, diantaranya melalui doa permohonan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seperti mantra atau doa keselamatan yang terkandung dalam Kidung Rumeksa ing Wengi. Mantra atau doa ini tercantum dalam Buku Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga karangan Achmad Chodjim Penerbit PT. Serambi Ilmu Semesta Jakarta.
Kidung Rumeksa Ing Wengi

Ana kidung rumekso ing wengi
Teguh hayu luputa ing lara
luputa bilahi kabeh
jim setan datan purun
paneluhan tan ana wani
miwah panggawe ala
gunaning wong luput
geni atemahan tirta
maling adoh tan ana ngarah ing mami
guna duduk pan sirno

Sakehing lara pan samya bali
Sakeh ngama pan sami miruda
Welas asih pandulune
Sakehing braja luput
Kadi kapuk tibaning wesi
Sakehing wisa tawa
Sato galak tutut
Kayu aeng lemah sangar
Songing landhak guwaning
Wong lemah miring
Myang pakiponing merak

Pagupakaning warak sakalir
Nadyan arca myang segara asat
Temahan rahayu kabeh
Apan sarira ayu
Ingideran kang widadari
Rineksa malaekat
Lan sagung pra rasul
Pinayungan ing Hyang Suksma
Ati Adam utekku baginda Esis
Pangucapku ya Musa

Napasku nabi Ngisa linuwih
Nabi Yakup pamiyarsaningwang
Dawud suwaraku mangke
Nabi Brahim nyawaku
Nabi Sleman kasekten mami
Nabi Yusuf rupeng wang
Edris ing rambutku
Baginda Ngali kuliting wang
Abubakar getih daging
singgih
Balung baginda ngusman

Sumsumingsun Patimah linuwih
Siti aminah bayuning angga
Ayup ing ususku mangke
Nabi Nuh ing jejantung
Nabi Yunus ing otot mami
Netraku ya Muhamad
Pamuluku Rasul
Pinayungan Adam Kawa
Sampun pepak sakathahe para nabi
Dadya sarira tunggal

Terjemahan dalam bahasa indonesia:

Ada kidung rumekso ing wengi.
Yang menjadikan kuat selamat terbebas dari semua penyakit.
Terbebas dari segala petaka.
Jin dan setanpun tidak mau.
Segala jenis sihir tidak berani.
Apalagi perbuatan jahat.
guna-guna tersingkir.
Api menjadi air.
Pencuripun menjauh dariku.
Segala bahaya akan lenyap.

Semua penyakit pulang ketempat asalnya.
Semua hama menyingkir dengan pandangan kasih.
Semua senjata tidak mengena.
Bagaikan kapuk jatuh dibesi.
Segenap racun menjadi tawar.
Binatang buas menjadi jinak.
Pohon ajaib, tanah angker,
lubang landak, gua orang,
tanah miring dan sarang merak.

Kandangnya semua badak.
Meski batu dan laut mengering.
Pada akhirnya semua slamat.
Sebab badannya selamat dikelilingi oleh bidadari, yang dijaga oleh malaikat, dan semua rasul dalam lindungan Tuhan.
Hatiku Adam dan otakku nabi Sis.
Ucapanku adalah nabi Musa.

Nafasku nabi Isa yang teramat mulia.
Nabi Yakup pendenganranku.
Nabi Daud menjadi suaraku.
Nabi Ibrahim sebagai nyawaku.
Nabi Sulaiman menjadi kesaktianku.
Nabi Yusuf menjadi rupaku.
Nabi Idris menjadi rupaku.
Ali sebagai kulitku.
Abubakar darahku dan Umar dagingku.
Sedangkan Usman sebagai tulangku.

Sumsumku adalah Fatimah yang amat mulia.
Siti fatimah sebagai kekuatan badanku.
Nanti nabi Ayub ada didalam ususku.
Nabi Nuh didalam jantungku.
Nabi Yunus didalam otakku.
Mataku ialah Nabi Muhamad.
Air mukaku rasul dalam lindungan Adam dan Hawa.
Maka lengkaplah semua rasul, yang menjadi satu badan.

Demikian kami kutip secara lengkap doa keselamatan dalam Kidung Rumeksa ing Wengi dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Doa atau mantra tersebut semoga dapat menambah referensi dan wawasan kita semua. Dan tentunya semua manusia di dunia mendambakan keselamatan dalam menjalani kehidupan ini termasuk kami dan Anda semua.

Ariel Peterpan Sajadah Panjang


Ada sajadah panjang terbentang
Dari kaki buaian
Sampai ke tepi kuburan hamba
Kuburan hamba bila mati

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan sujud
Di atas sajadah yang panjang ini
Diselingi sekedar interupsi

Chorus:
Mencari rezeki mencari ilmu
Mengukur jalanan seharian
Begitu terdengar suara adzan
Kembali tersungkur hamba

Ada sajadah panjang terbentang
Hamba tunduk dan rukuk
Hamba sujud tak lepas kening hamba
Mengingat Dikau sepenuhnya

Friday, July 6, 2012

Memperbaiki Diri

... # - - Doa Ali bin Abi Thalib Ra - - # ...

Ketika aku memohon kepada Allah kekuatan
Allah memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat

Ketika aku memohon kepada Allah kebijaksanaan
Allah memberiku masalah untuk dipecahkan

Ketika aku memohon kepada Allah kesejahteraan
Allah memberiku akal untuk berfikir

Ketika aku aku memohon kepada Allah keberanian
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika aku memohon kepada Allah sebuah cinta
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika aku memohon kepada Allah bantuan
Allah memberiku kesempatan

Aku tak selalu menerima semua yang kuminta,
tapi aku selalu menerima segala yang aku butuhkan

Doaku terjawab sudah
(Ali bin abi thalib ra)

". Sumber kegelisahan dan masalah adalah gemar melakukan hal yang sia-sia."
diantara kebaikan islam seseorang ialah eninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya

--- #- Salah satu Tanda Bijaksana - # --

“Di antara tanda-tanda orang yang bijaksana ialah:
1. Hatinya selalu basah dengan dzikrullah.
2. Matanya menangis karena penyesalan terhadap dosa.
3. Segala perkara di hadapinya dengan sabar dan tabah.
4. Lebih mengutamakan kehidupan akhirat daripada kehidupan dunia.”(Ustman bin Affan)

"Tamak adalah kefakiran sedangkan qana'ah (merasa cukup dengan yang ada) adalah kekayaan. Jika manusia merasa cukup terhadap sesuatu, niscaya ia akan merasakan kaya" (Umar bin Khathab)

##-- Sikap/Gaya/Lisan yang di buat-buat --##

Salah satu yang membuat hati tidak nyaman, tidak peka dan perilaku yang kurang dewasa, adalah sikap dan lisan yang suka dibuat-buat agar tampak bagus, hebat, keren, baik, mulia dan lain-lain.

Orang-orang pun (yang peka hatinya) pasti akan merasa tidak nyaman dan tidak respek.
Penyebab sikap/bicara yang dibuat-buat adalah sangat sibuknya hati dengan penilaian manusia, ingin tampak lebih daripada kenyataan/keadaan yang sebenarnya.

Alloh swt Yang Maha Tahu Segalanya, hanya memberikan ketenangan, kenyamanan serta kemuliaan, justru kepada orang yang bisa bersikap wajar, apa adanya, bersahaja, tulus, sesuai sikap, kata dan hati.
Semua ini akan mudah dilakukan bila hatinya sibuk dan puas hanya dengan penilaian Alloh swt semata ...

Tapi tidak mudah bagi orang-orang yang amat senang terhadap pujian/penilaian manusia.

-#-- AWAS BANGKRUT --#-

Hati-hati ...
Ternyata tak cukup sibuk berbuat kebaikan saja, kitapun harus mewaspadai keburukan perilaku kita.
Apalagi jika kita telah tertipu merasa diri soleh karena rajin beramal dan ibadah padahal perbuatan dosa/maksiatpun yg lebih rajin akan ada perhitungannya dan bisa membangkrutkan semua pahala yg kita kumpulkan

Rosullulloh s a w bersabda :
"Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa), menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu diapun dicampakkan kedalam api neraka."(HR Muslim)

Sahabatku ...
Bila kita belum bisa berbuat kebaikan yang banyak, minimal janganlah berbuat keburukan....
Bila belum bisa memberi manfaat, maka minimal jangan merugikan siapapun ...

Semoga kita termasuk orang yang beruntung dunia akhirat,
Aamiin.

#-- Beragam Senyum --#-

- Senyum TUGAS, sebagai petugas yang berhubungan langsung dengan pelanggan, wajib kelihatan senyum
Pakai hati atau tidak, tetap harus senyum.. Karena memang tugasnya senyum,

- Senyum PAHIT, hati getir tapi tetap berusaha tersenyum, untuk menelan rasa kepahitan dalam hidup,

- Senyum SINIS, senyuman dari hati yang penuh kebencian, kedengkian dan meremehkan,

- Senyum-senyum SENDIRI, bisa jadi sedang melamun yang lucu atau kurang ingatan/sakit jiwa,

- Senyum AGAR WIBAWA, senyum yang diatur, krn punya jabatan/kedudukan sehingga harus kelihatan senyum yang membuat disegani dan dianggap lebih berwibawa,

- Senyum TEPOS, tebar pesona senyum acting yg dibuat-buat agar orang lain terpikat, agar dianggap manis/cakep dan menawan,

- Senyum MIKIR, orang yang banyak pikiran sering senyum yang tidak jelas dan tidak nyambung,

- Senyum IBADAH, senyum yang wajar dan benar-benar tulus dari lubuk hati untuk membahagiakn orang lain, dengan niat karen Allah semata, tidak ada maksud-maksud lain yang tersembunyi

Percayalah hanya karena ketulusanlah sebuah senyuman mnjadi indah dan menembus hati.

Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

Hadits-hadits keutamaan senyum

1. Dari Abu Dzar ra, dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Hibban).

2. Dari Jarir bin Abdillah ra dia berkata,
“Sejak aku masuk Islam, Rasulullah Saw tidak pernah menolak aku untuk duduk bersama beliau. Dan tidaklah beliau melihatku kecuali beliau tersenyum kepadaku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

3. Dari Abdullah bin Al Harits bin Jaz`i ra dia berkata, “Aku tidak pernah melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.” (HR. Tirmidzi)

4. Jabir bin Samurah ra berkata, ia menceritakan tentang kebiasaan Rasulullah Saw, “Beliau biasanya tidak berdiri dari tempat shalat di mana beliau shalat shubuh padanya kecuali setelah terbit matahari. Apabila matahari telah terbit barulah beliau berdiri. Sementara itu para sahabat bercakap-cakap membicarakan kejadian di masa jahiliyah, lalu mereka tertawa, sedangkan beliau hanya tersenyum.” (HR. Muslim).

5. Dari Abu Dzarr ra dia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Senyummu kepada saudaramu merupakan sedekah, engkau memerintahkan yang ma’ruf dan melarang dari kemungkaran juga sedekah, engkau menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat juga sedekah, engkau menuntun orang yang berpenglihatan kabur juga sedekah, menyingkirkan batu, duri, dan tulang dari jalan merupakan sedekah, dan engkau menuangkan air dari embermu ke ember saudaramu juga sedekah.” (HR. Tirmidzi)

6. Rasulullah Saw bersabda, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria." (HR. Muslim).

Mohon bantu sebarkan ya.. terbarkan sebanyak-banyaknya kebaikan.

Tak ada yang hebat;
Dari Harta, gelar, pangkat, jabatan, kedudukan, kekuasan, rupa, penampilan, popularitas dll.

Hanya sekedar assesoris takdir Allah sementara bagi sebagian hamba-hamba-Nya yang benar-benar jadi ujian dalam hidupnya.

Kehinaan dan kemuliaan, justru terletak pada cara menyikapi ujian tersebut

Bila menjadi pentantang-petenteng, sombong, ujub, dengki merasa beda, merasa lebih, merasa spesial dibanding yang lain. merendahkan, zolim, sibuk dengan riya, pamer, dll

Maka gagal lah atas ujian topeng sementara tersebut.
Hati akan selalu resah, tak nyaman, orang lainpun tak akan nyaman dekat dengannya, perilaku menjadi rendah, buruk dan hina.

Namun bila semakin tersungkur, merunduk, rendah hati, tak ada riya, tak ada kesombongan, malu dihadapan Alloh, dan takut akan amanah ini menjadi fitnah bagi dunia akhiratnya. Lalu semakin mendekat, menghiba belaskasihan dan pertolongan-Nya agar bisa mempertanggungjawabkannya dan agar bisa bermanfaat bagi ummat,
Niscaya Hati akan semakin bercahaya, keindahan dan kemuliaan dirinya akan melampaui aksesoris yang ada, Tak hanya di dunia, bahkan sampai akhirat kelak.

Maka Waspadalah terhadap ujian topeng ini !!!

Semoga kita tak terpesona dan terpedaya oleh topeng duniawi yang sangat sebentar dan pasti sirna, namun besar hisabnya.

-#- Hanya Memberi Sisa -#-

Mengapa kita sering habis habisan mengerahkan tenaga, pikiran, waktu, biaya, hati untuk mencari cinta manusia; makhluk tak berdaya, yang tak bisa menguasai hatinya sendiri dan pasti akan tiada.

Tapi kita tidak habis-habisan memburu cinta Allah. Penguasa semesta alam, Yang nyata-nyata sudah Menciptakan, Menghidupkan, Menjamin, Mengurus diri kita setiap saat walau DIA Menyaksikan kita lupa, lalai dan bahkan mengkhianati-Nya

Mengapa kepada DIA hanya memberi sisa ?

Sholat hanya sisa waktu kesibukan
Zikir hanya sisa ngobrol
Menyebut namanya hanya sisa menyebut-nyebut harta / manusia.
Baca alquran hanya sisa baca koran/ sms/bbm, internet
.
Sedekah hanya sisa belanja/jajan
Memikirkan akhirat sisa memikirkan duniawi
Hati untuk-Nya hanya sisa dari hati yang dipenuhi cinta kepada manusia/ duniawi.

Akankah hanya sisa sisa untuk Rabb yang amat Mengasihimu ? Manaa bukti cintamu ? Hanya sisa-sisa itukah. Bukti cintamu. kepada Penciptamu ?

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽┈┈┉┓Nikmatnya Hati yang Tenang└┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷

Alangkah nikmatnya hati yang dikaruniai ketenangan, situasi apapun tetap jernih dan lapang.

Alangkah menderitanya orang yang hatinya selalu galau dan gelisah, memliki dunia berikut isinyapun tak akan bisa dinikmati.

Ketahuilah hati ini sepenuhnya dalam genggaman Allah, Dia lah yang Membolak balik hati ini.

Tenang atau galau hati adalah perbuatan-Nya.
Ketenangan DIA limpahkan kepada yang yakin dan selalu ingat pada-Nya. Dan berusaha patuh kepada-Nya
Semakin DIA yang jadi pusat perhatian. Semakin Tenang dan Semakin bahagia

"Orang-orang yang beriman & hati mereka menjadi tentram dengan dzikir kepada Allah.
Ingatlah bahwa hanya dengan dzikir kepada Allah hati menjadi tenang". (QS. Ar-Ra'd [13]:28)

Dan bagi orang yang ragu kepada-Nya serta lalai dan amat jarang ingat kepada-Nya. Tak mau patuh bahkan mengingkari-Nya, Maka galau, resah, gelisah, bingung, kalut, serba ketakutan adalah bagiannya.
Naudzubillah.

"Meredam Kemarahan"

Sahabat aa yang baik, salah satu cara untuk meredakan kemarahan adalah dengan mengucapkan " A'udzubillahi minasyaithaanirrahjiim " (aku berlindung kepada Allah, dari godaan syaitan yang terkutuk).

Sulaiman Ibnu Sard RA. meriwayatkan, "Pernah dua orang yang saling mencerca satu sama lain di hadapan Rasulullah Saw. sementara itu, kami sedang duduk di sisi Beliau. Salah seorang dari mereka menghina yang lainnya dengan diiringi kemarahan, hingga merah mukanya. maka, Rasulullah Saw bersabda, "aku mengetahui suatu kalimat yang jika diucapkan olehnya (orang yang sedang marah), maka akan hilang kemarahannya. Hendaklah dia berkata, " A'udzubillahi minasyaithaanirrahjiim " (aku berlindung kepada Allah, dari godaan syaitan yang terkutuk).
HR. Bukhari dan Muslim

#buku kiat mengendalikan amarah.

Mohon bantu sebarkan ya.. terbarkan sebanyak-banyaknya kebaikan.

"Penyakit nge-Bos"

Hati-hati yang hidupnya serba dilayani, serba tinggal perintah, bagai 'raja'.

Akan mudah merusak mental dan cara hidup normal/ wajar

Akan cenderung menggampangkan urusan,
karena terbiasa suruh sana sini.
Akibatnya sering tak memahami masalah secara utuh/ detail, tak telaten.
Hanya teknis saja yang terpikir. Kurang pakai hati.
Sulit empati terhadap keadaan orang lain dan bisa bersikap yang kurang manusiawi.
Pribadi yang sulit jadi dewasa, tak bisa menyelesaikan masalah dengan baik dan bijak, bahkan bisa sebaliknya serta amat menjengkelkan dan menyusahkan orang-orang sekitarnya.

Mari kita tempa diri menjadi manusia biasa-biasa saja, normal, wajar, yang 'membumi' tak merasa lebih dari yang lain, yang bisa mandiri..,tak senang jadi beban, senang membantu, Telaten, pakai hati dan tulus karena Alloh semata.

Niscaya hati akan merasa nyaman, bisa mnyelesaikan masalah dengan baik, bijaksana dan terhormat.
Aamiin.

Bila hati GALAU

Bila hati terasa resah gelisah dan gundah gulana,

Silakan periksa
Siapa/ apa yg mendominasi hati ini ?

Semakin kuat harap atau takut kepada makhluk, atau semakin suka/ cinta kepada makhluk/ benda
Sehingga mendominasi hati dan pikiran, maka itulah penyebabnya.

Tak selayaknya. Makhluk dan benda yang tak daya dan upaya jadi sandaran ataupun ditakuti, karena segala Kekuasaan dan Ketentuan hanya milik Allah semata.

Segera kembalikan kepada Yang Maha Kuasa atas segalanya.

Semakin cepat dikembalikan, semakin dipasrahkan, semakin yakin akan segala kesempurnaan takdirnya,

Niscaya hati akan jadi lega, nyaman, mantap mengarungi episode apapun
Allah Maha Tau isi hati kita

Bila hati ini dipenuhi oleh selain-Nya, Dia tak akan suka,
Bila hati ini dipenuhi oleh-Nya
Segala urusan kita menjadi tanggungan-Nya.

Niscaya akan mendapatkan sebaik-baik takdir yang memuaskan dunia akhirat kita.

Memanjakan keinginan itu seperti meminum air laut, makin diminum makin haus.

~~~~♈✽ Do'a yang Amat Indah ✽♈~~~~

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu rasa takut kepada-Mu saat nampak ataupun saat tidak nampak.

Aku memohon kesederhanaan saat fakir dan kaya.

Aku memohon kenikmatan tanpa habis dan kesenangan tanpa henti. Aku memohon keridhaan setelah adanya keputusan, dan kenyamanan hidup setelah mati dan kelezatan memandang kepada wajah-Mu serta keridhaan berjumpa dengan-Mu tanpa ada bahaya yang membahayakan dan tanpa fitnah yang menyesatkan.

Ya Allah, hiasilah kami dengan hiasan iman dan jadikanlah kami orang yang menyampaikan hidayah dan yang mendapatkan hidayah." (HR. AN NASA'I )

اللَّهُمَّ وَأَسْأَلُكَ خَشْيَتَكَ فِي الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ وَأَسْأَلُكَ كَلِمَةَ الْحَقِّ فِي الرِّضَا وَالْغَضَبِ وَأَسْأَلُكَ الْقَصْدَ فِي الْفَقْرِ وَالْغِنَى وَأَسْأَلُكَ نَعِيمًا لَا يَنْفَدُ وَأَسْأَلُكَ قُرَّةَ عَيْنٍ لَا تَنْقَطِعُ وَأَسْأَلُكَ الرِّضَاءَ بَعْدَ الْقَضَاءِ وَأَسْأَلُكَ بَرْدَ الْعَيْشِ بَعْدَ الْمَوْتِ وَأَسْأَلُكَ لَذَّةَ النَّظَرِ إِلَى وَجْهِكَ وَالشَّوْقَ إِلَى لِقَائِكَ فِي غَيْرِ ضَرَّاءَ مُضِرَّةٍ وَلَا فِتْنَةٍ مُضِلَّةٍ اللَّهُمَّ زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ.

~~~~~» Ujian Hidup «~~~~~

Pasti Allah menguji orang yang beriman kepada-Nya

Ujian dirancang bukan untuk menghancurkan
Bahkan sebaliknya untuk membersihkan dan menguatkan

Karena tak ada kebahagiaan, kecuali hati yang bersih dari kemusyrikan , kemunafikan, serta kokoh keyakinan kepada-Nya plus istiqamah patuh pada Nya

Akan terasa pahit
Bila berburuk sangka pada-Nya
Tak ridha dengan ketentuan-Nya
Bagai menggenggam erat kawat berduri yang tak mau melepaskannya

Berbaik sangka lah
Jalani ujian demi ujian tanpa keluh kesah.
Karena semua ini sudah dirancang amat sempurna, sangat baik dan amat manfaat bagi dunia akhirat kita.

Oleh Dia Yang Amat Menyayangi kita dan amat menginginkan kita menjadi ahli surga-Nya.

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). dan hanya kepada kamilah kamu dikembalikan" (QS Al-Anbiyaa' : 35)

Awas Bangkrut ... !!!

Kita sering fokus kepada apa yg kita sukai, tapi sering lalai dengan apa yg membahayakan diri kita sendiri

Dan tiada yang paling membahayakan, yang membuat hidup kita selalu resah, susah serta menderita bukan hanya didunia bahkan sampai di akhirat kelak. Selain keburukan diri kita sendiri.

Sehebat apapun amal akan hancur bila tak sungguh-sungguh menjauhi perbuatan buruk.

Simak sabda Rasul Saw. :
"Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun ia juga datang dengan membawa (dosa), menuduh, mencela, memakan harta orang lain, memukul (mengintimidasi) orang lain. Maka orang-orang tersebut diberikan pahala kebaikan-kebaikan dirinya. Hingga manakala pahala kebaikannya telah habis, sebelum tertunaikan kewajibannya, diambillah dosa-dosa mereka dan dicampakkan pada dirinya, lalu dia pun dicampakkan ke dalam api neraka." (HR. Muslim).

Waspadalah...!!!
Keburukan diri kita adalah sumber petaka dunia akhirat kita sendiri.

naudzubillah.

Berharap Pujian Itu Menyiksa


Selama ini saya lebih banyak memberikan training di berbagai perusahaan, khususnya 100 perusahaan terbaik versi Fortune. Baru beberapa bulan ini saya gencar dan intensif memberikan training ke publik yang berbayar. Dua seminar atau training yang ditawarkan intensif ke publik adalah “SuksesMulia Entertrainment” dan “Makelar Rezeki”.

Seminar atau training publik itu ternyata tantangannya lebih berat. Kita harus melakukan promosi dan mencari peserta. Peluang rugi terbuka lebar bila peserta tidak memenuhi target. Hal ini sangat berbeda jauh dengan training atau seminar di perusahaan yang semuanya sudah tersedia.

Sebagai manusia biasa, saya terkadang khawatir dan gelisah sebelum seminar atau training yang ditawarkan ke publik. Bahkan terkadang saya sulit tidur sebelum hari H. Emosipun naik turun, tidak stabil. Tentu saya tidak mau hal ini berlangsung setiap saya hendak mengadakan acara untuk publik. Saya harus segera berbenah, saya harus melakukan evaluasi diri dan introspeksi.

Setelah melakukan perenungan ternyata saya menemukan bahwa sumber kekhawatiran, kegelisahan dan ketakutan adalah “berharap pada pujian manusia”.  Karena sebenarnya tugas manusia hanyalah menyiapkan segala sesuatu dengan cara yang terbaik, hasilnya biarlah yang Maha Tahu yang menentukannya.

Apabila kita sudah menyiapkan segala sesuatu dengan cara terbaik tetapi hasilnya tidak sesuai harapan kita, sadarilah bahwa itu cara Sang Maha Pengasih melindungi kita. Boleh jadi kalau hasilnya sesuai harapan, kita akan menjadi sombong dan angkuh. Atau, mungkin kita menjadi sulit menerima masukan, kritikan dan nasihat dari banyak orang.

Yakinlah bahwa bila kita memberikan yang terbaik pasti kita akan mendapatkan yang terbaik dari Sang Pemilik Semesta. Dan perlu kita sadari bahwa yang terbaik menurut Sang Maha Tahu belum itu terbaik menurut kita. Sebaliknya kita menganggap sesuatu itu baik bagi kita tetapi sesungguhnya tidak baik menurut Dia.  Pasrahkanlah hasil kepada-Nya karena Dialah yang Maha Tahu tentang baik dan buruk di alam semesta.

Berharaplah pada pujian Allah, sang Maha Tahu. Dia yang tahu kapan harapan kita dipenuhi dan kapan harapan kita ditunda realisasinya. Dengan selalu berharap kepada-Nya hidup kita lebih tenang, lebih nikmat dan selalu bersemangat untuk selalu berbuat dengan cara-cara yang lebih hebat. Sementara berharap pada pujian manusia itu akan menyiksa pikiranmu, menyiksa hatimu dan tentunya menyiksa hidupmu.

Terbaik Bukan Berlebih


“Berlebihan itu merugikan. Lakukanlah yang terbaik bukan berlebih.” Kata-kata bijak tersebut mengingatkan saya pada mimpi tadi malam. Ya, semalam saya bermimpi dua anak saya, Nadhira dan Asa, pulang dari Jerman. Kami kemudian pesta durian, salah satu makanan kesukaan kami. Hasilnya? Nadhira sakit karena makan durian berlebih –semoga ini hanya mimpi dan kedua anak saya tetap sehat.

Sesuatu yang berlebihan memang bisa berakibat buruk. Di China, seorang pemuda yang berlebihan menonton pertandingan piala Eropa dikabarkan meninggal karena kelelahan. Bagaimana tidak, pada malam hari pemuda ini menonton pertandingan sepak bola, sementara siang harinya bekerja, terus menerus begitu selama sebelas hari berturut-turut.

Contoh lain, seorang sahabat saya ingin menurunkan berat badan secara instan dan melakukan diet dengan ketat. Hasilnya? Dia masuk rumah sakit dan berbagai penyakit lain bermunculan. Saat kuliah dulu saya pernah belajar habis-habisan pada malam hari dan keesokannya justru tertidur saat ujian.

Bahkan untuk urusan beribadah kepada Allah pun kita dilarang untuk berlebihan. Sebagian besar dari kita pasti ingin bahwa segala yang kita lakukan dianggap ibadah kepada Allah sehingga mendapat balasan di dunia serta balasan setelah kehidupan dunia. Padahal, agar sesuatu bernilai ibadah syaratnya dua: ikhlas dan benar melakukannya. Ingat! Benar, bukan berlebih!

Oleh karena itu, biasakanlah melakukan yang benar dengan cara yang terbaik agar bernilai tinggi. Saat bekerja dan berbisnis lakukanlah dengan cara yang terbaik bukan berlebih. Jangan sampai kita gila kerja tetapi lupa keluarga, abai menghadiri momen-momen penting anak, tidak memiliki waktu berlibur bersama anak dan istri. Jangan sampai saat anak istri bertanya, “Kapan kita punya acara bersama?” Jawabannya selalu, “Bapak lembur… Bapak lembur… Bapak lembur….”

Saat hari libur dan waktunya istirahat, lakukanlah istirahat yang terbaik bukan berlebihan. Saat libur bukan berlebihan untuk tidur, bukan juga berlebihan untuk menonton televisi. Saat libur, bukan juga berlebihan untuk berolahraga atau melakukan aktivitas lain yang tidak bisa dilakukan saat hari kerja.

Sekali lagi, lakukanlah yang terbaik bukan berlebih. Ingatlah, tubuhmu punya hak, keluargamu punya hak, orang-orang di sekitarmu punya hak. Perusahaan atau bisnismu juga punya hak. Dan yang lebih penting, Tuhanmu juga punya hak. Apakah mereka semua sudah memperoleh yang terbaik darimu?

Fakta Hebat Tentang Testosteron yang Bikin Pria Luar Biasa

Semua orang pasti tahu bahwa testosteron merupakan salah satu hormon terpenting bagi pria. Manfaatnya yang beragam pun tak diragukan lagi. Diantaranya mendorong pertumbuhan otot, mengurangi lemak perut dan yang paling penting membantu performa Anda di ranjang!
img
Namun ternyata manfaatnya tak berhenti sampai disitu saja. Berikut 4 manfaat lain dari hormon testosteron seperti dikutip dari menshealth, Jumat (6/7/2012).

1. Menarik Wanita
Sebuah studi terbaru dari Wayne State University mengemukakan hasil percobaan terhadap dua kelompok pria yang berkompetisi untuk mendapatkan perhatian dari seorang wanita yang atraktif.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa pria yang kadar testosteronnya paling tinggi dalam studi ini cenderung lebih asertif atau tegas, lebih mampu mengendalikan pembicaraan dengan wanita dan lebih berhasil menarik perhatian wanita serta mengatasinya.

2. Hidup Lebih Lama
Berbagai studi menunjukkan bahwa kadar testosteron yang lebih rendah bisa jadi akan menempatkan Anda pada risiko kematian yang lebih besar.

Tak hanya itu, kadar testosteron yang rendah juga seringkali dikaitkan dengan sindrom metabolik atau sekumpulan faktor yang bisa meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.

Sebaliknya, banyak studi lain yang mengungkapkan bahwa pria yang kadar testosteronnya normal memiliki kecenderungan untuk terserang penyakit jantung lebih sedikit dibandingkan pria yang kadar testosteronnya rendah.

3. Berpikiran Tajam
Peneliti dari Belanda yang mempelajari 400 pria berusia diantara 40-80 tahun menemukan korelasi bahwa kadar testosteron yang tinggi menyebabkan pria berusia 70-80 tahun tetap memiliki fungsi kognitif yang optimal.

4. Meningkatkan Kebahagiaan
Peneliti Australia pernah melakukan cross-sectional study untuk membandingkan kadar testosteron bebas dengan informasi kesehatan fisik dan psikologis dari 4.000 pria.

Dari situ peneliti menemukan bahwa pria yang lebih tua dan kadar testosteron bebasnya lebih rendah (di bawah 6 ng/dl) risiko depresinya tiga kali lebih besar daripada pria yang kadar testosteron bebasnya tinggi (10 ng/dl ke atas).

Thursday, July 5, 2012

Cinta Bisa Bikin Orang Jadi Bodoh

'Cinta membuat orang buta'. Pepatah itu sudah sering terdengar untuk menggambarkan perilaku orang jatuh cinta yang tak bisa melihat kekurangan pasangannya. Tapi tahukah Anda selain membuat buta, cinta juga membuat orang menjadi bodoh.
img
Prof. Robin Dunbar, evolutionary psychologist dari University of Oxford berpendapat bahwa bagian-bagian rasional dari otak manusia tertutup saat ia sedang jatuh cinta.

Prof Dunbar mengembangkan teorinya setelah menganalisa temuan-temuan dari percobaan otak yang dilakukan di Inggris lebih dari satu dekade lalu di University College of London.

Dalam penelitiannya, Prof Dunbar melakukan pengujian dengan MRI (magnetic resonance imaging) untuk mengamati aktivitas otak dari 17 relawan yang sedang melihat foto pasangan yang benar-benar ia cintai.

"Ketika orang-orang melihat foto orang yang mereka cintai, bagian rasional dari otak mereka terpengaruh oleh 'sindrom merah jambu' dan jantung memerintahkan kepala, hingga menumpulkan kemampuan kritis mereka," jelas Prof Dunbar, seperti dilansir news.com.au, Kamis (5/7/2012).

Yang tampaknya terjadi, lanjut Prof Dunbar, orang sadar membuat keputusan untuk tertarik pada seseorang dan pada saat tersebut bagian rasional otaknya seakan-akan mati.

"Jika korteks prefrontal 'dimatikan', elemen perlindungan dan perasaan hati-hati pun tidak ada," tutup Prof Dunbar.

Orang-orang Jenius dengan IQ Lebih dari 200

Beberapa orang di dunia terlahir dengan kecerdasan otak yang luar biasa. Kebanyakan ilmuwan pada jaman Albert Einstein memiliki skor intelektual (IQ/Inteligence Quotient) antara 160 sampai 200, tetapi ada beberapa orang yang memiliki IQ lebih dari 200.

Berikut 8 orang yang memiliki IQ lebih dari 200, seperti dilansir eoht, Kamis (5/7/2012) yaitu:
img
1. Joseph N. Hall

Joseph N. Hall dilahirkan pada tahun 1996 di San Fransisco. Pada saat usianya 9 tahun, IQ Hall bahkan tidak dapat diukur dengan tes kecerdasan yang sederhana. Hall masuk ke perguruan tinggi pada usia 11 tahun.

2. Christopher Otway

Otway lahir pada tahun 1977 dan telah menunjukkan bakat yang luar biasa sejak masih balita. Dirinya mulai belajar sendiri membaca sebelum usia 2 tahun. Ketika usianya 4 tahun, Otway telah gemar membaca buku-buku ensiklopedi. Di usia 11 tahun, Otway memiliki mental yang sama dengan orang dengan usia 22 tahun.

3. Marta Eugenia Rodiguez

Marta lahir pada tahun 1969 dengan IQ 218. Ketika usianya 12 tahun, Institut de Investigaciones Científicas memberikan beasiswa kepada Marta untuk melakukan penelitian terhadap lebih dari 20 disiplin ilmu yang berbeda. Padahal kala itu dirinya sedang menempuh pendidikan di SMA.

Selama 20 tahun Marta telah meneliti kecerdasan manusia dan menciptakan dua program studi di Spanyol dan mengajar anak-anak dan orang dewasa untuk mengembangkan kapasitas intelektual.

4. Ian Baker

Baker lahir pada tahun 1980 dan dapat berbicara kata-kata pertamanya pada usia 12 bulan. Sebelum genap berusia 2 tahun, Baker telah dapat membaca dan berhitung. Pada usia 9 tahun, Baker diketahui memiliki usia mental yang sama seperti orang yang berusia 18 tahun.

5. Gena Leung

Leung lahir pada tahun 1983 dengan IQ 210. Kecerdasan otaknya tampak ketika dirinya mengajarkan cara membaca pada teman-teman sebayanya ketika berusia 5 sampai 7 tahun. Ketika Leung berusia 10 tahun, dirinya mulai mempelajari bahasa Perancis, Latin, dan Jepang.

Leung memperoleh gelar sarjana sains bidang Matematika pada usia 13 tahun. Ternyata kecerdasan otak Leung tidak hanya menyangkut akademik saja, tetapi dirinya juga memiliki bakat bermain biola hingga mendapatkan sertifikasi atas keahliannya pada usia 16 tahun.

Sayangnya pada usia 18 tahun, Leung didiagnosa menderita depresi dan harus menjalani pengobatan yang mengharuskan cuti dari universitas selama satu tahun. Tetapi kemudian di usia 20 tahun, Leung berhasil mendapatkan gelar sarjana di bidang ilmu kedokteran.

6. Gregory Smith

Gregory Smith lahir pada tahun 1989 di Pennsylvania. Smith lulus SMA pada usia 10 tahun dan mampu menyelesaikan kuliahnya dengan predikat cumlaude pada usia 13 tahun dengan gelar sarjana sains bidang Matematika, Sejarah dan Biologi dari Randolph-Macon College.

Smith berencana untuk memperoleh empat gelar profesor di bidang matematika, ilmu antariksa, hubungan internasional, dan penelitian biomedis pada tahun 2016 nanti, ketika usianya 27 tahun.

7. Ivan Cherevko

Ivan Cherevko lahir pada tahun 1991 dengan IQ lebih dari 200. Kejeniusannya telah tampak sejak usia 3 tahun melalui kemampuannya membaca di usia balita.

Ketika berusia 8 tahun, Cherevko bahkan mulai mempelajari ilmu pengetahuan alam, hukum dan bahasa asing. Pada usia 10 tahun, Cherevko berhasil menerbitkan buku hasil karyanya sendiri yang berisikan puisi dengan tema mikrobiologi.

Karena kemampuan otaknya yang lebih dibanding teman-teman sebayanya, Cherevko langsung menempuh pendidikan di Kyiv-Mohyla Academy dan Ukrainian university pada usia 12 tahun.

Cherevko yang kala itu mulai menginjak usia remaja, berhasil mengembangkan teori analitis dari manajemen penyimpanan limbah padat perkotaan dan daur ulang. Suatu teori yang mungkin hanya dapat dipahami oleh orang yang telah menempuh pendidikan pasca sarjana.

8. Adrian Seng

Adrian Seng terlahir dengan IQ 233 pada tahun 1993. Adrian mulai berbicara di usia 13 bulan dan mulai belajar membaca sebelum usianya genap 2 tahun.

Sehingga ketika menginjak usia 3 tahu, dirinya telah dapat membaca, menulis dan menyelesaikan perhitungan matematika untuk anak kelas 1 SD. Bahkan pada usia 3,5 tahun, Adrian telah mampu mengalikan dua digit angka di luar kepala.

Ketika usianya 6 tahun, para ilmuwan menyatakan bahwa Adrian memiliki mental yang sama dengan orang dengan usia 14 tahun. Pada usia 17 tahun, ia memenangkan beasiswa untuk belajar matematika di sebuah universitas bergengsi Amerika.

Related Posts Plugin for 
WordPress, Blogger...